
Di wilayah kekaisaran Zhou.
Xia Jiao yang menyelidiki tempat markas besar sekte Kalajengking Merah akhirnya menemukannya.
Gadis itu pun mulai memperhitungkan kekuatan yang ada di sekte tersebut.
Karena dirinya merasa sanggup untuk memporak porandakan sekte itu, akhirnya gadis itu mulai melakukan aksinya.
Di atas udara sekte Kalajengking Merah, Xia Jiao mulai menajamkan tatapannya untuk melihat keberadaan ketua sekte itu.
Saat dirinya sudah mengetahui keberadaan patriak Xiezi Wang, gadis itu mulai membantai satu persatu setiap anggota sekte Kalajengking Merah.
Tidak ada satu pun yang mampu melarikan diri dari serangan Xia Jiao secara diam - diam.
Dari area luar sampai perlahan - lahan mulai memasuki pertengahan wilayah sekte itu, Xia Jiao terus membantai setiap anggota sekte yang di temuinya.
Tubuh para murid sekte tersebut langsung berserakan saat terkena pukulan dari Xia Jiao.
Gadis itu terus melakukan keinginan dan hasratnya untuk menghabisi anggota sekte yang telah membunuh penduduk di desanya beserta yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Gadis itu seperti sedang menikmati apa yang sedang di lakukannya.
Tidak ada seorang murid pun yang bisa melaporkan situasi yang sedang terjadi itu. Hal itu disebabkan karena siapa pun yang melihat kejadian itu, sudah pasti akan kehilangan nyawanya.
Saat sudah ada ratusan murid sekte Kalajengking Merah yang terbunuh di tangan gadis itu, seorang tetua tingkat tinggi dapat melihat hal itu dan langsung melaporkannya kepada patriak.
Setelah melaporkan hal tersebut, tetua itu langsung menghadapi Xia Jiao agar mencegah gadis itu untuk terus melakukan pembantaian di sektenya itu.
"Gadis sialan! Siapa kamu yang sudah berani melakukan pembantaian di sekte kami ini!?". Teriak tetua tersebut dengan geram.
Saat mendengar teriakan pria tua itu, Xia Jiao langsung memalingkan pandangannya kearah suara yang berteriak itu.
Setelah dirinya melihat sosok pria tua yang sedang melesat kearahnya, gadis itu langsung menyambut dengan telapak tangan sambil mendorong energi Qi miliknya.
Pria tua itu langsung melepaskan serangannya untuk menyambut serangan dari Xia Jiao.
Duuuuaaarrrr
Bunyi ledakan yang di hasilkan dari benturan dua energi Qi yang di lepaskan oleh keduanya.
__ADS_1
Tubuh pria tua itu langsung terpental lagi kebelakang karena di dorong oleh energi Qi milik Xia Jiao.
Tubuh pria tua itu langsung terjatuh ke tanah dengan posisi belakang tubuhnya yang terlebih dahulu menyentuh tanah.
"Aaccckkkhhh".
Teriak pria tua itu saat tubuhnya membetur permukaan tanah.
"Sial! Ternyata gadis ini memiliki tingkat kultivasi yang lebih tinggi dariKu". Gumam tetua itu sambil menahan rasa sakit di tubuhnya.
Saat Xia Jiao ingin kembali menyerang pria tua yang tingkat kultivasinya sudah berada di tingkat pendekar langit awal tingkat puncak itu, langkahnya langsung di hentikan oleh suara seorang pria tua lainnya yang kini baru saja datang bersama ratusan anggota sekte itu.
"Berhenti! Siapa kamu? Mengapa kamu membuat kekacauan di sekteKu ini?". Teriak Xiezi Wang yang adalah ketua di sekte tersebut.
"Siapa aku itu tidak penting, yang terpenting saat ini adalah, aku ingin melenyapkan sekte ini dari muka bumi ini!". Ujar Xia Jiao menanggapi pertanyaan Xiesi Wang.
Saat Xia Jiao berbicara, Xiesi Wang langsung memeriksa tingkat kultivasi gadis itu.
"Ternyata tingkat kultivasi gadis ini lebih tinggi dari tingkat kultivasiKu, ini adalah suatu masalah yang serius bagi sekte kita ini jika gadis itu tidak bisa di bujuk". Gumam ketua Xiesi Wang di dalam hatinya.
"Nona! Sepertinya kita harus menyelesaikan masalah ini dengan baik - baik, agar supaya tidak ada kesalapahaman di antara kita". Ucap Xiezi Wang meredahkan amarah gadis tersebut.
"Oh, begitu yah!? Tetapi menurutKu, sejak kapan sekte aliran hitam seperti kalian ini ingin berbicara dengan baik - baik disaat menemukan mangsa kalian!?". Ujar Xia Jiao sambil menyeringai menatap kearah Xiezi Wang.
