Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 408. Jebakan Bagi Pasukan Surgawi


__ADS_3

Ma Guang, Shi Tiao beserta pasukan Naga dan Kilin kini sudah tiba di perbatasan wilayah sekte Bulan Perak.


Kehadiran mereka langsung disambut oleh para murid sekte serta pasukan Kilin Api yang melindungi sekte tersebut sejak pertempuran besar yang terjadi.


Kedatangan mereka pun segera diberitahukan oleh para anggota sekte yang berjaga kepada patriark Liao Chun.


Patriark sekte Bulan Perak yang mengetahui akan kedatangan Ma Guang segera berdiri dari tempat duduknya.


Melihat sikap patriark Liao Chun, patriark Zou Kun dan juga para petinggi sekte lainnya merasa heran.


Sontak saja patriark Zou Kun langsung bertanya kepada patriark Liao Chun.


“Patriark Liao! Ada apa gerangan sehingga anda terlihat seperti terkejut seperti itu!?.”


“Patriark Zou dan juga yang lainnya! Sepertinya saat ini kita sedang kedatangan tamu yang sangat kita nantikan saat menghadapi masalah seserius ini!.” Balas Liao Chun menanggapi pertanyaan patriark sekte Hua San.


“Siapa orang itu!?.” Tanya Hao Shi.


“Orang itu adalah pendekar Ma Guang!.” Jawab Liao Chun.


“Apa!? Jadi pendekar Ma Guang yang datang? Kalua begitu, ayo kita pergi untuk menyambutnya!.” Ajak patriark Zou Kun kepada yang lain.


“Tidak perlu repot – repot!.” Suara yang berasal dari pintu gerbang aula utama sekte Bulan Perak.


Semua orang yang mendengar suara tersebut langsung menatap kearah pintu gerbang aula utama sekte.


Semuanya segera memberikan hormat kepada pemimpin rombongan yang baru saja tiba itu karena bisa mengenali siapa pria tersebut.


Ma Guang pun segera mengangkat tangannya mengisyaratkan agar semuanya kembali ke posisi semula.


Para patriark pun kini segera beranjak dari tempat mereka masing – masing untuk menyambut Ma Guang.


“Selamat datang pendekar Ma! KehadiranMu memberikan angin segar bagi permasalahan yang sedang kami hadapi saat ini!.” Tutur [atriark Liao Chun sambil menangkupkan tangannya.


“Mari pendekar Ma! Silahkan duduk!.” Lanjutnya.


Ma Guang pun langsung mengambil tempat yang sudah disediakan untuknya.


“Baiklah! Sepertinya aku langsung saja pada inti permasalahannya mengapa aku bisa datang lagi kesekte ini!.’


“Semua itu berkaitan dengan permasalahan yang terjadi di wilayah daratan benua tengah ini, dimana ada suatu kekuatan yang sedang melakukan tindakan yang sangat tidak terpuji karena sepertinya sedang melakukan pembantaian dibeberapa sekte baik sekte aliran putih mau pun sekte aliran hitam!.”


“Apakah pendekar Ma sudah mengetahui situasi yang terjadi didunia persilatan benuah tengah ini?.” Tanya seorang patriak.


“Iya! Aku sudah mengetahuinya! Oleh sebab itu aku segera bergegas untuk datang kesini!.”

__ADS_1


“Terima kasih pendekar Ma karena sudah mau membantu kami untuk menyelesaikan permasalahan didaratan benua tengah ini.”


“Patriark tidak perlu sesungkan itu! Hal ini juga aku lakukan karena semua kejadian itu berkaitan juga denganKu! Sehingga aku harus menyelesaikannya!.” Balas Ma Guang.


“Sebelumnya aku ingin memberitahukan terlebih dahulu kepada para senior sekalian bahwa yang telah melakukan kejahatan tersebut adalah anggota pasukan surgawi!.” Jelas Ma Guang.


“Maksudnya? Pasukan surgawi mana yang pendekar Ma maksudkan!?.” Tanya Zou Kun.


“Mereka adalah pasukan yang telah diperintahkan oleh kaisar langit untuk menindak setiap perbuatan yang dilakukan oleh para makhluk surgawi!.” Jawab Ma Guang.


“Apa? Pasukan yang diperintahkan oleh kaisar langit? Tetapi mengapa mereka melakukan hal yang sangat kejam seperti itu?.” Tanya patriark Liao Chun.


