
Saat Ma Guang dan juga dua orang gadis sedang menikmati teh hangat di ruang tamu. Prajurit yang menjaga kediaman Ma Guang langsung melaporkan bahwa ada seorang komandan pasukan dan juga tiga orang prajurit yang ingin menemui Ma Guang.
Ma Guang langsung mempersilahkan mereka untuk masuk.
Seorang komandan dan juga tiga orang prajurit yang masuk ke dalam kediaman Ma Guang langsung memberi hormat kepada Ma Guang.
Pemuda itu langsung mempersilahkan sang komandan untuk langsung kembali.
Sedangkan untuk tiga orang prajurit tetap berada di dalam ruang tamu kediaman yang di tempati oleh Ma Guang.
Ma Guang langsung mulai bertanya kepada ketiga prajurit tersebut sambil menunggu juga tiga orang prajurit bawahannya.
Setelah tiga orang prajurit bawahannya sudah tiba. Ma Guang langsung memberitahukan apa yang akan mereka lakukan.
Setelah selesai memberitahukan dan mereka sudah mengerti dengan perintah yang Ma Guang jelaskan. Akhirnya ke enam orang prajurit itu langsung membubarkan diri dan kembali ke tempat mereka masing - masing.
Ma Guang, Xia Jiao dan juga Yuan Jiali kembali melanjutkan aktivitas mereka.
Ma Guang pun menjelaskan kepada kedua gadis itu hal - hal apa yang akan mereka lakukan pada keesokan harinya.
"Huuu! Mulai lagi dia melupakan tentang perasaan kita!." Gumam Xia Jiao di dalam hatinya.
"Ayo! Kembalilah ke kamar masing - masing untuk beristirahat, karena mulai besok akan banyak aktivitas yang sangat menguras tenaga kita." Ucap Ma Guang yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya.
Sedangkan Xia Jiao dan juga Yuan Jiali hanya menatap pemuda itu dengan penuh rasa jengkel.
"Orang ini harus selalu kita beri minum arak setiap hari, agar pikirannya kepada seorang wanita akan selalu bangkit juga." Ucap Xia Jiao kepada Yuan Jiali.
"Itu ide yang bagus! Bagaimana kalau kita merencanakannya besok malam?." Ucap Yuan Jiali.
"Oke! Kita lakukan itu besok malam!." Ucap Xia Jiao.
"Baiklah! Mari kita beristirahat dahulu untuk malam ini?." Ucap Yuan Jiali.
Kedua wanita itu langsung beranjak dari tempat duduk mereka dan berjalan menuju ke kamar mereka masing - masing.
****
Di sekte Bambu Kuning.
Peningkatan ilmu bela diri dari Duan Meng sudah mencapai sesuai dengan apa yang dia harapkan.
__ADS_1
Saat ini gadis itu sudah menjadi seorang pendekar raja tingkat menengah.
Kemampuannya dalam menguasai jurus pedang penebas karang sudah mencapai di tingkat tinggi. Walau pun baru bisa menguasai 10 teknik dari jurus tersebut.
Hal itu di karenakan tubuhnya belum bisa untuk mendalami teknik gerakan ke sebelas.
Teknik ke sebelas dari jurus tersebut membutuhkan tenaga dalam yang besar, sehingga jika dirinya memaksakan untuk menguasai teknik tersebut. Itu akan membahayakan bagi seluruh titik meridiannya. Dan juga bisa membahayakan nyawanya sendiri.
Setelah selesai melakukan latihan, gadis itu duduk di gazebo dengan pandangan mata yang kosong menatap kearah langit.
Duan Jun yang melihat tingkah adiknya itu langsung datang untuk menggodanya.
"Hei! Sedang melamun yah!? Apa yang sedang kamu pikirkan? Apakah kamu merindukannya?." Ucap Duan Jun sambil tersenyum.
Duan Meng langsung tersentak dengan apa yang di lakukan oleh kakaknya itu.
"Kakak!? Mengagetkan aku saja!". Ucap gadis itu.
"Kamu belum menjawab pertanyaanKu sebelumnya." Duan Jun menyangga perkataan adiknya.
"Apa yang kakak tanyakan?."
"Maksudnya? Siapa yang aku rindukan?." Duan Meng menimpali pertanyaan kakaknya.
"Siapa lagi orang yang selalu kamu rindukan? Apakah ada orang lain selain ayah, ibu dan aku dan juga Ma Guang?." Ucap Duan Jun sambil tersenyum menggoda menatap wajah adiknya.
Suasana kembali menjadi hening setelah Duan Jun menyebut nama Ma Guang.
Gadis itu kini kembali melamun memikirkan pemuda yang telah memberi warna di dalam hidupnya dan juga memberikannya tujuan hidup yang pasti untuk kedepannya.
