
Ma Guang langsung menggunakan tombak pembunuh naga yang dia miliki untuk menghadapi para makhluk surgawi tersebut.
Long Disan langsung bertarung menghadapi Long Wang.
Sedangkan Long Disi menghadapi Jiangjun.
Pertarungan di antara kakak beradik itu sangat seimbang.
Jika keduanya bertarung di alam mereka, sudah bisa di pastikan Long Wang tidak mampu untuk menghadapi Long Disan.
Namun karena pertarungan mereka terjadi di dunia manusia, sehingga Long Wang mampu mengimbangi kakaknya.
Berbeda dengan Jiangjun, karena dirinya sudah menyerap inti jiwa serta batu permata milik raja phoenix api, sehingga kekuatannya bisa mengimbangi Long Disi.
Para patriak yang berada di dalam ruangan aula sekte langsung keluar dan membantu para pendekar lainnya untuk menghadapi para pendekar dari benua selatan.
Ma Guang sendiri, kini mulai kelabakan menghadapi para makhluk surgawi tersebut walau pun dirinya memiliki tombak pembunuh naga di tangannya.
Jika hanya dua lawan saja, Ma Guang bisa langsung mengalahkan mereka.
Namun saat dirinya ingin menyerang salah satu makhluk surgawi itu, yang lainnya langsung menyerangnya.
Mereka tidak memberikan kesempatan bagi Ma Guang untuk fokus dengan salah satu dari mereka.
Di dalam wilayah sekte itu, kini mulai di kuasai oleh para pendekar yang berasal dari benua selatan karena sudah di bantu oleh para makhluk surgawi.
Para leluhur sekte Bulan Perak yang tidak pernah keluar dari pertapaan mereka, kini langsung keluar dari wilayah terlarang sekte itu.
Tiga orang pendekar kaisar dewa serta dua puluh orang pendekar raja dewa langsung bertarung untuk membantu para pendekar untuk menghadapi makhluk surgawi yang menyerang.
Ketiga pendekar kaisar dewa mampu melukai setiap makhluk surgawi yang sedang menyerang para pendekar di wilayah bagian dalam sekte.
Kini makhluk surgawi yang ada langsung mengeroyok ketiga pendekar kaisar dewa tersebut, sehingga ketiga leluhur itu pun mulai kelabakan menghadapi mereka.
Sedangkan para pendekar raja dewa, mereka hanya mampu untuk bertarung satu lawan satu dengan makhluk surgawi.
Karena jumlah makhluk surgawi itu lebih banyak dari para pendekar raja dewa, sehingga mereka juga mengeroyok para pendekar tersebut.
Hasilnya para pendekar di pihak sekte Bulan Perak langsung kewalahan menghadapi mereka.
Karena situasi yang sudah tidak menguntungkan, Ma Guang pun langsung memanggil Kilin Api untuk membantu mereka.
Dengan kecepatan tinggi para Kilin api langsung melesat menuju ke sekte Bulan Perak.
__ADS_1
Para makhluk surgawi lawan Ma Guang langsung bisa merasakan kehadiran para Kilin Api tersebut.
Jika di dunia mereka, makhluk surgawi bisa dengan mudah membunuh Kilin api tersebut.
Tetapi jika di dunia manusia, Kilin Api akan dengan mudah untuk membunuh mereka.
Sebab kekuatan mereka setara dengan seorang pendekar dewa Agung.
Merasakan aura yang sangat kuat itu, Long Disi langsung memerintahkan semuanya untuk mundur.
Begitu juga dengan keempat ras lainnya, mereka langsung bergerak cepat untuk meninggalkan sekte Bulan Perak.
Sedangkan para pendekar yang berasal dari benua selatan, langsung mengikuti juga para makhluk surgawi itu untuk melarikan diri.
Kelima pimpinan mereka langsung dibawa oleh para bawahannya dan meninggalkan sekte Bulan Perak.
Ma Guang langsung membunuh salah satu ras naga yang menghadapinya.
Pria itu langsung mengambil inti jiwa serta batu permata makhluk tersebut dan menyimpannya.
Ma Guang langsung menghadang salah satu makhluk surgawi yang belakangan melarikan diri karena sudah terluka.
Begitu juga dengan Long Wang dan juga Jiangjun, keduanya juga menghadang dua makhluk surgawi lainnya yang sudah dalam keadaan terluka saat menghadapi ketiga leluhur sekte Bulan Perak.
Saat rombongan Kilin Api tiba, para makhluk surgawi sudah melarikan diri.
