Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 384. Masalah Baru Zhou Lu Yun


__ADS_3

Saat Zhou Lu Yun sudah melakukan perintah dari ayahnya, kini dirinya mendapatkan kabar dari ayahnya bahwa telah terjadi permasalahan yang baru di setiap wilayah perairan kekaisaran Zhou.


Hal itu membuat para pedagang dari luar wilayah kekaisaran mengurungkan niat mereka untuk berdagang ke wilayah kekaisaran tersebut sebab ada makhluk yang sangat mengerikan di setiap sungai besar yang ada.


Tidak hanya para pedangan yang berasal dari luar wilayah kekaisaran Zhou, melainkan para pedagang antar kota yang berada didalam kekaisaran Zhou juga terkena dampak tersebut.


Beban sang kaisar pun kini bertambah lagi disaat mengetahui permasalahan tersebut.


Kaisar pun memerintahkan Zhou Lu Yun agar mengutus beberapa pasukan Api Angin kesetiap lokasi sungai yang menjadi tempat transportasi penyeberangan untuk meminimalisir terjadinya serangan dari makhluk penghuni sungai itu.


Situasi tersebut hanya berlangsung selama sepekan.


Setelah itu, pasukan Api Angin juga kini menjadi korban penyerangan makhluk tersebut juga.


Zhou Lu Yun yang menerima laporan dari salah satu anggota pasukan Api Angin sebelum dirinya juga menjadi korban keganasan makhluk itu, langsung merasa terkejut.


"Sialan! Sepertinya ini adalah ulah dari makhluk kuno yang mendukung kekaisaran Yue Wu!."


"Tetapi mengapa mereka melakukan hal itu?."


"Apakah karena pasukan mereka kini sudah tercerai berai karena kalah dalam pertempuran saat menghadapi pasukan Ma Guang?."


"Ataukah ini juga adalah strategi dari mereka untuk melemahkan kekaisaran kita?."


Zhou Lu Yun terus berpikir keras untuk menangani setiap permasalahan yang menimpa pemerintahan ayahnya itu.


"Semua ini terjadi karena ulahKu sendiri!."


"Aku tidak pernah menyangka teknik tersebut bisa diketahui oleh para makhluk surgawi dan juga para makhluk kuno yang dahulunya tidak pernah berani keluar dari tempat persembunyian mereka!."


"Apakah aku harus meminta bantuan Ma Guang lagi untuk menangani permasalahan yang baru saja meneror setiap perairan di wilayah kekaisaran kita ini?."


"Tidak! Sepertinya aku harus meminta bantuan dari raja Serigala Surgawi!."


Setelah terus berpikir, akhirnya pilihan Zhou Lu Yun jatuh kepada Lang Guan bersama seluruh pasukan Serigala Surgawinya.


Zhou Lu Yun pun memerintahkan patriak Bing Yuchen untuk mengambil alih komando pasukan di tempat tersebut yang juga saat itu sedang membangun benteng pertahanan serta markas pusat bagi pasukan kekaisaran Zhou.


Sedangkan dirinya bersama leluhur Lan Fan bergegas pergi ke markas Pasukan Api Angin untuk menemui Lang Guan.


Setelah tiba di markas sekte Api Angin, keduanya segera menuju ketempat dimana Lang Guan bersama pasukannya berada.


Sesampainya ketempat yang keduanya tuju, pasukan Serigala langsung menyambut Zhou Lu Yun dan Lan Fan.


"Selamat datang Tuan Putri! Apakah ada hal penting yang ingin dibicarakan?." Tutur prajurit Serigala Surgawi menyambut keduanya dan juga melontarkan pertanyaan.


Zhou Lu Yun yang mendapatkan penyambutan dari prajurit Serigala itu, merasa seperti dirinya tidak lagi memiliki kebebasan dimarkas tersebut yang adalah miliknya.

__ADS_1


Namun wanita itu tetap bisa menguasai emosinya dan tetap menunjukkan sikap seperti biasanya.


Hal itu mengingat kekuatannya tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki oleh prajurit yang berjaga tersebut.


"Iya! Memang ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan raja kalian!." Ucap Zhou Lu Yun menjawab pertanyaan sang prajurit.


"Kalau begitu, mohon bersabar, karena aku akan memberitahukan terlebih dahulu kepada Yang Mulia Raja! Jika diijinkan, aku akan membiarkan kalian berdua untuk masuk!." Tutur sang prajurit.


Lan Fan yang sudah tidak tahan dengan perlakuan prajurit itu akhirnya tidak mampu lagi untuk menahan emosinya.


"Sebenarnya siapa kamu yang berani menghalangi jalan Tuan Putri yang adalah sebagai pemilik tempat ini!?." Teriak Lan Fan membentak prajurit Serigala tersebut.


"Lancang! Makhluk rendahan seperti kalian berani - beraninya membentak kami yang adalah makhluk surgawi! Apakah kamu sudah bosan hidup?." Balas prajurit Serigala tersebut dengan nada suara serta energi yang mengintimidasi keduanya.


"Jadi seperti ini perlakuan kalian terhadap kami?." Tutur Zhou Lu Yun yang saat itu sedang menahan tekanan intimidasi yang dilakukan oleh sang prajurit Serigala.