Usia mereka kini sudah layak untuk memiliki seorang kekasih, sehingga sangat wajar jika gadis itu merindukan seorang pria.
Melihat tingkah adiknya, Duan Jun langsung kembali bersuara untuk memecah suasana hening tersebut.
"Meng'er! Pasti Ma Guang saat ini dalam keadaan baik - baik saja. Jadi kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. Sebab kemampuan ilmu bela dirinya sudah pasti sangat kuat saat ini." Ucap Duan Jun menghibur adiknya.
"Kakak! Hampir dua tahun yang lalu kita mendengar kabar terakhir tentang Ma Guang yang membuat kekacauan di ibu kota kerajaan Yan. Aku sangat khawatir dengan keadaannya, karena pihak kerajaan Yan tidak akan membiarkan begitu saja apa yang telah Ma Guang lakukan di wilayah mereka. Hal itulah yang aku risaukan." Ucap Duan Meng.
"Jika dirinya sudah selesai melakukan hal itu, tentunya dua tahun yang lalu, pasti dirinya sudah kembali ke sekte." Ucap Duan Meng menimpali perkataan kakaknya.
Mendengar apa yang di katakan oleh adiknya, Duan Jun langsung terdiam seakan mengiyahkannya.
__ADS_1
"Yang aku ketahui, Ma Guang juga berencana untuk membalaskan dendamnya kepada sekte Kalajengking Merah. Dan letak sekte itu ada di wilayah kerajaan Chu." Ucap Duan Jun.
"Apakah mungkin dia juga melakukan perjalanan untuk menuju kesana?." Gumam Duan Meng.
Di saat keduanya sedang membicarakan tentang keberadaan Ma Guang. Ayah mereka tidak sengaja mendengar hal itu. Sehingga ayah mereka langsung mendekati dan menyapa kedua anaknya itu.
"Ayah!."
Sapa mereka berdua serentak saat ayah mereka sudah berada di dekat mereka.
"Jun'er! Meng'er! Apakah kalian sedang membicarakan tentang keberadaan Ma Guang?."
"Iya ayah! Sudah hampir empat tahun ini Ma Guang belum juga kembali ke sini, entah dimana keberadaannya saat ini." Ucap Duan Meng.
Duan Jun juga langsung menganggukan kepala menyetujui apa yang di katakan oleh adiknya.
Duan Dazhong langsung memberitahukan kepada kedua anaknya dimana keberadaan Ma Guang.
"Jun'er! Meng'er! Dirinya saat ini telah di tunjuk oleh raja Qi Guan Zhong untuk menjadi seorang jenderal. Dan dia saat ini sedang melakukan operasi pembersihan di wilayah perbatasan bagian timur yang berbatasan dengan kerajaan Lai."
"Jadi kalian tenanglah! Tidak akan terjadi apa - apa dengan dirinya, sebab kemampuan ilmu bela dirinya sudah sangat tinggi." Lanjut Duan Dazhong lagi.
Memang informasi tentang Ma Guang selalu di ketahui oleh para tetua, sebab setiap tetua dan juga murid sekte yang mendapatkan tugas untuk mengumpulkan setiap informasi tentang dunia persilatan mau pun tentang politik yang terjadi, baik di ibu kota kekaisaran dan juga di wilayah kerajaan Qi, selalu di sampaikan kepada patriak sekte. Dan hal itu juga selalu di sampaikan kepada seluruh tetua yang ada di sekte tersebut.
Karena Duan Dazhong sendiri adalah seorang tetua, jadi dirinya juga mengetahui tentang hal itu.
Pencapaian ilmu bela diri Duan Dazhong dan juga Duan Jun sama - sama berada di pendekar raja tingkat puncak dan sudah bersiap untuk mencapai pendekar suci. Namun pada saat ini keduanya belum bisa membuka semua titik jalur meridian yang ada di tubuh mereka.
Keduanya berharap jika Ma Guang kembali, keduanya akan meminta bantuan pemuda itu untuk membuka semua titik jalur meridian keduanya.
Saat ini, di sekte Bambu Kuning sendiri, terdapat 13 orang pendekar suci dan juga puluhan orang pendekar raja tingkat puncak.
Belum ada dari para tetua tingkat tinggi yang pernah di berikan petunjuk oleh Ma Guang yang sudah menembus menjadi pendekar suci.
Hal itu di sebabkan karena mereka semua belum bisa membuka semua titik jalur meridian yang masih tertutup. Dan hal itu hanya Ma Guang yang mampu melakukannya.
Karena letak setiap titik jalur meridian yang masih tertutup, berbeda satu orang dengan yang lain.
Karena itu tidak mudah untuk membuka setiap titik jalur meridian yang tertutup tersebut.
~Bersambung~
__ADS_1