
Karena dirinya tidak ingin sepuluh orang gadis yang bersamanya mengalami hal yang sama dengan yang pernah dia alami, Xia Jiao pun langsung mengurungkan niatnya untuk menyerang sekte Iblis Hitam.
Hal yang menyulitkan baginya untuk menyerang sekte tersebut, karena sekte itu memiliki formasi pelindung, sehingga dirinya tidak bisa untuk dapat menyelinap masuk ke dalam sekte tersebut tanpa sepengetahuan dari para petinggi sekte itu.
Sedangkan cara untuk bisa masuk ke sekte itu hanya melalui pintu utama sekte tersebut.
Bila sudah memasukinya, namun tidak ada seorang pendekar dewa langit di dalam sekte tersebut, dirinya tidak akan merasa kesulitan untuk keluar dari tempat itu jika hanya ada dua orang pendekar dewa bumi saja atau lebih.
Sehingga Xia Jiao tidak mau gegabah lagi untuk melakukan penyerangan.
Hal yang tidak Xia Jiao ketahui bahwa, sekte Iblis Hitam juga saat ini sedang mengantisipasi serangan balasan yang akan di lancarkan oleh sekte Phoenix Api, karena mereka telah menyerang sekte tersebut.
Kini di sekte Iblis Hitam sudah ada para tetua tingkat tinggi, dan tetua tingkat rendah dari sekte Iblis Darah yang datang dari benua tengah dengan tingkat kultivasi, dua orang sebagai pendekar dewa surgawi tingkat awal, enam orang pendekar dewa langit serta sepuluh orang pendekar dewa bumi.
Sehingga kekuatan yang Xia Jiao miliki tidak akan sebanding dengan kekuatan yang ada di sekte tersebut.
Sedangkan di sekte Phoenix Api sendiri, kekuatan yang hampir sama juga sedang di persiapkan di sekte itu, dan tinggal menunggu waktu saja hingga pertempuran antara kedua sekte berbeda aliran itu akan terjadi.
"Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan bantuan kekuatan untuk menyerang sekte tersebut!?." Gumam Xia Jiao di dalam kamarnya.
Wanita itu kini berjalan mondar mandir sambil berpikir untuk mendapatkan bantuan kekuatan yang bisa mengimbangi kekuatan dari sekte itu.
***
Di wilayah kekaisaran Zhou.
Ma Guang terus melesat terbang untuk memburu setiap pendekar aliran hitam yang selalu membuat kekacauan di setiap wilayah yang dia lewati.
Banyak pendekar aliran hitam yang menjadi korban pembantaian yang di lakukan oleh pemuda itu sambil terus menanyakan letak markas dari sekte Seribu Racun.
Karena arah untuk menuju ke sekte Es Abadi harus melewati sekte Bambu Kuning, Ma Guang pun menyempatkan diri untuk berkunjung di sekte tersebut.
Du Yinhui yang mengetahui akan kedatangan dari Ma Guang langsung menyambut pemuda tersebut.
"Hormat kepada Pelindung!." Ucap Du Yinhui sambil menangkupkan tangannya.
Ma Guang hanya menanggapi sambutan tersebut dengan mengangkat tangannya yang mengisyaratkan dirinya telah menerima penghormatan tersebut.
"Bagaimana dengan keadaan sekte? Apakah baik - baik saja!?." Tanya Ma Guang.
__ADS_1
"Iya pelindung! Baru - baru ini tetua Agung Xiang Zhang bersama dengan tetua Fei Yu dan lainnya telah berkunjung kesini, namun mereka kembali melakukan penyisiran terhadap para pendekar aliran hitam yang selalu membuat kekacauan dan berencana untuk menuju ke sekte Es Abadi". Tutur Du Yinhui.
"Oh, jadi seperti itu yah!? Kalau begitu, aku juga akan menyusul mereka! Jaga sekte ini dengan baik!." Ujar Ma Guang.
"Siap pelindung! Murid akan menjaga sekte ini dengan baik!." Ujar Du Yinhui sambil menangkupkan tangannya.
Ma Guang pun langsung memberikan sumber daya kepada Du Yinhui untuk di gunakannya dan juga untuk di bagikan kepada para murid baru yang ada.
Setelah itu, Ma Guang langsung melesat terbang untuk menyusul tetua Xiang Zhang dan rombongannya ke arah sekte Es Abadi.
Pemuda itu terus memperhatikan daratan yang dia lalui agar supaya dirinya tidak akan melewatkan para pendekar aliran hitam jika ada.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya Ma Guang tiba di tepian pantai yang juga adalah batas wilayah daratan kerajaan Qi.
Pemuda itu pun mendarat di tepian pantai tersebut sambil memperhatikan jejak - jejak yang telah di tinggalkan oleh sekelompok besar orang.
"Sepertinya tempat ini belum lama di tinggalkan oleh sekelompok besar orang! Apakah mereka adalah rombongan dari para pendekar aliran hitam!?." Gumam Ma Guang.
Pemuda itu pun langsung kembali melesat terbang menuju kearah sekte Es Abadi.