"Ha...ha...ha...ha...ha! Jika ingin tetap dihargai oleh raja kami, sebaiknya kalian harus menyadari status kalian sebagai makhluk rendahan serta siap untuk mengabdi sebagai budak kami!." Tutur sang prajurit Serigala dengan sombongnya.


Kini Lan Fan sudah tidak lagi bisa menahan aura intimidasi dari sang prajurit Serigala dan tidak lama lagi tubuhnya akan berubah menjadi kabut darah.


Melihat hal tersebut, Zhou Lu Yun pun langsung berkata.


"Baiklah! Kami siap menjadi bawahan kalian!."


Mendengar kata - kata yang keluar dari mulut wanita didepannya, prajurit serigala itu pun menarik kembali aura intimidasi yang dia keluarkan.


Sedangkan dirinya sendiri kini dalam keadaan tersungkur dengan cairan yang berwarna merah telah keluar dari mulutnya.


Sedangkan Lan Fan, dari mulut, hidung, mata hingga telinga terlihat sudah mengeluarkan darah segar.


Artinya pria tua itu kini dalam keadaan terluka parah.


Zhou Lu Yun kembali merasa kecewa dengan apa yang baru saja dia alami saat itu.


"Ternyata semua rencanaKu selalu tidak berjalan sesuai dengan keinginanKu!."


"Aku harus mengakhiri semua ini dan berhenti untuk bermimpi menguasai seluruh daratan benua utara ini!."


Wanita itu memaksakan dirinya untuk bangkit berdiri dan membawa tubuh Lan Fan untuk dirawat serta diobati.


Saat wanita itu baru saja mau beranjak dari tempat tersebut, prajurit itu pun berkata.


"Apakah Tuan Putri tidak ingin lagi untuk menemui raja kami?."


"Tidak! Maaf karena sudah mengganggu!." Tutur Zhou Lu Yun menjawab pertanyaan tersebut.


Dengan sisa kekuatannya, wanita itu dengan cepat menghilang dari tempat itu untuk menuju kembali kebenteng pertahanan.

__ADS_1


Dua leluhur agung lainnya segera menyambut tubuh Lan Fan serta langsung bertanya.


"Siapa yang telah melakukan hal ini?."


Zhou Lu Yun tidak bisa menjawab, sebab tubuhnya juga langsung terjatuh ketanah dan tidak sadarkan diri.


Melihat situasi tersebut, Yao Han segera memeriksa kondisi keduanya.


Beberapa saat kemudian pria tua itu pun berkata.


"Mereka berdua mengalami luka dalam yang sangat serius! Sepertinya saat ini kita harus meminta pertolongan dari pelindung Ma Guang!."


"Sebab nyawa istrinya tidak bisa tertolong jika kita menunda terlalu lama untuk memberitahukan kepadanya!."


Patriak Yao Han segera bermeditasi dan menghubungi Ma Guang dengan kekuatan spiritualnya.


Mendapatkan kabar tersebut, Ma Guang yang kini sedang berada di markas sekte Naga Surgawi segera berdiri dari kursi yang dia duduki serta dalam sekejab menghilang.


Seluruh sosok yang berada didalam ruangan itu langsung terkejut dengan sikap patriak serta penguasa mereka itu.


Kini Ma Guang sudah tiba di benteng pertahanan milik kekaisaran Zhou.


Pria itu segera masuk untuk menemui istri keempatnya itu untuk memeriksa kondisinya.


Setelah memasuki kamar Zhou Lu Yun, semua yang ada didalam ruangan itu segera meninggalkan keduanya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Ma Guang untuk bisa mengetahui kondisi tubuh istrinya itu.


Dengan sekali melihat saja, dia sudah mengetahui luka dalam yang Zhou Lu Yun alami.


Ma Guang segera mengeluarkan pil yang telah dibuatnya dan segera memasukkan kedalam mulut istrinya serta di dorong dengan tenaga dalam miliknya agar pil tersebut tertelan oleh Zhou Lu Yun.


Ma Guang juga mengatur tubuh istrinya ke posisi duduk kemudian menyalurkan energi Qi dari bagian belakang tubuh wanita itu agar pil yang dia berikan bisa dengan cepat diserap oleh tubuh Zhou Lu Yun.


Tidak sampai satu jam waktu yang dibutuhkan oleh Ma Guang untuk menyembuhkan luka dalam yang dialami oleh istrinya tersebut.


Kini kulit tubuh Zhou Lu Yun yang awalnya terlihat pucat pasi sudah kembali terlihat seperti biasa.


Namun wanita itu belum juga siuman, sebab dia masih membutuhkan waktu untuk beristirahat agar kesehatannya bisa kembali pulih total.


Setelah Ma Guang keluar dari kamar Zhou Lu Yun, seorang pria tua rentah datang dan bersujud dikaki Ma Guang sambil memohon agar dirinya juga menyembuhkan saudaranya yang juga dalam keadaan kritis.


Melihat pakaian yang digunakan oleh pria tua itu, Ma Guang segera mengenalinya.


"Anggota sekte Kura - Kura Api? Mengapa mereka berada disini?." Gumam Ma Guang didalam hatinya sambil menatap punggung pria tua yang sedang bersujud dikakinya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2