Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 193. Pengakuan Ma Guang


__ADS_3

Mendengar pertanyaan Ard Sahan, Sang kaisar Zhou Muwang langsung menjawab pertanyaan tersebut.


"Iya! Mereka adalah pelindung ibu kota kekaisaran ini". Ucap kaisar.


"Jika demikian, siapa di antara kalian berempat yang telah membunuh salah satu tetua dan juga putraKu!?". Tanya Ard Sahan dengan nada suara yang meninggi.


"Kami juga masih menyelidiki hal itu, sebab mereka telah membuat keributan serta menghancurkan beberapa bangunan di tempat mereka bertarung". Ujar kaisar.


"Sedangkan mereka berempat tidak pernah mencampuri urusan dunia persilatan, karena mereka hanya muncul di saat keadaan mendesak, dan itu juga atas panggilanKu". Jawab kaisar.


"Aku tidak bertanya kepadaMu, tetapi aku bertanya kepada keempat pendekar di sampingMu itu". Ujar Ard Sahan menimpali perkataan kaisar.


"Lancang! Sepertinya kamu terlalu meremehkan kekuatan kekaisaran kami, kamu akan menerima akibatnya jika terlalu meremehkan kami". Ujar seorang jenderal dengan nada suara yang penuh emosi.


Ard Sahan langsung tertawa seakan mengejek jenderal tersebut.


"Jika apa yang kamu katakan itu benar, cepat tarik formasi pelindung itu dan kita akan melihat, apakah kalian yang akan menerima akibatnya atau kami yang akan menerimanya". Ujar Ard Sahan.


"Formasi pelindung!? Siapa yang membuat formasi pelindung untuk kota ini!?". Gumam sang kaisar yang tidak mengetahui hal tersebut sambil menatap ke arah keempat pendekar petapa suci di sampingnya.


Memang formasi pelindung yang di ciptakan oleh Ma Guang tersebut tidak terlihat oleh para pendekar yang berada di bawah tingkatan pendekar langit.


Ma Guang langsung memerintahkan para prajurit untuk membukakan gerbang kepada rombongan Xia Jiao.


Namun perintahnya juga tidak di gubris oleh para prajurit, karena mereka tidak mengenali suara yang memerintah mereka.


Ard Sahan yang melihat rombongan dari Xia Jiao langsung melesat kearah para gadis itu untuk menjadikan mereka sandera agar dinding formasi pelindung itu segera di lucuti.


Saat pria tua itu ingin menangkap Xia Jiao dan rombongannya, Shi Feng dengan cepat sudah berada di tempat itu dan langsung memindahkan rombongan Xia Jiao kedalam area kota Louyang.


Ma Guang sendiri tidak bisa melihat siapa dan kemana perginya rombongan Xia Jiao.


Sedangkan Ard Sahan sangat terkejut dengan hal itu, sebab dirinya tidak mendapatkan satu pun dari rombongan itu untuk menjadi sanderanya.


"Sialan! Siapa yang menyelamatkan mereka!? Apakah di wilayah kekaisaran ini ada juga pendekar yang memiliki kemampuan diatas dari kemampuanKu!?". Gumam Ard Sahan dengan bingung.


Namun setelah dirinya menyadari bahwa formasi pelindung yang berada di depan gerbang kota kini memiliki celah untuk di lewati, patriak Ard Sahan beserta para pendekar langit lainnya langsung melesat dengan cepat menuju ke tempat tersebut sambil melancarkan serangan.


Patriak Ard Sahan dan yang lainnya ingin menghancurkan gerbang kota itu dengan kekuatan sekali serangan saja.


Blaaaaarrrr

__ADS_1


Ma Guang tidak bisa mengantisipasi kecepatan serangan Ard Sahan, sehingga pintu gerbang kota Louyang hancur berkeping - keping.


Pergerakan Ard Sahan langsung di susul oleh puluhan pendekar langit lainnya.


Namun hanya dua puluh orang saja yang dapat menyusul sang patriak.


Sepuluh orang pendekar langit menengah langsung terhempas lagi kebelakang karena menabrak dinding formasi pelindung sambil mengeluarkan darah segar dari mulut mereka.


Kini patriak dan juga dua puluh orang pendekar langit lainnya sudah berada di dalam kota Louyang.


Ma Guang yang melihat hal itu merasa kecolongan karena tidak bisa menutup formasi pelindung tersebut dengan cepat.


