Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 405. Kedatangan Shi Kang


__ADS_3

Sang prajurit terus berpikir untuk mendapatkan alasan baru agar bisa meredahkan amarah para pendekar dari sekte Beruang Matahari.


"Mohon maaf jika tuan pendekar merasa tersinggung dengan apa yang telah aku katakan itu!."


"Namun, apakah pemikiranKu itu salah menurut pendekar?."


"Jika ada perkataanKu yang salah! Hamba mohon agar tuan pendekar bisa menjelaskannya kepadaKu!."


Walau pun kini sikap prajurit itu sedang menangkupkan tangannya dan berkata dengan nada suara yang merasa bersalah, namun kata - katanya itu membuat anggota sekte Beruang Matahari itu masih tetap tidak meredahkan kemarahan para pendekar tersebut.


Para pengunjung yang berada dikedai itu pun segera berkata.


"Sepertinya apa yang dikatakan oleh pendekar itu ada benarnya juga!."


"Sehingga menurutKu kalian tidak perlu menunjukan sikap marah seperti ini!."


"Jika memang benar para pendekar yang mengawal tuan Gu Ruo itu berasal dari sekte Beruang Matahari, kalian hanya butuh memberitahukan identitas dari para pendekar tersebut!!."


"Kenapa harus seperti ini!? Itu sama halnya dengan tidak bisa membuktikannya jika itu adalah para pendekar yang berasal dari sekte kalian, dan menutupinya dengan cara yang tidak terhormat seperti ini!." Tutur seorang pria tua yang memiliki aura pendekar Agung yang juga adalah sebagai pengunjung dikedai itu.


Para pengunjung lainnya juga sangat menyayangkan sikap para pendekar Beruang Matahari itu.


Mendapatkan tanggapan yang seperti merasa kecewa terhadap sikap mereka.


Sang pendekar yang awalnya murka tersebut menjadi canggung dengan situasi yang ada.


Amarah pria itu pun kini perlahan mulai meredah.


Begitu juga dengan seluruh anggota sekte yang juga berada diluar kedai itu.


Sedangkan raut wajah sang prajurit kini mulai tersenyum sinis seakan telah memenangkan hati para pengunjung lainnya serta merasa telah mendapatkan dukungan.


Untuk menutupi rasa canggung karena para pengunjung lainnya juga membenarkan perkataan prajurit itu, pendekar tersebut langsung berkata.


"Yang mengalahkan para makhluk itu adalah dewa kami Ma Guang!."


"Jadi hal apa lagi yang ingin kamu tanyakan?." Tutup pedekar tersebut.


"Apa!? Ma Guang adalah dewa kalian?."


"Sejak kapan pendekar Ma Guang menjadi seorang dewa!? Dan sejak kapan juga dia menjadi dewa dari sekte kalian!?." Tanya prajurit itu lagi.


Para anggota sekte Beruang Matahari seakan tidak habis - habisnya merasa heran dengan pertanyaan - pertanyaan yang dilontarkan oleh prajurit itu yang mereka ketahui adalah pendekar yang hanya lewat di desa itu.

__ADS_1


"Maaf tuan! Sepertinya anda benar - benar sudah terlalu mengusik kehidupan dari sekte kami!."


"Sehingga kami patut mencurigaiMu sebagai mata - mata yang diutus oleh para pihak yang sangat tidak senang dengan kejadian yang baru saja terjadi tersebut!."


"Untuk itu, aku harap kalian berdua mengikuti kami ke sekte untuk menjawab apa yang akan ditanyakan oleh para petinggi sekte kami!."


"Oleh karena itu, aku harap kalian berdua tidak melakukan perlawanan, dan langsung mengikuti kami!." Tutur anggota sekte Beruang Matahari.


Kedua pria tersebut hanya tersenyum seakan sedang merendahkan dan tidak menerima apa yang pendekar itu katakan.


"Pendekar! Sepertinya kalian terlalu memaksakan kehendak kalian sehingga ingin membawa kita berdua ke markas sekte kalian!."


"Apakah begini cara sekte kalian untuk menutupi kebohongan yang telah kalian sebarkan?." Tutur prajurit itu menanggapi perkataan anggota sekte Beruang Matahari itu.


"Siapa yang mengatakan bahwa apa yang dia katakan itu adalah suatu kebohongan!?."


Suara yang lantang langsung terdengar oleh semua yang ada ditempat itu.


Tatapan semua orang yang berada didalam kedai itu langsung terarah ke sumber suara tersebut.


Terlihat sesosok pria yang memiliki rambut berwarna kuning kini mulai memasuki kedai itu dan menatap tajam kearah kedua orang yang selalu memprovokasi anggota sekte Beruang Matahari.


