
Beberapa orang itu masih merasa takut dengan apa yang baru saja desa mereka alami.
Sehingga saat Ma Guang menyuruh mereka keluar, orang - orang tersebut masih merasa takut untuk keluar.
"Ayo! Keluar saja! Aku adalah Ma Guang, pendekar yang berasal dari sekte Bambu Kuning!." Ucap Ma Guang.
Mendengar perkataan pendekar yang berada di luar bunker tersebut, seorang pria paruh baya langsung merasa senang.
"Ayo kita keluar! Pendekar itu akan menolong kita!." Ujar pria paruh baya tersebut kepada yang lain.
Akhirnya mereka mengikuti perkataan pria paruh baya itu dan langsung keluar dari tempat persembunyian mereka.
Saat sudah berada di depan Ma Guang, tanpa Ma Guang bertanya, pria paruh baya itu langsung menceritakan apa yang baru saja desa mereka alami.
Ma Guang yang mendengar hal tersebut langsung bertanya kepada pria paruh baya tersebut.
"Kemana arah perginya rombongan mereka!?."
"Kami tidak tahu pendekar Ma! Sebab kami sudah berada di dalam tempat persembunyian kami!." Jawab pria tua itu.
Ma Guang pun langsung mengaktifkan mata ketiga miliknya untuk menyisir area wilayah sejauh sepuluh kilo meter dari desa tersebut.
Namun hasilnya sia - sia. Karena pemuda itu tidak menemukan keberadaan rombongan para pendekar aliran hitam yang juga sedang membawa sebagian penduduk desa untuk mereka jual sebagai budak dan juga sebagai wanita penghibur.
Ma Guang pun mulai memeriksa jejak kaki mereka saat meninggalkan desa tersebut.
Saat dirinya menemukan jejak rombongan tersebut, pemuda itu pun langsung menyuruh orang - orang yang di temuinya untuk pergi ke kota yang baru saja dia tinggalkan.
Setelah itu, Ma Guang pun langsung melesat terbang untuk memburu rombongan para pendekar aliran hitam tersebut.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Ma Guang untuk bisa mengejar rombongan para pendekar aliran hitam tersebut.
Pemuda itu kini sudah melihat ada tiga orang pendekar langit awal sedang terbang di udara untuk mengawasi situasi di depan mereka.
Ma Guang dengan cepat langsung melesat menyerang ketiga pendekar tersebut untuk melumpuhkannya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi pemuda itu untuk melumpuhkan ketiga pendekar tersebut.
Hal itu karena tingkat kultivasi ketiganya berada jauh di bawah tingkat kultivasi dari Ma Guang.
Kini tubuh ketiga pendekar langit itu sudah berada di genggaman Ma Guang.
Pemuda itu pun langsung melepaskan tubuh ketiganya saat dirinya sudah mendarat di tanah.
Pemuda itu pun kembali menyerang para pendekar aliran hitam yang ada.
Untuk pendekar yang tingkatannya berada di bawah pendekar raja, semuanya langsung terbunuh.
__ADS_1
Sedangkan untuk pendekar suci yang ada, mereka hanya di lumpuhkan oleh Ma Guang.
Hal tersebut di karenakan informasi yang di miliki oleh para pendekar suci dan ketiga pendekar langit awal itu lebih banyak jika di bandingkan dengan para pendekar raja kebawah.
Para tawanan yang melihat kejadian tersebut langsung terkejut.
Namun dari raut wajah mereka, kini terpancar suatu harapan serta kebahagiaan yang besar untuk melanjutkan hidup yang mereka inginkan.
Dari seratus lebih para pendekar aliran hitam, kini jumlah mereka yang masih hidup hanya tersisa belasan orang saja, yang terdiri dari tiga orang pendekar langit awal dan lima belas orang pendekar suci.
Ma Guang pun langsung melepaskan belenggu dari semua penduduk yang menjadi tawanan tersebut.
Setelah selesai melepaskan belenggu tersebut, kini Ma Guang langsung menyuruh mereka semua untuk membagi harta benda yang di jarah oleh para pendekar aliran hitam itu dan segera kembali ke desa mereka masing - masing.
Para penduduk tersebut langsung menuruti apa yang di perintahkan oleh Ma Guang untuk membagi harta benda yang telah di jarah dan segerah pergi dengan cepat untuk meninggalkan lokasi tersebut sambil mengambil senjata yang di miliki para pendekar aliran hitam yang sudah tewas untuk mempersenjatai diri mereka.
Sedangkan Ma Guang sendiri langsung mengumpulkan delapan belas pendekar yang ada untuk di interogasinya.
Saat sudah terkumpul, pemuda itu mulai bertanya kepada salah satu pendekar suci.
"Dari sekte mana kalian berasal!?." Tanya Ma Guang dengan aura intimidasi yang sangat kuat.
"Bunuh saja aku! Sampai mati pun aku tidak akan memberikan jawaban dari pertanyaanMu itu!." Jawab seorang pendekar suci yang di tanya Ma Guang.
