
Di wilayah kekaisaran Zhou.
Di atas udara, tatapan penuh selidik dari seorang wanita cantik yang terus memperhatikan situasi setiap desa dan kota yang di laluinya bisa menangkap pergerakan sekelompok orang yang menggunakan seragam dari sekte yang sangat di bencinya.
Kelompok tersebut berjumlah sekitar lima puluh orang dan di pimpin langsung oleh seorang pendekar suci tingkat puncak serta kekuatan para anggotanya yang paling rendah berada di tingkat pendekar raja.
Kekuatan yang tidak bisa di pandang sebelah mata oleh sebuah sekte besar aliran putih selain sekte Bambu Kuning atau sekte Naga Surgawi serta sekte Bunga Persik yang kini di pimpin oleh Xia Jiao.
Wanita itu terus mengawasi pergerakan kelompok tersebut dari atas udara.
Hingga akhirnya kelompok itu mulai memasuki sebuah desa.
Awalnya situasi di desa tersebut tenang - tenang saja, namun setelah beberapa saat kelompok itu memasuki desa tersebut, kini terlihat dari salah satu bangunan yang mereka masuki, terlihat ada beberapa orang sedang berlari keluar dari bangunan tersebut namun tidak bisa berlari jauh, sebab seorang dari anggota kelompok tersebut langsung mengejar dan menebas mereka satu persatu.
Melihat kejadian tersebut, wanita yang terus mengawasi kelompok mereka itu langsung turun dan menyerang seorang anggota yang telah melakukan pembunuhan tersebut.
Energi Qi yang di lepaskan oleh wanita itu yang tidak lain adalah Xia Jiao langsung membuat tubuh salah seorang dari kelompok tersebut menjadi kabut darah.
Bunyi ledakan yang terjadi di luar bangunan penginapan menarik perhatian para anggota kelompok dari sekte Kalajengking Merah.
Tatapan mata mereka langsung memandang ke arah bunyi ledakan yang terjadi di luar penginapan tempat dimana mereka telah melakukan kekacauan.
Semuanya langsung terperanjat saat melihat salah satu anggota mereka sudah menjadi kabut darah.
Sang pemimpin kelompok tersebut langsung berteriak. "Siapa yang telah berani melakukannya?".
"Aku yang telah melakukannya!". Ujar Xia Jiao yang langsung muncul di depan pintu penginapan tersebut.
"Apa!? Bukankah sekte Bunga Persik sudah di hancurkan oleh sekte Beruang Putih? Mengapa masih ada anggota sekte yang masih tersisa?". Gumam pemimpin kelompok tersebut.
"Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah kamu sudah memikirkan bagaimana kematian akan menjemput diriMu hari ini?". Ucap Xia Jiao sambil menyeringai.
"Apakah kamu belum mengetahui kekuatan sekte kami yang sebenarnya? Kamu akan menyesal jika mengetahui hal itu". Ucap pemimpin itu sambil tersenyum menatap remeh wanita di depannya.
"Ternyata kalian juga belum mengetahui akan kekuatan sekte kami saat ini". Ucap Xia Jiao sambil melesat dan menyerang setiap anggota sekte Kalajengking Merak. "Tebaran Bunga Persik". Teriak wanita itu sambil menebarkan energi Qi miliknya yang berbentuk seperti bunga kearah kelompok tersebut.
Duar...duar...duar...duar...duar
Bunyi ledakan energi Qi milik Xia Jiao yang telah menghancurkan setiap anggota sekte Kalajengking Merah yang terkena dengan serangan tersebut.
Lantai dasar penginapan itu langsung berubah menjadi tempat pembantaian.
__ADS_1
Darah segar mulai menghiasi setiap dinding dan lantai penginapan itu.
Dari lima puluan anggota kelompok tersebut, kini Xia Jiao hanya menyisahkan pemimpin kelompok mereka untuk di introgasinya.
Pria tua itu tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.
Orang - orang yang awalnya berlari dari dalam penginapan yang melihat apa yang di lakukan oleh Xia Jiao, tidak sanggup menahan rasa mual mereka.
Dalam sekejap mata tangan Xia Jiao sudah mencengkeram leher pemimpin kelompok tersebut.
"Cepat katakan, dimana letak markas pusat sekte Kalajengking Merah?". Tanya Xia Jiao dengan tatapan dingin.
Aura intimidasi dari seorang pendekar agung tidak di keluarkan oleh wanita itu, sebab jika dia keluarkan sudah pasti bangunan peninapan itu akan hancur dan semua orang yang ada di sekitar tempat itu juga akan menjadi kabut darah.
Pemimpin kelompok itu tetap bertahan untuk tidak mengatakan apa yang ingin Xia Jiao ketahui.
"Bunuh saja aku! Bunuh saja aku!". Teriak pemimpin kelompok tersebut.
