Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 362. Tiba Di Sekte Bambu Kuning


__ADS_3

Ketiga pria tua itu di paksa oleh komandan pasukan bersama puluhan prajurit yang bersama dengannya untuk mengikuti mereka menuju ke istana penguasa kota tersebut.


Pemandangan malam itu sangat menyita perhatian bagi seluruh penduduk kota tersebut saat melihat ketiga orang tua itu di bawa ke istana penguasa kota.


Saat rombongan itu melewati sebuah restoran mewah seorang pendekar muda dapat mengenali wajah patriak Yangkey.


Pendekar muda itu adalah Fei Chen, putra dari tetua Fei Yu.


Namun karena dirinya masih merasa ragu karena sang patriak tidak menggunakan baju khas sekte Tai Long, sehingga Fei Chen hanya bisa mengikuti rombongan itu.


Para prajurit di kota tersebut sangat mengenali Fei Chen yang adalah jenius muda dari sekte Bambu Kuning yang menjadi sekte pelindung di kota itu.


"Pendekar Fei! Bagaimana kabarMu?." Tanya seorang prajurit yang juga sempat bersama - sama dengan pasukan Ma Guang dalam mempertahankan tiga kota yang mereka kuasai.


"Seperti yang kamu lihat saat ini! Aku baik - baik saja!." Jawab Fei Chen.


"Kalau boleh aku tahu, siapa mereka bertiga? Dan dari mana asalnya?." Lanjut Fei Chen bertanya kepada sang prajurit.


"Mereka memasuki kota ini tidak melewati pintu gerbang kota! Melainkan melewati udara!."


"Tetapi untuk identitas mereka belum kami tanyakan! Sebab mereka sepertinya sedang terburu - buru untuk meninggalkan kota ini setelah kami memergoki mereka!." Jawab sang prajurit.


"Sepertinya aku mengenali salah satu pria tua diantara ketiganya itu! Akan tetapi aku masih ragu!." Tutur Fei Chen.


"Apakah pendekar Fei mengenalinya? Siapa dia? Serta dari mana asalnya?." Tanya sang prajurit.


"Jika tidak keliru, sepertinya pria tua itu adalah patriak sekte Tai Long! Dan namanya adalah patriak Yangkey!." Jawab Fei Chen.


"Apa!? Seorang patriak? Dari mana asal mereka?." Tanya prajurit penasaran.


"Mereka berasal dari kekaisaran Qiang! Namun aku akan menemuinya terlebih dahulu dan akan membuktikannya, apakah dia bisa mengenaliKu atau tidak!." Tutur Fei Chen sambil berjalan mendahului prajurit itu dan melesat terbang hingga berada di depan rombongan pasukan tersebut.


Pendekar muda itu langsung mendarat tepat di depan rombongan pasukan dan menatap kearah patriak Yangkey.


Sebelum Fei Chen mendarat di depan rombongan, terlebih dahulu pemuda itu sudah memberitahukan kepada sang komandan tentang rencananya tersebut.


Melihat wajah Fei Chen, patriak Yangkey langsung tersenyum dan berkata.


"Jenius muda sekte Naga Surgawi pendekar Fei Chen! Senang bisa bertemu lagi denganMu di kota ini!."


"Kami memang bermaksud untuk pergi kesekte Naga Surgawi! Namun karena letaknya tidak kami ketahui, sehingga kami memutuskan untuk menuju ke sekte Bambu Kuning saja!."


Fei Chen pun tersenyum setelah mengetahui bahwa pria tua itu memang adalah patriak sekte Tai Long.


"Hormat kepada patriak Yangkey! Maaf atas ketidaksopananKu karena tidak langsung menyambut patriak!." Tutur Fei Chen.

__ADS_1


"Komandan! Maaf sudah membuat kalian repot! Mereka memang tidak mengetahui aturan kota ini yang tidak bisa di masuki lewat udara!."


"Sebab mereka berasal dari wilayah kekaisaran Qiang!."


"Beliau juga adalah sahabat dari pelindung serta patriak dan juga beberapa petinggi sekte kami!."


Fei Chen terus memperkenalkan siapa pria tua yang berada di depannya itu.


Setelah mendengar penjelasan dari Fei Chen, sang komandan serta para prajuritnya segera meminta maaf atas tindakan mereka tersebut.


Hal itu karena patriak Yangkey adalah sahabat dari Ma Guang dan juga patriak Yao Han.


"Sudahlah! Itu tidak perlu di permasalahkan lagi! Saat ini aku sudah sangat senang bisa bertemu dengan pendekar muda Fei!."


"Aku sangat terburu - buru untuk bisa menemui pendekar Ma Guang! Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya!." Tutur Yangkey.


"Patriak! Sebelumnya saya ingin menjelaskan! Saat ini hanya patriak sekte kami yang bisa menghubungi pelindung! Sebab sekte Naga Surgawi dan juga sekte Bambu Kuning kini sudah menjadi dua sekte yang berbeda!." Fei Chen menjelaskan.


