Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 118. Memberi Petunjuk Serta Membuka Jalur Meridian


__ADS_3

"Jika aku tetap bersama dengan kakak Jun, aku akan selalu merasa aman dan bahagia". Ucap Tjia Annchi.


Mendengar apa yang di katakan oleh gadis tersebut membuat pandangan mata Ma Guang langsung mengarah kepada Duan Jun.


Tatapan mata Ma Guang membuat Duan Jun menjadi salah tingkah.


"Jadi, masih ada hal yang belum kakak Jun sampaikan kepadaKu?". Ucap Ma Guang.


"Ehmm...i...iya!". Jawab Duan Jun dengan ragu - ragu.


"Iya! Aku dan kakak Jun saat ini adalah sepasang kekasih". Ucap Tjia Annchi secara blak - blakan.


"Selamat yah! Aku berharap hubungan kalian berdua secepatnya di resmikan, yaitu menikah". Ucap Ma Guang sambil tersenyum lebar menatap sepasang kekasih tersebut.


Duan Meng kini sedang berjalan mendekati mereka dengan membawakan cangkir dan teh hangat yang telah di buatnya.


Gadis itu langsung menyuguhkan kepada kelima orang yang duduk di ruang tamu.


"Sepertinya aku mendengar bahwa kamu akan membawaKu dan juga kakak Jun untuk pergi bersamaMu!? Apa benar seperti itu?". Tanya Duan Meng.


"Iya! Seperti itu. Tetapi kemungkinannya bisa berubah". Ucap Ma Guang.


"Kenapa bisa berubah? Apa yang akan berubah?". Tanya Duan Meng.


"Aku juga akan ikut! Itu yang berubah". Ucap Zhou Lu Yun.


"Dan aku juga!". Ucap Tjia Annchi.


Duan Meng langsung menatap kearah Ma Guang. Pandangan keduanya saling bertemu dengan arti yang berbeda - beda.


Yang satu menatap untuk mempertanyakan kebenaran kata - kata kedua gadis itu. Dan yang satunya lagi seperti tidak bisa menjawab akan apa yang di katakan oleh kedua gadis tersebut.


"Jadi, bagaimana menurutMu?". Tanya Duan Jun sambil menatap ke arah Ma Guang.


"Kakak Jun! Perjalanan kita selanjutnya setelah sudah tiba di ibu kota kerajaan adalah, untuk menuju ke wilayah kerajaan Chu untuk menyerang markas pusat sekte Kalajengking Merah, dan hal itu akan sangat membahayakan bagi seorang pendekar ahli.


"Bagaimana jika mereka tidak ikut menyerang, namun mereka menjadi tim penolong di saat keadaan kita sudah tertekan!?". Ucap Duan Jun lagi.


"Jun'er! Apa yang Guang'er katakan ada benarnya juga. Dia tidak ingin bermain - main dengan nyawa orang lain. Sehingga orang - orang yang akan pergi bersama dengannya, tentu adalah seorang pendekar yang memiliki kemampuan yang tinggi". Ucap Duan Dazhong menyela perkataan putranya.


"Tidak bisa! Pokoknya aku harus ikut juga!". Ucap Zhou Lu Yun.


"Aku juga! Aku harus ikut dengan kakak Jun". Ucap Tjia Annchi.

__ADS_1


"Baiklah! Kalau begitu, aku tidak akan melanjutkan perjalananKu untuk menuju ke wilayah kerajaan Chu, tetapi aku akan kembali lagi ke sini untuk mempersiapkan kemampuan putri dan juga nona Tjia". Ucap Ma Guang.


Kedua gadis itu langsung tersenyum bahagia mendengar perkataan Ma Guang.


Berbeda dengan Duan Meng, gadis itu merasa tidak senang dengan keputusan Ma Guang, sebab keputusan tersebut telah menunda kebersamaannya dengan Ma Guang.


"Dimana nona Xia dan juga nona Yuan berada? Kenapa aku tidak melihat mereka berdua?". Tanya Duan Dazhong.


"Mereka berdua kini berada di kota Nanpi". Jawab Ma Guang.


"Kenapa kamu tidak mengajak keduanya untuk datang kesini?". Tanya Duan Dazhong lagi.


"Mereka berdua sedang mengawasi dan mengatur pasukan yang kita pimpin". Ucap Ma Guang.


Duan Meng serta Zhou Lu Yun kini baru menyadari bahwa ada dua orang gadis cantik juga yang selalu bersama dengan Ma Guang selama ini.


