Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 483. Akhir Pertempuran


__ADS_3

Ledakan besar itu sekaligus menghancurkan beberapa lapisan formasi yang menyegel tubuhnya.


Kini tubuh Se Tianlan pun sudah terbebas dan melayang diudara dengan diselimuti sinar yang berwarna keemasan.


Peristiwa itu membuat hati dan pikiran Ma Guang, Ma Tian Shen serta seluruh yang ada di tempat itu menjadi khawatir.


Tidak hanya kelompok Ma Guang yang menyaksikan hal tersebut, akan tetapi ada juga beberapa sosok yang sedang menyaksikan kejadian itu.


Beberapa sosok itu adalah para Dewa Agung penguasa tiga dunia serta para Dewa Agung penguasa di setiap Benua yang ada di tiga dunia.


"Sepertinya akan ada pertunjukkan yang mungkin kita belum bisa mengetahui bagaimana akhirnya". Ucap Dewa Tian Kong.


"Dewa Tian Kong, tetapi bukankah Se Tianlan ini awalnya adalah pemuja anda?". Tanya Dewa Ceng Sin.


"Memang benar, itulah yang membuatKu menganugerahkan kepadanya karunia, yaitu tidak bisa dibunuh oleh siapa pun, dimana pun, serta di waktu apa pun". Jawab Dewa Tian Kong.


"Apakah karunia itu tidak bisa dihilangkan?". Tanya Dewa Ceng Sin lagi.


"Aku juga memiliki pertanyaan yang sama denganmu, sebab saat ini Se Tianlan telah melakukan teknik pembaptisan diri, sehingga dia telah hidup baru".


"Aku penasaran dengan tindakannya tersebut, apakah itu akan meniadakan anugerah yang telah aku berikan ataukah anugerahku itu masih tetap melekat pada dirinya!?". Tutur Dewa Tian Kong yang juga belum mengetahui hal tersebut.


"Yang aku tahu, setelah melalui pembaptisan diri dan hidup baru, pastinya seluruh anugerah yang melekat didalam diri kita sebelumnya akan menghilang, terkecuali setiap hal yang kita peroleh dari hasil jerih payah dan usaha kita sendiri". Sambung Dewa Ceng Sin.


"Jadi menurutku, kemungkinan besar kekuatannya akan meningkat, namun anugerah yang kamu berikan itu sudah tidak lagi dia miliki". Lanjut Dewa Ceng Sin.


"Jika seperti itu, maka situasi ini tentunya akan sangat menguntungkan bagi Ma Guang". Dewa Tian Kong menanggapi.


"Kita lihat saja apa yang akan terjadi mmenurut takdir mereka". Ucap Dewa Ceng Sin.


Dewa Tian Kong hanya mengangguk setuju dengan perkataan Dewa Ceng Sin.


Sedangkan setelah cahaya keemasan yang menyelimuti tubuh Se Tianlan memudar, kini terlihat hanya ada satu sosok Se Tianlan yang masih melayang diudara.


Tatapan matanya yang tajam mulai menyisir seluruh area dimana terlihat para lawannya yang sudah kembali siap untuk melanjutkan pertarungan.


Se Tianlan belum mengambil inisiatif untuk memulai kembali pertarungan itu.


Penguasa bangsa Azura itu kini menyelidiki kemampuannya setelah melakukan teknik untuk hidup baru.


Akan tetapi dirinya merasa terkejut dengan kultivasi yang dia miliki saat itu yang hanya bisa meningkat sampai sebagai seorang Dewa Biasa Puncak.


Kekuatan tersebut tidak ada apa - apanya bagi pasukan Ma Guang yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi darinya.


Namun karena Se Tianlan berpikir bahwa dirinya tidak bisa dibunuh, pemimpin bangsa Azura itu pun kembali menyerap energi Qi yang ada di seluruh area tersebut untuk melancarkan serangan kepada Ma Guang.

__ADS_1


Ma Guang yang sudah bisa mengetahui kekuatan Se Tianlan dengan cepat segera melesat ke arah penguasa bangsa Azura itu dan menyegelnya.


Akan tetapi Se Tianlan sudah mengantisipasi hal tersebut dan telah menyiapkan portal ruang dan waktu untuk menghindari tindakan Ma Guang.


Tindakan Ma Guang yang ingin menyegel Se Tianlan pun tidak terealisasi.


"Ternyata dia bisa menghindar dengan menggunakan portal ruang dan waktu, baiklah! Aku akan mengikuti permainanmu itu". Gumam Ma Guang sambil mengikuti arah perginya Se Tianlan.


"Sial! Mengapa dia bisa menyusulku? Jika seperti ini, bisa berakibat fatal bagiku". Pikir Se Tianlan.


Sang penguasa bangsa Azura itu segera melepaskan serangannya kearah Ma Guang didalam lorong ruang dan waktu.


Serangan tersebut hanya ditepis oleh Ma Guang sambil melepaskan serangan juga.


