
Se Tsomo, penguasa kota Nyingchi itu tidak menyangka jika pendekar yang di buru oleh sekte besar kekaisaran Qiang sedang berada di depannya.
"Mmmm...maaf tuan pendekar Ma! Bukannya aku tidak bisa untuk menerima diriMu di kotaKu ini, tetapi aku juga tidak ingin membuat rakyatKu di kota ini menderita karena perbuatan sekte Beruang Putih". Ucap Se Tsomo dengan sangat gugup menghadapi pemuda di depannya.
"Tuan! Jika orang - orang atau patriak dari sekte Beruang Putih datang untuk mencari diriKu di kota ini, tuan tidak perlu risau, cukup serahkan saja diriKu kepada mereka. Itu pun jika mereka masih hidup". Ucap Ma Guang dengan santai.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, pria tua itu langsung terdiam.
"Ayah tidak usah khawatir akan kehadiran pendekar Ma di kota kita ini, yang perlu ayah ingat adalah informasi di saat patriak Ard Sahan yang pergi ke ibu kota kekaisaran Zhou untuk meluluhlantakkan kota itu, tetapi mereka tidak bisa untuk menerobos masuk ke kota tersebut setelah pendekar Ma tidak bisa mereka temukan dimana pun". Tutur Se Tsundue mengingatkan kepada ayahnya.
Mendengar perkataan Se Tsundue, Ma Guang langsung merasa takjub dengan wanita tersebut karena begitu banyak informasi yang dia ketahui tentang dirinya.
Sedangkan Se Tsomo, pria tua itu langsung perlahan - lahan menjadi tenang.
"Pendekar Ma! Maafkan atas kelancanganKu yang telah mengusir diriMu dari kotaKu ini". Ucap pria tua itu dengan sikap hormat.
"Sudahlah! Hal itu tidak perlu di pikirkan lagi, aku bisa memahami kekhawatiran yang tuan rasakan". Ujar Ma Guang menanggapi perkataan serta sikap Se Tsomo.
"Terima kasih atas pengertian pendekar Ma! Kalau begitu, ayo silahkan duduk dulu". Ucap Se Tsomo yang mempersilahkan Ma Guang untuk duduk sambil memanggil para pelayan agar secepatnya melayani pemuda itu dengan baik.
"Nona Se! Aku ingin menanyakan beberapa hal kepada nona, apakah nona tidak keberatan?". Tanya Ma Guang.
"Oh, silahkan pendekar Ma bertanya, aku akan dengan senang hati menjawabnya sesuai dengan apa yang aku ketahui". Jawab Se Tsundue.
"Mengapa informasi di kekaisaran Zhou dapat di akses oleh kekaisaran Qiang ini? Sedangkan informasi di kekaisaran Qiang sendiri sangat sulit untuk di dapatkan di wilayah kekaisaran Zhou?". Tanya Ma Guang.
"Pendekar Ma! Hal itu di sebabkan karena tingkat kultivasi para pendekar di wilayah kekaisaran Zhou sangat lemah, sehingga mereka tidak bisa melewati hutan yang terbentang sejauh ribuan kilo meter di perbatasan wilayah antara kedua kekaisaran". Jelas Se Tsundue.
"Kenapa tidak bisa di lewati?". Tanya Ma Guang lagi.
"Hal itu di sebabkan karena hutan di area tersebut di dalamnya terdapat begitu banyak hewan buas dan juga para siluman yang mendiaminya, sehingga jika hanya seorang pendekar suci yang melewatinya, pasti tidak akan bisa untuk menghadapi para siluman di dalam hutan tersebut". Se Tsundue menjelaskan.
"Oh, jadi karena di kekaisaran ini sudah ada banyak pendekar petapa suci sehingga mereka dengan leluasa memasuki kelaisaran Zhou dan kembali ke kaisaran Qiang ini".
"Ternyata hal itu yang menjadi kendala sehingga informasi dari wilayah kekaisaran lain tidak bisa di ketahui oleh orang - orang di kekaisaran kami".
Gumam Ma Guang setelah mendengar perkataan Se Tsundue.
__ADS_1
"Nona Se! Bagaimana jika informasi dari benua tengah! Apakah nona memiliki informasinya?". Tanya Ma Guang.
"Pendekar Ma! Kalau berbicara tentang benua tengah, sebenarnya memiliki batasan bagi seseorang untuk pergi ke sana". Ucap Se Tsundue.
"Batasan seperti apa itu yang nona Se Tsundue maksudkan!?". Tanya Ma Guang lagi.
"Sekurang - kurangnya pendekar Ma haruslah menjadi seorang pendekar agung untuk bisa memasuki benua tengah". Jawab Se Tsundue.
"Mengapa harus seperti itu?". Tanya Ma Guang.
"Sebab seorang pendekar yang tingkatannya di bawah pendekar agung tidak akan bisa untuk menahan kabut racun abadi yang berada di atas samudera yang akan di lewati untuk menyeberang ke benua tengah". Jawab Se Tsundue.
"Apakah nona Se sudah pernah ke benua tengah?". Tanya Ma Guang lagi.
