
Xia Jiao langsung bertanya kepada Shi Feng.
"Guru! Kita saat ini berada dimana!?".
"Ini adalah tempat yang biasa aku tinggali, dan disinilah tempat untuk kalian berlatih". Jawab Shi Feng.
Mendengar jawaban yang di berikan oleh Shi Feng, Xia Jiao langsung merasa senang karena bisa merasakan energi alam yang sangat kuat di tempat tersebut.
Setelah gadis itu menatap di sekeliling tempat itu, bibirnya langsung mengembang karena melihat ada berbagai macam tanaman yang memiliki khasiat yang sangat tinggi untuk di jadikan obat - obatan serta sumber daya untuk meningkatkan kultivasi.
Shi Feng yang melihat perubahan raut wajah gadis itu langsung merasa senang juga, sebab dia sudah memastikan bahwa gadis itu adalah seorang alkemis.
Sedangkan Ma Guang dan juga lainnya masih merasa tidak percaya dengan perubahan yang di tunjukkan oleh sikap Xia Jiao.
Duan Meng langsung merasa tidak nyaman dengan apa yang baru saja dia alami saat itu.
"Guang gege! Aku melihat tatapan nona Xia sangat membenci diriKu, dia mengatakan bahwa diriKu yang menyebabkan dia tidak bisa memiliki gege". Ucap Duan Meng dengan wajah yang sangat sedih.
Ma Guang langsung menghibur wanita cantik itu setelah mendengar apa yang dikatakannya.
Setelah menghibur Duan Meng, Ma Guang langsung menyampaikan rahasia tentang letak sekte baru mereka kepada Duan Jun agar menghubunginya melalui kekuatan jiwa setelah mereka selesai mengikuti kompetisi.
Ma Guang pun mendekati Zhou Lu Yun untuk menanyakan tentang ketetapan hatinya untuk selalu berada di samping Ma Guang.
Zhou Lu Yun langsung menjawab pertanyaan itu dengan sangat yakin bahwa dirinya ingin selalu bersama - sama dengan Ma Guang.
Akhirnya mereka berempat pergi meninggalkan Duan Jun dan menuju ke istana kekaisaran.
Ma Guang langsung bertemu dengan seorang prajurit untuk melaporkan bahwa dirinya ingin bertemu dengan kaisar.
Prajurit yang mendengar nama Ma Guang langsung bergegas pergi untuk menghadap sang kaisar dan menyampaikan hal itu.
"Hamba menghadap kepada Yang Mulia Kaisar untuk menyampaikan suatu hal penting". Ucap prajurit jaga tersebut sambil bersujud.
"Hal penting apa yang ingin kamu sampaikan?". Tanya sang kaisar.
"Ada seseorang yang ingin menemui Yang Mulia". Jawab prajurit tersebut.
"Siapa orangnya!?". Tanya kaisar lagi.
"Seseorang yang telah di titipkan sebuah permata oleh Yang Mulia beberapa tahun yang lalu". Jawab prajurit tersebut.
__ADS_1
Sang kaisar langsung tersentak mendengar hal itu, sebab yang di maksudkan oleh prajurit tersebut sudah bisa di pahami olehnya.
"Baiklah! Aku akan menemuinya secara pribadi". Ujar sang kaisar.
Kaisar pun langsung bergegas menuju ke tempat dimana Ma Guang dan kelompoknya berada.
Para jenderal yang ingin mengikutinya langsung di cegah oleh kaisar.
Namun keempat pendekar langit yang ada tetap mengawasi pergerakan kaisar demi untuk menjaga keamanannya.
Setelah tiba di suatu ruangan kaisar pun langsung menatap seorang gadis yang bersama - sama dengan Ma Guang.
"Yun'er! Ternyata kamu saat ini sudah besar dan terlihat sangat cantik. Bagaimana? Apakah kamu sudah siap untuk tinggal di istana ini?". Tanya sang kaisar.
"Ayah! Yun'er akan terus bersama dengan pendekar Ma! Kejadian barusan yang menimpa kota Louyang, salah satunya di akibatkan oleh diriKu, sebab putra patriak Beruang Putih menginginkan kita bertiga untuk menjadi wanita penghiburnya. Dan wajah kami juga sudah di lihat oleh banyak orang, sehingga kami berempat harus secepatnya meninggalkan kota ini".
Zhou Lu Yun mengungkapkan alasan serta penyebabnya mengapa pertempuran itu terjadi.
Kaisar yang mendengar hal tersebut pikirannya langsung memikirkan sekuat apa pendekar muda yang ada di depannya saat ini, karena dirinya baru saja membunuh dua orang pendekar langit dan juga selamat dari kejaran puluhan pendekar langit, sehingga dirinya bisa bertemu lagi dengan pemuda tersebut.
Kaisar langsung mengiyahkan keputusan putrinya itu dan langsung menyuruh mereka untuk segera pergi dari kota Louyang.
Ma Guang pun memberitahukan bahwa formasi pelindung yang menyelimuti kota Louyang hanya bisa di masuki oleh pendekar suci kebawah.
