Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 170. Persiapan Kompetisi


__ADS_3

Ma Guang terus memperhatikan situasi di sekte Bunga Persik dan juga sikap, tingkah laku serta perkataan dari Xia Jiao.


Setelah dirinya sudah merasa cukup dengan apa yang di lihatnya, pemuda itu langsung terbang untuk menuju kembali ke sekte Bambu Kuning.


Perjalanannya dari sekte Bambu Kuning ke sekte Bunga Persik hanya membutuhkan waktu satu jam saja, begitu juga waktu perjalanan untuk kembali ke sekte Bambu Kuning.


Kompetisi di ibu kota kekaisaran tinggal sebulan lebih untuk di laksanakan.


Para murid di sekte Bambu Kuning kini sedang mempersiapkan diri mereka masing - masing untuk mengikuti kompetisi di sekte yang akan di adakan dua minggu lagi untuk menjadi seorang jenius yang akan mewakili sekte tersebut dalam mengikuti kompetisi di ibu kota kekaisaran.


Duan Jun datang ke kediaman Ma Guang untuk melaporkan perkembangan ketiga anak yang di latih olehnya.


Saat tiba di kediaman Ma Guang, Duan Jun mulai menjelaskan bahwa ketiga orang murid tersebut kini sudah berada di tingkat ke empat pendekar tahap awal.


Ma Guang pun merasa senang setelah mendengar hal itu, sebab dirinya tidak menyangka bahwa ketiga orang remaja tersebut bisa mencapai hal itu hanya dalam jangka waktu selama beberapa bulan saja.


Memang Duan Jun terus melatih ke tiga remaja itu dari pagi sampai tengah malam setiap harinya, sehingga latihan mereka dua kali lipat dari latihan yang di lakukan oleh para murid lainnya.


Hal itu bisa mereka bertiga lalui, sebab ketiganya sudah memiliki kualitas tulang pendekar.


"Baiklah! Kalau begitu latihlah mereka dengan teknik latihan yang dulu pernah aku ajarkan kepada kakak Jun agar mereka bisa dengan cepat untuk berkembang". Ujar Ma Guang.


Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, Duan Jun langsung pamit undur diri dan kembali ke tempatnya untuk melatih para murid baru tersebut.


Di sekte Bambu Kuning sendiri, selain para murid yang baru saja bergabung, hanya ada beberapa murid yang masih berusia 18 sampai 20 tahun.


Dan mereka adalah para murid senior yang kini sudah menjadi pendekar ahli tingkat puncak dan siap untuk menerobos menjadi pendekar raja dan juga yang sudah menjadi pendekar raja.


Karena sebagian besar murid yang berusia seperti itu sudah tewas keracunan saat penyerangan yang di lakukan oleh sekte Lembah Tengkorak.


Sehingga hanya beberapa orang saja yang berusia belasan tahun sampai dua puluh tahun yang tersisa yang bisa mengikuti kompetisi di ibu kota kekaisaran.


Mereka adalah orang - orang yang saat itu sedang bersama Ma Guang dan juga para leluhur dan juga para tetua di tiga kota yaitu, kota Nanpi, kota Qiantong dan juga kota Laoling saat terjadi penyerangan di sekte mereka.


Sehingga mereka selamat dan tidak menjadi korban kebrutalan dari orang - orang sekte aliran hitam yang menyerang sekte mereka.


Perwakilan dari sekte Bambu Kuning yang akan mengikuti kompetisi di ibu kota kekaisaran mendapatkan jatah tiga orang.

__ADS_1


Sehingga sekte tersebut membutuhkan tiga orang jenius muda untuk mewakili sekte mereka.


Namun yang akan menjadi suatu hal yang sangat mengejutkan jika di ketahui oleh sekte yang lain adalah, yang akan menjadi wakil dari sekte Bambu Kuning semuanya adalah pendekar raja.


Dan hal itu juga yang sedang di lakukan oleh Xia Jiao bagi para jenius muda di sekte Bunga Persik.


Sebab di sekte mereka sebelumnya sudah di adakan kompetisi terlebih dahulu dan sudah mendapatkan tiga orang jenius muda untuk mewakili sekte tersebut.


Dan ketiga orang gadis itu juga yang sedang di latih oleh Xia Jiao agar bisa meningkatkan kemampuan mereka.


Jika bisa menjadi seorang pendekar raja, itu akan lebih baik, agar sekte mereka mampu untuk bersaing dengan sekte Bambu Kuning.


Sedangkan untuk para murid yang berada di sekte Bambu Kuning sendiri, kini latihan mereka lebih di tingkatkan lagi agar lebih matang pondasi ilmu bela diri di setiap tingkatan mereka.