“Menurut asumsiku, sepertinya mereka juga sangat menginginkan apa yang menjadi tujuan dari para makhluk surgawi untuk datang ke dunia ini!.” Jawab Ma Guang.


“Sebenarnya apa yang dicari oleh para makhluk surgawi itu?.” Tanya Zou Kun penasaran.


“Tujuan mereka datang kedunia ini untuk mencari pemilik tubuh Dewa Naga Surgawi serta tubuh milikKu!.” Jawab Ma Guang.


Jawaban Ma Guang membuat semua orang didalam ruangan itu menjadi heran. Mereka tidak menyangka bahwa tubuh Ma Guang juga adalah salah satu alasan kedatangan para makhluk surgawi tersebut.


Sedangkan untuk pemilik tubuh Dewa Naga Surgawi sendiri mereka belum mengetahuinya, sehingga patriark Liao Chun pun segera bertanya untuk menghilangkan rasa penasarannya.


“Pendekar Ma! Apakah mereka sudah mengetahui siapa pemilik tubuh tersebut?.” Tanya patriark Liao Chun.


“MenurutKu untuk sementara mereka belum mengetahuinya! Akan tetapi kita juga harus mengantisipasi hal itu agar mereka tidak bisa mengetahui dimana keberadaan tubuh tersebut!.” Ma Guang menjelaskan.


“Sebelumnya aku ingin memohon kesediaan patriak Zou Kun dan juga para petinggi sekte Hua San untuk mengijinkan diriKu menggunakan markas sekte kalian agar bisa dijadikan tempat untuk menjebak mereka! Itu pun jika patriark dan para petinggi sekte mengijinkannya!.”


“sebelum kami mengiyahkannya, kami juga ingin mendengar bagaimana rencana yang telah disiapkan oleh pendekar Ma!.” Ujar seorang leluhur agung dari sekte Hua San.


“Baiklah! Aku akan menjelaskan bagaimana cara kita menjebak mereka di markas sekte Hua San!.”


“Pertama – tama aku juga membutuhkan keterlibatan para senior yang memiliki kultivasi ditingkat pendekar kaisar dewa dan juga pendekar raja dewa untuk berada disekte tersebut dan dengan sengaja berkultivasi serta menyebarkan aura energi dari tingkat kultivasi tersebut!.”


“karena yang aku tahu, mereka pasti akan sangat tertarik jika merasakan aura energy seorang pendekar kaisar  dewa!.”


“Bagaimana, apakah ada dari para senior sekalian yang bersedia untuk berpartisipasi dalam rencana kita ini?.” Tanya Ma Guang.


“Kami bersedia untuk berpartisipasi dalam rencana tersebut!.” Jawab leluhur agung sekte Bulan Perak yang mewakili seluruh leluhur disekte itu.


Pandangan semua orang langsung tertuju kepada para leluhur sekte Bulan Perak yang saat itu telah berdiri.


Para leluhur dari sekte Hua San serta sekte Phoenix Api Hitam pun secara serentak melakukan hal yang sama dengan para leluhur dari sekte Bulan Perak dan diikuti oleh para leluhur lainnya yang berasal dari sekte menengah serta sekte netral yang ada.


Ma Guang yang melihat bahwa telah terkumpul sekitar tiga puluh pendekar raja dewa dan pendekar kaisar dewa langsung menganggukan kepalanya menanggapi sikap para leluhur tersebut.

__ADS_1


“Baiklah! Kalau begitu, seluruh anggota sekte yang memiliki kultivasi dibawah seorang pendekar dewa, semuanya harus pergi dari sekte itu, agar tidak terkena dampak dari aura membunuh yang akan dikeluarkan oleh pasukanKu dan juga pasukan surgawi!.”


“Karena kita akan bergerak cepat untuk menangani mereka sebelum kekuatan mereka lebih meningkat!.” Tutur Ma Guang.


“Pendekar Ma! Kenapa rencana itu tidak dilakukan disekte kami ini saja?.” Tanya patriark Liao Chun.


“Patriark! Aura pasukan Naga dan juga aura pasukan Kilin Api bisa mereka rasakan di wilayah sekte ini! Sehingga rencana itu tidak akan berjalan jika melakukan hal itu di sekte ini!.”


