Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 86. Menyerang Kediaman Keluarga Yun


__ADS_3

"Paman guru! Jadi kami sudah bisa membinasahkan Yun Yelu dan seluruh keluarganya?." Tanya Ma Guang sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Silahkan kalian lakukan! Kita berempat harus membagi tugas untuk meratakan dua keluarga bangsawan lainnya." Ucap kakak tertua Su Tian.


"Baiklah kalau begitu! Nona Xia! Nona Yuan! Ayo kita pergi untuk berpesta!." Ucap Ma Guang penuh semangat.


Tiga orang pendekar muda itu langsung melesat memasuki kediaman keluarga Yun dan langsung menyerang tujuh orang penjaga kediaman keluarga Yun yang adalah pendekar raja tingkat rendah sampai dengan tingkat tinggi.


Ma Guang dengan Jurus Langkah Bayangan dan juga jurus Pedang Hampa miliknya langsung menebas leher setiap penjaga yang dia temui.


Karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh, sehingga setiap tebasan yang di lakukan oleh Ma Guang langsung membuat para penjaga yang di jumpainya langsung meregang nyawa.


Hal yang sama juga di lakukan oleh Xia Jiao.


Berbeda dengan Yuan Jiali, saat serangannya hampir mengenai targetnya, penjaga tersebut mampu untuk menghindari serangannya.


Sehingga terjadi pertarungan di antara mereka berdua.


Penjaga tersebut adalah pendekar raja tingkat puncak yang tinggal sedikit lagi akan mencapai pendekar suci. Sedangkan Yuan Jiali baru saja menjadi seorang pendekar suci.


Ma Guang membiarkan Yuan Jiali untuk bertarung dengan penjaga tersebut, agar gadis itu mendapatkan pengalaman bertarung dari penjaga tersebut.


Tetapi tanpa Ma Guang sadari, penjaga itu sudah menguasai jiwa senjata, yaitu jiwa tombak.


Yuan Jiali di untungkan dengan energi tenaga dalam miliknya yang lebih besar dari penjaga itu. Namun penjaga tersebut di untungkan dengan jiwa tombak yang dia miliki.


Tobak pria tersebut terbang dan di selimuti dengan perubahan energi tenaga dalam milik pria tersebut yang terus menyerang Yuan Jiali.


Yuan Jiali dengan pedangnya sangat kerepotan menghadapi serangan tombak itu.


Saat Yuan Jiali memberikan celah untuk di serang, pria itu langsung melesat dan menghantam tubuh Yuan Jiali dengan telapak tangannya.


"Tapak Neraka Pembasmi Iblis." Teriak pria tersebut.


Melihat serangan tombak yang datang bertubi - tubi dan juga serangan tapak tangan yang sudah berwarna merah tersebut. Yuan Jiali langsung membentuk perisai energi dari tenaga dalam miliknya.


Duar...duar...duar


Bunyi ledakan yang keluar saat benturan serangan tombak dan juga telapak tangan pria itu berbenturan dengan perisai energi yang Yuan Jiali buat.


Blaarrrr


Bunyi tubuh Yuan Jiali menghantam salah satu bangunan rumah di wilayah kediaman keluarga Yun.


Tubuh gadis itu terhempas saat menerima serangan sang penjaga.


"Hanya itu kemampuan seorang pendekar suci?." Ucap pria tersebut sambil tertawa merendahkan Yuan Jiali.


"Sangat merepotkan! Bagaimana bisa dia mengendalikan tombaknya dari jarak jauh? Apakah dia telah menguasai jiwa senjata?." Gumam Yuan Jiali.


Gadis itu kini telah berdiri lagi untuk menyambut serangan susulan yang di lancarkan oleh pria itu.

__ADS_1


"Pedang Cahaya!." Teriak Yuan Jiali.


Jurus itu Ma Guang yang mengajarinya, hal itu di sebabkan karena jurus dari Yuan Gao hanyalah jurus tingkat menengah, sedangkan jurus Pedang Cahaya adalah jurus tingkat tinggi yang bisa menyesuaikan dengan kemampuan tenaga dalam milik sang pengguna.


Energi tenaga dalam milik Yuan Jiali langsung terlihat seperti cahaya yang menembak kearah tombak yang meluncur kearahnya.


Duar


Bunyi benturan energi tenaga dalam Pedang Cahaya dan tombak milik pria tersebut.


Tombak pria tersebut langsung terlempar menjauh dari sang pemilik.


Sedangkan Yuan Jiali tetap melancarkan serangannya kepada pria itu dengan jurus yang sama.


Pria itu tidak bisa menghindari serangan tersebut, karena kecepatannya berada di atas kemampuan menghindar pria itu. Sehingga dirinya hanya bisa membuat perisai pertahanan dari energi tenaga dalam miliknya.


Duar


Blllaaarrr


Bunyi ledakan karena benturan energi antara serangan Yuan Jiali dengan perisai pertahanan milik pria tersebut.


Tubuh pria itu langsung terhempas kebelakang dan menghantam juga salah satu bangunan di area kediaman keluarga Yun.


Dari sudut mulutnya mengeluarkan cairan berwarna merah.


Di tempat yang lain, Ma Guang dan Xia Jiao tidak mendapatkan kesulitan yang berarti saat membantai anggota keluarga Yun.


Sedangkan Yun Yelu dan juga Jun Zun langsung tersentak saat mendengar keributan yang sedang terjadi di kediaman keluarganya.


"Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Mengapa ada keributan di kediaman keluarga kami?." Ucap Yun Yelu.


Saat dirinya baru saja ingin melangkahkan kakinya untuk keluar dari bangunan rumah yang dirinya tempati. Jun Zun langsung menahan tangan pemuda itu.


"Tuan muda! Apakah ini ada hubungannya dengan Ma Guang?." Ucap Jun Zun.


"Bagaimana mungkin dia begitu berani menyerang kediaman keluarga kami? AyahKu pernah berkata, bahwa jika kita berada di dalam kediaman ini, sekte besar sekali pun tidak bisa untuk menyerang kediaman kita. Karena pelindung kediaman kita adalah tiga orang pendekar suci dan juga seorang pendekar raja tingkat puncak yang sudah menguasai jiwa tombak." Ucap Yun Yelu.


"Maaf tuan muda! Tetapi faktanya telah terjadi keributan di kediaman ini. Dan orang yang pernah kita singgung selama ini, hanya Ma Guang lah orang yang bisa di prediksi berani untuk melakukan serangan kesini." Ucap Jun Zun.


"Jadi kita harus bagaimana?." Tanya Yun Yelu.


"Kita bersembunyi dan amati terlebih dahulu situasi yang sedang terjadi." Ucap Jun Zun.


"Ayo tuan muda, kita cari tempat yang tepat untuk bersembunyi." Lanjutnya lagi.


Akhirnya kedua orang tersebut mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi.


Ma Guang dan juga Xia Jiao terus memasuki satu persatu setiap bangunan rumah yang ada di area kediaman keluarga bangsawan Yun.


Dan siapa pun yang mereka berdua temui, pasti di bunuh oleh keduanya.

__ADS_1


Hingga akhirnya Ma Guang memasuki ruangan bangunan rumah yang tadinya di tempati oleh Yun Yelu.


Pendekar - pendekar yang menjaga keamanan rumah yang di diami oleh Yun Yelu langsung menyambut kehadiran Ma Guang dengan serangan senjata milik mereka yang sudah di baluti perubahan bentuk energi tenaga dalam. Karena semuanya adalah pendekar ahli.


Namun semua serangan mereka tidak berarti sama sekali bagi Ma Guang.


Ma Guang langsung membalas serangan mereka dengan tebasan pedang hampa miliknya.


Lima orang pendekar ahli yang menyerang Ma Guang langsung terbaring tidak bernyawa karena terkena tebasan pedang hampa milik Ma Guang.


Ma Guang menajamkan persepsinya lagi dan akhirnya bisa mengetahui keberadaan Yun Yelu dan juga Jun Zun.


"Apakah kalian pikir bisa bersembunyi dariKu? Kalian benar - benar bodoh jika berpikir seperti itu." Ucap Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap kearah tempat persembunyian kedua orang itu.


Ma Guang langsung menebaskan pedang hampa miliknya yang tidak dapat dilihat oleh kedua orang tersebut dan langsung menghancurkan dinding bangunan tempat kedua orang itu bersembunyi di baliknya.


Blaaarrr


Kedua orang tersebut langsung terdorong kebelakang karena terkena imbas dari serangan jurus pedang hampa milik Ma Guang yang menghancurkan dinding dimana di baliknya mereka berdua berada.


Ma Guang langsung melesat dan langsung berdiri di depan kedua orang itu yang sudah dalam keadaan terbaring di lantai.


"Dimana kesombongan yang pernah kalian berdua tunjukan? Apakah kalian berpikir di saat telah menyinggung diriKu, kalian bisa terlepas dari genggamanKu? Selama ini belum ada yang lolos dari genggamaKu." Ucap Ma Guang sambil tersenyum mengejek menatap kearah kedua orang tersebut.


"Pendekar Ma! Maafkan kami karena telah menyinggung diriMu!." Ucap Yun Yelu dengan nada suara memohon.


"Kalian sudah terlambat untuk memohon belas kasihan dariKu, karena kalian tidak bisa di lepaskan, sebab akan mendatangkan masalah di kemudian hari." Ucap Ma Guang sambil menebaskan pedangnya kearah kedua orang tersebut.


Trang


Sebuah tombak membentur pedang Ma Guang.


Ma Guang langsung membalikan badannya dan menatap kearah datangnya serangan tombak tersebut sambil memperkuat perisai pertahanan miliknya.


Dengan cepat sebuah tombak menyusul tombak yang satunya lagi dan melesat kearah tubuh Ma Guang.


Namun Ma Guang bisa menangkisnya dengan menebas tombak tersebut.


Duarrr


Bunyi ledakan energi karena benturan pedang Ma Guang dan juga tombak yang melesat kearahnya yang sudah di baluti perubahan bentuk energi tenaga dalam dari orang yang melemparnya.


Namun kedua tombak yang menyerang Ma Guang, kini kembali menyerang lagi dirinya.


Yun Yelu dan juga Jun Zun langsung menggunakan kesempatan itu untuk melarikan diri.


Ma Guang terus menangkis dan menghindari serangan kedua tombak tersebut.


"Apakah pria ini sudah menguasai jiwa senjata? Jika memang benar demikian, pasti dirinya memiliki sebuah kitab sebagai petunjuk untuk menguasai jiwa senjata. Aku harus memilikinya." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


"Saat dalam posisi terdesak, ternyata kamu masih bisa untuk memikirkan hal lain. Kamu terlalu meremehkan kemampuanKu anak muda!." Ucap pria tersebut sambil terus melancarkan serangan kedua tombak miliknya.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2