
Yuan Gao sedang menelusuri asal salah satu rantai yang sedang menyerang Ma Guang.
Pria itu dengan sangat berhati - hati menyelinap mendekati sumber rantai yang sangat merepotkan Ma Guang untuk menghadapinya.
Akhirnya Yuan Gao menemukan sosok yang sedang mengendalikan salah satu rantai tersebut.
Yuan Gao langsung meraih senjata rahasia seperti milik Ma Guang yang dimiliki olehnya dan juga pedang di tangan kanannya.
Pria itu secara perlahan terus mengendap - endap mendekati sosok tersebut.
Sosok itu dalam keadaan menutup matanya seperti sedang berkonsentrasi untuk mengendalikan rantainya dari jarak sekitar 75 meter dari tempat Ma Guang berada.
Ma Guang masih sibuk menangkis serta menghindari serangan mata rantai dan juga serangan gelombang rantai yang ingin melilit tubuhnya.
"Sialan! Bagaimana caranya aku bisa mendekati pengendali rantai ini jika mereka bertiga terus saling bekerja sama menyerangKu seperti ini? Dan entah bagaimana keadaan nona Xia saat ini?." Gumam Ma Guang.
Seorang pendekar suci yang telah membuka gerbang keempat tidak bisa berbuat banyak dengan serangan jarak jauh dari rantai - rantai yang tidak bisa di hancurkannya.
"Sangat memalukan! Masa kemampuanKu sudah seperti ini masih kesulitan menghadapi serangan rantai ini? Kalau terus seperti ini, kekuatanKu akan menurun dengan cepat dan kecepatanKu juga akan ikut menurun juga." Gumam Ma Guang lagi.
Untuk melarikan diri saja, Ma Guang sudah tidak bisa melakukannya selain menangkis dan menghindari serangan ketiga rantai tersebut.
Tetua Sim Lan dan juga Xia Jiao kembali memisahkan diri dan menuju kearah dua pengendali rantai lainnya.
Yuan Gao yang merasa sudah bisa melakukan serangan kepada sosok di depannya, langsung melepaskan senjata rahasia di tangan kirinya dan juga langsung melesat dengan pedang di tangan kanannya yang sudah di baluti energi perubahan bentuk tenaga dalam.
Saat serangan senjata rahasia milik Yuan Gao sudah mendekati tubuh sosok tersebut. Rantai yang tadinya terlihat lurus kedepan langsung membengkok dan menangkis serangan senjata rahasia tersebut.
Tring
Bunyi benturan senjata rahasia dan juga rantai.
"Rupanya ada pembokong disini." Gumam sosok tersebut.
Rantai miliknya langsung menggulung dengan cepat dan seakan membuat blokade untuk sosok yang mengendalikannya.
Sedangkan Ma Guang merasa heran karena salah satu rantai seperti sedang menarik diri dari serangannya.
Apa yang terjadi? Mengapa salah satu dari mereka seperti sedang menarik diri dari pertarungan ini?." Gumam Ma Guang sambil melesat kearah rantai yang menarik diri tersebut.
Yuan Gao langsung melepaskan serangannya ke blokade yang terbuat dari rantai itu.
Duuuaaarrr
Tubuh Yuan Gao langsung terpental sejauh 10 meter karena serangannya berbenturan dengan rantai tersebut.
Darah segar langsung keluar dari sudut bibirnya.
__ADS_1
"Sial! Rantai itu tidak bisa di hancurkan dengan kekuatan puncakKu." Gumam Yuan Gao.
Namun hanya selang hitungan detik saja serangan susulan dari Ma Guang pun tiba.
Boommm
Ledakan energi besar terjadi saat kekuatan Ma Guang menghantam perisai tersebut.
Sosok yang mengendalikan rantai itu langsung terdorong kedinding bangunan saat ledakan energi itu terjadi.
Ma Guang tidak memberikan jeda untuk sosok itu bisa melakukan persiapan. Pemuda itu langsung melepaskan teknik pedang miliknya.
"Pedang cahaya!." Teriak Ma Guang.
Booommm
Brraakkk
Ledakan kembali terjadi, dinding bangunan di belakang sosok tersebut langsung hancur di tabrak tubuh sosok tersebut.
"Uhuk." Suara batuk pengendali rantai.
"He...he...he...he...he ternyata seorang pendekar suci! Pantas saja sangat sulit untuk mengalahkan serta menangkapnya. Tetapi kemungkinan diriMu sudah membuka beberapa gerbang, sehingga kamu bisa menghadapi serangan kami bertiga." Ucap pengendali rantai yang sedang terduduk karena terkena serangan.
Ma Guang begitu berhati - hati dengan sosok tersebut, karena dia mampu mengendalikan rantai dari jarak jauh apa lagi dari jarak dekat.
"Walau pun kalian adalah lawanKu, tetapi secara pribadi aku mengakui keahlian kalian dalam mengendalikan rantai itu." Ucap Ma Guang yang sudah menyiapkan senjata rahasia di tangan kirinya.