Sedangkan Xia Jiao sendiri merasa sangat terkejut karena dirinya bersama dengan yang lain kini sudah berada di dalam tembok kota Louyang. Dan di dekatnya kini telah berdiri seorang pria paruh baya dengan penampilan rambut yang sudah memutih seluruhnya.


"Siapa anda!? Tanya Xia Jiao.


"Jika kamu ingin menjadi seorang pendekar yang lebih kuat dari sekarang, kamu bisa menjadi muridKu, dan hal itu tentunya juga akan membuat sekteMu untuk menjadi lebih kuat lagi". Ujar Shi Feng.


Mendengar perkataan pria paruh baya itu, Xia Jiao langsung berpikir sejenak dan kembali berkata.


"Sepertinya aku tidak layak untuk menjadi muridMu, sebab diriKu memiliki dendam di dalam hatiKu". Ungkap Xia Jiao dengan jujur.


Mendengar perkataan tersebut, pria paruh baya itu hanya tersenyum dan langsung juga berkata.


Kini mereka sudah berada jauh dari gerbang kota Louyang.


Sedangkan di gerbang kota Louyang, sang patriak sekte Beruang Putih sedang mengancam sang kaisar agar bisa menyerahkan orang yang telah membunuh seorang tetua sekte dan juga anaknya.


Ma Guang yang melihat hal itu langsung melesat dan mengambang diudara.


Wajahnya di tutupi oleh kain hitam, sehingga mereka tidak mengenali wajahnya itu.


"Jangan menyalahkan kaisar dan lainnya, aku yang telah membunuh keduanya, hal itu aku lakukan agar putraMu tidak lagi mengganggu atau mempermainkan seorang wanita". Ujar Ma Guang.


Semua orang yang melihat Ma Guang langsung bertanya - tanya tentang identitas pemuda tersebut. Tidak terkecuali dengan sang kaisar.


"Baguslah jika kamu sudah menampakkan diriMu, jadi aku sudah tidak sulit lagi untuk membunuh diriMu". Ujar Ard Sahan dengan senyuman yang sinis menatap kearah Ma Guang.


"Mereka berdua juga sempat melontarkan kata - kata seperti itu sebelum mereka menerima ajalnya". Ujar Ma Guang dengan nada suara yang mengejek sang patriak.


Ma Guang langsung melesat keluar dari kota Louyang.

__ADS_1


Pemuda itu langsung di ikuti oleh patriak Ard Sahan dan juga lainnya.


Saat mereka semua sudah berada di luar formasi pelindung, Ma Guang langsung menutup kembali cela yang di buatnya.


Formasi pelindung tersebut kini hanya bisa di lewati oleh para pendekar yang tingkatannya berada di bawah pendekar langit saja.


Dan untuk para pendekar langit, mereka hanya bisa keluar namun tidak bisa masuk, karena dinding tipis formasi pelindung itu akan menghempaskan tubuh mereka.


Ma Guang langsung membentuk formasi pelindung untuk menyelimuti dirinya.


Pendekar muda itu kini langsung melesat dengan cepat ke arah barat dari kota Louyang.


Patriak dan puluhan orang lainnya langsung melesat juga untuk mengikuti pemuda tersebut.


Saat Ma Guang merasa sudah bisa untuk meladeni para pendekar dari sekte Beruang Putih, pemuda itu langsung berhenti dan mempersiapkan serangan puncaknya.


Energi api hitam yang di baluti oleh energi petir putih sudah di siapkan oleh Ma Guang untuk menyambut kedatangan mereka.


Saat rombongan patriak Ard Sahan tiba, Ma Guang langsung melancarkan serangannya itu.


"Semburan Api Naga". Teriak Ma Guang yang langsung menyemburkan api hitam yang di baluti oleh petir dari mulutnya.


Ard Sahan dan pendekar lainnya yang melihat hal tersebut langsung membentuk perisai pertahanan untuk menyambut serangan tersebut.


"Booommmm".


Bunyi ledakan yang sangat kuat dari arah barat kota Louyang.


"Apakah pertarungan mereka sedang berlangsung!?". Gumam kaisar.


"Siapa pria tersebut!?".


"Apakah dia bisa menghadapi puluhan pendekar langit itu!?".


"Sangat berani! Pria itu tidak takut dengan kekuatan yang di miliki oleh sekte Beruang Putih".


"Apakah dirinya juga berasal dari sekte besar yang berada di bagian barat kekaisaran kita ini!?".


Kata - kata yang keluar dari mulut orang - orang yang melihat apa yang Ma Guang lakukan.


Serangan Ma Guang mampu membuat beberapa pendekar langit awal langsung terhempas dan terluka parah.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2