
Bing Bihai yang melihat apa yang baru saja di lakukan oleh Ma Guang hanya bisa tertegun.
Hal itu di sebabkan karena ada beberapa hal yang dia tidak mengerti.
Mulai dari pertarungan yang terjadi yang tidak dapat di ikuti dengan tatapan matanya, hingga bagaimana Ma Guang memenangkan pertarungan tersebut, serta cahaya yang berbentuk bulat seperti kelereng yang keluar dari tubuh ketiga pendekar tersebut dan juga benda yang keluar serta hilang di udara kosong.
"Apakah seperti ini kekuatan para pendekar tingkat dewa!?." Gumam Bing Bihai.
Ma Guang pun datang mendekat dan langsung menghilangkan formasi pelindung di tubuh Bing Bihai.
"Nona Bing! Sebelum kita melanjutkan perjalanan, aku ingin terlebih dahulu mengurus permasalahan yang ada di kota Nanggu ini!." Tutur Ma Guang.
"Baiklah! Aku hanya menuruti saja apa yang pendekar Ma inginkan!." Jawab Bing Bihai.
Ma Guang pun langsung melesat terbang memasuki kota tersebut untuk menuju ke istana penguasa kota yang terletak di tengah - tengah kota tersebut.
Saat pemuda itu melihat salah satu bangunan megah yang berdiri kokoh di tengah kota Nanggu, Ma Guang langsung memastikan bahwa bangunan tersebut adalah istana penguasa kota.
Ma Guang langsung mendarat di tanah lapang tepat berada di depan pintu masuk istana tersebut.
Para prajurit yang berjaga di tempat itu langsung mengepung Ma Guang dan juga Bing Bihai.
Melihat hal itu Ma Guang tidak ingin bertele - tele lagi dan langsung berkata.
"Siapa yang tidak menyukai penguasa kota Nanggu ini segera mundur!." Teriak Ma Guang.
Mendengar perkataan pemuda yang mereka kepung tersebut, hanya ada segelintir orang saja yang langsung mundur dan menjauh dari tempat itu.
Dan satu di antaranya adalah seorang komandan pasukan dari klan yang memang memiliki peran untuk menjadi penanggung jawab dalam pertahanan dan keamanan di kota itu.
Setelah Ma Guang melihat beberapa orang sudah menarik diri untuk mengepungnya, tanpa mengingatkan untuk kedua kalinya, pemuda itu melesat dengan cepat sambil membentuk sebilah pedang dari energi Qi miliknya dan langsung menebas para prajurit yang sedang mengepung dirinya dan juga Bing Bihai.
Tidak ada satu pun dari mereka yang bisa mengetahui bagaimana cara pemuda itu membunuh mereka.
Yang terlihat saat ini hanyalah tubuh tanpa kepala yang berdiri beberapa saat dan kemudian roboh ke tanah.
Bing Bihai dan semua orang yang melihat hal tersebut langsung merasa ngeri dengan pemandangan itu.
__ADS_1
Ma Guang langsung menatap kearah seorang komandan yang menarik diri untuk mengepungnya dan langsung berkata.
"Aku tunjuk kamu sebagai penguasa baru di kota ini! Dan tugas awalMu adalah membersihkan semua pengikut penguasa kota terdahulu!." Tutur Ma Guang dengan ketegasan seperti perintah yang tidak bisa di bantah lagi.
"Dan yang perlu kamu ingat! Jangan menjadikan mereka sebagai tawanan, atau pun menjual mereka, karena hal tersebut hanya akan menguras keuangan kota dan juga akan mendatangkan masalah baru kedepannya!
Sang komandan pun langsung mengerti dan menyanggupinya.
Komandan tersebut langsung memanggil pasukannya untuk memburu dan menangkap setiap antek - antek penguasa kota yang terdahulu.
Sedangkan Ma Guang dan juga Bing Bihai langsung melesat terbang untuk melanjutkan kembali perjalanan keduanya.
"Pendekar Ma! Apakah itu tidak berlebihan!?." Tanya Bing Bihai menanggapi perintah Ma Guang tersebut.
"Nona Bing! Jika membiarkan akar - akar permusuhan tetap hidup, suatu saat nanti setelah mereka sudah merasa mampu untuk membalaskan dendam mereka, itu akan menjadi suatu masalah besar bagi kota itu! Apa lagi mereka sudah bergabung dengan sekte aliran hitam yang memiliki keinginan bebas untuk melakukan apa yang ingin mereka lakukan." Ucap Ma Guang menjelaskan.
"Tetapi tidak baik juga jika melakukan pembunuhan disaat mereka tidak melakukan perlawanan!." Tutur Bing Bihai menanggapi perkataan Ma Guang.
"Nona Bing! Lebih baik menghadapi musuh yang baru dari pada menghadapi musuh yang lama!." Tutur Ma Guang lagi.
"Jika kita menghadapi musuh baru, mereka pasti selalu ceroboh dengan apa yang akan mereka lakukan! Sehingga kita bisa memanfaatkan hal tersebut untuk bisa mengalahkannya!."
