Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 44. Kembali Ke Desa Huiyi


__ADS_3

Beberapa orang pengunjung yang masih tetap berada di situ dan melihat apa yang telah terjadi.


Langsung merasa lega karena Ma Guang sudah merobohkan ke empat lawannya.


Perasaan yang takut pada awalnya, langsung menghilang seketika dari pikiran serta perasaan mereka.


Sedangkan pikiran dan perasaan dari pemilik penginapan tersebut berbanding terbalik dengan beberapa pengunjung yang ada.


Pemilik penginapan tersebut merasa takut dengan apa yang terjadi di penginapannya itu.


Hal itu di sebabkan karena sudah ada empat anggota kelompok dari sekte Kalajengking Merah yang terbunuh di penginapannya, dan itu akan menjadi bencana untuk penginapannya itu, karena pasti akan kembali berdatangan juga anggota yang lain dari sekte tersebut.


Ma Guang kembali langsung berdiri dan bersiap untuk menghadapi lawannya yang tersisa.


Sedangkan nyali dari seorang anggota yang tersisa tersebut langsung menciut untuk menghadapi Ma Guang.


Pria itu hanya berdiri terpaku di tempat dan sedang memikirkan jalan terbaik untuknya.


" Apakah aku akan menghadapinya ataukah aku harus melarikan diri!?." Gumam pria tersebut.


Tetapi setelah melihat keadaan tubuh dari Ma Guang, pria tersebut kembali memberanikan diri untuk menghadapi Ma Guang.


Baju bagian atas yang di pakai oleh Ma Guang kini sudah terkoyak dan juga dari tubuh pendekar muda tersebut kini mengeluarkan darah juga.


Ma Guang langsung melangkahkan kakinya untuk berjalan mendekati lawan terakhirnya itu.


Ketika sudah beberapa langkah, Ma Guang merasakan tubuhnya terasa sangat sakit karena seperti sudah remuk.


Ma Guang langsung mengerahkan energi perubahan bentuk dari tenaga dalamnya di kedua tangannya.


Melihat hal itu, pria yang awalnya ingin melawan Ma Guang langsung mengurungkan niatnya.


" Aku lebih baik melarikan diri dari tempat ini, agar aku bisa melaporkan hal yang terjadi ini, karena jika aku melawan dirinya, pemuda ini sepertinya masih memiliki kemampuan untuk menghadapiku." Gumam pria tersebut yang langsung melesat dengan ilmu meringankan tubuhnya untuk melarikan diri.


Melihat hal itu, Ma Guang tidak ingin mengejarnya, itu di karenakan apa yang dia rasakan di tubuhnya.


Pendekar muda itu langsung berjalan kearah kamarnya.


Setelah tiba di kamar yang dia sewa, Ma Guang langsung meraih pedangnya dan melompat keluar dari jendela kamar tersebut.


Hal itu di lakukannya agar tidak ada yang mengetahui bahwa dirinya sudah pergi menjauh dari tempat itu.


Ma Guang kembali lagi ke kediaman orang yang awalnya pernah menolong dirinya.


Tok...tok...tok


Ma Guang mengetuk pintu rumah orang yang pernah menolongnya.


Mendengar pintu rumahnya di ketuk, pria pemilik rumah itu langsung mengintip dan melihat keluar.

__ADS_1


" Hah! Apa lagi yang terjadi dengan pendekar muda ini!?." Gumam pria itu yang langsung membukakan pintu rumahnya.


" Pendekar muda! Apa yang terjadi dengan dirimu?." Tanya pria itu.


" Aku di serang lagi oleh kelompok sekte Kalajengking Merah saat berada di penginapan." Jawab Ma Guang.


" Apa? Jadi mereka sudah berani menyerang di tempat terbuka!?." Ucap pria tersebut.


" Hal ini pasti akan menjadi perhatian bagi penguasa kota Lu, yaitu Gongshu Ban." Ucap pria itu lagi.


Ma Guang langsung di antarkan kembali ke kamar tempatnya beristirahat sebelumnya.


Setelah Ma Guang tiba di dalam kamar dan merebahkan tubuhnya, pendekar muda itu langsung bertanya kepada pria tersebut.


" Apakah kota Lu masih jauh dari desa ini?." Tanya Ma Guang.


" Tinggal melewati sebuah desa lagi dan jarak antara desa ini dan desa berikutnya adalah 20 kilo meter dan sekitar 20 kilo meter lagi anda sudah tiba di wilayah kota Lu." Ucap pria itu lagi menjelaskan kepada Ma Guang.


Akhirnya Ma Guang pun di rawat kembali oleh seorang gadis di rumah tersebut dan juga langsung meracik kembali ramuan sember daya yang tersisa waktu lalu.


Pagi - pagi benar, Ma Guang langsung melanjutkan kembali perjalanannya.


Sebelum melanjutkan kembali perjalanannya, Ma Guang terlebih dahulu berpamitan dengan kedua orang yang selalu membantunya itu.


" Tuan dan nona, kebaikan kalian ini tidak akan aku lupakan, aku memohon maaf karena selalu menyusahkan kalian, dan juga aku sangat berterima kasih karena kalian selalu membantuku." Ucap Ma Guang.


