Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 111. Pertempuran (IV)


__ADS_3

"Jenderal! Bagaimana ini? Saat ini kita sudah terkepung". Ucap komandan You Tao.


"Tenang saja, kita lihat saja apa yang akan mereka lakukan". Ucap Ma Guang.


"Apa yang akan kamu lakukan?". Tanya Xia Jiao dengan santai.


"Aku ingin melihat dimana posisi pemimpin mereka saat ini". Ucap Ma Guang.


"Oh, jadi seperti itu yah!?". Ucap Xia Jiao.


"Semuanya merapat kesini! Nona Xia! Nona Yuan! Kalian berdua pergi ke sisi yang lain dan buat formasi segi tiga". Perintah Ma Guang kepada kedua gadis tersebut.


Hal itu di maksudkan, agar jika mereka mendapatkan serangan anak panah, mereka bertiga bisa menggunakan teknik yang telah mereka pelajari untuk menciptakan perisai perlindungan untuk melindungi semua pasukan mereka dari serangan musuh.


Kedua gadis itu pun langsung menuruti apa yang Ma Guang perintahkan, karena mereka berdua sudah mengetahui yang Ma Guang maksudkan.


"Kalian semua jangan ada yang membuat gerakan saat pasukan musuh akan mendekat. Aku ingin mengetahui mana pemimpin mereka, jika aku sudah menemukannya, saya berharap, komandan You Tao dan beberapa prajurit lainnya harus terus melindungi diriKu dan membawa tubuhKu untuk keluar dari tempat ini, dan bagi yang lainnya, kalian langsung menyerang mereka untuk membuka jalan pelarian bagi kita". Ucap Ma Guang.


"Baik jenderal!". Ucap mereka serentak.


Pasukan musuh yang melihat bahwa kelompok yang menyerang mereka tidak membuat gerakan apa pun, langsung mendekat dengan perlahan.


Senjata di tangan pasukan Ma Guang masih menghunus kedepan seperti ingin menantang.


Namun hal itu membuat jenderal yang memimpin pasukan itu merasa geli dengan sikap yang lawannya tunjukan, karena hanya dengan jumlah mereka yang sedikit tersebut, tidak akan menjadi suatu masalah yang berarti bagi pasukannya.


Setelah jarak mereka dengan pasukan Ma Guang tinggal lima puluh meter jauhnya, sang jenderal pun langsung maju sedikit kedepan dan berkata.


"Kami tidak akan membunuh kalian jika kalian melucuti semua senjata kalian dan mengumpulkannya di hadapanKu". Ucap sang jenderal.


Komandan You Tao langsung bersuara.


"Siapa anda sehingga bisa melepaskan kami dari kematian jika kami melucuti semua senjata kami!?".


Memang saat ini, komandan You Tao yang berdiri sebagai pemimpin. Sebab Ma Guang akan mempersiapkan serangan saat sudah mengetahui siapa pemimpin pasukan tersebut.


"Nyawa sudah berada di ujung tanduk, tetapi mulutMu masih berani menanyakan siapa aku? Baiklah! Karena kalian semua akan binasa, jadi aku akan memberitahukan kalian siapa aku sebenarnya. Aku adalah jenderal besar dari kerajaan Lai yang memimpin pasukan ini! Apakah kamu sudah mengetahuinya dengan jelas? Pergerakan mata - mata kalian adalah trik murahan bagi diriKu". Ucap pria tersebut dengan suaranya yang lantang dan penuh wibawa.


Para prajurit Ma Guang langsung bersiap untuk membopong tubuhnya.


Sedangkan Ma Guang sendiri, setelah mendengar perkataan pria tersebut yang mengaku bahwa dirinya adalah pemimpin pasukan itu, langsung memejamkan matanya.


Jiwa Ma Guang langsung terlepas dari tubuhnya.

__ADS_1


Melihat tubuh Ma Guang yang sudah menjadi lemas, empat orang prajurit langsung menyambut tubuh pemuda itu.


"Ha...ha...ha...ha...kamu terlalu sombong dengan situasi yang ada saat ini. Tetapi kamu tidak tau apa yang akan terjadi selanjutnya". Ucap komandan You Tao sambil tersenyum sinis menatap ke arah sang jenderal.


Baru saja komandan You Tao menyelesaikan kata - katanya, tubuh sang jenderal langsung jatuh tertelungkup. Dan di ikuti juga oleh beberapa komandan pasukan beserta para prajurit yang ada di sekitarnya.


"Apa yang terjadi dengan jenderal?".


"Mengapa seperti ini?".


"Siapa yang melakukannya?".


Berbagai pertanyaan keluar dari mulut setiap prajurit musuh yang melihat apa yang terjadi dengan sang jenderal dan juga beberapa komandan serta prajurit yang ada.