"Tetapi akan sangat berbeda jika kita menghadapi musuh lama kita! Karena pastinya mereka akan selalu siap dengan segala kemungkinan yang ada, serta persiapan mereka akan lebih matang dari sebelumnya!."
Ma Guang terus menjelaskan kepada Bing Bihai tentang keuntungan serta kelemahan dari apa yang telah di perintahkannya kepada penguasa kota Naggu yang baru.
Wanita di sampingnya mulai menelaa apa yang pemuda itu maksudkan.
"Benar juga apa yang pendekar Ma katakan!." Seru Bing Bihai sambil tersenyum.
"Nona Bing! Terkadang sebagai anggota sekte aliran putih, kita selalu mengikuti norma - norma kehidupan yang sudah di tinggalkan para leluhur kepada kita! Akan tetapi, kita juga harus membedakan keberlakuan norma tersebut terhadap para pendekar dari sekte aliran hitam, karena jika kita memberikan kesempatan kepada mereka, berarti kita telah memberikan kesempatan agar mereka bisa mempersiapkan lagi strategi yang matang serta kekuatan yang lebih besar lagi untuk datang menyerang dan mengalahkan kita!."
Bing Bihai hanya diam sambil mendengar apa yang Ma Guang katakan.
Akhirnya Bing Bihai pun mempertanyakan beberapa hal yang masih mengganjal di pikirannya.
"Pendekar Ma! Cahaya apa yang keluar dari tubuh ketiga orang pendekar yang kamu bunuh itu!?."
__ADS_1
"Itu adalah inti jiwa dari seorang pendekar dewa! Dan inti jiwa tersebut sangat berbeda dengan inti jiwa yang di miliki oleh seorang pendekar langit, sebab inti jiwa tersebut terbentuk dari energi inti jiwa seekor makhluk surgawi, sehingga inti jiwa dari pendekar dewa yang terbunuh itu, bisa mencari wadah yang baru atau tubuh yang baru untuk mereka tempati!."
"Dan jika mereka sudah bisa menguasai tubuh tersebut, sifat serta tingkah laku dari orang yang tubuhnya di tempati oleh inti jiwa itu akan sepenuhnya mengikuti sifat dan tingkah laku dari pemilik inti jiwa itu!."
Ma Guang terus menjelaskan tentang apa yang di tanyakan oleh Bing Bihai.
Setelah wanita itu sudah memahami tentang inti jiwa yang Ma Guang jelaskan, Bing Bihai langsung menanyakan juga tentang benda yang muncul dari udara kosong serta kembali hilang.
Ma Guang langsung memberitahukan kepada wanita itu.
"Nona Bing! Hal itu nanti aku jelaskan saat waktunya sudah tepat!." Ujar Ma Guang.
Pemuda itu tidak mau menjelaskan hal tersebut karena cincin ruang yang ada padanya baru berjumlah tiga buah, dan tentunya Ma Guang juga berpikir untuk memberikan hal itu kepada orang - orang yang disayanginya.
Bing Bihai pun tidak mau untuk menanyakan lagi hal tersebut.
Beberapa saat kemudian, Bing Bihai kembali fokus dengan tujuan mereka itu.
"Tempat seperti apa yang akan kita tuju ini!? Apakah tingkat kultivasiKu akan meningkat dengan pesat dalam jangka waktu yang singkat!?." Pikir Bing Bihai.
Ma Guang yang mengetahui pikiran wanita itu langsung berkata.
"Nona Bing! Hanya dalam waktu seminggu, kamu bisa menjadi seorang pendekar suci tingkat puncak!." Tutur Ma Guang dengan serius untuk meyakinkan wanita di sampingnya itu.
Wajah Bing Bihai langsung bersemu merah saat mendengar perkataan Ma Guang.
Dirinya tidak menyangka jika apa yang di pikirkannya saja bisa di ketahui oleh pemuda yang ada di sampingnya itu.
Jika wanita itu tidak terdiam selama beberapa saat, tentunya Ma Guang tidak akan meningkatkan persepsinya untuk bisa mengetahui pikirannya.
Namun karena Bing Bihai sudah tidak lagi bereaksi dengan apa yang baru saja mereka lewati, sehingga pemuda itu ingin mengetahui apa yang sedang di pikirkannya.
"Nona Bing! Di tempat yang aku temukan itu, ada sebuah kolam yang mengeluarkan energi dingin yang bisa membuat seorang pendekar spiritual yang tidak memiliki unsur es di dalam tubuhnya langsung membeku sebelum mencapai kolam tersebut! Sehingga energi dingin tersebut pasti akan dengan cepat untuk membantu nona Bing dalam berkultivasi!." Tutur Ma Guang lagi menjelaskan.
Bing Bihai yang mendengar apa yang di jelaskan oleh Ma Guang langsung menjadi sangat bersemangat.
~Bersambung~
__ADS_1