"Belum! Aku belum pernah pergi ke benua tengah, tetapi bawahanKu sudah pernah pergi kesana". Ucap Se Tsundue.
"Apakah aku boleh berbicara dengan bawahan nona Se Tsundue!?". Tanya Ma Guang.
"Bisa pendekar Ma!". Ujar wanita itu menjawab pertanyaan Ma Guang.
Se Tsundue langsung memanggil bawahannya agar bisa berbicara dengan Ma Guang.
Pendekar itu pun menanggapi perkataan Ma Guang dengan bersahabat "Oh, tidak apa - apa kok, aku juga ingin membantu pendekar Ma jika itu bisa aku lakukan".
Pendekar tersebut sudah menyelidiki sekte Beruang Putih dan dirinya sudah mengetahui keadaan sekte itu saat ini.
Hal itu di lakukannya saat mendengar perkataan Ma Guang kepada penguasa kota saat tiba di ruangan tersebut.
Sehingga pendekar itu yang awalnya tidak terlalu senang dengan pendekar muda di depannya, kini mulai menaruh rasa hormat kepada pemuda tersebut.
Apa lagi tingkat kultivasi dari Ma Guang tidak bisa di lihat oleh pendekar tersebut yang usianya terlihat terpaut jauh dari Ma Guang.
Saat pendekar itu sudah duduk, Ma Guang pun langsung melontarkan pertanyaan kepadanya. "Senior! Bagaimana caranya anda melewati samudera yang membentang luas sehingga bisa tiba di benua tengah dan kembali lagi kesini?".
"Untuk melewati samudera kabut racun abadi, anda harus mengaktivkan mata ketiga milikMu agar bisa melihat serta bisa menghindari setiap rintangan yang akan di lalui, jika anda beruntung, anda tidak akan mendapatkan masalah apa pun saat di tengah perjalanan nanti. Anda hanya perlu untuk terus menjaga perisai perlindungan diri anda agar tidak terkena racun dari kabut tersebut". Jawaban dari pendekar itu.
"Kenapa pendekar spiritual tidak bisa melakukan perjalanan kesana jika yang di butuhkan hanya perisai perlindungan?". Tanya Ma Guang.
__ADS_1
"Dari seribu orang pendekar spiritual, kemungkinan terbesar yang bisa tiba dengan selamat hanya sepuluh orang, sebab energi Qi mereka akan terkuras habis". Ucap pendekar itu.
"Oh, jadi seperti itu situasinya disaat ingin melewati samudera tersebut". Gumam Ma Guang.
"Terus, bagaimana situasi di benua tengah?". Tanya Ma Guang.
"Situasi di benua tengah sangat tidak aman untuk menjalani kehidupan sendiri disana, sebab para kultivator disana sering membantai orang - orang lemah yang tidak memiliki sebuah klan, sekte atau sebuah perkumpulan". Ungkap pendekar itu dengan jujur.
"Di benua tengah, yang aku ketahui tingkat tertinggi kultivator disana adalah pendekar dewa surgawi. Tetapi menurut mitos yang beredar ada juga dewa bumi, yaitu dewa sejati yang menjadi penguasa dibenua tersebut". Jelas pendekar itu.
Setelah mendengar penjelasan pendekar itu, Ma Guang langsung mempertanyakan hal itu di pikirannya.
Akhirnya pemuda itu mendapatkan jawabannya.
Memang disaat para dewa di tarik lagi dari dunia manusia, masih ada beberapa dewa yang tetap bertugas untuk mengatur dunia, tetapi wujud mereka tidak bisa di lihat oleh manusia biasa, terkecuali oleh pendekar dewa surgawi, karena pendekar dewa surgawi sudah bisa membuka mata ilahi mereka.
"Jadi seperti itu yah situasi di benua tengah". Gumam Ma Guang.
"Iya pendekar Ma! Hal itulah yang membuat diriKu tidak lama berada di sana dan langsung kembali lagi ke sini". Ucap pendekar itu untuk memperjelas lagi.
"Baiklah! Terima kasih atas informasi yang telah senior berikan! Informasi ini sangat berguna bagiKu". Ucap Ma Guang sambil menangkupkan tangannya.
Pendekar itu pun langsung berdiri dan keluar dari ruangan tersebut.
Ma Guang pun kembali melanjutkan pembicaraannya dengan Se Tsundue.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Ma Guang langsung pamit undur diri kepada Se Tsundue dan kepada penguasa kota Se Tsomo.
Pemuda itu pun di antarkan oleh Se Tsundue sampai di gerbang kediamannya.
Ma Guang langsung kembali ke penginapan.
Saat pemuda itu memasuki penginapan tersebut, seorang prajurit sedang duduk menanti kedatangannya.
Disaat dirinya melihat Ma Guang, prajurit tersebut langsung berlutut dan memohon ampun kepada pendekar muda itu.
"Tuan pendekar! Mohon ampuni atas kelancangan diriKu karena telah meragukan kekuatan sekte Naga Surgawi". Ucap prajurit itu.
__ADS_1
~Bersambung~