Tidak hanya dengan cepat untuk naik setiap tingkat namun pondasinya tidak kokoh, semua itu hanyalah menjadi sia - sia jika berhadapan dengan seorang pendekar di tingkatan yang sama namun pondasi ilmu bela diri miliknya sangat matang dan kokoh.


Setelah melakukan latihan yang sangat intens, akhirnya semua murid yang sudah berusia belasan tahun hingga dua puluh tahun yang sudah mencapai pendekar ahli sampai pendekar raja langsung di biarkan beristirahat.


Hal itu di lakukan karena dua hari lagi akan di adakan kompetisi di sekte Bambu Kuning untuk mencari tiga orang murid yang akan mewakili sekte tersebut.


Ma Guang yang aktivitasnya sedang memberikan petunjuk kepada para petinggi sekte tersebut juga sudah selesai dengan aktivitasnya.


Begitu juga dengan para leluhur lainnya, patriak dan para tetua tingkat tinggi kini masing - masing sudah membuka satu gerbang lagi.


Sedangkan para tetua tingkat rendah sebagai pendekar raja tingkat puncak, kini sedang bermeditasi untuk menerobos menjadi seorang pendekar suci.


Dan untuk para tetua tingkat rendah yang baru mencapai pendekar raja tingkat awal, kini sudah menjadi pendekar raja tingkat menengah, begitu juga dengan pendekar raja tingkat menengah, kini sudah menjadi pendekar raja tingkat puncak.


Akhirnya hari yang di tunggu - tunggu pun telah tiba.


Kompetisi di sekte Bambu Kuning akan di adakan.


Para murid yang akan mengikuti kompetisi tersebut sangat bersemangat.


Patriak, tetua agung, tetua penegak hukum kini telah duduk di podium utama untuk membuka kompetisi di sekte tersebut.


Para murid sudah duduk di kursi yang telah di sediakan.

__ADS_1


Duan Jun langsung melompat ke atas panggung arena untuk menuntun pembukaan kompetisi tersebut.


Sedangkan para leluhur tidak ada yang berada di area arena tersebut. Begitu juga dengan Ma Guang.


Pemuda itu kini sedang mengumpulkan bahan - bahan untuk pembuatan pil yang akan meningkatkan kultivasi seorang kultivator serta bahan - bahan yang berguna untuk pembuatan sebuah senjata pusaka Bumi.


Kini Ma Guang sedang berada di hutan rimba yang letaknya di sebelah utara wilayah kekaisaran Zhou.


Menurut rumor yang beredar, di hutan tersebut di huni oleh berbagai jenis hewan buas dan juga terdapat beberapa siluman di dalamnya.


Namun untuk menemukan seekor siluman, itu tidak mudah bagi seorang pendekar suci yang tidak memiliki keahlian khusus.


Berbeda dengan Ma Guang. Pendekar muda itu memiliki kemampuan khusus untuk bisa menemukan setiap siluman yang sedang bersembunyi.


Ma Guang langsung menelusuri setiap sudut hutan agar bisa menemukan seekor hewan buas atau pun siluman.


Beberapa saat kemudian, Ma Guang melihat seekor hewan buas yang sudah berusia seribu tahun.


Hewan buas tersebut adalah seekor serigala yang memiliki buluh berwarna emas, serigala tersebut tidak lama lagi akan menjadi seekor siluman.


Ma Guang bisa melihat bahwa serigala tersebut memiliki batu permata yang berguna untuk pembuatan pil yang bisa meningkatkan kultivasi seorang kultivator.


Mengapa hanya seekor serigala? Bukannya mereka selalu memiliki kawanan?". Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


Ma Guang pun dengan cepat langsung melesat untuk melumpuhkan serigala emas tersebut.


Hanya dengan satu serangan saja, tubuh besar serigala tersebut langsung tumbang ketanah.


Ma Guang langsung mengambil batu permata serigala tersebut dan mengambil inti jiwa miliknya yang sudah terbentuk dan bersiap bermutasi menjadi seekor siluman.


Ma Guang langsung memasukkan inti jiwa serigala emas ke batu permata dan menyimpan batu permata itu di kantong yang dia miliki.


Ma Guang pun membuat segel untuk menghilangkan jejak tubuh serigala emas agar tidak tercium dan di temukan oleh binatang buas atau siluman yang lain.


Setelah itu, pendekar muda itu mulai menelusuri hutan rimba tersebut.


Pendekar muda itu mendapatkan bahan - bahan langka untuk pembuatan pil tingkat tinggi.

__ADS_1


Setelah sudah mendapatkan begitu banyak ramuan obat - obatan, persepsi Ma Guang langsung merasakan ada sesuatu yang sangat berbahaya sedang mendekat ke arahnya.


~Bersambung~


__ADS_2