Setelah selesai, Ma Guang bersama tiga wanita cantik lainnya langsung melesat pergi meninggalkan kota itu.
Sang kaisar langsung menggelengkan kepala saat memikirkan kekuatan Ma Guang saat itu.
Keempat pendekar langit yang mengetahui hal itu, langsung terkejut dengan kemampuan yang dimiliki oleh Ma Guang.
"Sangat kuat! Tingkat kultivasinya saja tidak bisa kita lihat. Sebenarnya seberapa kuat pemuda itu?". Gumam seorang di antara keempatnya.
Kaisar pun langsung kembali ke aula utama istana untuk bertemu dengan para petinggi kekaisaran yang ada.
Keempat muda mudi itu langsung mendarat di sebuah bangunan yang di buatkan untuknya.
Di belakang bangunan tersebut dengan jarak sekitar seratus meter jauhnya terdapat formasi penghalang untuk memasuki goa yang menjadi pintu masuk untuk menuju ke dunia dewa surgawi.
Di sekitar wilayah tersebut hanya satu bangunan itu yang didirikan, tidak akan ada lagi bangunan lain yang akan di bangun di area tersebut.
Area itu telah di jadikan area terlarang untuk para tetua dan para murid, hanya patriak saja yang bisa pergi untuk mengunjungi bangunan itu.
__ADS_1
Ma Guang pun langsung membuat formasi tingkat tinggi di altar agar para leluhur juga tidak bisa mengetahui apa yang ada di dalamnya.
Dan di dalam goa tersebut akan menjadi tempat bagi para leluhur untuk berkultivasi.
Sedangkan untuk ketiga wanita yang selalu bersama dengan Ma Guang, karena tingkat kultivasi mereka masih berada di tingkat pendekar suci, mereka harus mencapai terlebih dahulu setidaknya di tingkat pendekar agung tingkat puncak agar tubuh mereka sudah bisa memasuki dunia dewa surgawi.
Hal itulah yang menjadi alasan bagi pendekar muda itu sehingga masih belum mengijinkan para leluhur atau pun Yuan Jiali untuk memasuki dunia dewa surgawi tersebut.
Ketiga gadis tersebut hanya bisa berkultivasi di dalam goa bersama dengan para leluhur.
Ma Guang sendiri akan menyiapkan inti jiwa bagi mereka untuk bisa menjadi seorang pendekar langit, namun hal itu setelah mereka mencapai batas akhir kekuatan puncak pendekar suci agar mereka mampu untuk mengendalikan inti jiwa seekor makhluk spiritual untuk menjadi inti jiwa mereka.
Ma Guang langsung membawa ketiganya untuk berkultivasi di dalam goa.
Duan Meng masih akan membuka dua gerbangnya serta membuka ruang dantian atas miliknya agar bisa menjadi pendekar suci puncak.
Sedangkan Zhou Lu Yun sendiri akan membuka enam gerbang lagi, setelah itu dirinya sudah bisa membuka ruang dantian bagian atas.
Ma guang langsung memberikan petunjuk kepada kedua wanita cantik itu untuk membuka gerbang berikutnya.
Setelah itu, Ma Guang langsung memasuki dunia dewa surgawi untuk meningkatkan kultivasinya.
Di atas sebuah lubang besar sedalam seratus meter, para pendekar langit sedang menanti seseorang untuk keluar dari dasar lubang tersebut.
Sebab dari awal mereka memang tidak bisa merasakan aura dari pendekar yang mereka kejar, sehingga mereka berpikir pemuda itu masih berada di dasar lubang tersebut.
Setelah semuanya telah memulihkan energi Qi milik mereka, patriak Ard Sahan langsung memerintahkan seorang tetua untuk masuk ke dalam lubang tersebut dan mengecek keadaan di dalamnya.
Hal itu sudah bisa di lakukan karena kekuatan mereka sudah kembali ke puncaknya.
Setelah seorang pendekar langit masuk, dan beberapa saat kemudian dirinya keluar lagi, tidak ada sesuatu yang terjadi pada dirinya.
"Tubuh pemuda itu tidak berada di dasar lubang ini, serta jejaknya sedikit pun tidak bisa di deteksi". Ucap tetua yang memasuki lubang tersebut.
"Bagaimana mungkin dia bisa keluar dari tempat ini tanpa sepengetahuan dari kita semua yang tidak pernah melepaskan sedetik pun pandangan kita dari lubang ini!?". Ujar patriak Ard Sahan.
Mereka pun langsung memutuskan untuk kembali kesekte mereka dan memanggil seorang pelukis yang sangat terkenal untuk melukis wajah pemuda itu sesuai dengan deskripsi yang akan di gambarkan oleh mata - mata yang pernah melihat wajah pendekar muda itu.
Dan gambar tersebut akan di bagikan kepada mata - mata dari sektenya agar mereka bisa untuk melacak keberadaan pendekar muda tersebut.
Tidak ketinggalan juga wajah dari ketiga wanita yang bersamanya, agar mereka bisa menangkap juga para wanita itu untuk dijadikan sandera.
__ADS_1
~Bersambung~