
Situasi di sekte Naga Surgawi kini telah di gemparkan dengan kematian dua pemimpin serta kematian ribuan pasukan Ma Guang.
Rasa duka yang mendalam kini menyelimuti markas sekte Naga Surgawi.
Keadaan itu bertahan hingga beberapa pekan.
Ma Guang telah memerintahkan juga kepada seluruh anggota sektenya yang berada di luar markas sekte agar kembali ke sekte untuk menutup diri dari dunia luar.
Beberapa bulan kemudian, meskipun Ma Guang telah mengalahkan Shen Tian beserta seluruh pasukan makhluk surgawi, akan tetapi situasi di wilayah kekaisaran Zhou masih tetap bergejolak.
Hal itu disebabkan karena masalah politik di ibu kota kekaisaran Zhou dan juga keinuginan kerajaan Chu dan juga kerajaan Qin yang ingin berkuasa atas kerajaan - kerajaan yang lain.
Kekuatan pasukan kekaisaran pun kini sudah mulai menurun.
Hal itu disebabkan karena pasukan Api Angin yang di pimpin oleh Zhou Lu Yun kini sudah mulai kehilangan arah.
Sebab mereka tidak ingin untuk menjadi bawahan orang lain selain Zhou Lu Yun.
Sehingga mereka pun satu persatu mulai mengundurkan diri dari pasukan yang menjaga perbatasan.
Mereka sangat memegang teguh aturan yang di buat oleh Zhou Lu Yun serta sangat menjunjungnya.
Tidak hanya itu saja, melainkan mereka juga memiliki alasan yang lain, yaitu bahwa disaat mereka di pimpin langsung oleh Zhou Lu Yun, kehidupan mereka sangat terjamin.
Karena kemampuan bela diri mereka jauh berada diatas para prajurit yang lain, tak ayal banyak di antara mereka yang hijrah untuk menjadi komandan pasukan di kerajaan - kerajaan yang berada dibawah kekuasaan kekaisaran Zhou.
Terutama menjadi komandan pasukan di kerajaan Chu dan juga kerajaan Qin.
Tidak hanya di kerajaan yang berada di wilayah kekaisaran Zhou, melainkan ada juga yang pergi ke kekaisaran Qian, kekaisaran Wuyue, serta kekaisaran lain yang berada di benua utara.
Namun ada juga yang membentuk kelompok - kelompok kecil dan menjadi perampok.
Sehingga situasi keamanan di wilayah kekaisaran Zhou mau pun diwilayah kekaisaran lainnya kini semakin tidak terkendali.
Keadaan kaisar Zhou yang kini masih tenggelam didalam kesedihannya pun dimanfaatkan oleh para pejabat - pejabatnya untuk melakukan tindakan yang ingin memperkaya diri mereka sendiri.
Rakyat pun kini mulai menjerit oleh karena kebijakan - kebijakan baru yang mulai diberlakukan oleh para penguasa di setiap kota - kota yang berada di wilayah kekaisaran Zhou.
Karena situasi tersebut, sehingga para pedagang tidak ingin lagi untuk pergi berdagang ke wilayah kekaisaran Zhou.
Kerajaan Qin sendiri kini mulai membangun kembali kekuatan pasukan mereka agar bisa menindak setiap kelompok - kelompok yang selalu membuat resah rakyatnya untuk memberikan rasa aman sehingga perekonomian kerajaannya menjadi lebih baik.
__ADS_1
Hal yang sama juga di lakukan oleh kerajaan Chu.
Berbeda dengan kerajaan Qi, karena sekte Bambu Kuning berada di wilayah kerajaan Qi, sehingga para perampok tidak berani untuk melakukan tindakan mereka di wilayah kerajaan tersebut.
Meskipun ada juga yang berani melakukan perampokan di hampir setiap wilayah perbatasan kerajaan Qi dengan kerajaan - kerajaan yang lain.
Permintaan perlindungan ke setiap sekte - sekte atau pun perguruan ilmu bela diri dari para bangsawan yang tinggal di setiap kota kecil dan kota besar pun semakin meningkat.
Sekte Bambu Kuning tidak luput dari hal itu.
Banyak murid - murid senior yang di tugaskan untuk memberantas setiap kelompok - kelompok kecil yang sering berulah dan sering meresahkan rakyat.
"Mengapa murid - murid dari sekte Naga Surgawi bagaikan di telan bumi?".
"Iya! Sebenarnya apa yang telah menimpa mereka? Mengapa dalam beberapa bulan ini, tidak lagi terdengar kabar dari mereka".
"Situasi keamanan di wilayah kekaisaran Zhou ini sudah semakin memprihatinkan".