Melihat hal itu, Xiezi Wang langsung memanggil Hong Mogui jenius di sektenya itu yang kini kultivasinya sudah mencapai pendekar agung tingkat dasar bersama seorang pendekar agung tingkat puncak yang berasal dari sekte besar aliran hitam di benua tengah.
"Tebaran Bunga Persik!". Teriak Xia Jiao sambil melepaskan serangan energi Qi miliknya yang kini sudah berbentuk ratusan kelopak bunga persik yang kemudian langsung mekar dan menunjukkan mahkotanya sebelum meledak.
Saat mahkota bunga persik itu terlihat, di saat itu juga ledakan terjadi dan membuat ketua Xiezi Wang bersama para anggota sekte yang lain langsung membuat perisai perlindungan.
Namun, walau pun sudah membuat perisai pelindung di tubuh mereka masing - masing, tetapi ledakan itu masih bisa membuat para anggota yang tingkat kultivasinya masih dibawah pendekar petapa suci, langsung terhempas dan terluka parah.
Sedangkan para petinggi sekte yang sudah mencapai tingkat kultivasi sebagai pendekar petapa suci juga mendapatkan dampak yang cukup berarti, sehingga mereka juga mendapatkan luka luar yang serius.
Xiezi Wang sendiri, karena dirinya sudah mencapai pendekar spiritual tingkat menengah, dirinya hanya terhempas namun tidak terluka sedikit pun.
Tetapi hal itu tidak sampai disitu saja, sebab Xia Jiao kini langsung melancarkan kembali serangannya kearah Xiezi Wang.
"Pukulan Bunga Persik". Teriak Xia Jiao sambil melepaskan sebuah kelopak bunga persik seukuran bola basket melesat dengan cepat menuju ke arah Xiezi Wang.
__ADS_1
Mata pria tua itu langsung terbelalak saat melihat serangan Xia Jiao dengan cepat mengarah lagi kearahnya.
Saat serangan tersebut akan mengenai tubuh Xiezi Wang, sebuah bayangan berkelebat dan langsung menyelamatkan tubuh pria tua itu.
Serangan Xia Jiao langsung menerjang udara kosong sejauh puluhan meter dari tempat dimana Xiezi Wang berdiri dan hilang di udara dengan perlahan.
Kini terlihat sudah bertambah dua sosok pria lagi.
Yang satu masih terlihat muda, berbadan besar dan kekar serta rambutnya berwarna merah, di punggung pria muda itu terlihat dua buah golok. Pria itu adalah Hong Mogui, murid jenius di sekte Kalajengking Merah.
Dan yang satunya lagi sudah terlihat tua. Dia adalah utusan dari sekte besar aliran hitam yang berada di benua tengah.
Melihat kedua orang yang tingkat kultivasinya setara dan juga lebih tinggi darinya, Xia Jiao langsung memutar otaknya untuk merencanakan sesuatu.
Gadis itu kembali mengerahkan energi Qi miliknya dan langsung melesatkan kearah kedua pria tersebut.
"Pukulan Bunga Persik". Teriak Xia Jiao yang menyerang kedua pria yang baru saja tiba tersebut.
Tidak hanya itu saja, gadis itu langsung mencabut pedangnya dan menuju kearah anggota sekte Kalajengking Merah yang kini sudah dalam keadaan terluka.
Melihat serangan Xia Jiao mengarah kearah keduanya. Kedua pria itu langsung menyambut serangan tersebut dengan kemampuan mereka berdua.
Booommm
Bunyi ledakan yang di akibatkan oleh serangan Xia Jiao dan juga serangan kedua orang yang di serangnya.
Saat bunyi ledakan itu terjadi, gadis itu sudah melesat kearah anggota yang lain dan langsung menebas leher mereka.
Tidak ada yang bisa menghindari serangan pedang Xia Jiao tersebut.
Setelah menebas leher puluhan anggota sekte Kalajengking Merah, Xia Jiao langsung melesat meninggalkan area sekte tersebut.
Benturan energi Qi dari Xia Jiao dan juga kedua orang yang di serangnya mengakibatkan debu yang bertebaran di udara.
Saat debu yang bertebaran sudah berkurang, Hong Mogui dan juga pria yang satunya lagi sudah tidak melihat sosok Xia Jiao di depan mereka.
Saat pandangan mata keduanya melihat kearah para tetua yang berada di belakang mereka, mata keduanya terbelalak saat melihat tubuh puluhan tetua kini telah terpisah dengan kepala mereka masing - masing.
"Sialan! Gadis itu sudah melarikan diri, namun masih bisa menyempatkan diri untuk membunuh para tetua kita". Ujar Hong Mogui dengan geram.
__ADS_1
Keduanya langsung melesat terbang untuk mengejar Xia Jiao.
~Bersambung~