
Setelah sebelas anggota pasukan Api Angin memasuki kota Jejudo, mereka pun kemudian mulai di buntuti oleh seorang prajurit agar bisa mengawasi setiap pergerakan mereka.
Saat mereka memasuki kota itu, ada beberapa orang yang sudah berdiri dipinggir jalan utama dan segera menawarkan jasa sebagai Tour Guide kepada mereka.
Sang pemimpin yang mengetahui bahwa mereka sedang di buntuti oleh seorang prajurit segera menerima tawaran seorang pria untuk menjadi pemandu wisata bagi mereka.
Karena jumlah mereka ada sebelas orang, sehingga pria yang menjadi pemandu wisata bagi mereka pun hanya bisa ikut dengan rombongan mereka sambil berjalan kaki.
"Tuan, tempat apa yang awalnya akan tuan tuju?".
"Antarkan kami ke salah satu pasar terbesar di kota ini". Ujar sang pemimpin menjawab pertanyaan pria yang menjadi pemandu mereka.
"Kita akan berjalan ke arah timur agar bisa mengunjungi pasar terbesar di kota ini". Ucap sang pria seakan memberitahukan kepada mereka.
Karena merasa penasaran dengan asal dari sebelas orang tersebut, sehingga sang pemandu wisata itu pun segera bertanya kepada pemimpin kelompok.
"Tuan, jika aku boleh tau, kalian berasal dari mana?".
"Apakah anda mengetahui tentang wilayah kekaisaran Zhou?". Tanya sang pemimpin.
"Iya tuan, aku mengetahui wilayah ke kaisaran Zhou yang berada jauh di sebelah Barat dari kerajaan kami ini". Jawab pria itu.
"Apakah anda pernah pergi kesana?". Tanya sang pemimpin lagi.
"Tidak tuan! Aku hanya mendengarnya saja dari setiap orang - orang yang datang ke kota kami ini, serta dari setiap orang yang pernah kesana". Jawab jujur pria itu sambil tersipu malu.
"Oh, jadi begitu, apakah kamu juga pernah mendengar kerajaan Qin yang berada di wilayah kekaisaran Zhou?". Tanya sang pemimpin lagi.
"Iya! Aku mengetahuinya juga dengan cara yang sama seperti apa yang baru saja aku sampaikan". Jawab pria itu lagi.
"Karena kamu tidak mengetahui persis dari mana kita berasal, sehingga aku tidak ingin lagi untuk menjelaskan kepadaMu". Tutur sang pemimpin.
"Tidak bisakah tuan memberikan sedikit gambaran tentang letak kerajaan dimana tuan berasal?". Tanya pria itu lagi dengan nada suara sedikit memohon.
"Baiklah, jika kamu menginginkan sedikit gambaran daerah asal kami, aku akan menjelaskan sedikit kepadaMu". Ujar sang pemimpin menanggapi perkataan sang pemandu.
"Kerajaan Qin itu berada sebelah bagian barat dari wilayah kekaisaran Zhou, yang saat ini juga termasuk salah satu kerajaan terkuat". Sang pemimpin pasukan Api Angin mulai menjelaskan situasi daerah asal mereka kepada pria pemandu tersebut.
Tidak banyak yang bisa di jelaskan oleh pemimpin pasukan Api Angin itu.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka tiba di salah satu pasar yang terlihat sangat ramai.
Karena mereka terus di awasi oleh seorang prajurit kota Jejudo sehingga sang pemimpin pun segera memerintahkan anggotanya untuk melakukan transaksi dengan para pedagang yang ada sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.
Meskipun hal itu belum menjadi kebutuhan mendesak, akan tetapi hal tersebut harus tetap di lakukan.
__ADS_1
Setelah selesai membayar beberapa ikon untuk kebutuhan perbekalan mereka, akhirnya sang pemimpin pun segera memerintahkan anggotanya untuk menyudahi kegiatan tersebut.
"Apakah di kota ini memiliki panggung yang disiapkan untuk melakukan pertunjukan ilmu bela diri?". Tanya pemimpin pasukan Api Angin.
"Iya! Apakah tuan merasa tertarik untuk melihat pertunjukkan ilmu bela diri?". Tanya sang pemandu tersebut.
"Sebagai seorang pecinta ilmu bela diri, sudah pasti saya sangat tertarik untuk menonton pertunjukkkan ilmu bela dir".
"Sebab saya bisa melihat teknik - teknik baru yang belum pernah aku lihat sebelumnya".
"Dan hal itu bisa memberikan wawasan bagiKu mengenai kekurangan yang aku miliki".
"Bagaimana? Apakah kita boleh pergi kesana sekarang?". Tanya sang pemimpin.
"Bisa tuan! Apakah kalian sudah selesai untuk membeli barang - barang yang kalian butuhkan?". Tanya sang pemandu wisata.
