
Kabar tentang perang yang akan terjadi antara kekaisaran Zhou dan juga kekaisaran Yue Wu sudah sampai ke telinga Ma Guang yang saat itu sudah kembali ke sekte.
Apa lagi kekaisaran Zhou terlebih dahulu yang mengajak perang kekaisaran Yue Wu.
"Sebenarnya hal apa lagi yang ingin kaisar capai?." Pikir Ma Guang saat mendengar kabar tersebut.
"Penguasa! Yang aku dengar, seorang jenderal pasukan Api Angin bernama Huzhao yang di kirim oleh kekaisaran Zhou untuk menyatakan perang dengan kekaisaran Yue Wu!." Tutur patriak Yao Han.
"Apa!? Huzhao?." Tutur Ma Guang terkejut setelah mendengar nama tersebut.
"Apakah Yun'er terlibat dalam rencana ini? Jika tidak! Mengapa Huzhao yang mereka kirinkan? Sedangkan yang berhak untuk memerintahnya hanyalah Yun'er!." Pikir Ma Guang.
"Ada apa penguasa? Apakah anda mengenal jenderal tersebut?." Tanya patriak Yao Han yang merasa penasaran dengan perubahan sikap Ma Guang saat mendengar nama itu.
"Oh...tidak! Aku belum pernah mendengar nama tersebut! Hal itulah yang membuatKu terkejut!." Jawab Ma Guang.
"Sepertinya Yun'er memiliki andil dalam rencana tersebut! Aku harus secepatnya menyelidiki hal ini!." Pikir Ma Guang lagi.
"Apakah sekte kita akan ikut campur tangan dengan pertempuran yang akan terjadi nanti?." Tanya tetua agung Xiang Zhang.
"MenurutKu, jika itu urusan antara kedua kekaisaran, sebaiknya kita tidak perlu untuk campur tangan! Biarkan masalah itu mereka yang menyelesaikannya!." Jawab Ma Guang.
"Penguasa! Akan tetapi menurutKu, rakyatlah yang akan menderita jika hal itu terjadi!." Tutur patriak Yao Han.
"Memang benar apa yang patriak katakan itu! Akan tetapi kita memiliki aturan untuk tidak turut campur tangan dalam masalah negara! Kita hanya bisa, jika negara mengijinkan kepada kita!." Balas Ma Guang menanggapi perkataan patriak Yao Han.
"Jika kekaisaran Zhou yang ingin memulai perang itu, berarti kaisar sudah memikirkan dengan matang kekuatan serta hal terburuk yang akan menimpa rakyatnya!." Lanjut Ma Guang.
Mereka terus membahas tentang kebijakan kaisar Zhou Muwang yang menyatakan perang dengan kekaisaran Yue Wu.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka pun membubarkan diri dan kembali ketempat mereka masing - masing.
Ma Guang sendiri saat ini sedang merencanakan suatu langkah yang akan di ambilnya.
Pria itu kini sudah mulai mencurigai istrinya Zhou Lu Yun berada di balik pernyataan perang tersebut.
Ma Guang pun menghabiskan satu hari penuh untuk bersama dengan Duan Meng dan Yuan Jiali serta kedua anaknya.
Setelah itu, pria itu langsung kembali ke dunia dewa surgawi untuk menemui Xia Jiao dan juga puteranya.
Dua hari kemudian, Ma Guang langsung mengajak jenderal Jiangjun untuk ikut dengannya.
__ADS_1
Jiangjun pun langsung mengikuti sang penguasa.
"Jenderal Jiangjun! Kamu harus merubah wajahMu dengan wajah orang lain!." Tutur Ma Guang.
"Baik penguasa!." Jawab Jiangjun yang langsung melakukan apa yang Ma Guang perintahkan.
Setelah Jiangjun selesai melakukan apa yang Ma Guang perintahkan, keduanya pun langsung beranjak dari tempat itu dan menuju ke wilayah yang Ma Guang maksudkan.
Mereka berdua meninggalkan wilayah sekte Naga Surgawi tanpa sepengetahuan siapa pun selain raja Long Wang sendiri yang selalu siap untuk mendapatkan perintah dari Ma Guang.
Keduanya melesat menuju kearah wilayah kerajaan Chu yang berbatasan langsung dengan wilayah kekaisaran Yue Wu.
Setelah beberapa saat keduanya terbang, Ma Guang dan Jiangjun pun tiba di wilayah kerajaan Chu.
Saat Ma Guang melihat sebuah kota kecil, keduanya pun langsung mendarat dan mulai melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.
Tidak lupa juga Ma Guang menekan tingkat kultivasinya ke tingkat pendekar raja.
Tetapi untuk Jiangjun, tingkat kultivasinya berada di tingkat pendekar suci.
Saat memasuki pintu gerbang, mereka melewati pemeriksaan di pintu gerbang kota.
Keduanya bisa melewatinya tanpa ada masalah sedikit pun.