Karena dirinya belum pernah pergi ke sekte Es Abadi, sehingga Ma Guang belum mengetahui dengan jelas letak sekte Es Abadi.
Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang langsung mengaktifkan mata ketiga miliknya untuk mencari letak dari sekte yang akan di tujunya itu.
"Apakah itu letak dari sekte Es Abadi!?."
"Apakah sekte mereka telah di serang oleh para pendekar aliran hitam!?."
Pemuda itu terus bergumam di dalam hatinya sambil menambah kecepatan terbangnya.
Beberapa saat kemudian, Ma Guang sudah bisa melihat sebuah pulau di depan matanya dengan kepulan asap yang membumbung tinggi di beberapa titik di pulau tersebut.
Akhirnya Ma Guang sudah bisa melihat bahwa sedang terjadi pertempuran di sekte tersebut.
Ma Guang juga bisa melihat para pasukan perunggu, perak dan pasukan emas sedang bertempur melawan para pendekar aliran hitam.
Kabut racun bertebaran di udara untuk melumpuhkan para pendekar yang di pimpin oleh tetua Xiang Zhang.
Namun racun - racun tersebut tidak berpengaruh sedikit pun terhadap pasukan dari sekte Naga Surgawi.
__ADS_1
Tetapi racun tersebut sangat berpengaruh terhadap para murid dari sekte Es Abadi.
Perisai pelindung yang terbuat dari es selalu bisa di hancurkan oleh setiap serangan para pendekar aliran hitam yang memiliki tingkat kultivasi yang berada jauh di atas para murid dari sekte Es Abadi.
Walau pun jumlah para pendekar aliran hitam lebih banyak dari pasukan sekte Naga Surgawi, namun karena kemampuan bertempur dari anggota pasukan sekte Naga Surgawi lebih berpengalaman karena pernah menjadi seorang prajurit, sehingga para anggota sekte Naga Surgawi mampu untuk mengimbangi kekuatan lawan tersebut.
Sedangkan tetua Xiang Zhang dan juga tetua Fei Yu kini bertugas untuk melindungi patriak Bing Yuchen dan juga Bing Bihai yang menjadi target utama dari para pendekar aliran hitam.
Kedua tetua tersebut bersama dengan beberapa pasukan emas begitu kelabakan menghadapi seorang pendekar agung tingkat awal dari sekte Seribu Racun yang juga menjabat sebagai tetua tingkat tinggi di sekte tersebut.
Hal itu di sebabkan karena tingkat kultivasi dari keduanya berada satu tingkat dibawah lawan mereka tersebut.
Sedangkan patriak Bing Yuchen sendiri, tidak banyak memberikan bantuan, sebab tingkat kultivasinya saat itu barulah sebagai seorang pendekar suci yang telah membuka gerbang ke tuju satu tingkat diatas Bing Bihai yang juga sudah menjadi seorang pendekar suci.
Walau pun Bing Bihai di anggap seorang super jenius di sektenya itu, namun peningkatan kekuatan dari sekte aliran hitam yang sangat drastis itu menjadi tidak ada apa - apanya.
Sebab teknik serta sumber daya yang sekte mereka miliki, berada jauh di bawah dari teknik serta sumber daya yang di peroleh oleh para pendekar aliran hitam.
Para murid sekte Es Abadi kini sudah banyak yang menjadi korban pembantaian yang di lakukan oleh para pendekar sekte aliran hitam yang di pimpin oleh tetua tingkat tinggi sekte Seribu Racun.
Kini hanya sekitar belasan orang saja dari anggota sekte Es Abadi yang masih tersisa.
Dan mereka itu pun adalah para tetua tingkat tinggi yang sudah menjadi seorang pendekar suci.
Sedangkan untuk para murid yang masih berusia remaja, mereka sudah di singkirkan ke sebuah bunker yang ada di sekte tersebut.
Saat Ma Guang tiba di sekte tersebut, tetua Agung Xiang Zhang dan juga tetua Fei Yu kini sudah dalam keadaan terluka parah akibat serangan dari lawannya yang seorang pendekar agung tingkat awal.
Tetua tingkat tinggi dari sekte Seribu Racun kembali melancarkan serangan Tapak Nerakanya kearah kedua tetua tersebut untuk mengakhiri hidup keduanya.
"Pergilah ke neraka!." Teriak pria tua tersebut.
Tetua Xiang Zhang dan juga tetua Fei Yu kini sudah pasrah dengan situasi tersebut.
Namun saat pria tua itu akan melepaskan serangan tapaknya itu, tiba - tiba tubuhnya di hantam oleh serangan yang di lancarkan oleh seseorang dari sampingnya dan membuat tubuh pria tua itu langsung menjadi kabut darah.
Pria tua itu tidak menyangka bahwa dirinya sendiri yang akan kehilangan nyawanya saat itu.
Dan orang yang menyerangnya adalah seorang pemuda yang adalah Ma Guang.
__ADS_1
Ma Guang langsung mendarat di dekat kedua tetua yang kini sedang terluka parah akibat perbuatan lawan keduanya.
~Bersambung~