
Mereka pun kembali ke kediaman milik Ma Guang.
Saat sudah sampai, kedua gadis itu pun langsung pergi untuk membersihkan tubuh mereka.
Bing Bihai juga melakukan hal yang sama.
Sedangkan Ma Guang sendiri kini sudah menyuruh pelayan untuk menyiapkan jamuan makan untuk mereka malam itu.
Pria itu pun langsung menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya untuk membersihkan tubuhnya juga.
Seluruh bangunan itu di lindungi oleh formasi pelindung, sehingga pendekar yang berada di luar bangunan tersebut tidak bisa melihat aktifitas yang di lakukan oleh orang - orang yang ada didalam kediaman Ma Guang.
Setelah selesai membersihkan tubuh mereka dan mengganti pakaian, akhirnya mereka pun kembali bertemu di ruang makan kediaman Ma Guang.
Makanan serta arak telah tersedia di atas meja makan di ruangan itu.
Mereka berempat pun langsung memilih tempat duduk untuk mereka masing - masing.
"Silahkan makan!." Ucap Ma Guang.
"Setelah makan, kalian berdua kembali berkultivasi untuk mengembalikan energi Qi yang baru saja kalian gunakan!." Tutur Bing Bihai.
"Baik tetua!." Jawab kedua gadis itu secara bersamaan.
Mereka berempat pun menikmati makanan yang sudah tersedia tersebut.
Setelah kedua gadis itu selesai makan, akhirnya keduanya langsung pamit udur diri.
Bing Bihai pun langsung mengiyahkan.
Akhirnya Bing Bihai dan Ma Guang mulai meminum arak terbaik yang telah tersedia.
Keduanya pun mulai bercerita tentang perjalanan hidup keduanya sambil terus menikmati arak.
Mereka berdua pun kini sudah berpindah tempat untuk menikmati arak.
Keduanya kini sudah duduk di ruang khusus untuk menerima tamu pribadi.
Keduanya duduk berdampingan sambil menikmati arak.
"Nona Bing! Kenapa kamu awal kita bertemu, aku melihat kamu tidak pernah untuk tersenyum!?." Tanya Ma Guang yang sudah mulai mabuk.
"Itu karena aku tidak memiliki teman untuk bisa bermain - main bersama - sama denganKu!." Jawab Bing Bihai sambil tersenyum mabuk juga.
"Kamu pernah bilang kepadaKu, kamu itu tidak biasa jika berkultivasi tanpa di dampingi atau di jaga oleh orang lain! Itu pertanda nona Bing memiliki seorang teman sejak kecil!." Ujar Ma Guang lagi yang juga tersenyum seperti mengejek wanita di sampingnya itu.
"Mereka itu penjaga, bukan teman! Jadi tidak ada waktu untuk bisa bermain denganKu!." Balas Bing Bihai lagi.
"Nona Bing! Jika di pikir - pikir, usiaMu saat ini sudah sangat layak untuk menikah, kenapa kamu belum menikah!?." Tanya Ma Guang serius sambil menatap kearah wanita di sampingnya.
"Itu karena pria yang aku sukai datangnya terlambat dan saat ini sudah beristeri!." Tutur Bing Bihai.
"Siapa pria itu? Apakah aku mengenalnya?." Tanya Ma Guang penasaran.
"Sudah! Kamu tidak perlu mengetahuinya, biar aku sendiri saja yang memendam rasa itu!." Ucap Bing Bihai merasa sedih.
"Nona Bing! Ada baiknya, beban itu di keluarkan dari diri sendiri agar tidak membebani hati, pikiran serta perasaan dari nona Bing sendiri!." Yutur Ma Guang memberi nasihat.
__ADS_1
"Pendekar Ma! Aku ingin bertanya kepadaMu! Apakah aku ini terlihat cantik!?." Tanya Bing Bihai.
"Nona Bing! MenurutKu kamu itu seorang wanita yang sangat cantik!." Tutur Ma Guang memuji.
"Apakah setiap pria akan menyukaiKu jika melihat kecantikanKu ini!?." Tanya Bing Bihai lagi.
"MenurutKu memang seperti itulah kenyataannya!." Jawab Ma Guang.
"Apakah kamu juga menyukaiKu?." Tanya Bing Bihai.
"Jika aku belum beristeri, pastinya aku juga akan menyukai nona Bing!." Jawab Ma Guang.
"Jadi saat ini kamu tidak menyukaiKu?." Tanya Bing Bihai dengan nada suara yang ketus.
"Bukan seperti itu maksudKu! Aku memang menyukai nona Bing tetapi itu hanya sebatas teman saja!." Tutur Ma Guang.
"Iya! Itu karena keempat isteriMu sangat cantik, sehingga kamu sudah tidak tertarik lagi dengan wanita yang lain!." Tutur Bing Bihai sedikit menyinggung.
"Bukan seperti itu! Tetapi..."
"Tetapi apa? Kenapa tidak bisa melanjutkan kata - kataMu!?." Tutur Bing Bihai sambil tersenyum meledek Ma Guang.
"Nona Bing! Aku ini seorang pria, jadi aku pasti akan merasa tertarik dengan setiap wanita cantik yang aku lihat, tetapi hal itu tidak bisa untuk aku lakukan, karena itu akan menyakiti hati dan perasaan isteri - isteriKu!." Ucap Ma Guang jujur.
"Mendengar perkataanMu itu sudah membuat beban di dalam diriKu sedikit berkurang!." Tutur Bing Bihai menanggapi perkataan Ma Guang.
Keduanya terus menikmati arak hingga Bing Bihai pun tertidur di tempat duduknya karena sudah mabuk.
Ma Guang yang melihat hal itu langsung membopongnya ke dalam kamar yang di tempati oleh Bing Bihai.
