
Pertemuan dua kekuatan pendekar dewa pun terjadi.
Ledakan - ledakan besar kini mulai terdengar di seluruh area medan pertempuran.
"Kakak! Sepertinya mereka juga mengetahui rencana kita untuk menyingkirkan mereka!." Tutur Long Disi kepada Long Disan menggunakan kekuatan spiritual.
"Sepertinya memang demikian!." Balas Long Disan menanggapi.
"Kita lihat saja perkembangan di medan pertempuran! Jika sudah membosankan, kita langsung habisi saja mereka semua!." Lanjut Long Disan.
"Siapa yang harus kita habisi?." Tanya Long Disi.
"Semua pasukan dari kekaisaran Zhou! Namun kita harus menyisahkan istri dari Ma Guang itu untuk menjadi sandera kita." Jawab Long Disan.
Pertempuran yang terjadi di atas udara itu membuat salah satu teknik milik sekte Iblis Darah tidak bisa di gunakan, yaitu teknik bayangan pengikat.
Sehingga ketua Dongsi memerintahkan para tetua sektenya untuk mengeluarkan asap beracun dari dalam tubuh mereka secara bersamaan sambil mengepung pasukan lawan.
Tidak lama kemudian, pasukan kekaisaran Zhou yang adalah anggota pasukan keluarga bangsawan Lai terlihat mulai berjatuhan dari udara karena tidak bisa menahan serangan asap beracun milik anggota sekte Iblis Darah.
Melihat hal tersebut, pasukan kekaisaran Yue Wu yang adalah anggota dari sekte Bunga Lotus langsung melesat menyerang pasukan yang berjatuhan tersebut.
Karena tubuh mereka sudah tidak lagi di lindungi oleh perisai pelindung, sehingga setiap pukulan dari anggota sekte Bunga Lotus yang mengenai tubuh, langsung membuat mereka menjadi kabut darah.
Duar...duar...duar...duar...duar
Bunyi ledakan yang terjadi saat pukulan mengenai tubuh anggota keluarga bangsawan Lai dan membuat mereka menjadi kabut darah.
Kejadian tersebut membuat para anggota sekte Iblis Darah yang memiliki kultivasi sebagai pendekar langit yang awalnya telah mundur, kini kembali berebut inti jiwa dan cincin penyimpanan dari setiap pendekar dewa yang baru saja tewas tersebut.
Inti jiwa setiap pendekar dewa yang tewas akan di serap oleh mereka untuk meningkatkan kultivasi.
Jika seorang pendekar langit yang masih berada di tingkat pendekar petapa ke bawah, dengan menyerap inti jiwa dari seorang pendekar dewa, bisa meningkatkan kultivasi mereka untuk naik dua tingkat di atasnya.
Sedangkan untuk pendekar yang sudah berada di tingkat pendekar petapa suci dan pendekar spiritual, kultivasi mereka hanya akan naik satu tingkat saja.
Dan jika inti jiwa pendekar dewa di serap oleh pendekar agung, hanya akan meningkatkan energi Qi mereka.
Itulah yang membuat mereka saling berebut inti jiwa dari setiap pendekar dewa yang telah gugur di pertempuran itu.
Melihat sudah banyak anggota pasukannya yang berjatuhan, Lai Ying pun melesat ingin menyerang anggota sekte Bunga Lotus agar menghentikan tindakan mereka untuk membunuh setiap anggotanya yang berjatuhan dari udara.
"Aku tidak akan membiarkan kalian berbuat seenaknya kepada setiap anggota pasukanKu!." Tutur Lai Ying sambil melepaskan serangan puncak miliknya ke arah anggota sekte Bunga Lotus.
Xu Kian yang melihat Lai Ying melesat ke arah anggota sektenya tidak tinggal diam juga, pria tua itu pun melesat terbang menyambut serangan Lai Ying.
__ADS_1
Booommm
Bunyi ledakan yang dihasilkan oleh karena benturan serangan Lai Ying dan juga Xu Kian.
Setiap pendekar dewa bumi yang terkena dampak ledakan kedua energi tersebut langsung terpental.
Sedangkan untuk pendekar dewa langit hanya terdorong sedikit.
Namun tubuh Lai Ying langsung terpental sejauh lima puluh meter di udara setelah ledakan tersebut.
Sedangkan tubuh Xu Kian hanya terdorong sejauh dua puluh meter saja.
Hal itu karena tingkat kultivasi Lai Ying berada di bawah kultivasi Xu Kian.
Lai Ying adalah seorang pendekar dewa surgawi menengah.
Sedangkan Xu Kian adalah seorang pendekar dewa surgawi puncak.
Perbedaan tersebut sudah bisa di tentukan pemenangnya jika bertarung dan terbawa emosi.
Namun akan sangat sulit di kalahkan jika bertarung menggunakan ketenangan serta kecerdikan.
Di tempat yang lain, ketua sekte Kura - Kura Api Lan Xang kini sedang bertarung dengan ketua Dongsi.
Keduanya mulai melepaskan serangan - serangan terbaik mereka tampak beracun pun terus mengintai tubuh Lan Xang.
Beberapa kali tapak Ketua Dongsi mengenai perisai pelindung milik Lan Xang.
