
Pasukan Ma Guang sudah berlatih dengan keras selama empat bulan kemudian. Usia Ma Guang pun sudah bertambah setahun.
Ma Guang langsung menguji kekuatan pertahanan prajuritnya dalam menggunakan perisai untuk menghadang serangan pasukan berkuda.
Setiap prajurit sudah bersiap dengan posisi berdiri. Salah satu kaki terkuat mereka berada di belakang sebagai pertahanan.
Sedangkan setiap prajurit lainnya berlari dan melompat menendang perisai tersebut.
Posisi kedua dalam keadaan seperti berjongkok dengan ujung perisai bagian bawah di letakkan di atas tanah dengan posisi kemiringan sekitar empat puluh lima sampai enam puluh derajat. Setelah itu setiap prajurit dengan memikul beban sekitar enam puluh kilo gram dan melompat naik ke atas perisai tersebut.
Semua kekuatan, kecepatan, ketahanan fisik serta kemahiran dalam menggunakan tombak, pedang, panah, perisai baik dalam posisi berjalan, berlari mau pun sambil menunggang kuda. Semuanya telah di uji oleh Ma Guang.
Ma Guang memerintahkan kepada Yuan Gao untuk merekrut pendekar - pendekar bebas dari wilayah negara - negara utama yaitu Chu, Han, Qin, Wei, Yan dan Zhao dan juga negara - negara minor yaitu Ba, Cai, Lai, Lu (berbeda dengan kota Lu yang adalah ibu kota propinsi Jibei tempat cabang paviliun), Shu, Song, Teng, serta negara - negara lainnya. Hal itu agar bisa mendapatkan informasi dari setiap wilayah negara lawan.
Seluruh informasi yang ada di setiap wilayah kerajaan, semuanya di ambil dan di teliti kebenarannya, agar setiap informasi yang akan di jual, selalu akurat dan tidak akan mengecewakan bagi pencari informasi. Dan hal ini pula akan sangat membantu bagi keamanan jasa pengawalan.
Setelah beberapa pekan kemudian, akhirnya Ma Guang mendapatkan perintah dari raja untuk membantu pasukan yang berada di wilayah propinsi Jiaoxi dan juga propinsi Langya yang berbatasan langsung dengan wilayah kerajaan Lai.
Setelah selesai melakukan patroli dan pembersihan di wilayah yang berbatasan dengan kerajaan Lai. Pasukan Ma Guang juga akan melanjutkan operasi dan pembersihan di wilayah perbatasan bagian barat dan juga wilayah perbatasan bagian utara dari kerajaan Qi.
Pasukan Ma Guang akan melakukan perjalanan dari ibu kota kerajaan Qi, yaitu kota Yingqiu menuju ke kota Pingdu dengan jarak sekitar 265 kilo meter. Dan dari kota Pingdu berpatroli sampai ke kota Buqi wilayah propinsi Langya dengan jarak sekitar 235 kilo meter. Pasukan Ma Guang bisa sampai sepuluh hari sampai 12 hari untuk menempuh perjalanan tersebut. Namun karena mereka akan melakukan patroli dan akan melakukan operasi pembersihan di wilayah yang berbatasan dengan kerajaan Lai maka perjalanannya dari kota Pingdu sampai ke kota Buqi akan memakan waktu yang lama.
Pasukan Ma Guang akan melakukan perjalanan hingga kembali ke ibu kota kerajaanQi, yaitu kota Yingqiu akan menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 2.650 kilo meter. Sehingga akan memakan waktu yang panjang.
Akhirnya Ma Guang dan juga pasukannya mulai melakukan perjalanan.
Xia Jiao menunggang kuda di sebelah kanan Ma Guang. Sedangkan Yuan Jiali menunggang kuda di sebelah kiri Ma Guang. Sedangkan seorang komandan yang menguasai wilayah yang akan mereka lewati, berjalan paling depan sebagai penunjuk jalan.
Pasukan Ma Guang terdiri dari 200 orang pasukan berkuda dan 300 orang pasukan infanteri atau pasukan yang berjalan kaki.
200 orang pasukan berkuda adalah prajurit - prajurit terbaik dalam melakukan pertempuran dengan menunggang kuda.
Ma Guang meminta informasi dari Yuan Gao dan Yuan Gao mengirimkan informasi melalui burung merpati.
Perjalanan mereka saat ini menuju ke kota Pingwang yang berjarak 125 kilo meter ke arah timur dari kota Yingqiu.
Setelah matahari sudah mulai condong ke barat dan sekitar 2 jam lagi akan gelap. Pasukan Ma Guang langsung membuat tenda untuk tempat mereka beristirahat.
Sedangkan tenda utama akan di tempati oleh Ma Guang dan juga Xia Jiao serta Yuan Jiali.
Prajurit membuatkan tiga ranjang di tenda utama.
__ADS_1
Malam hari itu, saat mereka sudah selesai makan malam bersama, karena masih penasaran dengan kata - kata Xia Jiao, sehingga Ma Guang melontarkan pertanyaan kepada Gadis tersebut.
"Nona Xia! Apakah aku boleh bertanya?." Ucap Ma Guang.
Xia Jiao langsung menatap kearah Ma Guang.
"Apa yang ingin jenderal tanyakan?." Ucap Xia Jiao secara formal karena jabatan Ma Guang adalah seorang jenderal.
"Kenapa waktu lalu nona Xia menyebutKu sebagai pria bodoh?." Tanya Ma Guang.