"Baiklah! Kalau begitu kami akan pergi saja ke sekte Bambu Kuning untuk menemui patriak Yao Han!." Balas Yangkey.


"Baiklah! Aku akan mengantarkan patriak bersama para tetua untuk menuju ke sekte kami!." Ucap Fei Chen.


"Komandan! Semuanya! Kami pamit undur diri dulu!." Tutur Fei Chen.


"Silahkan pendekar Fei!." Jawab sang komandan.


"Kami mohon pamit!." Lanjut patriak Yangkey.


"Silahkan patriak! Mohon maaf atas ketidaknyamanannya!." Balas sang komandan.


"Oh, itu tidak mengapa! Sebab memang itu sudah menjadi tanggung jawab dari komandan!." Balas patriak Yangkey.


"Terima kasih jika patriak memakluminya! Jika ada kesempatan, datang berkunjunglah ke kota kami ini!." Ucap Sang komandan ramah.


"Itu sudah pasti! Karena tentunya kami juga pasti akan kembali melewati kota ini!." Jawab pria tua itu.


Setelah berbasa - basi, keempat pendekar itu pun langsung melesat terbang menuju ke markas sekte Bambu Kuning.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi keempat pendekar itu hingga bisa tiba di pintu masuk wilayah sekte Bambu Kuning.


Mereka pun langsung di sambut oleh para anggota sekte yang bertugas menjaga sekte tersebut.


Dan tidak banyak berbasa - basi lagi, keempatnya segera memasuki wilayah sekte Bambu Kuning dan menuju ke aula utama sekte itu.


Saat tiba di depan aula utama sekte, ketiganya langsung di persilahkan masuk kedalam aula untuk menunggu kedatangan patriak Yao Han.

__ADS_1


Seorang anggota sekte pun pergi untuk memberitahukan hal itu kepada patriak mereka.


Mendapatkan kabar itu, patriak Yao Han dengan cepat segera menuju ke aula utama sekte untuk menemui patriak Yangkey serta kedua tetua lainnya.


"Maafkan aku yang tidak menyambut kedatangan patriak Yangkey!." Ucap patriak Yao Han saat sudah tiba di ruang aula utama sekte dimana tiga tamunya telah menunggu.


"Tidak mengapa! Sebab kedatanganKu ini juga tidak memberitahukan kepada patriak Yao terlebih dahulu!." Balas patriak Yangkey ramah.


Patriak Yao Han langsung duduk di kursi kebesarannya dan berkata.


"Patriak Yang! Ada urusan penting apa sehingga anda jauh - jauh datang ke sekteKu ini?." Tanya Yao Han.


"Begini patriak Yao! Maksud kedatanganKu ini sebenarnya ingin bertemu dengan pendekar Ma Guang! Sebab ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengannya!."


"Akan tetapi karena aku tidak mengetahui letak sekte Naga Surgawi, sehingga aku berpikir ada baiknya aku datang saja berkunjung ke sekte Bambu Kuning ini!."


"Karena pastinya, anggota sekte atau pun para petinggi sekte ini mengetahui letak sekte tersebut!."


Patriak Yangkey menjelaskan bagaimana srhingfa dirinya mendatangi sekte Bambu Kuning.


"Oh, jadi seperti itu yah!?."


"Baiklah! Kalau begitu aku akan mencoba untuk menghubungi pelindung Ma dan memberitahukan akan kedatangan dari patriak Yangkey!." Ucap Yao Han menanggapi perkataan pria tua tersebut.


Patriak Yao Han langsung bermeditasi dan mencoba untuk menghubungi Ma Guang.


Namun setelah kekuatan spiritualnya berada di sekte Naga Surgawi, dia tidak menemukan keberadaan Ma Guang.


Melainkan kekuatan spiritualnya hanya bisa menemukan raja Long Wang.


Akhirnya patriak Yao Han memutuskan untuk berkomunikasi dengan raja Long Wang.


Setelah mendapatkan informasi dari Long Wang, patriak Yao Han segera menarik kembali kekuatan spiritualnya.


"Patriak Yangkey! Informasi yang baru aku terima telah memberitahukan bahwa pelindung Ma Saat ini sedang berkultivasi dan tidak bisa di ganggu!." Tutur Yao Han.


"Patriak Yao! Kira - kira berapa lama pendekar Ma berkultivasi?." Tanya Yangkey.


"Menurut informasi yang aku dapatkan, sekitar dua bulan! Dan saat ini dia baru lima hari berkultivasi!." Terang Yao Han.


"Sehingga masih sangat lama untuk menunggu sampai dia selesai berkultivasi!." Lanjut Yao Han.


"Ternyata kedatanganKu ini di situasi tidak tepat!." Gumam Yangkey.


"Sebenarnya ada hal penting apa sehingga patriak Yangkey ingin menemui pelindung Ma?." Tanya Yao Han penasaran.

__ADS_1


"KadatanganKu ini untuk menemuinya berkaitan dengan ancaman kekaisaran Zhou terhadap kekaisaran Qiang!." Jawab patriak Yangkey.


~Bersambung~


__ADS_2