Keduanya langsung di sambut oleh seorang pelayan.
"Mari tuan - tuan! Selamat datang di kedai kami ini!." Ucap sang pelayan ramah sambil mengantarkan keduanya menuju ke tempat kosong untuk di tempati.
"Silahkan duduk tuan - tuan! Apa yang hendak tuan berdua pesan?." Ujar sang pelayan yang langsung bertanya kepada keduanya.
"Kami memesan hidangan serta arak terbaik di kedai ini!." Tutur Ma Guang.
"Baik tuan! Mohon menunggu sebentar!." Ucap sang pelayan sambil meninggalkan keduanya.
Ma Guang langsung meningkatkan persepsinya dan mulai ingin mendengar setiap pembicaraan yang di bicarakan oleh setiap orang yang berada di dalam kedai itu mau pun para pelayan serta pemilik kedai itu.
"Sepertinya kedua orang pendekar itu berasal dari luar wilayah kerajaan Chu! Apa tujuan mereka berdua untuk berkunjung ke kota kita ini?." Tutur seorang pengunjung kedai kepada kedua rekannya sambil berbisik.
"Iya! Akhir - akhir ini ada begitu banyak para pendekar datang ke kota kita ini namun kita tidak mengenalnya!." Balas rekannya menanggapi perkataan temannya tersebut.
Hal itu bisa di dengar oleh Ma Guang, namun dirinya tetap menunjukkan sikap yang seperti biasa.
__ADS_1
"Apakah semua itu karena pernyataan perang dari kaisar kita kepada kekaisaran Yue Wu?." Lanjut seorang lainnya.
"MenurutKu, kemungkinan besar hal itulah yang menyebabkan semua itu!." Jawab seorang teman mereka.
Ma Guang juga dapat mendengar pembicaraan di meja yang lain juga.
"Aku melihat sepertinya anggota sekte Gagak Hitam mulai terlihat melakukan pergerakan kearah timur! Apakah mereka memiliki hubungan dengan pertempuran yang akan terjadi itu?."
"Aku juga tidak yakin jika sekte Gagak Hitam terlibat dengan pertempuran tersebut! Sebab mereka dahulunya sangat menentang pemerintahan kekaisaran Zhou! Apa lagi saat ini Ma Guang sudah menjadi menantu dari sang kaisar! Hal itu pasti akan membuat mereka makin tidak mendukung kaisar Zhou Muwang!."
"Iya! Walau pun kita harus bersyukur kekaisaran kita tidak akan lagi di anggap remeh oleh kekaisaran lain karena pendekar Ma Guang adalah menantunya!."
"Apakah keinginan untuk berperang itu juga di dukung oleh Ma Guang?."
"Aku pikir bisa saja seperti itu! Sebab pendekar Ma juga yang membantu kekaisaran kita ini terbebas dari setiap pergerakan kelompok - kelompok yang sangat meresahkan rakyat!."
"Sial! Ternyata tindakan kekaisaran Zhou untuk berperang sangat berpengaruh juga dengan namaKu!." Pikir Ma Guang saat mendengar pembicaraan beberapa orang di dalam kedai tersebut.
"Penguasa! Apakah kita hanya membiarkan mereka yang terus membicarakan penguasa?." Tanya Jiangjun melalui kekuatan spiritualnya.
"Biarkan saja mereka membicarakan diriKu! Sebab tanggapan ini yang harus kita dengar suara dari rakyat kekaisaran Zhou!." Balas Ma Guang menanggapi pertanyaan Jiangjun.
"Mengapa seperti itu?." Tanya Jiangjun lagi.
"Sebab hal itulah tujuan kita untuk datang ke wilayah kerajaan Chu ini!." Terang Ma Guang menjawab pertanyaan Jiangjun.
Tidak lama kemudian, akhirnya para pelayan datang membawakan pesanan yang Ma Guang pesan.
"Maaf tuan karena sudah lama menunggu!." Ucap sang pelayan yang awalnya telah melayani Ma Guang dan Jiangjun sambil menyuruh para pelayan lainnya untuk meletakkan makanan serta arak yang di pesan oleh Ma Guang.
"Sudah, tidak masalah!." Balas Ma Guang menanggapi perkataan sang pelayan.
Akhirnya Ma Guang dan Jiangjun pun menikmati hidangan yang sudah tersedia di depan keduanya.
Namun keberadaan keduanya menjadi pusat perhatian semua pengunjung di dalam kedai tersebut.
Tidak jarang mereka juga bertanya - tanya tentang identitas dari keduanya yang baru kali itu mereka lihat.
"Jenderal Jiangjun! Setelah ini kita juga akan mengunjungi kedai - kedai yang lain untuk mencari informasi lagi dari penduduk yang berada di kota ini!." Tutur Ma Guang melalui kekuatan spiritualnya.
"Iya penguasa!." Jawab Jiangjun singkat.
__ADS_1
~Bersambung~