“Karena jika tidak demikian, sudah bisa dipastikan sekte ini sudah diserang terlebih dahulu oleh mereka! Sebab jumlah pendekar yang memiliki kultivasi tingkat tinggi berada di sekte ini!.” Tutur Ma Guang menanggapi pertanyaan patriark Liao Chun.


Mereka yang mendengar apa yang disampaikan oleh Ma Guang langsung mengerti mengapa pria itu tidak menjadikan sekte Bulan Perak sebagai umpan didalam rencana yang mereka jalankan.


“Ayo kita pergi kesekte Hua San!.” Ujar Ma Guang kepada para leluhur yang telah bersedia untuk menjadi bagian didalam rencana yang telah dia susun.


Semuanya pun bergegas pergi untuk menuju ke markas sekte Hua San. Dan untuk pasukan naga dan pasukan Kilin Api langsung menekan aura kehadiran mereka ketitik terendah yang mereka bisa agar keberadaan mereka tidak diketahui oleh pasukan surgawi tersebut.


Namun tanpa mereka sadari, pergerakan mereka itu sedang diawasi oleh pasukan surgawi yang memang sudah begitu lama mengawasi sekte Bulan Perak karena para petinggi sekte yang memiliki tingkat kultivasi yang mereka inginkan sedang berada disekte tersebut.


Akan tetapi karena ada pasukan Kilin Api yang selalu menjaga sekte itu, sehingga mereka tidak ingin menyerangnya. Sebab jika mereka melakukan penyerangan, hal itu akan diketahui oleh Ma Guang.


Ma Guang yang sudah menekan aura keberadaannya serta telah merubah wajahnya kini sudah bisa merasakan keberadaan pasukan surgawi.


Namun dia tetap bertingkah seperti biasa seakan tidak merasakan keberadaan para pasukan surgawi itu.


Begitu juga dengan pasukan Naga dan Kilin Api, mereka pun tidak bereaksi walau pun sudah mengetahui bahwa keberadaan mereka saat itu sedang diawasi.


Ma Guang ingin melihat sesempurna apa rencana yang telah disiapkannya itu. Karena jika keberadaannya bersama pasukan yang dia pimpin bisa diketahui oleh pasukan surgawi, berarti rencananya itu telah gagal.


Mereka terus melesat menuju ke markas sekte Hua San, sedangkan untuk para pasukan surgawi kini sedang merencanakan penyergapan terhadap rombongan tersebut.


Keseluruhan rombongan itu hanya berjumlah seratus tiga puluh orang lebih, karena pasukan naga dan pasukan Kilin Api lainnya masih tetap berada di sekte Bulan Perak untuk bersiap mendapatkan panggilan dari Ma Guang dan juga Shi Tiao.


“Bagaimana komandan, apakah kita sudah boleh menyergap mereka?.” Tanya seorang prajurit pasukan surgawi kepada komandan pasukan seratus.


“Jangan bertindak gegabah, jika serangan kita melewatkan salah satu dari mereka dan bisa membocorkan identitas kita! Hal itu bisa membahayakan kita semua! Karena Ma Guang bisa mengetahui bahwa kitalah yang melakukan kejahatan ini!.” Jawab sang komandan.


“Kita harus menyergap mereka saat sudah berada didalam sekte mereka sendiri! Karena saat mereka memasuki sekte mereka kita pasti memiliki kesempatan untuk mengurung mereka didalam dengan formasi segel kita! Agar tidak ada satu pun dari mereka yang bisa lolos dari serangan kita!.” Sang komandan menjelaskan.


“Baik komandan, aku sudah mengerti!.” Balas sang prajurit yang adalah assistennya.


Setelah rombongan Ma Guang memasuki wilayah sekte Hua San, pasukan surgawi tersebut segera berpencar dan mulai menyegel wilayah sekte tersebut.


Ma guang yang mengetahui hal itu segera memerintahkan enam pasukan Naga dan enam juga pasukan Kilin Api untuk menyebar dan juga membuat formasi segel untuk melapisi formasi segel yang telah mereka buat.


“Celaka! Sepertinya kita telah dijebak oleh mereka!.”

__ADS_1


“Bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa kami tidak bisa merasakan aura kehadiran dari pasukan Naga dan juga pasukan Kilin Api?.”


~Bersambung~


__ADS_2