"Tenang saja! Kamu pasti akan menemui ajalMu saat waktunya tiba! Tetapi dengan cara yang akan berbeda!." Ucap Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap pendekar tersebut.
Ma Guang pun mulai meraih tangan pendekar tersebut dan mencabut salah satu kuku di jari tangannya.
Teriakan langsung keluar dari mulut pria tersebut karena menahan rasa sakit.
Ma Guang pun kembali bertanya kepada pendekar itu, namun jawaban yang dia dapatkan masih tetap sama.
Ma Guang kembali mencabut salah satu kuku jari tangan pria itu hingga sepuluh kuku di jari tangannya kini sudah tidak ada lagi.
Kini Ma Guang sudah berpindah di kuku kaki pendekar suci yang di tanyanya tersebut.
Namun hingga semua kuku kakinya juga telah habis tercabut, Ma Guang belum bisa juga mendapatkan apa yang di inginkannya.
Ma Guang kembali memukul jari tangan yang telah di cabut kukunya tersebut.
Teriakan pun kembali terdengar keluar dari mulut pria itu.
Melihat apa yang di alami oleh salah satu rekan mereka itu, kengerian kini mulai menyerang di setiap pikiran pendekar yang lain.
Hal itu terus di lakukan oleh Ma Guang hingga semua jari tangan dan kaki telah hancur di pukulnya.
Ma Guang pun mulai mencabut setiap jari - jari tangan dan kaki yang pendekar itu miliki hingga tidak memiliki jari - jari lagi.
__ADS_1
Darah pun mulai keluar dari setiap lubang yang tercipta hingga membuat pria itu meregang nyawa.
Ma Guang pun langsung berpindah ke seorang pendekar suci lainnya untuk di interogasi.
Saat Ma Guang mendekati pendekar tersebut, tubuh pendekar suci itu langsung bergetar takut.
Ma Guang pun mulai bertanya dengan pertanyaan yang sama seperti yang dia tanyakan kepada pemdekar suci sebelumnya.
Pendekar itu pun langsung menjawabnya.
"Kami berasal dari sekte - sekte kecil dan menengah aliran hitam yang berada di bawah kekuasaan sekte Seribu Racun!." Jawab pendekar tersebut dengan gemetaran.
"Apa tujuan kalian sehingga membawa para penduduk desa!?." Tanya Ma Guang lagi.
"Kami ingin membawa mereka untuk di jadikan tumbal agar bisa meningkatkan kekuatan para pendekar aliran hitam yang bergabung di bawah sekte Seribu Racun! Bagi yang tidak memenuhi syarat untuk menjadi tumbal, mereka akan di jual untuk menjadi budak dan juga untuk menjadi wanita penghibur!." Jawab pendekar suci tersebut.
"Jadi seperti itu yah!? Terus dari mana asal teknik tersebut sehingga membuat kekuatan sekte Seribu Racun berkembang pesat seperti sekarang ini!?." Tanya Ma Guang lagi.
"Aku tidak mengetahui tentang hal itu!." Jawab pendekar itu lagi.
Ma Guang langsung menebas leher pendekar tersebut dengan pedang yang terbuat dari energi Qi miliknya.
Kepala pendekar itu pun langsung terpisah dari tubuhnya dan langsung menggelinding di atas tanah.
Para pendekar yang melihat hal itu langsung pasrah dengan hidup mereka, karena mereka saat itu sedang menunggu giliran mereka untuk di bunuh oleh pemuda tersebut.
Ma Guang pun mulai berpindah lagi ke setiap pendekar lainnya dan selalu melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan sebelumnya.
Informasi demi informasi mulai dia dapatkan dari mereka dan kembali membunuh bagi mereka yang tidak memiliki informasi yang lain.
Kini yang tersisa tinggal ke tiga pendekar langit awal tingkat rendah, tingkat menengah dan tingkat puncak.
Ma Guang terlebih dahulu mendekati pendekar langit awal tingkat rendah dan mulai bertanya apa yang tidak bisa di jawab oleh para pendekar suci tersebut.
Pendekar langit awal tingkat dasar itu langsung menjawab pertanyaan tersebut.
"Teknik itu kami dapatkan dari sekte Iblis Darah yang berasal dari benua tengah!." Jawab pendekar tersebut.
Mendengar jawaban tersebut, Ma Guang pun mulai menyadari bahwa para pendekar dari benua tengah kini mulai membentuk kekuatan di luar benua tersebut untuk memperkuat kekuatan sekte mereka.
Sebab pertikaian yang sama juga kini sedang terjadi di benua tengah antara sekte aliran putih dan juga sekte aliran hitam.
Setelah semua pertanyaan yang di lontarkan oleh Ma Guang terjawab, kini Ma Guang bertanya tentang letak dari sekte Seribu Racun.
Namun semuanya tidak menjawab sampai mereka terbunuh.
Setelah Ma Guang telah mengetahui tujuan dari sekte aliran hitam, pemuda itu kambali melanjutkan perburuannya terhadap para pendekar aliran hitam sambil menuju ke tempat dimana sekte Es Abadi berada.
__ADS_1
~Bersambung~