Namun serangan tapak beracun milik ketua Dongsi tidak bisa menghancurkan perisai pelindung milik ketua Lan Xang.
"Ternyata kekuatan pertahanan perisai pelindung milik sekte Kura - Kura Api benar - benar sangat kuat!." Pikir Ketua Dongsi.
"Kamu terlalu menganggap remeh diriKu! Saat seperti ini saja kamu masih sempat memikirkan hal lain!." Tutur Lan Xang.
"He...he...he...he...he! Aku tidak menganggap remeh diriMu, tetapi menurutKu pertarungan kita ini terlalu membosankan!." Balas ketua Dongsi.
"Baiklah! Aku akan segera mengakhiri pertarungan ini dengan membunuh diriMu!." Ujar Lan Xang.
"Ha...ha...ha...ha! MenurutKu kamu itu terlalu percaya diri!." Balas Dongsi.
Keduanya pun saling mengerahkan kemampuan mereka masing - masing.
Cakar dan tapak mulai beradu, gelombang energi kekuatan keduanya mulai menyebar ke segala arah, membuat tubuh para pendekar dewa bumi dan pendekar dewa langit terdorong saat terkena ledakan energi Qi milik kedua orang tua tersebut.
Dongsi terus melepaskan serangan asap hitam beracun miliknya untuk melemahkan kekuatan Lan Xang.
__ADS_1
Hal itu karena Dongsi tidak bisa menembus perisai pelindung milik Lan Xang.
Sedangkan Lan Xang sendiri, kini mulai disibukkan dengan asap beracun milik ketua Dongsi.
"Sial! Racun pria busuk ini sangat menyulitkan bagiKu! Aku harus selalu berhati - hati untuk menghadapinya! Jika sedikit saja aku menghirup asap beracun ini, hidupKu bisa berakhir di tangannya!." Pikir Lan Xang.
Tanpa Lan Xang sadari, asap beracun milik Ketua Dongsi itu bukan saja akan bereaksi jika terhirup, melainkan racun itu juga akan bereaksi dengan perlahan saat terkena tubuh lawan.
Tidak lama kemudian, pergerakan ketua Lan Xang mulai melambat dan tidak bisa mengimbangi kecepatan pergerakan ketua Dongsi.
"Ada apa dengan tubuhKu ini? Mengapa semakin lama semakin sulit untuk di gerakkan!?." Gumam Ketua Lan Xang di dalam hatinya.
"Cepat menjauh darinya! Jika kamu tetap berada di dekatnya, tidak lama lagi kamu akan kehilangan nyawaMu!." Terdengar suara terngiang di telinga Ketua Lan Xang.
Dan suara itu tidak lain berasal dari leluhur agung Lan Fengsi melalui kekuatan spiritualnya.
Hal itu di lakukan oleh leluhur agung Lan Fengsi karena selalu memperhatikan pertarungan antara ketua Lan Xang dan juga ketua Dongsi.
Sehingga leluhur agung Lan Fengsi bisa mengetahui apa yang ketua sektenya alami saat itu.
Mendengar perkataan leluhur agung sektenya, Lan Xang langsung bergerak mundur.
Melihat lawannya bergerak mundur, Ketua Dongsi pun tersenyum mengejek menatap lawannya tersebut dan berkata.
"Apakah perisai pelindung yang kabarnya adalah pertahanan terkuat di dunia persilatan itu tidak bisa membuatMu untuk tetap bertarung lebih lama lagi melawan diriKu?." Tutur Dongsi.
"Hei pria busuk! Jika kamu tidak menggunakan asap beracunMu itu, sudah bisa di pastikan kamu akan terbunuh di tanganKu!." Balas ketua Lan Xang dengan nada suara yang geram.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Jika kamu juga tidak bersembunyi di dalam cangkangMu itu, sudah sejak awal aku sudah bisa memusnahkan diriMu dari hadapanKu! Jadi tidak perlu lagi kamu beralasan, karena saat ini kita berada didalam medan pertempuran!." Balas Ketua Dongsi.
Ketua sekte Iblis Darah itu kemudian melesat dengan cepat untuk menyerang ketua Lan Xang.
Namun ketua Lan Xang kembali bergerak dengan cepat juga untuk mundur agar bisa memulihkan tubuhnya dari racun yang sedang menggerogoti tubuhnya saat itu.
Dengan kemampuan puncaknya, ketua Dongsi langsung melepaskan serangan tapak beracun miliknya kearah tubuh ketua Lan Xang.
Energi Qi berwarna hitam dan terlihat sedikit berwarna hijau itu melesat dengan cepat menerjang tubuh ketua Lan Xang.
Mendapatkan serangan tersebut, ketua Lan Xang segera mengerahkan kekuatannya yang bisa dia keluarkan saat itu untuk membendung serangan tersebut.
Booommmm
Bunyi ledakan benturan antara kedua kekuatan milik ketua Dongsi dan ketua Lan Xang.
Tubuh ketua Lang Xang langsung terpental kebelakang sejauh seratus meter saat di sambut oleh leluhur agung Lan Fengsi.
__ADS_1
Sedangkan posisi ketua Dongsi masih tetap berdiri di tempatnya dengan senyuman yang penuh dengan kemenangan.
~Bersambung~