Saat pria itu melepaskan tubuh wanita itu di ranjang, tangan Bing Bihai sedang memegang baju di bagian pundak Ma Guang.
Bibir keduanya hampir saja bersentuhan akibat kejadian tersebut.
Posisi tubuh Ma Guang kini masih dalam keadaan terdiam tanpa bergerak sedikit pun sambil menatap wajah cantik Bing Bihai.
Jantung pria itu langsung berdegup kencang saat dalam posisi tersebut.
Hal itu juga karena terpengaruh dengan alkohol yang terkandung di dalam arak yang dia konsumsi.
"Apakah aku akan melakukannya!? Tetapi hal itu adalah sesuatu yang tidak baik jika dalam situasi seperti ini!." Batin Ma Guang berkecamuk saat dalam posisi yang dia alami saat itu.
Saat tangannya mau melepaskan pegangan tangan Bing Bihai dari bajunya.
Wanita itu lebih mengeratkan lagi cengkramannya serta menarik tubuh Ma Guang.
Hal yang sudah membuat batinnya menjadi kacau langsung terjadi.
Bibir keduanya pun saling menempel satu dengan yang lain.
Jantung Ma Guang makin cepat berdetak serta nafasnya kini mulai memburu.
"Sial! Mengapa hal ini harus terjadi?." Ma Guang membantin.
Pria itu pun kemudian berinisiatif untuk melepaskan bibirnya yang sedang menempel tersebut.
Saat dirinya mau melepaskan bibirnya, Bing Bihai langsung menggerakkan mulutnya, sehingga hal itu seperti sedang melakukan french kiss.
__ADS_1
Ma Guang yang merasakan hal itu langsung membalasnya.
Saat Ma Guang membalas ******* tersebut, Bing Bihai kini secara perlahan mulai tersadar karena merasakan apa yang sedang Ma Guang lakukan.
Wanita itu pun mulai merasa sesuatu yang lain di dalam dirinya saat merasakan ******* di bibirnya.
Bing Bihai pun mulai mencoba memahami situasi yang sedang terjadi saat itu.
Tangan kanannya yang masih mencengkram pakaian Ma Guang yang ada di bagian punggung mulai di lemaskan untuk melepaskan pegangannya.
Namun tangan kiri Ma Guang masih berada di bawah tengkuknya.
Setelah mengerti dengan situasi yang terjadi saat itu, Bing Bihai pun dengan perlahan mulai membuka kedua matanya serta mencoba membalas ******* yang di lakukan oleh Ma Guang.
Beberapa saat kemudian, Ma Guang baru menyadari bahwa wajahnya telah di tatap oleh sepasang mata Bing Bihai, serta sudah ada reaksi balasan dari wanita itu dengan apa yang di lakukannya.
Bing Bihai yang baru pertama kalinya merasakan hal itu, saat merasakan bahwa Ma Guang akan menghentikan tindakannya tersebut, kembali mencengkram bagian pakaian yang awalnya di cengkram olehnya.
Tindakan tersebut sontak saja langsung membuat Ma Guang menghentikan tindakannya dan ingin melepaskan bibirnya dari bibir wanita tersebut.
Namun hal itu di cegah oleh Bing Bihai dengan merangkulkan tangan yang satunya lagi.
Kini hal yang muncul di benak Ma Guang adalah rasa takut, sebab jika hal itu di lanjutkan, sudah bisa di pastikan bahwa mereka berdua akan melakukan sesuatu yang diluar batas semestinya.
Pria itu pun langsung melepaskan lumatannya tersebut dan mulutnya langsung di dekatkan ke telinga Bing Bihai sambil berkata.
"Hal ini semestinya tidak terjadi!." Bisik Ma Guang.
Bing Bihai masih tetap merangkul erat tubuh Ma Guang dengan kedua tangannya.
Wanita itu tidak bisa mengeluarkan sepata kata pun saat itu.
Tetapi bahasa tubuhnya seakan tidak lagi ingin melepaskan Ma Guang dari pelukannya itu.
Merasakan hal tersebut, Ma Guang pun kembali berbisik.
"Katakan apa yang kamu inginkan! Agar aku bisa menjelaskan apa yang aku pikirkan juga!."
Bing Bihai belum menjawab atau menanggapi bisikan Ma Guang tersebut.
Beberapa saat kemudian, akhirnya Bing Bihai pun berkata.
"Apakah aku bisa memelukMu hanya sampai fajar menyingsing?." Tanya Bing Bihai penuh harap.
Ma Guang tidak bisa berkata - kata untuk menanggapi bisikan wanita tersebut.
Pria itu pun langsung merubah posisinya dan duduk di pinggir ranjang dengan tubuh Bing Bihai yang sudah berada di pangkuannya sambil memeluk tubuhnya.
Saat fajar mulai menyingsing, Ma Guang pun langsung berbisik.
"Sudah saatnya aku untuk kembali!." Tutur Ma Guang.
Wanita itu pun langsung bangun dari pangkuan Ma Guang dan langsung berkata.
"Aku ingin melakukan lagi ciuman yang kita lakukan semalam untuk yang terakhir kalinya!." Tutur Bing Bihai yang langsung menyosor bibir pria di depannya itu dan **********.
Beberapa saat kemudian, Bing Bihai pun mengakhiri tindakannya sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Seumur hidupKu! Selain kakekKu, tidak ada pria lain yang sangat dekat denganKu dan juga sangat aku sukai selain diriMu! Oleh karena itu, kamu akan menjadi pria yang terakhir di dalam hidupKu!." Tutur Bing Bihai sambil melepaskan Ma Guang untuk kembali kekamarnya.
~Bersambung~