
Tetua Sim Lan yang menatap seorang pendekar muda yang datang menolong mereka berdua dengan penuh tanda tanya, karena dirinya tidak mengenali pria tersebut.
Berbeda dengan Xia Jiao, wajah gadis itu langsung terlihat ceria saat melihat kedatangan pria muda itu.
" Ma Guang!." Teriak Xia Jiao ke arah pria tersebut.
" Nona Xia!." Balas Ma Guang sambil turun dan berdiri di depan gadis tersebut.
" Apakah nona Xia tidak apa - apa?." Tanya Ma Guang dengan tatapan mata yang penuh selidik.
" Iya! Aku tidak apa - apa." Jawab Xia Jiao sambil tersenyum.
Setelah Ma Guang sudah memastikan keadaan dari Xia Jiao, pendekar muda itu langsung berbalik dan menatap ke arah 10 orang pria yang masih berdiri.
Sang pemimpin kelompok tersebut merasa lebih geram lagi kepada Ma Guang, karena pendekar muda itu tidak menghiraukan perkataannya.
" Hei! Siapa kamu? Dan apa hubunganMu sehingga ikut campur dengan urusan kami?." Tanya pemimpin kelompok itu lagi.
Ma Guang pun menatap pria tersebut dengan senyuman sinisnya.
" Apa hubungan Ku? Hubungan Ku dengan orang - orang dari sekte aliran hitam sangat dekat, itu karena keluarga Ku dan juga desa asalKu telah di musnahkan oleh anggota sekte aliran hitam, jadi aku juga akan memusnahkan setiap anggota sekte aliran hitam yang aku temui, dan itu termasuk kalian juga." Ucap Ma Guang.
Mendengar apa yang di katakan oleh Ma Guang, pemimpin kelompok itu langsung tertawa dan langsung menanggapinya.
" Ha...ha...ha...ha...ha
" Hei bocah! Kamu terlalu tinggi untuk bermimpi, saat ini, diriMulah yang akan kami musnahkan." Lanjut pemimpin tersebut.
" Pak tua! Diri Mu akan menjadi yang terakhir untuk Ku bunuh, karena itu saat ini, nikmatilah sisa hidupMu itu." Ucap Ma Guang.
Pendekar muda itu langsung melesat dengan kecepatan yang tidak bisa di ikuti oleh ke 9 orang lainya.
Sret...sret...sret...sret...sret...sret...sret... sret...sret
Bruk...bruk...bruk...bruk...bruk...bruk...bruk...bruk...bruk
Bunyi suara yang keluar saat tebasan pedang Ma Guang setelah melewati leher dari ke sembilan anggota sekte aliran hitam tersebut, serta bunyi dari tubuh mereka yang ambruk ke tanah dengan keadaan kepala yang sudah terpisah dari tubuh mereka masing - masing.
Setelah menebas leher mereka, Ma Guang langsung menuju ke arah pemimpin tersebut.
Setelah sudah berada di hadapan pemimpin tersebut, tangan kiri dari Ma Guang langsung mencengkeram dagu pendekar itu, serta tangan kanannya langsung mencopot salah satu bagian gigi yang menyimpan racun di dalamnya.
Pemimpin tersebut sangat terkejut karena pergerakan Ma Guang sangat cepat, sehingga dirinya tidak bisa untuk mengantisipasi apa yang pendekar muda itu lakukan kepadanya.
Ma Guang langsung menotok beberapa titik aliran darah di tubuh pendekar tersebut.
Pemimpin kelompok tersebut langsung terdiam dan tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhnya.
Sedangkan tetua Sim Lan yang melihat apa yang di lakukan oleh Ma Guang, keadaannya juga sama seperti dengan pemimpin kelompok itu, dengan mata yang melotot seperti melihat setan.
