Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 136. Pergerakan Pasukan Kerajaan Lu


__ADS_3

Setelah mereka saling memperkenalkan nama mereka masing - masing. Mereka langsung mempersilahkan Su Tian untuk melakukan latihan agar bisa secepatnya menguasai teknik yang sudah di berikan petunjuk oleh Ma Guang.


Su Tian pun langsung bergegas mencari tempat yang tepat untuk melakukan meditasi dan mulai mengolah energi tenaga dalam miliknya yang bisa menghasilkan cahaya bagi pedang yang dia gunakan agar cahaya tersebut hanya terpusat di kedua telapak tangannya saja.


Ketiga saudaranya secara bergantian terus mengawasi Su Tian di saat dirinya terus berlatih untuk menguasai teknik tersebut, hal itu untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi kepada pria tersebut.


Sedangkan Xia Jiao kini sudah selesai membuatkan pil untuk menyembuhkan Ma Guang, namun hal itu di cegah oleh Su Pang kakak tertua Su Tian.


Su Pang pun langsung menjelaskan alasan kenapa dia mencegah Xia Jiao dan setelah Xia Jiao mendengarkan penjelasan pria tersebut, gadis itu pun langsung mengerti dan menuruti apa yang di katakan oleh Su Pang.


Xia Jiao, Yuan Jiali, Duan Meng dan juga putri Zhao Lu Yun kini sedang berada di kamar Ma Guang sambil menatap pemuda tersebut.


Keempat wanita itu tetap setia merawat Ma Guang secara bergantian.


Sudah tiga hari berlalu, namun Ma Guang belum juga siuman, tetapi keadaan tubuhnya kini sudah berangsur - angsur mulai membaik.


Hal itu membuat perasaan para petinggi sekte Bambu Kuning menjadi lebih tenang.


Jiwa Ma Guang sendiri saat itu sedang melakukan meditasi untuk memperkuat kekuatan jiwanya sendiri.


Sedangkan Su Tian sendiri, belum juga sepenuhnya menguasai teknik yang di ajarkan oleh Ma Guang, sehingga dirinya terus berlatih untuk menguasai sepenuhnya teknik itu agar dia bisa secepatnya bisa menyembuhkan luka dalam Ma Guang.


Karena kondisi tubuh Ma Guang terlihat sudah mulai membaik, patriak pun memerintahkan para petinggi sekte yang awalnya telah di berikan tugas untuk membantu para pasukan yang bertugas di ketiga kota yang menjadi benteng pertahanan mereka agar bisa secepatnya untuk kembali ketempat mereka masing - masing.


Para petinggi sekte tersebut langsung bergegas dan kembali ke tempat dimana mereka di tugaskan.


***


Di jalan yang menuju ke kota Yiqiu, jalan menuju kota Liangfu dan juga jalan menuju kota Mengyin kini terlihat debu beterbangan di udara karena di sebabkan oleh pasukan kerajaan Lu yang sedang menuju ke tiga kota tersebut untuk mereka serang.


Raja Lu Zhuang kini di dampingi oleh salah satu jenderal, yaitu jenderal Xian Zhen dan memimpin empat puluh ribu pasukan untuk menyerang kota Liangfu.


Jenderal Luan Zhi di dampingi oleh wakilnya yaitu komandan Cao Guo dan memimpin tiga puluh ribu pasukannya untuk menyerang kota Mengyin.


Sedangkan jenderal Xu Chen bersama dengan tiga puluh ribu pasukannya sedang berjalan untuk menuju kekota Yiqiu untuk menyerangnya.

__ADS_1


Mata - mata dari kerajaan Qi langsung cepat bergerak untuk melaporkan hal tersebut ke kota Yiqiu, kota Liangfu dan ke kota Mengyin.


Mata - mata yang menuju ke kota Yiqiu akan melanjutkan informasi tersebut ke kota Lu, yaitu ibu kota propinsi Jibei dengan menggunakan merpati pos, hal itu karena kota Yiqiu termasuk dalam wilayah propinsi Jibei.


Untuk mata - mata yang akan melaporkan ke kota Liangfu, informasi tersebut akan di sampaikan ke kota Bo sebagai ibu kota propinsi Boyang melalui merpati pos, hal itu karena kota Liangfu termasuk dalam wilayah propinsi Boyang.


Sedangkan informasi yang akan di sampaikan ke kota Mengyin akan di sampaikan juga ke kota Bo dan tinggal menunggu kabar dari gubernur propinsi Boyang tersebut.


Sehingga pasukan yang berada di kota Bo pasti akan terbagi untuk membantu kedua kota tersebut, yaitu kota Liangfu dan juga kota Mengyin.


Kota Bo sendiri berada di sebelah Barat Laut kota Liangfu dan berjarak sekitar empat puluh kilo meter, sedangkan kota Mengyin berada di sebelah Tenggara kota Liangfu dan berjarak seratus kilo meter dari kota tersebut, sehingga jarak antara kota Bo dan kota Mengyin sekitar seratus empat puluh kilo meter jaraknya.