"Iya! Saya Ma Guang."
"Ternyata memang benar desas desus yang beredar itu, jadi sekte Bambu Kuning benar - benar sudah memiliki belasan pendekar suci saat ini, sangat mengagumkan. Tetapi sayangnya walau pun diriMu sudah membuka beberapa gerbang namun kamu belum juga memiliki jiwa pedang." Ucap pria itu sambil tersenyum meremehkan Ma Guang.
"Apa itu jiwa pedang?." Ucap Ma Guang tidak mengerti karena dirinya belum pernah mendengar hal itu.
"Aku ini baru mencapai pendekar raja tingkat menengah, tetapi dari awal kami berempat sudah di latih untuk menguasai jiwa rantai neraka ini, sehingga kami bisa mengendalikannya walau pun dari jarak yang jauh." Ucap pria itu.
"Terus, kenapa kamu memberitahukan kepadaKu hal itu? Apakah kamu tidak takut aku akan bertambah menjadi lebih kuat?." Tanya Ma Guang.
"Itu karena! Kamu akan mati di tanganKu!." Ucap pria tersebut sambil melesatkan mata rantainya kearah belakang tubuh Ma Guang.
Pria itu tidak menyadari juga, bahwa Ma Guang sudah siap dengan hal itu.
Ma Guang langsung melesat keatas dan langsung melepaskan senjata rahasia miliknya kearah pria tersebut.
Senjata rahasia milik Ma Guang langsung menembus dahi pria itu yang di ikuti juga oleh mata rantai miliknya.
Rantai tersebut langsung jatuh ketanah.
__ADS_1
Ma Guang langsung meraih rantai itu dan membawanya.
"Paman Yuan! Bagaimana keadaanMu?." Tanya Ma Guang.
"Aku baik - baik saja." Jawab Yuan Gao.
"Baiklah! Kalau begitu aku ingin menyusul nona Xia." Ucap Ma Guang yang langsung melesat kearah rantai yang satunya lagi.
Setelah tiba di sana, Ma Guang mendapati rantai tersebut sudah tidak dalam keadaan di kendalikan.
Ma Guang langsung meraih rantai itu lagi dan bergerak kearah lainnya.
Setelah tiba, Ma Guang melihat sedang terjadi pertempuran jarak dekat antara Xia Jiao dan juga seorang pria.
Efektivitas serangan rantai tersebut tidak seperti saat berada jauh dari tubuh orang yang mengendalikannya.
Pekerjaan rantai tersebut, kini melindungi tubuh pemiliknya dengan serangan yang sudah tidak sering di lakukan.
Melihat seorang pemuda juga datang kearahnya. Pria tersebut langsung melesat meninggalkan tempat itu.
Ma Guang langsung menyusulnya.
Namun rantai milik pria itu langsung memanjang dan menyerang Ma Guang.
"Sialan! Mengapa rantai ini begitu merepotkan jika di kendalikan dari jarak jauh?." Gumam Ma Guang sambil menebas dan menghindari serangan rantai tersebut.
Pria itu langsung melesat melanjutkan pelariannya.
"Ma Guang! Ayo kita menuju ke tempat yang satunya lagi, sebab tetua Sim Lan sedang menuju kearah pengendali yang satunya lagi." Ucap Xia Jiao.
"Baiklah! Ayo kita kesana, tetapi siapa yang menyelamatkan diriMu?." Tanya Ma Guang sambil melesat di samping Xia Jiao.
"Tetua Sim Lan!." Jawab Xia Jiao.
Setelah tiba di tempat yang mereka tuju, tetua Sim Lan sedang bertarung melawan seorang pria, namun seperti menjadi bulan - bulanan, karena tetua Sim Lan tidak bisa menekan pria tersebut.
Setelah melihat ada dua orang yang datang, dan dirinya bisa melihat ada rantai yang melingkari tubuh Ma Guang, pria itu juga langsung melesat pergi melarikan diri.
Tubuh tetua Sim Lan terlihat ada beberapa luka yang di sebabkan mata rantai yang mampu menembus perisai pertahanan tubuh tetua Sim Lan.
"Mereka terlalu kuat buat diriKu, aku tidak bisa menembus perisai rantainya itu." Ucap tetua Sim Lan terengah - engah.
"Siapa mereka sebenarnya?." Gumama Ma Guang.
Mendengar gumaman Ma Guang, Xia Jiao langsung menjawabnya.
"Mereka adalah pendekar Empat Rantai Neraka."
__ADS_1
"Pendekar Empat Rantai Neraka? Berarti jurus yang kita hadapi disebut jurus Rantai Pengikat Dewa. Itu adalah rantai yang terbuat dari metal batu meteor yang sangat padat. Dan juga pencapaian jiwa senjata mereka sudah sangat baik sebagai seorang pendekar raja tingkat menengah." Ucap tetua Sim Lan.
~Bersambung~