Mendengar apa yang pria itu katakan, Xia Jiao hanya tersenyum sinis menanggapinya.
"Kamu pikir aku akan membunuhMu dengan mudah? Kamu terlalu banyak berharap". Ucap Xia Jiao.
Wanita itu dengan perlahan mengambil sebilah pisau yang berada di atas meja dan mulai menyayat kulit pria itu secara perlahan - lahan.
"Apakah kamu masih tidak mau memberitahukannya?". Tanya Xia Jiao lagi.
"Puih! Sampai mati pun aku tidak akan memberitahukannya". Ujar pria tersebut.
"Baiklah! Kalau dirimu masih saja bersih kukuh dengan pendirianMu itu, aku akan membuat penyiksaan ini semakin menarik". Ujar Xia Jiao sambil tersenyum sinis menatap pria itu.
Tubuh pria itu sudah tidak bisa sedikit saja untuk di gerakkan. Hal itu karena perbuatan Xia Jiao.
Wanita itu kini mulai meletakkan salah satu jari tangan pria tersebut di lantai penginapan, kemudian dia mulai memukulnya dengan gagang salah satu golok dari anggota kelompok yang terletak di dekatnya.
"Aacchhhkkk". Teriak pria tersebut saat gagang golok itu memukul salah satu jari tangannya.
Xia Jiao tidak memukul dengan kuat jari tersebut, agar dirinya bisa untuk kembali memukulnya.
Pria itu mulai menjerit kesakitan karena apa yang di lakukan oleh Xia Jiao.
Walau pun demikian, pria itu belum menyerah juga untuk memberitahukan letak markas utama dari sekte Kalajengking Merah.
__ADS_1
Xia Jiao masih terus memukul satu persatu jari tangan pria itu, dan pria itu terus menjerit - jerit kesakitan di buatnya.
Setelah keseluruhan jari tangan pria itu telah di pukul, Xia Jiao berpindah untuk memukul setiap jari kaki dari pria tersebut.
Pria itu terus menjerit - jerit kesakitan, namun masih tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak mengatakan apa yang Xia Jiao inginkan.
Tindakan wanita itu di saksikan oleh para warga di desa tersebut.
Tatapan penuh kengerian tergambar di setiap wajah orang yang melihat hal itu.
Xia Jiao kembali memukul jari tangan yang sebelumnya telah di pukulnya.
Rasa sakit pun bertambah, membuat tubuh pria itu gemetar menahan rasa sakit tersebut.
Pria itu kemudian mulai berpikir untuk menyerah, sebab jika dia pikirkan, apa yang di lakukan oleh wanita ini baru permulaan saja, sehingga dirinya akan merasakan penderitaan yang panjang sebelum nyawanya melayang.
"Apa yang aku takutkan lagi jika aku sudah mati di tangan wanita ini? Lebih baik aku memberitahukannya agar penderitaanKu tidak berlangsung lebih lama lagi". Gumam pria tua itu yang sudah pasrah dengan hidupnya.
"Baiklah! Aku menyerah! Aku akan memberitahukan letak markas besar dari sekte Kalajengking Merah!". Ucap pria tersebut.
Disaat Xia Jiao baru saja menghentikan penyiksaannya, tanpa dia sadari, serangan pisau yang terbuat dari energi Qi secepat kilat langsung melesat kearahnya.
Duaarrr
Tubuh wanita itu langsung terhempas saat pisau energi Qi itu mengenai tubuhnya yang di selimuti oleh perisai pelindung.
Serangan untuk kedua kalinya langsung mengenai dahi pemimpin kelompok yang di siksa oleh Xia Jiao.
Kepala pria itu langsung meledak karena terkena pisau yang terbuat dari energi Qi tersebut.
"Brengsek! Siapa yang telah berani menyerangKu dari belakang!?". Gumam Xia Jiao sambil bangkit dan melesat keluar dari bangunan penginapan itu untuk mencari pelakunya.
Namun penyerang tersebut memang hanya berniat untuk membunuh pemimpin kelompok itu agar tidak membocorkan rahasia tentang letak sekte mereka.
Seorang pendekar petapa dengan cepat melesat terbang ke arah markas besar sekte mereka.
Pendekar tersebut menyadari akan kemampuannya yang tidak bisa menghadapi Xia Jiao yang berada jauh di atas tingkatannya.
Wanita itu terus mencari orang yang menyerang dirinya serta yang membunuh pemimpin kelompok itu.
Warga yang dari awalnya di buat tercengang dan ngeri oleh tingkah wanita itu, kini di buat makin tercengang lagi saat melihat wanita itu bisa melesat terbang. Karena hal itu belum pernah mereka lihat sebelumnya.
__ADS_1
Xia Jiao tidak bisa menemukan orang yang telah menyerang dirinya tersebut, sehingga wanita itu langsung terbang kearah wilayah kerajaan Chu.
~Bersambung~