
Akhirnya Ma Guang tiba di tempat yang telah di sediakan bagi pasukannya oleh penguasa kota Nanpi.
Pasukan yang melihat kedatangannya langsung menyambutnya dengan memberikan hormat kepada pemuda itu.
Ma Guang pun langsung menemui Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.
"Nona Xia! Nona Yuan! Apakah kalian sudah siap untuk melakukan perjalanan untuk kembali ke ibu kota kerajaan?". Tanya Ma Guang.
"Sialan! Baru tiba, hanya kata - kata itu yang pertama keluar dari mulutnya". Gumam Xia Jiao dalam hatinya.
"Kenapa? Memangnya kata - kata apa yang seharusnya aku katakan?". Tanya Ma Guang.
Wajah Xia Jiao langsung memerah saat mendengar apa yang pemuda itu katakan. Gadis itu baru menyadari bahwa Ma Guang bisa mendengar suara hati setiap orang yang berada di dekat dengannya jika persepsinya di tingkatkan.
Kini Xia Jiao tidak mau lagi untuk bergumam dan tertunduk malu.
Yuan Jiali yang mendengar semua itu, kini hanya bisa diam dan tidak bisa juga untuk bergumam.
Ma Guang langsung mengulangi kata - kata sebelumnya.
"Apakah kalian berdua sudah siap untuk kembali ke ibu kota kerajaan?".
"Iya!". Jawab singkat keduanya.
"Kalau begitu, suruh semua komandan pasukan untuk mempersiapkan pasukan mereka masing - masing karena kita akan memulai perjalanan kita". Ucap Ma Guang.
"Baik". Ucap kedua gadis tersebut.
Keduanya langsung berjalan dan meninggalkan tempat itu.
Setelah merasa posisi mereka sudah jauh dari Ma Guang, akhirnya Xia Jiao angkat suara.
"Pikiran orang itu sepertinya tidak konsisten, waktu yang lalu dia memperlakukan kita dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Tetapi setelah dia kembali dari sektenya, terlihat pendiriannya sudah berubah".
"Kalau menurutKu, dia tidak berubah, karena memang seperti itulah sifat dan tingkah lakunya. Di saat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, dia selalu serius, tetapi jika berbicara urusan secara pribadi di antara kita bertiga, dia akan bersikap seperti apa yang Nona Xia dan aku rasakan".
"Iya! Memang seperti itu, tetapi kita juga mengharapkan perhatian serta kasih sayang darinya". Ucap Xia Jiao.
"Mungkin ada hal lain yang dia pikirkan, sehingga sikapnya selalu seperti itu". Ucap Yuan Jiali menanggapi perkataan Xia Jiao.
Memang cara berpikir kedua gadis itu sangat berbeda. Xia Jiao usianya lebih muda dari Yuan Jiali, sehingga pemikiran Yuan Jiali lebih dewasa darinya, apa lagi Xia Jiao dari kecil hidupnya selalu di manjakan oleh kedua orang tuanya.
Tiba - tiba terdengar suara dari arah belakang kedua gadis tersebut.
__ADS_1
"Iya! Memang aku selalu memikirkan agar kita bisa cepat menyelesaikan misi kita ini dan kembali ke sekte untuk kembali meningkatkan kemampuan kita. Apakah hal itu keliru menurut kalian?".
Mendengar suara tersebut, dengan cepat kedua gadis itu langsung memalingkan muka mereka untuk menatap ke arah sumber suara yang datang itu.
"Kamu membuntuti kita?". Tanya Xia Jiao.
Sedangkan Yuan Jiali tetap diam.
"Iya! Karena aku ingin mendengar setiap kata - kata yang akan keluar dari mulut nona Xia". Ucap Ma Guang.
"Jadi kamu sudah mendengarnya?". Tanya Xia Jiao.
"Iya! Aku sudah mendengarnya". Jawab Ma Guang.
Mendengar jawaban yang di berikan oleh pemuda itu, wajah Xia Jiao langsung memerah karena merasa malu.
"Jadi kamu membutuhkan perhatian serta kasih sayang dariKu? Baiklah! Aku akan memberikan semua itu, tetapi tentunya kita harus cepat menyelesaikan tugas kita terlebih dahulu". Ucap Ma Guang.
"Tugas yang mana?". Tanya Xia Jiao.
"Tugas yang di berikan oleh raja Qi Guan Zhong". Jawab Ma Guang.
Wajah kedua gadis itu langsung berubah menjadi ceria.
Ma Guang pun langsung tersenyum setelah kedua gadis itu pergi.
"Pria mana yang tidak ingin mendekati gadis - gadis cantik seperti kalian itu?". Gumam Ma Guang di dalam hatinya sambil menggelengkan kepala menatap kepergian kedua gadis tersebut.
Ma Guang langsung berjalan menuju ke istana penguasa kota Nanpi untuk memberitahukan bahwa rombongan pasukannya akan segera kembali ke ibu kota kerajaan.
