
Di markas sekte Teratai Hitam, kini Se Tianlan telah mengumpulkan para raja siluman serta para petinggi sekte untuk mendapatkan perintah darinya.
Para raja siluman dan juga para tetua tingkat tinggi sekte telah mendapatkan perintah untuk menuju ke Benua Utara.
Meskipun ada sepuluh raja siluman yang berasal dari Benua Utara, namun karena posisi mereka yang tidak ingin menunjukkan eksistensi mereka, sehingga tidak banyak informasi yang bisa mereka berikan kepada Se Tianlan.
Ada pun informasi yang mereka berikan adalah pertempuran besar tingkat dewa yang pernah terjadi di Benua Utara serta hubungan antara Ma Guang dengan pasukan ras Naga, pasukan ras Serigala serta pasukan Kilin Api.
Hal yang sama juga di sampaikan oleh raja para siluman yang berasal dari Benua Barat.
Setelah mendapatkan informasi dari raja para siluman, akhirnya Se Tianlan memutuskan untuk lebih mendapatkan kejelasan tentang kekuatan yang dimiliki oleh Ma Guang dan juga kekuatan yang di miliki oleh pasukan makhluk surgawi.
Sebab pasukan surgawi saja mampu di kalahkan oleh mereka dan itu tidak boleh di pandang sebelah mata, sebab mereka juga pernah merasakan kekalahan telak saat menyerang dunia atas.
Dan jika kekalahan itu terjadi di dunia manusia, Se Tianlan akan merasa sangat malu.
Sehingga agar penyerangan yang nantinya akan mereka lakukan tidak akan keliru serta tidak akan menimbulkan kerugian di pihak mereka.
Untuk itu Se Tianlan mengutus raja para siluman serta para tetua tingkat tinggi agar bisa mendapatkan kejelasan tempat dari pemilik tubuh tersebut, dan juga untuk lebih memastikan lagi seberapa banyak dan kuat pasukan makhluk Surgawi yang melindunginya.
Setelah menerima perintah dari Se Tianlan, para tetua tingkat tinggi serta para raja siluman segera pergi menuju ke wilayah Benua Utara.
Sedangkan pasukan Azura, mereka juga di perintahkan untuk mengawasi setiap pergerakan yang di lakukan oleh tetua sekte dan para raja siluman serta untuk melindungi mereka.
Perjalanan mereka untuk bisa tiba di Benua Utara tidak membutuhkan waktu yang lama, sebab Se Tianlan segera menciptakan portal ruang dan waktu agar mereka bisa tiba di Benua Utara hanya dalam waktu singkat.
Kini posisi para raja siluman dan tetua tingkat tinggi sekte Teratai Hitam telah berada di wilayah kekaisaran Mahajanapada yang terletak di Benua Utara.
Mereka pun kini menuju ke wilayah kekaisaran Baiyue.
Sepuluh raja siluman yang berasal dari benua utara segera memerintahkan pasukan siluman yang berada dibawah kekuasaannya untuk mencari informasi mengenai keberadaan tubuh Dewa Naga Surgawi serta kekuatan yang Ma Guang miliki.
Kesepuluh ras Siluman yang berada di Benua Utara segera menuju ke wilayah kekaisaran Zhou untuk melaksanakan perintah sang raja.
Bagi siluman yang berusia 1000 tahun, mereka sudah bisa merubah wujud mereka seperti seorang manusia.
Sehingga mereka bisa mengorek informasi dari manusia secara langsung.
Sedangkan para siluman yang berusia dibawah seribu tahun, mereka hanya bisa mencari letak keberadaan tubuh tersebut secara langsung.
Sebab mereka takut untuk mendekati manusia, karena mereka bisa menjadi buruan para manusia yang membutuhkan inti jiwa serta batu permata yang mereka miliki.
Saat sudah berada diwilayah kekaisaran Baiyue, mereka di arahkan untuk menuju ke wilayah sekte Beruang Matahari.
Raja para siluman merasa takut untuk mendekati wilayah sekte tersebut, sebab mereka bisa menjadi sumber daya yang berharga bagi para murid sekte Beruang Matahari.
Sehingga para tetua tingkat tinggi yang terlebih dahulu pergi mendekati perbatasan wilayah sekte itu.
__ADS_1
Di saat para tetua tingkat tinggi mendekati batas wilayah sekte Beruang Matahari, mereka langsung di cegat oleh para murid senior yang di pimpin oleh seorang tetua tingkat rendah yang bertugas untuk menjaga wilayah perbatasan.
"Siapa kalian? Dan apa tujuan kalian datang ke wilayah sekte kami ini?". Tanya sang tetua yang memimpin para murid untuk berjaga.
Sesosok tetua tingkat tinggi sekte Teratai Hitam segera menjawab pertanyaan tersebut dengan menangkap sang pemimpin yang bertanya sambil mencengkram leher pria itu.
Sedangkan puluhan murid yang baru saja berniat untuk melarikan diri dalam sekejab mata langsung menjadi kabut darah.
Namun tindakan mereka tersebut di saksikan oleh seorang tetua tingkat rendah dari sekte Beruang Matahari yang berada di sisi lain dinding formasi pelindung.
Kelompok tersebut segera membawa pria tua itu yang adalah seorang tetua untuk menggali informasi darinya.
Sang tetua yang melihat kejadian tersebut segera melaporkan hal itu kepada patriark dan juga kepada Hong Mogui yang saat itu telah memiliki kultivasi sebagai seorang Pendekar Raja Dewa.
