Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 281. Kebahagiaan Diatas Luka


__ADS_3

Tidak lama kemudian Jiangjun dan juga Xia Jiao langsung dapat menyusul rombongan kedua sekte aliran hitam itu yang bergerak ke arah barat untuk menuju ke wilayah kekaisaran yang belum pernah mereka kunjungi untuk menjalani kehidupan yang baru.


Saat Jiangjun bisa merasakan keberadaan kelompok tersebut yang sudah berada dekat di depan mereka, jenderal naga itu langsung memberitahukan kepada Xia Bahwa dirinya tidak bisa menampakkan diri kepada mereka, terkecuali mereka semua akan di bunuhnya.


Xia Jiao pun langsung melesat terbang menyusul kelompok itu.


Saat sudah bisa mengejar mereka, Xia Jiao langsung menghadang mereka.


"Berhenti!." Tutur Xia Jiao.


Rombongan tersebut langsung berhenti.


Wajah mereka langsung berubah menjadi ketakutan saat melihat Xia Jiao sudah bisa lagi menemukan mereka lagi.


Hong Mogui langsung maju kedepan dan berkata.


"Kamu bisa membunuhKu! Tetapi tolong jangan membunuh istri dan kedua anakKu!." Tutur Hong Mogui sambil bersujud memohon.


"Aku tidak butuh permohonanMu itu! PerbuatanMu dahulu sudah membuat banyak anak - anak kehilangan serta terpisah dari orang tuanya!."


"Biarkan aku yang menanggung semuanya itu! Jangan biarkan mereka menanggungnya juga!." Tutur Hong Mogui lagi.


Para pendekar agung serta pendekar spiritual yang ada tidak berani untuk bergerak dari tempat mereka masing - masing.


Hal itu karena mereka berpikir, para pendekar dewa langit saja tidak bisa membunuhnya apa lagi mereka hanya seorang pendekar langit.


"Cepat pisahkan diriMu dengan mereka semua!." Tutur Xia Jiao.


Hong Mogui pun langsung menuruti perintah Xia Jiao sambil membawah istri dan anaknya.


Setelah melihat hal tersebut, wanita itu langsung menyerang seluruh anggota sekte Seribu Racun dan juga anggota sekte Kalajengking Merah.


Tidak terkecuali dengan Dushen dan juga Emo Zhi Shou serta Xiezi Wang, semuanya langsung tewas di tempat.


Tidak ada yang sempat berkata - kata lagi saat serangan Xia Jiao mengambil nyawa mereka semua.


Tubuh Hong Mogui langsung gemetaran lagi setelah melihat apa yang di lakukan oleh wanita tersebut.


Ibu Ma Guang dengan cepat langsung menutup mata kedua anaknya yang masih berusia sebelas tahun dan juga delapan tahun tersebut.


Para petinggi sekte Seribu Racun dan juga sekte Kalajengking Merah langsung lenyap dalam sekejab mata.


Xia Jiao pun langsung menatap kearah ibu Ma Guang.


"Apakah anda menginginkan kematiannya saat dia telah membunuh suamiMu!?." Tutur Xia Jiao bertanya kepada ibu Ma Guang.

__ADS_1


Wanita itu langsung tersentak saat mendengar perkataan Xia Jiao.


"Siapa kamu? Mengapa kamu mengetahui bahwa dirinya telah membunuh suamiKu!?." Tanya Li Yan ibu Ma Guang.


"Aku hanya menginginkan jawaban dariMu saja! Jika kamu menginginkan kematiannya, aku akan dengan cepat mengabulkannya!." Tutur Xia Jiao lagi.


"Di dunia ini, hanya dirinya yang bisa menjagaKu bersama dengan kedua anakKu ini! Walau pun memang dirinya telah membunuh suamiKu dan mungkin juga telah membunuh anakKu! Tetapi aku saat ini sudah memiliki tujuan hidup yang baru bersama kedua anakKu ini!." Tutur Li Yan dengan tulus.


"Jika ada orang yang bisa menjagaMu bersama kedua anakMu, apakah kamu bisa merelahkan kematiannya hari ini!?." Tanya Xia Jiao lagi.


"Dia adalah ayah dari kedua anakKu! Jadi, mana mungkin aku membiarkan kedua anakKu kehilangan ayahnya!." Tutur Li Yan lagi.


Saat pembicaraan tersebut, Ma Guang sudah berada di situ dan mendengar semuanya.


"Jika menurut keinginanKu! Aku sudah membunuhnya sejak aku melihatnya! Tetapi karena aku melihatMu, sehingga aku belum melakukannya! Tetapi ada seseorang yang lebih berhak untuk menentukan hidup matinya!." Tutur Xia Jiao lagi.


"Biarkan aku mati lebih dulu, dari pada aku melihat semua orang yang kini aku sayangi, kehidupannya akan berakhir lagi di hadapanKu!." Tutur Li Yan sambil menangis tersedu - sedu.


"Apakah anda masih merindukan putraMu!?." Tanya Xia Jiao.


Li Yan kembali terkejut karena wanita di depannya seperti mengetahui banyak tentang hidupnya.


"Siapa kamu sebenarnya?." Teriak Li Yan bertanya kepada Xia Jiao.