Serangan api hitam milik Ma Guang segera mengenai tubuh Se Tianlan dan membuatnya terhempas kearah belakang yang bertepatan juga tubuhnya terhempas juga keluar dari lorong ruang dan waktu.


Begitu juga dengan Ma Guang, pria itu juga kini telah keluar dari lorong ruang dan waktu dan segera mencekik leher Se Tianlan yang tubuhnya saat itu sedang dalam keadaan terbaring ditanah.


Ma Guang segera mengangkat tubuh Se Tianlan dan berkata.


"Apakah kamu menginginkan kematian?".


"Ha...ha...ha...ha...ha...apakah menurutMu semudah ini bisa membunuhku?". Balas Se Tianlan tanpa ada rasa khawatir sedikit pun.


"Rupanya kamu terlalu percaya diri dengan kemampuanmu itu, akan tetapi kamu sudah lupa bahwa kekuatan kita saat ini sudah sangat jauh berbeda".


"Baiklah, aku akan melihat, apakah akan ada Se Tianlan yang lain yang akan tercipta disaat darahmu menyentuh tanah!?".


"Aku juga penasaran untuk hal itu". Tutur Ma Guang yang langsung melukai salah satu lengan Se Tianlan.


Tindakan Ma Guang itu telah dia pikirkan sebelumnya, sehingga dia ingin membuktikan apakah Se Tianlan masih memiliki kemampuan tersebut.


Meskipun Se Tianlan masih memiliki kemampuan itu, namun mengingat kekuatannya yang jauh berada dibawah Ma Guang, tidak akan sulit untuk dia lumpuhkan.


Se Tianlan yang menerima perlakuan dari Ma Guang hanya membalasnya dengan senyuman yang sinis.


Pemimpin bangsa Azura itu berpikir bahwa dirinya telah berhasil membuat lawannya itu melakukan tindakan yang dia harapkan.


Saat salah satu lengan Se Tianlan menyentuh tanah dan darahnya langsung menetes di tanah.


Beberapa saat kemudian ternyata apa yang dia harapkan sama sekali tidak terjadi.


Wajah Se Tianlan lansung berubah menjadi pucat pasi.


"Mengapa? Mengapa hal itu tidak terjadi?".

__ADS_1


"Apakah anugerah itu sudah tidak berlaku lagi?".


Se Tianlan merasa terkejut dengan apa yang dia lihat, sehingga pertanyaan - pertanyaan pun mulai keluar dari mulutnya.


Ma Guang yang mendengar dan yang melihat perubahan mimik muka serta sikap dari Se Tianlan hanya tersenyum mengejek.


"Bagaimana? Apakah sekarang ini kamu sudah merasa puas?". Tanya Ma Guang dengan nada suara yang sedikit mengejek sambil melemparkan tubuh Se Tianlan ke tanah.


"Tidak! Tidak mungkin! Ini tidak mungkin terjadi!". Teriak Se Tianlan karena merasa tidak terima.


Ma Guang pun segera melihat sekelilingnya dan mulai berpikir dimana posisi sekarang keduanya berada.


Dan ternyata kini keduanya telah berada di Benua Timur didekat markas sekte Teratai Hitam.


Sekelompok anggota sekte Teratai Hitam yang berpatroli, tanpa sengaja menemukan posisi mereka berdua.


Sekelompok anggota sekte itu pun langsung bisa mengenali sosok Se Tianlan.


"Siapa kamu? Mengapa melukai Penguasa kami?". Tanya seorang pria yang adalah pemimpin kelompok itu kepada Ma Guang.


"Oh...jadi kalian ini adalah kaki tangannya didunia ini!?".


"Bagus, ini adalah saat yang tepat bagi kalian untuk berhenti melakukan tindakan yang bisa merugikan dunia kita".


"Jika kalian tetap melakukannya, sekte kalian tidak akan ada lagi di dunia ini".


"Dan yang perlu kalian ketahui, mulai saat ini, kalian tidak memiliki seorang penguasa lagi".


"Sebab aku sudah membunuhnya". Tutup Ma Guang yang langsung menghilang dari tempat itu bersama dengan sosok Se Tianlan.


Kelompok yang berpatroli itu pun kini bergegas untuk melaporkan kejadian yang mereka lihat itu kepada Kha Gui.


Sedangkan Ma Guang dan juga Se Tianlan kini sudah kembali lagi di tempat semula, yaitu diwilayah sekte Beruang Matahari.


Kemunculan Ma Guang dan juga Se Tianlan langsung disambut dengan pertanyaan dari Ma Tian Shen.


"Ayah, apa yang telah terjadi?".


"Kita telah memenangkan pertempuran ini".


"Aku akan mencoba untuk memanggil Dewa Agung penguasa dunia ini untuk membawa Se Tianlan agar menerima hukuman".


Saat Ma Guang baru saja mau mengaktifkan kekuatan ilahinya, ketiga sosok pria tua langsung muncul di tempat itu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2