"Bagaimana hubungan mereka berdua dengan Ma Guang!? Apakah sudah ada yang menjadi kekasihnya?". Gumam Duan Meng dalam hatinya.


Hal yang sama juga di alami oleh Zhou Lu Yun.


"Meng'er!".


Suara Jia Dawei memanggil putrinya.


Gadis itu tersentak dan baru menyadari bahwa dirinya akan menghidangkan makanan untuk mereka makan.


Akhirnya makanan sudah selesai di hidangkan, Duan Dazhong langsung mempersilahkan mereka untuk menyantap hidangan yang sudah tersedia.


Setelah selesai menikmati hidangan yang di siapkan oleh Duan Meng dan ibunya, mereka kemudian langsung melanjutkan bincang - bincang mereka.


"Tuan Putri! Nona Tjia! Kenapa kalian berdua belum juga membuka ruang dantian kalian?". Tanya Ma Guang.


"Kami menunggu diriMu agar bisa membantu kami berdua untuk membuka ruang diantian kami". Ucap Zhou Lu Yun.


"Kakak Jun sudah menjadi pendekar raja, tentu dirinya sudah bisa mengontrol energi tenaga dalam milik kalian berdua". Ucap Ma Guang sambil menatap ke arah Duan Jun.


"Guang'er! Sebenarnya aku belum merasa sanggup untuk melakukan hal itu. Apa lagi jika membantu tuan putri, aku merasa tidak layak". Ucap Duan Jun.


"Baiklah! Aku akan memberikan petunjuk untukMu agar bisa membantu nona Tjia". Ucap Ma Guang.


"Ayo kita ke gazebo, agar bisa lebih leluasa untuk memberikan petunjuk kepada kakak Jun dan juga nona Duan Meng". Ucap Ma Guang.


"Kenapa harus diriKu?". Tanya Duan Meng.

__ADS_1


"Hal itu agar diriMu bisa membantu tuan putri". Ucap Ma Guang.


"Baiklah! Aku juga ingin melatih teknik tersebut". Ucap Duan Meng.


Gadis itu langsung mengerti, jika dia tidak mau mempelajari teknik tersebut, pasti Ma Guang yang akan membantu Zhou Lu Yun.


Mereka pun langsung pergi ke gazebo, Duan Dazhong juga ikut serta untuk melihat teknik tersebut.


Setelah mereka tiba, Ma Guang langsung memperagakan teknik untuk membantu orang lain membuka ruang dantiannya.


"Hanyalah hal itu yang kalian harus pelajari, yang lainnya tergantung kepada orang yang akan kalian bantu, dan hal itu sudah kalian ketahui". Ucap Ma Guang.


Ketiga orang itu langsung berlatih teknik tersebut.


Ma Guang sendiri tetap memperhatikan aktivitas ayah dan kedua anaknya tersebut.


Beberapa saat kemudian, ketiganya sudah bisa memahami teknik yang mereka pelajari.


Setelah selesai, Ma Guang langsung memberitahukan kepada kedua orang tersebut untuk membantu mereka berdua membuka semua titik jalur meridian yang masih tertutup.


"Kalian bertiga tetap terus berlatih, aku akan membantu tetua Duan dan juga kakak Jun". Ucap Ma Guang sambil ketiganya pergi meninggalkan ketiga gadis tersebut.


Ketiga pria itu masuk kedalam kediaman dan langsung menuju ke kamar.


Keduanya langsung menyiapkan diri mereka.


Ma Guang langsung membuka semua titik meridian keduanya yang masih tertutup.


Dua jam kemudian, akhirnya selesai juga.


Mereka langsung pergi untuk membersihkan diri mereka masing - masing.


Saat itu hari sudah mulai gelap, jadi Ma Guang dan juga Duan Dazhong akan pergi ke aula utama sekte untuk merayakan kedatangan Ma Guang.


Sedangkan Duan Jun sendiri, pencapaiannya belum di ketahui oleh orang lain, sehingga dirinya belum menjadi seorang tetua.


Ma Guang langsung pamit undur diri kepada Jia Dawei.


Duan Dazhong juga melakukan hal yang sama, sebab keduanya sama - sama akan menuju ke aula utama sekte.


Ma Guang juga tidak lupa pamit kepada Duan Meng.


Gadis itu pun tersenyum menanggapi apa yang Ma Guang lakukan.

__ADS_1


Zhou Lu Yun dan juga Tjia Annchi pamit undur diri juga untuk kembali ke kediaman mereka berdua sambil di antar oleh Duan Jun.


~Bersambung~


__ADS_2