Namun saat mereka mengetahui bahwa kekuatan dari sepuluh orang yang telah menangkap seorang tetua tingkat rendah semuanya berada di tingkat yang sama, kekuatan keduanya hanyalah sia - sia.
Meskipun di tambah dengan kekuatan leluhur Tien Wan, itu tidak akan mampu untuk mengalahkan mereka.
Kini mereka tidak bisa melakukan tindakan apa pun, selain berharap kepada Huaiying dan juga Hong Yilan.
Sebab pasukan ras Naga saat ini sedang berlatih teknik Formasi Pertempuran, sehingga satu pun dari mereka, tidak ada yang menjaga sekte Beruang Matahari, begitu juga dengan Hong Jiannan.
Agar tidak ada informasi yang jatuh ke tangan musuh, Hong Mogui pun segera meminta bantuan kepada kedua gadis yang memiliki kekuatan yang jauh di atasnya.
Huaiying dan juga Hong Yilan pun segera pergi menuju ke perbatasan wilayah.
Ketiga pendekar raja dewa itu adalah patriark Tien Chou, leluhur Tien Wan dan juga Hong Mogui.
Kecepatan terbang Huaiying dan juga Hong Yilan tidak bisa diikuti oleh ketiga petinggi sekte.
Beberapa saat kemudian, kedua wanita itu pun bisa menyusul kelompok yang membawa seorang tetua tingkat rendah sekte Beruang Matahari.
"Berhenti!". Teriak Hong Yilan untuk menghentikan kelompok tersebut.
Setelah mendengar teriakan Hong Yilan, kesepuluh pria tua itu pun segera menghentikan pergerakan mereka.
Mereka pun menatap ke belakang untuk melihat siapa yang sudah berani menghentikan mereka.
Saat melihat ada dua orang wanita cantik yang menghentikan mereka, seorang pria tua pun segera berkata.
"Ternnyata besar juga nyali kalian berdua yang telah berani mengejar kami".
"Apakah kalian berdua sudah bosan hidup di dunia ini?".
"Ataukah kalian berdua telah siap untuk melayani kami semua?".
Kata - kata yang keluar dari mulut pria tua itu sambil tersenyum mesum menatap ke arah kedua wanita di depannya.
__ADS_1
"Sudah bau tanah masih juga berpemikiran picik seperti itu, apakah kamu merasa mampu untuk melakukan hal itu?". Balas Hong Yilan sambil tersenyum sinis.
"Melihat sikapMu itu membuat hatiKu merasa tertantang untuk menikmati tubuhMu yang indah itu". Balas pria tua itu dengan senyuman mesumnya menatap Hong Yilan.
Sesaat kemudian, akhirnya tiga petinggi sekte Beruang Matahari kini sudah tiba juga di tempat itu.
Huaiying yang bisa merasakan ada juga kekuatan dewa sejati yang sedang mengawasi mereka segera menghubungi Hong Jiannan dan memberitahukan hal tersebut.
Hong Jiannan yang mendapat berita tersebut segera memberitahukan hal itu kepada Ma Guang.
Ma Guang pun yang saat itu sedang berlatih teknik Formasi Pertempuran bersama para petinnggi sekte dan juga para pasukan ras makhluk surgawi langsung merasa terkejut.
"Sialan! Rupanya mereka tidak memberikan waktu bagi kita untuk bisa menguasai teknik ini".
"Mereka ternyata sudah mulai bertindak demi mendapatkan apa yang mereka inginkan". Umpatan yang keluar dari mulut Ma Guang.
Pria itu segera mengajak Jiangjun, Long Wang dan juga Shi Kang untuk segera pergi bersamanya.
"Kalian tetap lanjutkan latihannya, kami akan pergi sebentar karena ada urusan yang sedikit mendesak". Ujar Ma Guang.
"Ayo kita pergi". Ajak Ma Guang kepada tiga pemimpin pasukannya dan diikuti juga oleh Hong Jiannan.
"Rupanya kalian berlima terlalu percaya diri untuk bisa mengalahkan kami".
"Apakah karena kalian berdua adalah pendekar dewa agung sehingga meremehkan kemampuan kami?". Lanjut pria tua itu sambil memberi isyarat dengan melambaikan tangannya.
Tiba - tiba puluhan raja siluman pun muncul di samping kelompok mereka.
"Sialan! Ternyata kita telah di jebak oleh mereka". Umpatan yang keluar dari mulut Hong Mogui.
"Ayah! Sebaiknya kita pergi dari sini, sebab kemampuan para siluman itu setara dengan pendekar dewa agung". Tutur Honng Yilan.
Saat mereka mencoba untuk melarikan diri, tindakan itu sudah terlambat.
Sebab kini posisi mereka telah di kepung oleh puluhan raja siluman.
"Kenapa manis? Mau mencoba untuk melarikan diri?". Tanya pria tua itu lagi.
"Bukankah tadi kamu telah memberikan tantangan kepadaKu?".
"Bagaimana sekarang? Apakah kamu masih bisa berkata seperti itu lagi kepadaKu?".
"He...he...he...he...he...rupanya kali ini kita mendapatkan suatu keindahan yang sangat menggiurkan untuk di nikmati". Ucap pria tua itu sambil mengisap bibirnya sendiri.
"Ayo, tangkap mereka semua!". Teriak pria tua itu sambil menatap ke arah para raja siluman.
~Bersambung~
__ADS_1