
Setelah mengetahui bahwa rombongan yang sedang menuju gerbang kota Pingdu adalah pasukan yang diutus oleh raja Qi. Prajurit yang menjaga pintu gerbang langsung membuka pintu gerbang kota dan membiarkan rombongan pasukan Ma Guang untuk memasuki kota Pingdu.
Salah seorang prajurit langsung memacu kudanya untuk melaporkan kedatangan rombongan pasukan Ma Guang kepada penguasa kota Pingdu.
Setelah menerima laporan tersebut, penguasa kota Pingdu langsung memerintahkan kepada seorang komandan pasukan untuk menjemput Ma Guang dan juga pasukannya.
Setelah komandan tersebut sudah bertemu dengan rombongan Ma Guang, komandan tersebut langsung mengarahkan Ma Guang dan juga pasukannya untuk mengikuti dirinya.
Ma Guang beserta pasukannya mengikuti komandan tersebut.
Pasukan Ma Guang di arahkan ke tempat untuk mereka beristirahat, sedangkan untuk Ma Guang dan juga tujuh orang lainnya di arahkan untuk menuju ke istana penguasa kota Pingdu.
Setelah tiba di depan pintu masuk istana kediaman penguasa kota Pingdu. Penguasa kota Jin Xian dan juga di dampingi seorang jenderal dan juga dua orang komandan sudah menyambut kedatangan mereka.
Jin Xian langsung mempersilahkan Ma Guang dan juga tujuh orang lainnya untuk memasuki aula istana.
Dan mempersilahkan mereka untuk duduk di kursi yang sudah tersedia.
Setelah sudah duduk, akhirnya Ma Guang langsung memperkenalkan dirinya dan juga ketujuh orang yang sedang bersamanya.
"Nama saya adalah Ma Guang sebagai jenderal kecil sebagai pemimpin pasukan dan di sebelah kananKu ini adalah Xia Jiao, dan di sebelah kiriku ini adalah Yuan Jiali." Ucap Ma Guang yang juga memperkenalkan kelima komandan yang bersama - sama dengannya.
Sedangkan penguasa kota juga langsung memperkenalkan dirinya dan juga tiga orang yang duduk bersamanya saat itu.
"Nama saya Jin Xian sebagai penguasa kota Pingdu ini, dan ini adalah jenderal Fan Gui. Di sebelahnya adalah Jin Yong adalah komandan pasukan sekaligus adalah anak tertua saya. Di sebelahnya lagi adalah Jin Yu adalah komandan pasukan dan juga adalah anak ke 2 saya." Ucap Jin Xian.
Ma Guang langsung tersenyum sambil menganggukan kepalanya menanggapi apa yang di sampaikan oleh penguasa kota Pingdu.
Setelah selesai memperkenalkan diri mereka masing - masing. Ma Guang langsung mempertanyakan keadaan serta situasi di perbatasan kerajaan Qi dengan perbatasan kerajaan Lai.
Jin Xian langsung menceritakan keadaan di perbatasan, dimana pasukan kerajaan Lai yang bermarkas di dekat kota Ye secara terus menerus melakukan provokasi terhadap pasukan kerajaan Qi yang sedang melakukan patroli di wilayah perbatasan.
Jarak dari perbatasan ke kota Ye sekitar 60 kilo meter ke arah timur, tetapi markas pasukan kerajaan Lai berada 20 kilo meter dari perbatasan wilayah kedua kerajaan tersebut. Sehingga jarak untuk menuju ke kota Pingdu dan ke kota Ye sama - sama sekitar 40 kilo meter.
Pasukan kerajaan Lai juga telah menginfasi sebagian wilayah propinsi Jiaoxi. Kota Pingcheng juga telah di rebut oleh pasukan kerajaan Lai. Sehingga pasukan kerajaan Lai sudah di pusatkan juga di kota tersebut.
Jarak ke perbatasan sebelah timur dari kota Pingdu berjarak 20 kilo meter. Sedangkan jarak ke perbatasan sebelah selatan dari kota Pingdu berjarak 30 kilo meter. Dan wilayah yang telah di rebut oleh pasukan kerajaan Lai sudah masuk ke wilayah kerajaan Qi sejauh 50 kilo meter sampai ke kota Pingcheng dan juga kota Zhuangwu yang terletak di bagian utara kota Buqi propinsi Langya dan bagian sebelah timur dari kota Yi'an propinsi Jiaoxi.
__ADS_1
Setelah mendengarkan penjelasan dari Jin Xian dan juga jenderal Fan Gui akhirnya Ma Guang telah mengetahui banyak tentang permasalahan yang telah terjadi di perbatasan dan berencana untuk melakukan penyerangan terhadap pasukan kerajaan Lai. Namun sebelumnya Ma Guang akan memikirkan serta mempersiapkan strategi yang tepat untuk melakukan penyerangan terhadap pasukan kerajaan Lai.
Di saat Jin Xian dan juga jenderal Fan Gui sedang fokus menjelaskan keadaan di wilayah perbatasan kerajaan Qi. Mata kedua anak Jin Xian sedang terfokus memandang kearah Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.
Hal itu di sebabkan karena kedua gadis itu telah melepaskan penutup kepala mereka, sehingga dapat di lihat dengan jelas bahwa mereka berdua adalah wanita yang sangat cantik.