Secara perlahan, sudah banyak tubuh prajurit yang roboh tanpa di sentuh.


100, 200, 300, 400, 500 dan seperti itu yang terjadi selanjutnya.


Dan yang anehnya lagi, prajurit yang roboh tersebut seperti membuka jalan keluar bagi pasukan Ma Guang yang terkepung saat itu.


Setelah sudah sekitar seribu prajurit yang roboh, barulah pasukan musuh mulai menyadari untuk menghentikan hal itu dengan menyerang pasukan Ma Guang.


"Seraaaannnggg!".


"Jangan biarkan salah satu dari mereka lolos!".


Suara teriakan yang keluar dari mulut pasukan musuh.


Pasukan Ma Guang langsung bergerak ke arah prajurit musuh yang telah roboh.


Hal itu belum juga berhenti dan masih tetap berlanjut.


"Sialan! Kenapa seperti ini? Kami sudah menyerang mereka akan tetapu hal itu masih terus berlanjut". Gumam salah satu komandan pasukan yang masih tersisa.


Kini barisan pasukan musuh yang berada di depan pasukan Ma Guang yang ingin melarikan diri langsung menghindar dan membukakan jalan untuk pelarian pasukan Ma Guang.


Hal itu di sebabkan karena para prajurit yang berjatuhan tanpa sebab masih terus berlanjut.


Sedangkan di posisi paling belakang pasukan Ma Guang kini Xia Jiao dan juga Yuan Jiali sedang membendung serangan dan sambil menyerang pasukan musuh.


Kemampuan mereka berdua bisa membuat sejumlah pasukan musuh kini telah merengang nyawa.


Setelah pasukan mereka melewati lapis terakhir pasukan kerajaan Lai, Ma Guang kini terus menyerang seluruh pasukan yang berniat untuk mengejar pasukan miliknya.

__ADS_1


Melihat hal itu, sang komandan pasukan yang tersisa langsung memerintahkan pasukannya untuk memanah pasukan Ma Guang yang sedang melarikan diri.


Pasukan kerajaan Lai langsung melepaskan ribuan anak panah mengarah ke arah lari pasukan Ma Guang.


Xia Jiao dan juga Yuan Jiali langsung membentuk perisai pertahanan untuk membendung serangan anak panah ke arah mereka.


Sedangkan jiwa Ma Guang langsung menyerang jiwa setiap prajurit yang di lewatinya untuk menuju ke arah sang komandan yang tersisa.


Ribuan anak panah yang melesat kearah pasukan Ma Guang langsung menerjang perisai energi yang di ciptakan oleh kedua gadis itu.


Tidak ada saru pun anak panah yang mampu menerobos perisai pertahanan yang di ciptakan oleh Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.


Sedangkan sang komandan sendiri, kini tubuhnya sudah ambruk ke tanah.


Dan juga dengan cepat para prajurit lawan kini terus berjatuhan ketanah.


Melihat apa yang sedang terjadi, mental pasukan musuh kini mulai turun.


Mereka tidak bisa menghentikan apa yang sedang menimpa pasukannya itu.


Pasukan pemanah pun langsung menghentikan serangan mereka kepada pasukan Ma Guang.


Karena satu persatu dari pasukan pemanah, kini mulai berjatuhan juga.


Karena pasukan mereka terus berjatuhan, akhirnya pasukan yang lain langsung melarikan diri karena merasa ketakutan.


Hal itu membuat rekan - rekan mereka yang lain langsung mengikuti jejak rekan mereka yang lebih dahulu telah melarikan diri.


Sedangkan setiap prajurit yang masih tetap teguh berada di t4 itu. Terus menerus berjatuhan tanpa mereka ketahui hal apa yang menyebabkan itu terjadi.


Setelah berlari cukup jauh dari tempat semula dimana mereka terkepung. Akhirnya mereka beristirahat dan mengutus beberapa prajurit untuk memanggil pasukan mereka yang sedang menunggu perintah dari Ma Guang.


Sedangkan di perkemahan pasukan musuh, kini mulai terjadi ketakutan yang sangat luar biasa.


Akhirnya jiwa Ma Guang pun kembali ke raganya, karena dirinya sudah merasakan kekuatan jiwanya sudah menurun dengan drastis.


Sekitar dua ribuan pasukan musuh yang masih berada di area perkemahan mereka, sedangkan sekitar seribuan pasukan mereka sudah melarikan diri meninggalkan area tersebut.


Pasukan yang tersisa memeriksa tubuh rekan - rekannya yang telah roboh ke tanah.


"Mereka masih hidup! Kita tidak bisa meninggalkan mereka disini". Ucap salah seorang prajurit senior.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2