"Memangnya kenapa jika aku menyebutMu sebagai pria bodoh?." Xia Jiao menyanggah perkataan pemuda itu.
"Tidak apa - apa sih! Tetapi aku juga ingin mengetahui penyebabnya sehingga nona Xia memanggilKu pria bodoh." Ucap Ma Guang.
"Kamu itu memang bodoh dalam hal untuk mengerti dengan hati, pikiran serta perasaan dari seorang wanita." Ucap Xia Jiao.
Sedangkan Yuan Jiali hanya diam saat mendengar pembicaraan kedua orang tersebut.
"Memangnya hati, pikiran serta perasaan dari perempuan yang mana yang tidak aku mengerti? Apakah perempuan itu adalah kalian berdua?." Ucap Ma Guang.
"Iya! Perempuan itu adalah kami berdua!." Ucap Xia Jiao dengan nada suara yang tegas.
"Itu menurutMu!." Ucap kedua gadis itu secara serentak.
Ma Guang langsung terperanjat saat mendengar suara kedua gadis tersebut.
Karena suara kedua gadis itu sangat kuat, sehingga beberapa prajurit yang sedang berjaga langsung menuju ke tenda tersebut.
Para prajurit tersebut sudah siap dengan tombak dan juga pedang mereka.
Ma Guang pun langsung menyambut para prajurit tersebut dan membubarkannya.
"Sudah! Kalian kembali melanjutkan tugas kalian, disini tidak ada masalah apa pun." Ucap Ma Guang.
Para prajurit jaga langsung pamit undur diri dan melanjutkan tugas mereka.
"Baiklah! Mari kita beristirahat." Ucap Ma Guang menutup pembicaraan mereka malam itu.
"Sialan! Dia tidak melanjutkan pertanyaannya. Padahal aku sudah siap untuk memberitahukan isi hatiKu kepadanya." Gumam Xia Jiao sambil menatap ke arah Ma Guang yang sudah menuju ke ranjang miliknya.
"Predikat itu sangat tepat untuk dirinya, karena dia memang tidak pernah mengerti dengan apa yang kita pikirkan." Ucap Yuan Jiali.
__ADS_1
Ma Guang sendiri telah menajamkan persepsi indra pendengarannya. Sehingga pemuda itu bisa mendengar apa yang Yuan Jiali katakan.
"Apa yang mereka maksudkan? Aku akan mendengar pembicaraan mereka." Gumam Ma Guang.
"Nona Xia! Apakah hal ini akan berjalan seperti ini terus menerus?." Tanya Yuan Jiali.
"Tidak! Kita harus membuat dirinya mengerti dengan apa yang kita pikirkan." Ucap Xia Jiao.
"Terus, apa yang akan kita lakukan agar dia bisa mengerti dengan pikiran kita?." Tanya Yuan Jiali.
"Bagaimana jika kita pergi dan tidur bersama - sama di ranjangnya? Ukuran ranjangnya cukup untuk kita bertiga." Ucap Xia Jiao.
"Boleh juga ide nona Xia. Tetapi kita biarkan dirinya terlelap dahulu baru kita pergi dan tidur di sampingnya." Ucap Yuan Jiali menambahkan.
"Apa!? Mereka berdua ingin tidur bersamaKu!?." Ini tidak benar! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Gumam Ma Guang sambil bangkit dari ranjangnya dan langsung berjalan keluar dari tenda tersebut.
"Kamu mau kemana?." Tanya Xia Jiao kepada Ma Guang.
"Aku tidak bisa tertidur, jadi aku akan mengontrol situasi keamanan dari pasukan kita." Jawab Ma Guang sambil melangkah meninggalkan tenda tersebut.
Hal itu di lakukan oleh Ma Guang selama dua malam perjalanan mereka menuju ke kota Pingwang.
Mereka menghabiskan waktu selama tiga hari saat melakukan perjalanan menuju ke kota Pingwang. Karena perjalanan mereka tidak mendapatkan hambatan apa pun.
Melihat rombongan pasukan Ma Guang, prajurit yang bertugas untuk memeriksa di pintu gerbang kota Pingwang langsung memberikan jalan untuk di lewati oleh pasukan Ma Guang.
Pasukan Ma Guang menuju ke istana penguasa kota Pingwang untuk meminta perbekalan mereka dalam melanjutkan perjalanan mereka.
Penguasa kota Pingwang langsung melayani Ma Guang dan langsung memberikan perbekalan untuk pasukan Ma Guang.
Akhirnya Ma Guang bisa beristirahat dengan tenang di kota Pingwang.
Setelah keesokan harinya, pasukan Ma Guang langsung melanjutkan perjalanan mereka ke kota Pingdu.
Dua malam kemudian, Ma Guang juga melakukan hal yang sama, agar rencana kedua gadis itu tidak bisa terealisasikan.
Pasukan Ma Guang juga menghabiskan waktu selama tiga hari untuk tiba di kota Pingdu, dan itu pun hari sudah mulai gelap.
Seorang komandan yang selalu berjalan paling depan langsung memacu kudanya untuk mendekati gerbang kota untuk memberitahukan kepada prajurit yang berjaga di gerbang kota. Setelah mereka sudah mengetahui, akhirnya gerbang kota langsung di buka. Ma Guang beserta pasukannya langsung memasuki kota tersebut.
~Bersambung~
__ADS_1