Tetua Sim Lan merasa tidak percayah bahwa Ma Guang dengan mudahnya dapat membunuh orang - orang yang menyerang mereka. Dan juga hanya menyisahkan pemimpin mereka yang kini dalam keadaan yang tidak bisa bergerak.
Sedangkan Xia Jiao hanya bisa tersenyum karena mengetahui perkembangan kemampuan Ma Guang.
Xia Jiao sudah mengetahui penyebab Ma Guang yang dengan mudahnya mengalahkan lawan mereka itu.
__ADS_1
Itu di di karenakan, Ma Guang sudah menceritakan serta mengajarkan Xia Jiao tentang kitab pemberian guru Su Tian untuk dapat dengan cepat menerobos setiap tingkatan pendekar.
" Pak Tua! Aku akan melepaskan Mu dari penderitaan jika kamu dapat memberikan informasi tentang keberadaan dari pusat sekte Kalajengking Merah." Tanya Ma Guang.
Pemimpin tersebut memang tubuhnya sudah tidak bisa di gerakkan, namun dia masih bisa untuk berbicara.
" Puih! Sampai mati pun, aku tidak akan memberitahukan dimana letak sekte kami." Ucap pemimpin tersebut dengan tatapan mata yang sangat benci kepada Ma Guang.
" Oh, jadi begitu yah!? Baiklah kalau begitu." Ucap Ma Guang sambil bergerak menghajar pemimpin itu.
Duar
Bunyi pukulan Ma Guang yang menyerang tubuh pemimpin itu.
" Aaahhhccckkk" teriak pria tua itu.
Ilmu bela diri yang dimiliki oleh pria tua itu langsung lenyap, seluruh upaya dan kerja kerasnya selama ini, hanya dalam sekejap saja langsung lenyap.
Dengan tubuhnya yang sedang terbaring tak berdayah, pria tua itu berteriak kepada Ma Guang.
" Bunuh saja diriKu! Bunuh saja diriKu!." Teriak pria tua itu.
" Apa kataMu? KematianMu tidak akan semudah dengan yang kau pikirkan." Ucap Ma Guang.
" Sebelum kamu memberitahukan letak dari sekte kalian, aku tidak akan membunuhMu, tetapi sudah tentu kamu akan merasakan setiap perbuatanKu terhadap diriMu itu." Ucap Ma Guang lagi.
" Aku tidak akan memberitahukannya!." Jawab pemimpin itu.
Mendengar hal itu, Ma Guang langsung mengambil sebuah batu dan kayu dan meraih tangan milik pria tua itu serta memilih salah satu jarinya dan di letakkan di atas sebuah batu yang di ambilnya serta langsung memukul dengan kayu yang ada di tangannya.
Teriak sang pemimpin karena merasa sangat kesakitan.
" Bagaimana? Apakah kamu masih belum juga ingin memberitahukannya?." Tanya Ma Guang lagi dengan nada suara yang tenang namun dengan tatapan mata yang tajam menatap kearah pria tua itu.
Pria tua itu masih terdiam sambil menahan sakit yang di deritanya.
Melihat ucapannya hanya di tanggapi dengan diam. Ma Guang kembali memukul jari yang tadi di pukulnya.
" Aaaahhhhhcccckkkk."
Pria tua itu kembali berteriak kesakitan.
" Ini baru permulaan penderitaanMu, jadi jangan pernah bermimpi bahwa hal ini akan berakhir dengan cepat." Ucap Ma Guang lagi.
" Baiklah- baiklah! Aku akan memberitahukannya. Letak markas pusat kami ada di lembah Kabut." Ucap pria tua itu.
" Untuk lebih jelasnya, dimana letak Lembah Kabut tersebut?." Tanya Ma Guang.
" Letak tepatnya berada di dekat kota Shouchun di sebelah selatan kerajaan Chu." Jawab pria tua itu.
Tetua Sim Lan dan juga Xia Jiao hanya menatap dengan perasaan serta sikap yang berbeda - beda saat melihat apa yang sedang Ma Guang lakukan.
