
Setelah selesai memeriksa situasi di desa tersebut, Ma Guang langsung mengajak kedua orang yang bersama dengannya untuk keluar dan berjalan di jalanan umum seperti biasanya.
" Kita tidak bisa beristirahat di desa ini. Kita harus terus untuk melanjutkan perjalanan kita hingga bisa tiba di kota Lu malam ini." Ucap Ma Guang.
Ma Guang tidak memperhatikan keadaan dari Ti Ha Yu.
Gadis itu sedang menahan perih di kakinya.
Kaki gadis itu sudah mulai melepuh karena melakukan perjalanan di medan yang buruk.
Setelah sudah meninggalkan desa tersebut, dan telah terlihat bahwa Ti Ha Yu sudah sangat menderita menahan perih di kakinya.
Ti Lung langsung bersuara kepada Ma Guang.
" Pendekar Ma! Apakah kita bisa beristirahat sejenak?." Ucap Ti Lung.
" Kenapa? Apakah kalian sudah merasa lelah?." Tanya Ma Guang.
" Tidak pendekar Ma, tetapi kaki dari Yu'er sudah melepuh karena berjalan di medan yang buruk kemarin." Jawab pria itu lagi.
" Baiklah, kalau begitu, nona Ti Ha Yu biar aku gendong saja, agar kita bisa melanjutkan lagi perjalanan kita." Ucap Ma Guang.
" Maaf pendekar Ma! Tetapi aku sudah besar dan aku malu kalau di gendong." Ucap Ti Ha Yu dengan wajah yang memerah.
" Oh, iya yah! Kalau begitu, nona Ha Yu naik saja di punggungKu." Ucap Ma Guang.
Gadis itu langsung naik ke punggung Ma Guang di saat pendekar muda itu menurunkan tubuhnya seperti berjongkok.
" Paman! Apakah paman bisa melangkah dengan cepat?." Tanya Ma Guang.
" Bisa pendekar Ma." Jawab Ti Lung.
" Kalau begitu, ayo kita bergerak cepat." Ucap Ma Guang sambil melangkahkan kakinya dengan cepat.
Perjalanan mereka berjalan dengan lancar dan mereka tiba di depan gerbang kota Lu saat hari sudah menjelang malam.
Akhirnya mereka melewati pemeriksaan yang selalu rutin di lakukan oleh prajurit penjaga pintu gerbang kota Lu.
Setelah menunjukkan identitas diri mereka, akhirnya mereka di persilahkan masuk.
Setelah memasuki kota Lu, ketiga orang tersebut menjadi pusat perhatian dari orang - orang yang berada di sepanjang jalan utama yang di lalui oleh mereka bertiga.
Hal itu di sebabkan karena, Ti Ha Yu masih tetap berada di atas punggung Ma Guang.
Ketiga orang tersebut akhirnya berhenti di depan sebuah toko yang menjual sumber daya serta pil.
Ma Guang langsung memasuki toko tersebut.
Setelah tiba di dalam toko tersebut, Ma Guang langsung memilih setiap sumber daya yang di butuhkannya.
__ADS_1
Ma Guang tidak lupa juga untuk membeli pil penambah 10 lingkaran tenaga dalam serta obat yang seperti salep untuk mengobati kaki Ti Ha Yu.
Setelah selesai, akhirnya ketiga orang tersebut langsung keluar dari toko tersebut dan berjalan untuk mencari penginapan.
Setelah berjalan beberapa saat kemudian, mereka melihat ada toko yang menjual perlengkapan pendekar.
Ma Guang merasa tertarik dan memasuki toko tersebut serta langsung melihat - lihat setiap senjata yang ada di tempat itu.
Ma Guang langsung meraih senjata yang berbentuk seperti senjata rahasia miliknya.
Ma Guang mengambil 20 buah untuk menambah stok senjata rahasia miliknya.
Setelah dirinya sudah selesai melihat seluruh senjata yang ada di dalam toko tersebut dan sudah tidak ada yang di sukainya. Akhirnya mereka kembali meninggalkan toko tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka bisa menemukan sebuah penginapan yang terlihat mewah.
Mereka bertiga langsung memasuki penginapan tersebut yang langsung di sambut oleh seorang pelayan.
" Tuan dan nona! Selamat datang di penginapan Kenangan Indah."
" Apakah ada yang bisa kami bantu?."
" Apakah ingin memesan suatu kamar?."
" Disini juga menyediakan makanan dan minuman yang terbaik."
Kata - kata yang keluar dari mulut pelayan tersebut, namun belum ada satu kata pun yang keluar dari mulut ketiga orang itu.
Setelah merasa tidak ada hal yang mencurigakan, akhirnya Ma Guang kembali menatap pelayan tersebut.