Melihat sosok pria tersebut, para anggota sekte Beruang Matahari segera memberi hormat kepadanya.


Pandangannya terhenti saat melihat kearah rekan yang mendampingi prajurit itu.


"Ternyata pria ini begitu percaya diri untuk menyinggung sekte Beruang Matahari karena memiliki dukungan dari prajurit Phoenix Api Surgawi!."


"Sangat mengesankan!."


"Aku tidak menyangka bahwa ras Phoenix ingin menggunakan cara seperti ini untuk mengorek informasi dari sekte Beruang Matahari tentang siapa pelaku sebenarnya yang membunuh ratusan pasukan makhluk kuno yang selalu meneror sungai itu!."


Kehadiran pria berambut kuning dengan tubuh yang terlihat kekar itu langsung membuat perubahan diwajah kedua pria yang terus menyudutkan pendekar yang adalah anggota sekte Beruang Matahari.


Amat terlebih pria yang mendampingi sang prajurit tersebut.


Apa lagi setelah mendengar perkataan dari pria yang baru saja memasuki kedai itu, lebih membuat pendamping sang prajurit lebih terkejut lagi.


"Siapa kamu!?." Tanya sang prajurit yang mulai merasa ketakutan karena identitas rekannya bisa diketahui oleh pria berambut kuning itu.


Sebab tidak mungkin kultivasinya berada dibawah rekannya yang memiliki kekuatan dewa sejati.


"Siapa aku itu tidak penting bagi kalian!."

__ADS_1


"Yang terpenting disini adalah dewa yang telah mereka sebutkan tadi itu telah memberikan tugas kepadaKu untuk membungkam setiap mulut yang terlalu berani mengintimidasi atau pun terlalu merendahkan sekte Beruang Matahari!."


Selesai berkata, pria berambut kuning itu yang tidak lain adalah jenderal Shi Kang, langsung menghilang dari tempatnya berdiri semula dan kini sudah muncul didepan rekan prajurit tersebut sambil mencengkram lehernya.


Tidak lewat satu detik, kedua tubuh mereka pun kini sudah tidak lagi berada di dalam kedai itu.


Semua orang yang berada didalam kedai itu tidak dapat mengikuti kecepatan pergerakan tubuh pria berambut kuning itu.


Dan yang lebih mengejutkan lagi bahwa pria yang berada disamping prajurit yang menyamar itu kini sudah tidak ada lagi.


Tidak berselang kemudian, tanah yang mereka pijak pun kini mulai bergetar.


Aura energi panas mulai mereka rasakan.


Semuanya segera mengikuti asal aura panas tersebut.


Dan terlihat diatas langit desa itu, kini seekor Kilin Api dengan sayapnya yang terkembang sedang berhadapan dengan seekor burung Phoenix Api.


Sedangkan sang prajurit sendiri baru menyadari hal itu, bahwa kini rekannya sudah tidak ada lagi disampingnya.


Prajurit itu pun berniat untuk bergegas keluar dari dalam kedai tersebut.


Namun ruang pergerakannya langsung ditutup oleh pendekar yang awalnya sudah geram kepada dirinya itu.


"Maaf tuan! Kamu mau kemana?." Tanya sang pendekar.


Mendapatkan hadangan dari pendekar itu, sang prajurit pun langsung berkata.


"Jangan mencoba menghalangiKu jika tidak ingin nyawaMu melayang hari ini!." Ucapnya penuh percaya diri mengertak pria dihadapannya.


"Apakah anda berpikir itu bisa untuk anda lakukan?." Balas sang pendekar yang adalah anggota sekte Beruang Matahari.


Sedangkan para pengunjung didalam kedai itu pun, kini mereka langsung mempercayai perkataan pendekar itu.


Mereka semua segera bergegas keluar untuk mencari asal aura panas yang baru saja mereka rasakan.


Dan benar saja, mereka bisa menemukan ada dua makhluk mitos kini sedang saling berhadapan diatas langit desa itu.


Dan tidak lama kemudian, benturan energi panas pun mulai bisa mereka rasakan seakan ingin membakar semua yang ada di desa itu.


Karena merasakan akan memberikan dampak yang besar bagi desa itu, salah satu prajurit Naga segera menciptakan formasi pelindung bagi keduanya sehingga pertarungan keduanya tidak akan berdampak buruk bagi penduduk desa itu.


Peristiwa yang baru pertama kali ini akan mereka saksikan, tidak dapat diikuti oleh mata para penduduk yang berada didesa itu.

__ADS_1


Hal itu karena pertarungan tersebut adalah pertarungan tingkat dewa sejati.


~Bersambung~


__ADS_2