Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 123. Mempersiapkan Kekuatan Pasukan


__ADS_3

Rombongan Ma Guang kini mulai memasuki kota Bochang.


Ma Guang memerintahkan prajuritnya untuk bersiap membentuk pertahanan jika mendapatkan serangan dari pasukan yang menjaga benteng pertahanan kota Bochang.


Dan mereka mulai mendekati pintu masuk kota Bochang dengan posisi berbaris lima orang dan memanjang ke belakang.


Setelah Ma Guang tiba di depan pintu gerbang kota Bochang, prajurit yang berjaga langsung memberikan jalan untuk pasukannya.


Ma Guang langsung berhenti dan diam di tempat dimana para prajurit yang bertugas untuk memeriksa setiap orang yang ingin memasuki kota tersebut.


Sedangkan di barisan paling terdepan, Xia Jiao dan juga Yuan Jiali yang memimpin dan juga yang bertugas untuk menghadang jika ada serangan yang akan datang dengan mendadak.


Akhirnya seluruh rombongan Ma Guang sudah memasuki kota Bochang seluruhnya.


Ma Guang berpikir, jika rombongan mereka sudah berada di dalam kota dan di serang oleh pasukan yang berada di kota tersebut. Itu berarti mereka sedang menginginkan kehancuran kota mereka.


Rombongan Ma Guang tetap di sambut oleh penguasa kota Bochang dan memintanya untuk beristirahat di kota tersebut, namun Ma Guang tetap melanjutkan perjalanannya.


Hal seperti itu juga yang mereka alami saat memasuki kota Le'an dan juga kota Qiansheng.


Saat sudah berada di perbatasan antara propinsi Linzi dan propinsi Jibei akhirnya rombongan mereka beristirahat.


Pasukan yang di tugaskan untuk mengawasi setiap pergerakan musuh tetap tersebar tiga ratus meter jaraknya dari tempat dimana mereka beristirahat.


Keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan untuk melewati kota Laoling dan juga kota Qiantong.


Rombongan Ma Guang disambut dengan gembira oleh masyarakat di kedua kota tersebut.


Ma Guang pun memerintahkan pasukannya untuk membuat sebuah camp di wilayah perbatasan sekte Bambu Kuning yang akan menjadi tempat para prajurit yang mengikutinya.


Para petinggi dan juga para murid sekte langsung turun gunung saat mendapatkan laporan dari murid sekte yang bertugas menjaga wilayah perbatasan sekte.


Mereka secara bahu membahu membantu pasukan Ma Guang untuk membuat sebuah Camp.


Akhirnya pembuatan camp selesai dalam beberapa jam saja, sehingga Ma Guang langsung pergi menuju ke sekte bersama para petinggi sekte untuk menjelaskan apa yang sebenarnya telah terjadi.


Sesampainya di aula utama sekte, para petinggi lainnya sudah berkumpul di tempat itu.


Ma Guang mulai menceritakan apa yang telah terjadi.


"Apa? Bagaimana mungkin seperti itu?".

__ADS_1


"Mengapa pemikiran pangeran dan raja seperti itu?".


"Mengapa mereka tidak menghargai pemberian diriMu dalam mempertahankan kedaulatan wilayah kerajaan Qi ini? Apakah seperti itu cara berpikir orang - orang di pemerintahan?".


Suara yang keluar dari mulut para petinggi sekte yang berkumpul di tempat itu.


Semuanya mengeluarkan pendapat mereka masing - masing tentang apa yang baru saja di alami dan di ceritakan oleh Ma Guang.


Malam itu menjadi awal dimana sebuah sekte mulai berpikir untuk menjadi satu - satunya kekuatan yang akan menentang penguasa kerajaan Qi.


Para tetua tingkat tinggi langsung di utus untuk menuju ke tiga kota yang sekte mereka lindungi dan bertemu dengan setiap penguasa kota untuk mendengarkan bagaimana tanggapan mereka tentang apa yang baru saja di lakukan oleh raja dan pangeran terhadap Ma Guang.


Jika mereka lebih memihak kepada raja dan pangeran. Pasukan Ma Guang dan sekte Bambu Kuning akan merebut kota tersebut.


Tetapi jika penguasa kota lebih memilih untuk mendukung sekte Bambu Kuning dan juga Ma Guang. Mereka akan menyusun strategi untuk menghadapi setiap serangan atau pun strategi yang akan di terapkan oleh raja.


Keesokan harinya, Ma Guang langsung mendorong setiap prajuritnya untuk menaikkan kemampuan ilmu bela diri mereka.


Mereka terus mendapatkan bimbingan dari Ma Guang, Xia Jiao, Yuan Gao dan juga Yuan Jiali.


Sedangkan para murid sekte Bambu Kuning juga di berikan pelatihan yang sama untuk menjadi seorang prajurit yang tangguh.


Sehingga kekuatan serta ketahanan fisik para murid sekte Bambu Kuning akan menjadi lebih tangguh lagi.