"Apakah anda merindukan putraMu? Jawab saja pertanyaanKu! Agar semuanya bisa menjadi jelas!." Tutur Xia Jiao yang tidak langsung menjawab pertanyaan Li Yan.


"Apakah aku memang sudah melupakan putraKu? Apakah itu karena kehidupanKu saat ini yang berbeda jauh dari kehidupan sebelumnya?." Pikir Li Yan.


"Saat ini, aku sudah melupakan masa laluKu! Aku hanya ingin menjalani kehidupanKu kedepan bersama keluarga baruKu ini! Jika di perkenankan, mohon untuk memberikan kesempatan kedua bagi suamiKu untuk merubah cara hidupnya!." Tutur Li Yan memohon.


Ma Guang yang mendengar perkataan ibunya, langsung meneteskan air mata karena merasa dirinya sudah tidak di rindukan lagi.


Ibunya juga tidak mengetahui kabar tentang Ma Guang, sebab dirinya tidak ingin mengetahui kehidupan yang di jalani oleh Hong Mogui, dirinya lebih fokus untuk mengurus kedua anaknya.


Sehingga desas desus naga Ma Guang yang tersebar luas di seluruh wilayah kekaisaran Zhou mau pun di sekte Iblis Hitam, tidak di dengar oleh wanita tersebut.


Ma Guang pun langsung melesat turun dan menatap wajah ibunya.


Dan benar saja, wanita di depannya itu adalah Li Yan, ibunya sendiri.


Rasa rindu di dalam hatinya bisa di bendung karena telah mendengar semua pengakuan ibunya tersebut.


Hong Mogui juga tidak mengenali wajah pendekar muda di depannya itu, yang adalah seorang pemuda yang sangat di takuti oleh orang - orang yang berasal dari sekte atau kelompok aliran hitam.


Saat Ma Guang berdiri di depan ibunya, pemuda itu langsung berkata.

__ADS_1


"Jangan pernah menyebut namaKu! Jika namaKu di ketahui olehnya! Aku pasti akan membunuhnya!." Ujar Ma Guang sambil menatap kearah Hong Mogui.


"Kamu telah membunuh ayahKu! Seharusnya hari ini aku juga sudah membunuhMu saat bertemu!." Tutur Ma Guang dengan tatapan yang tajam penuh dendam saat menatap Hong Mogui.


Ibu Ma Guang langsung bisa mengenali putranya, wanita itu langsung menangis histeris saat melihat pemuda di depannya.


"Untuk kalian berdua! Saya ingatkan, jika aku bertemu disaat kalian juga melakukan pekerjaan seperti apa yang ayah kalian lakukan! Aku akan membunuh kalian berdua juga! Sebab ayah kalian telah merampas nyawa ayahKu! Dan kalian juga telah merampas kasih sayang ibuKu!." Tutur Ma Guang.


"Sebelum kita berpisah untuk yang kedua kalinya! Mohon restui hubunganKu dengan Jiao'er!." Tutur Ma Guang.


Hong Mogui tidak bisa berkata - kata lagi saat melihat Ma Guang, dirinya tidak menyangka bahwa anak dari isterinya tersebut adalah seorang pendekar yang sangat kuat.


Hal itu karena Ma Guang tidak menekan tingkat kultivasinya, sehingga aura pendekar dewa surgawi masih bisa di rasakannya.


Ma Guang dan Xia Jiao langsung menikah di hutan tersebut sambil memberi hormat kepada bumi dan langit.


Setelah melakukan pernikahan dengan sederhana, keduanya langsung pamit dengan Li Yan.


Walau pun dengan hatinya yang hancur, tetapi Ma Guang tetap saja memeluk ibunya selama beberapa saat.


Setelah itu, keduanya langsung melesat terbang untuk menuju ke wilayah kekaisaran Zhou dengan menunggangi Jiangjun.


Xia Jiao pun duduk tepat di depan Ma Guang sambil di peluk dari belakang oleh pemuda tersebut.


Li Yan langsung mengenali Xia Jiao saat Ma Guang memberitahukannya.


Wanita itu tidak pernah menyangka akan bertemu lagi dengan putranya tersebut.


"Dia pasti sangat membenci diriKu! Sebab kini aku bersuami dengan pria yang telah membunuh ayahnya!." Tutur Li Yan sambil menangis.


"Apakah ini adalah hukuman dari langit kepadaKu!?." Gumam Li Yan.


Putra dan putrinya langsung memeluk Li Yan dan berkata.


"Ibu! Apakah dia kakak kita yang bernama Ma Guang itu!?."


Hong Mogui yang mendengar perkataan anak tertuanya langsung tersentak dan berkata.


"Siapa nama yang kamu sebutkan tadi?." Tanya Hong Mogui yang ingin lebih jelas lagi mendengar dari mulut puteranya itu.


"Ayah! Kakak kami bernama Ma Guang, itu menurut apa yang pernah ibu katakan kepada kami!." Tutur anak tertuanya.


Tubuh Hong Mogui langsung lemas setelah mengetahui hal tersebut.


"Jika saja wanita itu memberitahukan apa yang menimpanya waktu lalu! Sudah bisa di pastikan hari ini aku tidak bisa lagi menghirup udara di dunia ini!." Pikir Hong Mogui.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2