"Sepertinya kita harus pergi ke sekte Bambu Kuning untuk meminta bantuan mereka agar bisa di sampaikan kepada ketua sekte Naga Surgawi untuk bisa membantu kita dalam menangani permasalahan yang terjadi di wilayah kerajaan kita ini". Ujar seorang pria yang terlihat berumur lima puluh tahun lebih.
Pria tersebut adalah seorang menteri dari kerajaan Wei.
Didalam menjalankan tugasnya, Sang menteri di kawal oleh sepuluh orang prajurit terpilih beserta kedua pengawal pribadinya.
Meskipun pada saat itu mereka sedang berpakaian seperti masyarakat pada umumnya, akan tetapi sikap serta tingkah laku mereka masih sangat terlihat jelas bahwa mereka bukanlah bangsawan atau pun masyarakat biasa.
Seorang murid senior dari sekte Bambu Kuning yang tidak sengaja mendengar perbincangan mereka segera menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap kearah dimana Sang menteri dan dua orang lainnya duduk.
"Siapa kalian? Mengapa kalian membicarakan tentang sekte Bambu Kuning?". Tanya pendekar muda itu.
"Maaf jika pembicaraan kami telah menyinggung pendekar muda". Ucap Sang menteri sambil menangkupkan tangannya.
"Memang benar kami sedang membicarakan hal yang akan kami sampaikan kepada pemimpin sekte Bambu Kuning".
"Akan tetapi tentunya hal itu tidak bisa kami beritahukan kepada pendekar muda disini".
"Apakah kami boleh tahu siapa sebenarnya pendekar muda ini?". Tanya sang menteri menutup kata - katanya.
"Perkenalkan dahulu siapa kalian, baru aku memperkenalkan identitasKu". Balas pendekar muda itu.
Sang menteri pun segera mengeluarkan plat kerajaan yang adalah sebagai tanda pengenalnya.
__ADS_1
"Oh, ternyata anda adalah menteri pertahanan dari kerajaan Wei".
Setelah mengetahui identitas orang yang ada di depannya, akhirnya murid dari sekte Bambu Kuning itu pun memperkenalkan nama serta asalnya.
"Tidak kusangka kita berjodoh dengan sekte Bambu Kuning".
"Bagaimana, apakah pendekar muda bisa mengantarkan kami ke markas sekte Bambu Kuning?".
Sebab ada hal yang sangat penting yang harus kami sampaikan kepada ketua sekte, dan itu tidak bisa di wakilkan". Tanya Sang menteri.
"Tuan menteri! Bukannya aku tidak mau untuk mengantarkan kalian menghadap ketua sekte kami, akan tetapi untuk sementara ini, ketua sekte kami tidak bisa di temui".
"Hal itu berhubungan dengan sekte Naga Surgawi yang saat ini telah menutup diri dari dunia persilatan".
"Apa!? Jadi sekte Naga Surgawi benar - benar sudah menutup diri dengan dunia persilatan?".
Tutur Sang menteri merasa terkejut disaat mendengar apa yang di sampaikan oleh murid sekte Bambu Kuning.
"Apakah mereka sudah tidak lagi mau meringankan beban penderitaan yang rakyat tanggung saat ini?".
"Maaf Tuan Menteri...! Mengenai hal itu, aku tidak bisa memberitahukannya".
"Pendekar Min! Apakah kami bisa meminta bantuan dari sekte Bambu Kuning untuk membantu kami dalam mengatasi permasalahan keamanan di kerajaan Wei ini?". Tanya Sang menteri.
"Menurut sepengetahuanKu, para murid di sekte kami sudah tidak cukup lagi untuk membantu, sebab para murid di sekte kami sudah hampir seluruhnya tersebar di seluruh wilayah kerajaan Qi untuk menangani permasalahan yang sama juga".
"Oleh karena itu, sudah bisa di pastikan bahwa sekte kami tidak akan menerima tawaran lagi dari pihak kerajaan lain".
"Jadi seperti itu...baiklah, terima kasih atas informasinya". Ucap Menteri menanggapi.
"Kalau begitu aku pamit undur diri". Tutup murid sekte Bambu Kuning yang langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan tiga pria tersebut.
"Sepertinya harapan terakhir kita hanyalah pergi memohon bantuan dari sekte - sekte serta perguruan ilmu bela diri yang lain". Gumam Sang Menteri.
"Tetapi situasi saat ini memang sangat menguras setiap pendekar dari sekte dan perguruan ilmu bela diri yang ada".
"Mereka telah di sewa oleh para bangsawan serta para pedagang untuk menjaga keamanan mereka".
"Iya, apa yang kamu katakan itu ada benarnya juga". Sang menteri menanggapi perkataan bawahannya.
~Bersambung~
__ADS_1