" Pendekar tidak usah memikirkan hal itu, tetapi jika kami berdua boleh tau, siapa nama pendekar muda, agar supaya kami bisa mengetahuinya!?." Ucap pria itu dengan penuh harap.


" Terima kasih karena pendekar Ma telah sudi memberitahukan nama pendekar." Ucap pria itu.


" Nama Ku adalah Ti Lung dan ini adalah putri Ku Ti Ha Yu." Ucap pria itu memperkenalkan diri mereka.


" Baiklah, paman Ti Lung dan juga Nona Ti Ha Yu, aku mohon pamit dahulu." Ucap Ma Guang sambil melangkahkan kakinya meninggalkan kediaman itu.


Ma Guang melakukan perjalanannya sambil menajamkan persepsinya.


Setelah meninggalkan desa Huiyi, Ma Guang langsung melesat terbang dari pohon ke pohon untuk menghindari anggota kelompok sekte Kalajengking Merah.


Hal itu di karenakan kekuatan yang baru bisa di pulihkannya hanya sekitar 60 % saja, dan hal itu akan sangat berbahaya jika melakukan pertarungan lagi.


Ma Guang langsung menghentikan kembali pergerakannya saat persepsinya merasakan ada sesuatu yang sedang berada di depannya.


Dengan sangat berhati - hati Ma Guang berpindah lagi dari pohon ke pohon sambil menajamkan pandangan mata dan persepsinya.


Akhirnya Ma Guang dapat melihat pergerakan sekelompok orang di depannya.


Pergerakan sekelompok orang tersebut terlihat sedang mengarah ke desa Huiyi.


" Celaka! Desa Huiyi saat ini akan di serang oleh kelompok anggota sekte Kalajengking Merah. Aku akan kembali untuk memberitahukannya kepada paman Ti Lung dan juga nona Ti Ha Yu agar mereka berdua bisa terhindar dari bencana ini." Gumam Ma Guang dalam hatinya sambil berbalik dan melesat kembali ke desa Huiyi.

__ADS_1


Ma Guang dengan kecepatan tertingginya melesat dan berpindah dari pohon ke pohon agar bisa tiba lebih dulu di desa Huiyi.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Ma Guang tiba di desa Huiyi dan langsung menuju ke kediaman Ti Lung dan Ti Ha Yu.


Setelah tiba di rumah kedua orang yang selalu membantunya itu, Ma Guang langsung memanggil kedua orang itu.


" Paman Ti Lung! Nona Ti Ha Yu! Apakah kalian berada didalam?." Ucap Ma Guang.


Mendengar suara teriakan dari orang yang mereka kenal, kedua orang itu pun langsung keluar dari dalam kediaman mereka.


" Ada apa pendekar Ma?." Tanya kedua orang itu serentak.


" Cepat, kemasi barang yang bisa kalian bawa dan cepat ikuti aku. Karena anggota kelompok dari sekte Kalajengking Merah sedang menuju kesini." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang tergesa - gesa.


" Ayo Yu'er, kita berkemas, ambil barang - barang yang penting - penting saja dan yang tidak akan terlalu menghambat perjalanan kita." Ucap ayahnya.


Kedua orang tersebut langsung bergegas masuk dan langsung mengambil barang - barang mereka seperlunya saja.


Tidak memakan waktu yang lama, kedua orang tersebut sudah keluar dari kediaman mereka dan langsung menuju kearah Ma Guang.


" Kami sudah siap pendekar Ma!." Ucap Ti Lung.


" Baiklah, ayo kita pergi dari tempat ini." Ucap Ma Guang yang langsung melangkahkan kakinya sambil berlari.


Kedua orang tersebut langsung mengikuti Ma Guang dari belakang.


Mereka bertiga berlari menuju kearah belakang desa Huiyi untuk menghindari kelompok tersebut.


Selanjutnya mereka menuju ke arah kota Lu dengan melalui hutan agar tidak bertemu dengan kelompok lain dari sekte Kalajengking Merah.


Karena melalui hutan, perjalanan yang mereka lakukan sangat lambat sehingga ketiga orang tersebut belum juga sampai di desa berikutnya saat hari sudah gelap.


Akhirnya mereka beristirahat di hutan sambil mencari tempat yang aman untuk mereka bertiga.


Malam itu mereka lewati dengan tidak ada gangguan dari hewan buas atau hal lainnya.


Akhirnya pagi hari pun tiba, ketiganya langsung melakukan kembali perjalanan mereka.


Saat matahari sudah berada tepat di atas kepala mereka, akhirnya mereka menemukan jalan setapak yang biasa di gunakan oleh masyarakat yang akan pergi ke kebun mereka.


Mereka bertiga beristirahat dan mengisi perut mereka dengan bekal yang di bawah oleh Ti Ha Yu.


Setelah selesai, ketiganya lalu melanjutkan kembali perjalanan mereka.


Akhirnya mereka dapat melihat perkampungan warga.


" Kita harus berhati - hati dan mengawasi terlebih dahulu pergerakan penduduk di desa ini." Ucap Ma Guang.


" Kenapa bisa begitu pendekar Ma?." Tanya Ti Lung.

__ADS_1


" Paman! Kita harus melihat terlebih dahulu, apakah desa ini tidak di kuasai juga oleh anggota kelompok mereka atau tidak." Jawab Ma Guang.


~Bersambung~


__ADS_2