Setelah pelayan itu melihat Ma Guang sudah menatapnya kembali, pelayan itu kembali bertanya.
" Tuan! Nona! Apakah ada yang bisa saya bantu?."
" Iya! Kami membutuhkan 3 buah kamar yang nyaman." Ucap Ma Guang.
" Tuan dan nona silakan duduk untuk menunggu sebentar, saya akan memeriksa dahulu apakah masih ada 3 kamar yang tersisa atau tidak." Ucap pelayan itu.
Ma Guang langsung menurunkan tubuh Ti Ha Yu tepat di sebuah kursi yang tersedia.
Kemudian Ma Guang dan Ti Lung langsung duduk juga di kursi yang lain.
Setelah beberapa saat kemudian pelayan itu pun kembali menghampiri mereka bertiga.
" Tuan! Tinggal 2 kamar yang tersisa di penginapan kami ini." Ucap pelayan tersebut.
" Baiklah! Kalau begitu aku akan menyewa kedua kamar tersebut." Ucap Ma Guang.
" Silakan tuan membayar biayanya di kasir." Ucap pelayan tersebut sambil mengarahkan Ma Guang dengan tangannya.
__ADS_1
Ma Guang langsung berjalan dan menuju ke arah kasir.
Setelah tiba di kasir, Ma Guang langsung menanyakan tentang biaya sewa untuk dua buah kamar.
" Biaya sewa untuk kedua kamar tersebut seharga 10 keping perak untuk sehari, itu sudah di hitung dengan biaya makanan dan minuman yang akan di kirimkan langsung ke kamar masing - masing." Ucap sang kasir.
" Kalau begitu, aku akan menyewa kedua kamar tersebut selama 10 hari." Ucap Ma Guang.
Pendekar muda itu langsung memberikan satu buah koin emas miliknya.
Setelah menyelesaikan pembayaran tersebut, pelayan yang bersama mereka langsung mengantarkan ketiga orang itu ke kamar yang di sewa oleh mereka.
Ma Guang langsung menurunkan gadis yang berada di punggungnya di ranjang yang tersedia di kamar itu.
Kemudian pendekar muda itu masuk ke kamar yang satunya lagi dan langsung meracik sumber daya yang telah di belinya.
Sambil duduk bersila, Ma Guang langsung mengkonsumsi hasil racikannya itu dan menyerap khasiatnya.
Satu jam kemudian, tubuh Ma Guang langsung terasa segar dan bugar lagi, hal itu di sebabkan karena sumber daya yang di belinya adalah sumber daya tingkat menegah.
Awalnya Ma Guang membawa 50 koin emas di kantongnya.
Namun karena dia sudah menggunakannya untuk membeli sumber daya, sehingga koin emasnya tinggal 10.
Tetapi untuk menghabiskannya dengan hanya membeli makanan dan minuman yang biasa - biasa saja, itu akan memakan waktu berbulan - bulan.
Ma Guang juga meracik sumber daya untuk menembus menjadi Pendekar Suci.
Setelah selesai meracik sumber daya tersebut, Ma Guang langsung keluar dari kamarnya dan pergi menuju kekamar yang satunya lagi.
" Paman Ti Lung! Aku akan pergi untuk beberapa waktu lamanya, oleh karena itu, paman dan nona Ha Yu untuk sementara harus tetap berada di tempat penginapan ini." Ucap Ma Guang.
" Ambil ini untuk modal kalian berdua selama menungguKu disini." Ucap Ma Guang sambil memberikan 3 buah koin emas.
" Pendekar Ma! Ini uang yang banyak, kenapa anda kembali memberikan lagi kepada kami?." Ucap Ti Lung.
" Agar kalian bisa bertahan hidup saat aku belum kembali." Ucapnya lagi.
Setelah selesai memberitahukan hal itu kepada kedua orang tersebut, akhirnya Ma Guang langsung keluar dari penginapan itu sambil menuju ke arah jalan untuk keluar kota.
Ma Guang sedang mencari tempat agar dirinya bisa bermeditasi untuk menembus ke ranah Pendekar Suci, atau Pendekar Tingkat Tinggi.
Ma Guang memasuki hutan dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Setelah beberapa saat mencari tempat yang cocok untuk melakukan meditasi, akhirnya dia bisa menemukan tempat yang tempat untuk dirinya bermeditasi.
Di Sekte Bunga Persik.
Xia Jiao yang sudah menembus dan menjadi Pendekar Raja, terus menaikan tingkat tenaga dalamnya.
__ADS_1
Setelah beberapa waktu kemudian, gadis itu memohon pamit kepada gurunya untuk pergi mengambil sebuah misi.
~Bersambung~