Kota Mengyin sendiri lebih berdekatan dengan kota Fei yang berada di sebelah Selatan Tenggara dan berjarak sekitar lima puluh kilo meter, namun kota Fei sudah berada di wilayah propinsi Chengyang.


Kota Yiqiu sendiri berjarak sekitar 110 kilo meter ke kota Lu dan lebih dekat jaraknya dengan kota Fucheng yang berjarak 50 kilo meter. Namun pasukan dari kota Lu tetap akan melalui kota Fucheng jika ingin menuju ke kota Yiqiu.


Pasukan kerajaan Lu yang di pimpin oleh jenderal Xu Chen untuk menuju ke kota Yiqiu akan memakan waktu selama delapan belas jam untuk tiba di kota tersebut.


Pasukan yang di pimpin oleh raja Lu Zhuang akan memakan waktu selama 30 jam untuk menuju ke kota Liangfu.


Semuanya itu jika mereka tempuh tanpa henti.


Sedangkan para mata - mata kerajaan Qi sendiri hanya membutuhkan dua jam saja untuk menuju ke kota Yiqiu, tiga jam lebih untuk menuju ke kota Liangfu dan empat jam lebih untuk menuju ke kota Mengyin.


Hal itu karena pasukan kerajaan Lu tidak bisa bergerak dengan cepat seperti yang di lakukan oleh para mata - mata kerajaan Qi karena dengan begitu banyak pasukan dan juga peralatan tempur yang mereka bawah.


Akhirnya pasukan yang di pimpin oleh jenderal Xu Chen pun telah tiba satu kilo meter dari gerbang kota Yiqiu dan langsung membuat tenda untuk mereka beristirahat.


Di atas tembok kota Yiqiu sendiri kini sudah terlihat sedang bersiap pasukan pemanah yang berada di kota itu untuk menyambut kedatangan pasukan yang di pimpin oleh jenderal Xu Chen.


Sekitar dua kilo meter tanah lapang yang terhampar sampai ke tembok kota Yiqiu, sehingga kedatangan pasukan kerajaan Lu dapat di lihat oleh pasukan yang berada di atas tembok kota.


Namun pasukan kerajaan Lu sempat beristirahat dahulu, sehingga mereka tiba di tempat tersebut saat sudah pagi.


Setelah selesai membuat tenda untuk pasukan mereka, jenderal Xu Chen langsung mengutus seorang prajurit untuk mengantarkan surat pemberitahuan kepada penguasa kota Yiqiu.

__ADS_1


Pintu gerbang kota langsung di buka dan membiarkan utusan tersebut memasuki kota Yiqiu untuk menemui penguasa kota.


Beberapa prajurit dan juga seorang komandan langsung mengawal utusan tersebut untuk bertemu dengan penguasa kota.


Saat sudah bertemu dengan penguasa kota, utusan tersebut langsung memberikan surat pemberitahuan kepada penguasa kota.


Penguasa kota langsung membuka gulungan tersebut dan membacanya.


Raut wajah penguasa kota langsung berubah menjadi sangat geram setelah mengetahui isi gulungan surat tersebut.


"Katakan kepada pemimpinMu, bahwa kami tidak akan berdamai dan tunduk kepada kerajaan Lu, jadi kami sudah siap untuk berperang dengan kalian". Ucap penguasa kota.


Prajurit yang mendengar hal tersebut langsung kembali untuk melaporkan apa yang di katakan oleh penguasa kota.


Setelah tiba di tenda jenderal Xu Chen, prajurit itu pun langsung menyampaikan tindakan penguasa kota serta perkataannya.


"Brengsek! Orang itu terlalu menganggap remeh kekuatan pasukan kita, dia akan merasakan akibatnya karena telah menolak untuk tunduk kepada kerajaan Lu". Gumam Xu Chen sambil menyeringai.


Jenderal Xu Chen langsung memerintahkan seorang prajurit untuk memanggil wakil dan juga pra komandannya.


Setelah semuanya sudah berkumpul di dalam tenda jenderal Xu Chen, pria tersebut langsung angkat suara.


"Besok kita akan mulai menyerang mereka....Cepat persiapkan perlengkapan tempur kita untuk menghancurkan tembok kota itu". Ucap Xu Chen.


"Siap jenderal! Kami akan mempersiapkan semua perlengkapan tempur kita secepatnya dan akan memeriksa kesiapan seluruh pasukan kita". Ucap beberapa orang yang berada di dalam tendanya.


Wakilnya dan juga para komandan pasukan langsung meninggalkan tenda tersebut dan melakukan apa yang di perintahkan oleh pemimpin mereka.


Pelontar batu, pelontar tombak, dan juga perlengkapan lain yang akan mereka gunakan sudah di periksa kesiapannya untuk bisa di gunakan serta memeriksa juga kesiapan seluruh pasukan mereka.


Setelah selesai semuanya, mereka kembali melaporkan hal tersebut kepada jenderal Xu Chen.


Pria itu langsung merasa senang dengan apa yang di laporkan oleh seluruh bawahan yang di perintahnya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2