Penguasa kota pun langsung menyetujuinya, sebab wilayah perbatasan yang berbatasan dengan kerajaan Yan dalam keadaan aman dan terkendali.
Hal itu di sebabkan karena pilar kekuatan kerajaan Yan baru saja di hancurkan oleh kelompok Ma Guang.
Dan setelah mendengar juga bahwa Ma Guang sudah menjadi seorang jenderal di kerajaan Qi, raja dari kerajaan Yan langsung mengingatkan kepada para jenderalnya agar tidak menyinggung kerajaan Qi, sebab akan terjadi hal yang buruk jika kerajaan Qi menyerang kerajaan mereka.
Setelah Ma Guang kembali dari istana penguasa kota, pemuda itu langsung menuju ke tempat dimana pasukannya telah bersiap untuk melakukan perjalanan.
Akhirnya rombongan pasukan Ma Guang meninggalkan kota Nanpi untuk menuju ke ibu kota kerajaan.
Rombongan pasukan mereka akan melewati lima kota terlebih dahulu sehingga bisa tiba di kota Yingqiu, yaitu ibu kota kerajaan Qi.
Seluruh pasukan Ma Guang melakukan perjalanan dengan menunggang kuda.
__ADS_1
Perjalanan mereka akan melewati terlebih dahulu kota Qiantong dan akan beristirahat semalam di kota berikutnya, yaitu kota Laoling.
Setelah itu mereka juga akan melanjuykan perjalanan dan beristirahat semalam lagi di kota Qiansheng.
Kota Qiansheng sendiri sudah berada di propinsi Linzi yang tinggal seharian untuk melakukan perjalanan hingga tiba di kota Yingqiu.
Mereka akan melewati kota Le'an dan juga kota Bochang sebelum sampai di kota Yingqiu.
Sedangkan situasi di wilayah perbatasan antara kerajaan Lai dan kerajaan Qi, kini sudah bisa di kuasai oleh pasukan dari kerajaan Qi.
Kota Pingcheng yang dahulunya sudah di kuasai oleh pasukan kerajaan Lai, kini sudah di kuasai oleh pasukan kerajaan Qi yang di pimpin oleh jenderal Tian Ju dan juga jenderal Fan Gui.
Setelah melakukan perjalanan selama tiga hari, akhirnya rombongan pasukan Ma Guang tiba di depan pintu gerbang kota Yingqiu.
Pasukan yang bertugas untuk menjaga pintu gerbang kota tersebut, langsung memberikan jalan kepada rombongan mereka untuk memasuki kota Yingqiu.
Semua komandan dan juga pasukan yang berada di tempat itu langsung menyambut Ma Guang dengan sikap hormat.
Ma Guang langsung membalasnya dengan menangkupkan tangannya dan terus melanjutkan perjalanan memasuki kota Yingqiu untuk menuju ke wilayah istana kerajaan Qi.
Beberapa saat kemudian, akhirnya rombongan pasukan mereka memasuki wilayah istana kerajaan.
Mereka juga di sambut dengan sikap hormat oleh para prajurit yang sedang berjaga di sepanjang perjalanan hingga akhirnya rombongan mereka tiba di depan istana kerajaan Qi.
Seorang prajurit langsung melaporkan kepada raja akan kedatangan Ma Guang.
Setelah prajurit itu kembali, dia langsung mempersilahkan Ma Guang untuk masuk dan menghadap kepada raja.
Pemuda itu bersama kedua gadis di sampingnya beserta para komandan pasukan langsung memasuki istana kerajaan.
Mereka pun langsung memberikan hormat kepada raja, dan raja pun langsung mempersilahkan mereka untuk duduk di kursi yang telah tersedia di ruangan tersebut.
Ma Guang langsung melaporkan setiap kejadian yang terjadi saat mereka melakukan tugas yang telah di berikan oleh raja dan juga dirinya juga langsung memberitahukan niatnya kepada raja untuk mengundurkan diri dari jabatan yang telah di berikan oleh raja kepadanya.
Mendengar hal itu, wajah raja Qi Guan Zhong langsung berubah menjadi tidak gembira lagi.
"Mengapa anda ingin mengundurkan diri dari jabatan yang telah aku berikan? Apakah kamu menginginkan untuk naik jabatan?". Ucap sang raja.
"Ampun yang mulia! Hamba sama sekali tidak berpikir seperti itu, tetapi hamba hanya menginginkan agar hamba bisa fokus lagi untuk menjadi seorang ahli ilmu bela diri saja". Ucap Ma Guang.
"Jenderal Ma! Aku selalu berharap agar anda tetap bisa untuk menjabat terus jabatan yang sudah aku berikan". Ucap sang raja.
"Mohon ampun yang mulia! Tetapi hamba merasa tanggung jawab yang di berikan oleh yang mulia, belum bisa aku emban, sebab hal itu terlalu berat untuk hamba". Ucap Ma Guang untuk mencari alasan agar Sang raja menerima pengunduran dirinya tersebut.
__ADS_1
~Bersambung~