" Pemuda ini seperti seorang psikopat saat menggali informasi dari orang itu." Gumam tetua Sim Lan.
" Siapa sebenarnya pemuda ini? Dan mengapa bisa saling mengenal dengan Jiao'er?." Gumam tetua Sim lagi.
__ADS_1
" Aku akan ikut serta dengan Ma Guang jika sudah mengetahui letak sekte itu." Gumam Xia Jiao.
" Apakah memang benar letaknya disana?." Tanya Ma Guang lagi untuk lebih memastikannya.
" Iya! Memang benar letaknya disana." Jawab pria tua itu.
Sret...bruk
Bunyi pedang Ma Guang saat melewati leher orang tua itu serta bunyi tubuh pria tua itu yang ambruk ke tanah.
Tanpa berkata - kata, Ma Guang langsung membunuh pemimpin kelompok itu.
" Aku sekarang sudah mengetahui letak sekte tersebut, kini saatnya aku menyelesaikan misi pertamaKu." Gumam Ma Guang.
Pendekar muda itu langsung berbalik dan menatap seraya berjalan kearah Xia Jiao dengan senyuman.
" Nona Xia! Bagaimana ceritanya sehingga diriMu bisa berada di tempat ini?."
" Aku sedang menjalankan misi dari sekte kami."
Mendengar apa yang di katakan oleh Xia Jiao, Ma Guang kemudian langsung menatap kearah tetua Sim Lan.
" Apakah anda seorang tetua dari sekte Bunga Persik?." Tanya Ma Guang kepada tetua Sim Lan.
" Iya! Saya adalah salah satu tetua tingkat rendah." Jawab tetua Sim Lan.
" Salam hormat saya kepada tetua." Ucap Ma Guang dengan sikap hormat.
Mendengar serta melihat apa yang Ma Guang ucapkan serta lakukan, tetua Sim Lan merasa ada dua sosok manusia yang ada di dalam diri pemuda itu.
" Saat dia membunuh dan menyiksa pemimpin kelompok itu, sangat berbanding terbalik dengan sifatnya saat ini. Siapa sebenarnya pemuda ini." Gumam tetua Sim.
" Pendekar muda jangan terlalu sungkan seperti itu kepada Ku, sebab kemampuan dari pendekar muda, jauh berada di atas kemampuanKu." Ucap tetua Sim Lan menanggapi sikap Ma Guang.
" Hal itu seharusnya di lakukan oleh diri Ku, karena tetua adalah senior ilmu bela diri. Senior tetap senior walau pun kemampuan Ku lebih di atas dari tetua." Ucap Ma Guang.
" Baiklah kalau pendekar muda berpikir seperti itu." Ucap tetua.
" Nama saya Ma Guang, jadi tetua bisa memanggil Ku sesuai dengan apa yang tetua inginkan." Ucap pemuda itu.
" Baiklah pendekar Ma. Nama Ku adalah Sim Lan." Ucap tetua Sim.
" Jadi saat ini, kalian berdua akan menuju ke arah mana?." Tanya Ma Guang kepada kedua wanita tersebut.
" Kami akan menuju ke kota Lu." Jawab tetua.
" Kalau begitu, mari kita berangkat untuk pergi kesana bersama - sama." Ucap Ma Guang sambil berjalan.
~Bersambung~
#Pemberitahuan
Mohon maaf buat para pembaca setia karyaKu ini, karena kemarin saya tidak up, itu di karenakan oleh suatu urusan yang tidak bisa saya tunda atau pun bisa saya tinggalkan.
Tetapi saya akan berusaha untuk selalu bersemangat dalam melanjutkan karyaKu ini, agar bisa terus menghibur buat para pembaca.
__ADS_1
Atas perhatian, dukungan serta motivasi yang selalu di berikan oleh para pembaca lewat komentar atau pun likenya saya ucapkan Terima Kasih 🙏🙏🙏