Akhirnya para pelayan sudah selesai memasak untuk di hidangkan kepada rombongan Ma Guang dan juga yang lain yang berada di dalam aula istana tersebut. Para pelayan mulai membawakan makanan serta arak terbaik yang mereka miliki dan meletakannya di meja yang telah tersedia di hadapan mereka masing - masing.
Akhirnya mereka pun mulai menyantap dan menikmati makanan serta arak yang telah di siapkan.
Ma Guang kini sudah mulai merasa mabuk, sedangkan Xia Jiao dan Yuan Jiali hanya sedikit meminum arak tersebut.
Jin Yong membisikan sesuatu ke telinga Jin Yu. Setelah itu pemuda tersebut langsung mendekat ke arah Xia Jiao.
"Hai komandan Xia! Apakah aku bisa menemaniMu untuk menikmati arak ini?." Tanya Jin Yong sambil tersenyum manis menatap Xia Jiao.
Jin Yong sendiri adalah seorang pemuda yang memiliki wajah yang tampan dan juga memiliki postur tubuh yang sangat ideal untuk seorang pria. Sehingga jika seorang wanita yang menatapnya pasti akan langsung merasa tertarik terhadapnya.
Namun hal itu sama sekali tidak mempengaruhi hati Xia Jiao dan juga Yuan Jiali, sebab di dalam ruang hati kedua wanita itu sudah terisi dengan sosok pria yang mereka idamkan selama ini, yaitu Ma Guang.
Melihat kakaknya sudah bisa mendekati Xia Jiao, Jin Yu langsung mendekati Yuan Jiali juga.
Jin Yu sama seperti kakaknya, yaitu pemuda dengan wajah yang tampan dan juga memiliki postur tubuh yang ideal untuk seorang pria.
"Hai komandan Yuan! Apakah aku bisa menemani diriMu untuk menikmati arak ini?." Tanya Jin Yu.
Melihat apa yang telah di lakukan oleh Xia Jiao, akhirnya Yuan Jiali mengiyahkan juga tawaran dari Jin Yu.
Sedangkan Ma Guang sedang serius membicarakan strategi untuk menyerang pasukan kerajaan Lai bersama Jin Xian dan juga jenderal Fan Gui.
Sedangkan lima orang komandan pasukan Ma Guang juga tengah asik menikmati arak dan juga hiburan tarian yang di tampilkan oleh beberapa wanita di depan mereka.
Saat waktu sudah lewat tengah malam, Ma Guang langsung mohon pamit undur diri kepada penguasa kota Jin Xian dan juga kepada jenderal Fan Gui.
Rombongan mereka diantarkan untuk menuju ke salah satu bangunan yang terlihat megah untuk mereka tempati.
Tetapi Ma Guang meminta komandan yang mengantar mereka agar di antarkan ke tempat dimana prajuritnya berada.
__ADS_1
Sang komandan pun langsung menuruti permintaan Ma Guang.
Setelah tiba di tempat dimana prajuritnya berada. Ma Guang langsung di arahkan ke suatu bangunan yang terlihat lebih bagus dari bangunan - bangunan yang ada di tempat itu.
Bangunan tersebut memiliki tiga buah kamar yang besar.
Seorang pelayan langsung di perintahkan untuk menyiapkan ke tiga kamar itu untuk di tempati oleh Ma Guang dan juga dua orang lainnya.
Setelah siap, akhirnya sang komandan langsung mempersilahkan Ma Guang dan pamit undur diri.
Ma Guang pun langsung berjalan masuk ke kamar yang telah di siapkan untuk dirinya.
Pemuda itu langsung melepaskan baju zirahnya dan langsung berbaring di ranjang yang telah tersedia.
Kedua gadis itu pun langsung menutup pintu depan bangunan tersebut dan langsung memasuki kamar mereka masing - masing yang telah di persiapkan.
Mereka berdua juga melakukan hal yang sama dengan Ma Guang, yaitu melepaskan baju zirah yang mereka gunakan.
Posisi kamar Ma Guang terletak di antara kamar kedua gadis tersebut sehingga saling berdekatan.
Xia Jiao langsung berpikir untuk membiarkan Ma Guang tertidur pulas, setelah itu dia akan masuk ke kamar pemuda itu dan akan tidur di sampingnya.
Rencana yang Xia Jiao pikirkan tidak berbeda dengan Yuan Jiali, gadis itu juga ingin melakukan hal yang sama dengan apa yang Xia Jiao pikirkan.
Setelah sudah beberapa saat berlalu, kedua gadis itu pun mulai melakukan aksinya.
Mereka berdua kini telah membersihkan tubuh mereka dan mengganti pakaian mereka dengan gaun tidur yang tipis dengan berbahan sutera.
Kedua gadis tersebut sama - sama membuka pintu dan keluar dari kamar mereka masing - masing.
Saat mereka berdua membalikkan badan untuk menuju ke kamar Ma Guang, mata kedua gadis tersebut saling bertemu dan terdiam sesaat di tempat mereka berdirì.
Setelah beberapa saat saling bertatapan, akhirnya kedua gadis tersebut saling tersenyum satu sama lainnya.
Setelah itu mereka langsung melangkahkan kaki untuk menuju ke kamar Ma Guang.
~Bersambung~
__ADS_1