Dan benar saja, terdapat puluhan Murid dan juga ada lima orang tetua tingkat rendah yang memiliki tanda yang sama seperti yang di miliki oleh kelompok komandan You Tao.


Ma Guang langsung memisahkan mereka dan mengintrogasinya.


Hal itu di saksikan oleh seluruh murid dan para petinggi sekte Bambu Kuning.


Patriak langsung tercengang saat melihat apa yang baru saja di lakukan oleh Ma Guang.


Pria paruh baya tersebut tidak mengetahui jika di sektenya telah di susupi mata - mata dari kerajaan Lai.


Ma Guang tidak membiarkan mereka untuk bisa pergi memberitahukan tentang apa yang telah terjadi di kerajaan Qi, sebab hal itu akan memberikan penderitaan bagi rakyat kerajaan tersebut jika terjadi peperangan.


Jika berpikir tentang perlakuan yang di tunjukan oleh sang raja dan pangeran, tentunya Ma Guang akan membiarkan kerajaan Lai mengetahui akan apa yang baru saja terjadi sehingga mereka melakukan penyerangan terhadap kerajaan Qi.


Namun Ma Guang tidak menginginkan hal itu terjadi. Sehingga orang - orang tersebut langsung di bunuh olehnya.


Akhirnya para tetua tingkat tinggi yang di utus untuk bertemu dengan penguasa di tiga kota yang selalu sekte mereka lindungi telah kembali, mereka langsung melaporkan kepada patriak sekte dan juga kepada Ma Guang hasil pertemuan yang mereka lakukan.

__ADS_1


Ketiga penguasa kota tersebut sangat mendukung sekte Bambu Kuning dan juga Ma Guang.


Ma Guang pun langsung membawa pasukannya untuk menuju ke kota Laoling.


Setelah memasuki kota Laoling, Ma Guang langsung bertemu dengan penguasa kota Laoling.


Mereka langsung membicarakan tentang strategi yang akan mereka terapkan untuk mengantisipasi setiap serangan tidak terduga dari pasukan kerajaan.


Hal yang pertama yang mereka lakukan adalah setiap orang - orang yang berada di kota tersebut harus di periksa terlebih dahulu, baik yang berada di istana penguasa kota, mau pun yang berada di setiap kediaman para bangsawan dan juga setiap warga yang berada di kota tersebut.


Setelah selesai melakukan hal itu, seluruh pintu gerbang kota akan di jaga oleh pasukan Ma Guang dan akan melakukan pemeriksaan kepada setiap orang yang akan memasuki kota tersebut.


Setiap orang yang bisa masuk, akan terus di awasi oleh tetua tingkat tinggi yang telah di tugaskan untuk hal itu.


Sedangkan pasukan yang berada di kota tersebut akan di latih untuk menjadi prajurit yang lebih tangguh lagi.


Begitu juga halnya dengan kota Qiantong dan juga kota Nanpi.


Namun kota Nanpi memiliki perbedaan dari kedua kota lainnya, hal itu di sebabkan karena di sebelah utara kota itu berbatasan langsung dengan kerajaan Yan, sehingga pasukan yang berada di kota itu lebih banyak dari kedua kota lainnya.


Jumlah pasukan yang berada di kota tersebut ada sepuluh ribu lebih jumlahnya. Yang lain berada di dalam kota Nanpi dan yang lain sedang berada di wilayah perbatasan untuk berpatroli.


Ma Guang terus mempersiapkan kekuatannya untuk menghadapi setiap kemungkinan yang akan di lakukan oleh raja Qi Guan Zhong dan juga oleh pangeran Qi Yuan.


Tidak terkecuali dengan wilayah yang berada di sebelah timur sekte Bambu Kuning. Wilayah laut Pechili tersebut di jaga langsung oleh sebagian pasukan Ma Guang dan juga oleh murid sekte Bambu Kuning.


Dengan mempersiapkan setiap jebakan jika serangan musuh datang dari laut tersebut.


Semua persiapan untuk menyambut setiap serangan sudah di persiapkan oleh Ma Guang.


Sedangkan jenderal Fan Gui yang telah mendengar apa yang terjadi terhadap Ma Guang langsung merasa kecewa dengan tindakan yang di lakukan oleh sang raja dan juga pangeran.


Hal yang sama juga di rasakan oleh penguasa kotà Pingdu, jenderal Tian Ju, jenderal Yang Bin serta jenderal Meng Yin yang juga adalah penguasa kota Buqi.


Mereka tidak menyangka bahwa karena keinginan pangeran yang ingin memiliki wanita yang sering bersama dengan Ma Guang, sehingga raja bisa mengorbankan keselamatan rakyatnya.


Semangat pasukan yang berada di wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan wilayah kerajaan Lai langsung menurun setelah mendengar kabar tersebut.


Mereka merasa, pemimpin mereka hanya memikirkan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyatnya.


Serta tidak menghargai perjuangan yang telah di lakukan oleh Ma Guang, apa lagi dengan perjuangan mereka yang tidak terlalu berpengaruh secara individu, sudah pasti tidak akan mendapatkan penghargaan.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2