Rombongan Kilin Api langsung melakukan yang Ma Guang perintahkan.
Kini yang tersisa hanyalah puluhan makhluk surgawi yang sudah terluka.
Ma Guang langsung membunuh dan mengambil inti jiwa serta batu permata mereka.
Di pihak ras naga bawahan Ma Guang, ada empat puluh lima yang terluka.
Dua puluh di antaranya terluka parah dan sudah tidak bisa tertolong lagi.
Mereka pun meminta Ma Guang untuk membunuh mereka dan mengambil inti jiwa serta batu permata milik mereka dan di berikan kepada orang - orang terdekat Ma Guang.
Pria itu tidak tega melakukan hal itu kepada para bawahannya.
Namun Long Wang langsung melakukan hal itu, sebab itu akan menjadi suatu kehormatan bagi mereka.
Di pihak lawan sendiri, ada sekitar tiga puluh lima yang terluka berat dan tidak dapat meninggalkan sekte itu.
__ADS_1
Sehingga Ma Guang dengan mudah membunuh mereka dan mengambil dua benda berharga mereka.
Tidak lama kemudian, rombongan Kilin Api telah kembali dengan membawa beberapa makhluk surgawi yang sudah terluka para.
Kelima ras makhluk surgawi tersebut kini sudah terluka dan langsung di serahkan kepada Ma Guang.
"Penguasa! Hanya ini yang bisa kami temukan!." Tutur Kilin Api yang menjadi pemimpin.
Ma Guang pun langsung membunuh serta mengambil semua inti jiwa dan juga batu permata dan langsung menyimpannya.
Para murid yang ada langsung membersihkan jasad serta sisa - sisa kehancuran yang terjadi.
Ma Guang pun kembali memerintahkan rombongan Kilin Api itu untuk kembali.
Karena hal itu akan lebih menggemparkan lagi.
Para leluhur, para patriak, para tetua serta para murid yang ada di dalam sekte itu, merasa sangat terkejut dengan apa yang mereka lihat.
Semuanya tidak menyangka jika Ma Guang memiliki bawahan seekor naga surgawi dan juga Kilin Api.
"Jika sudah seperti itu, sepertinya pendekar Ma Guang bisa di sebut sebagai penguasa dunia persilatan di seluruh benua yang ada!." Tutur Patriak sekte Bulan Perak.
Hal itu langsung di setujui oleh para patriak yang juga telah melihat pasukan Kilin Api dan juga pasukan Naga Surgawi.
"Untung saja ada pendekar Ma Guang! Jika tidak, sudah bisa di pastikan bahwa seluruh pendekar yang ada, pasti akan terbunuh serta menjadi budak para makhluk yang menyerang kita!."
"Sebenarnya hal penting apa yang mereka buru di dunia kita sehingga ada lima ras makhluk surgawi yang ingin menyerang untuk menundukkan dunia persilatan di seluruh benua yang ada?."
"Bagaimana jika mereka kembali dan ingin menyerang kita lagi?."
"Sepertinya kita harus membicarakan hal itu dengan pendekar Ma Guang!."
Semua patriak sedang membicarakan apa yang baru saja terjadi serta bagaimana nasib mereka untuk kedepannya melihat kekuatan para makhluk surgawi yang menyerang mereka saat itu.
Dari kejauhan tanpa mereka sadari kini terlihat pergerakan rombongan para bangsawan yang di dalamnya adalah para pendekar aliran hitam yang saat itu sedang menuju ke sekte Bulan Perak.
Maksud kedatangan mereka adalah untuk menyerang sekte Bulan Perak beserta para pendekar yang ada di dalam sekte itu.
Kini sekte Bulan Perak bersama para pendekar dari tiga benua lainnya sedang membersihkan serta sedang membenahi setiap kerusakan yang terjadi.
Ma Guang dan juga para patriak yang ada kembali berkumpul di aula utama sekte untuk membicarakan tentang langkah selanjutnya yang akan mereka ambil.
Saat sedang berbincang - bincang di aula utama sekte, seorang murid memasuki ruangan aula tersebut dan langsung melaporkan situasi di depan pintu masuk wilayah sekte Bulan Perak.
__ADS_1
"Lapor patriak! Di depan pintu masuk sekte, kini sudah ada rombongan para bangsawan yang telah mendapatkan undangan untuk menghadiri kompetisi yang akan di lakukan! Apa yang harus kami lakukan!?." Tutur seorang murid.
~Bersambung~