"Iya! Kami sudah selesai membeli semua kebutuhan kami". Jawab salah satu anggota.
"Jika demikian, ayo kita berangkat". Ucap sang pemandu untuk pergi menuju ke tempat yang dimaksudkan.
Mereka pun segera berjalan untuk meninggalkan tempat itu dan menuju ke alun - alun kota untuk menonton pertunjukkan ilmu bela diri.
Setelah meninggalkan pasar tersebut, kelompok mereka masih tetap di awasi oleh seorang prajurit.
Sang pemandu pun segera menanggapi keinginan sang pemimpin dengan balik bertanya.
"Mengapa kita akan merubah tujuan kita? Apakah ada hal yang sedang atau akan terjadi?". Tanya sang pemandu dengan wajah penasaran.
"Iya! Sejak kita berjalan untuk menuju ke pasar itu, kita telah di buntuti oleh oleh seseorang".
"Sehingga kita harus mempertanyakan apa tujuannya sehingga dia mengikuti kita". Jawab sang pemimpin.
Mendengar sang pemimpin telah mengungkapkan alasan mengapa mereka merubah arah tujuan, wajah pria yang memandu kelompok pasukan Api Angin itu langsung berubah menjadi tegang.
"Siapa yang telah mengikuti kita? Apakah tuan - tuan telah menyinggung seseorang di kota ini?". Tanya sang pemandu.
"Aku juga tidak mengerti mengapa kita di buntuti oleh orang ini, itulah mengapa aku ingin menjebak dan menangkapnya". Sang pemimpin menjelaskan.
"Tuan! Akan tetapi apakah kita tidak akan mendapatkan masalah yang serius karena akan menyinggung mereka?".
Kini rasa takut dan juga rasa penasaran mulai menyelimuti hati dan pikiran sang pemandu jalan tersebut.
Hal itu karena dirinya tidak ingin mendapatkan masalah dengan siapapun.
Apa lagi masalah yang akan menimpanya itu hanya karena tamu yang dia antarkan, bukan masalahnya sendiri.
__ADS_1
Sang pemimpin pun kini mulai meyakinkan bahwa mereka tidak akan mendapatkan masalah yang serius, sebab sang pemimpin itu hanya ingin menggali informasi dari sosok yang sedang membuntuti mereka.
Akhirnya sang pemandu pun mengikuti keinginan sang pemimpin meskipun hal itu sang berat untuk dia lakukan.
Pria itu pun segera menuntun mereka untuk menuju ke tempat yang sunyi.
Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya mereka pun sampai di tempat yang sang pemimpin maksudkan.
Saat telah tiba di tempat yang sunyi, sang pemimpin beserta sepuluh orang bawahannya segera bersiap untuk menangkap sosok yang sedang membuntuti tersebut.
Sosok yang membuntuti mereka mulai merasa curiga dengan situasi yang ada saat itu.
Namun sebelum dirinya bertindak untuk menghindari agar tidak tertangkap oleh mereka, semua itu sudah terlambat.
Sebab sebelas pendekar pasukan Api Angin kini telah melesat ke arahnya dari segala sisi agar dirinya tidak bisa melarikan diri lagi.
Mereka tidak segera menangkap sosok yang ternyata adalah seorang prajurit itu.
Sang pemimpin pun hanya melontarkan pertanyaan kepada sang prajurit.
"Mengapa kamu membuntuti kami?".
"Apakah kami telah melakukan kesalahan?".
"Memang kalian tidak melakukan kesalahan sedikit pun".
"Akan tetapi aku telah di perintahkan oleh atasanKu untuk mengawasi setiap pergerakan kalian di kota ini". Jawab prajurit itu.
"Mengapa kalian harus mengawasi setiap pergerakan kami?". Tanya sang pemimpin.
"Sebab kalian itu adalah para pendekar yang kemungkinan besar memiliki tujuan yang tidak baik di kota kami ini". Jawab prajurit.
"Mohon maaf tuan, akan tetapi tujuan kedatangan kami di kota ini hanyalah sekedar untuk membeli kebutuhan hidup dalam melanjutkan perjalanan kami ke wilayah kekaisaran Gokenin".
"Jadi untuk apa kalian mengawasi atau mencurigai kami!?". Tutur sang pemimpin.
"Tuan! Hati manusia sulit untuk di tebak, sehingga dengan kata - kataMu saja itu tidak akan membuktikan bahwa kalian bisa di percaya". Balas prajurit itu menanggapi.
"Jadi tuan ingin mendapatkan bukti agar bisa mempercayai kami?".
"Baiklah jika itu yang kalian inginkan". Ucap sang pemimpin dengan nada suara yang mulai jengkel kepada prajurit itu.
"Apakah kalian ingin membuat masalah denganKu?". Tanya prajurit itu karena telah melihat perubahan sikap pemimpin kelompok di depannya itu.
~Bersambung~
__ADS_1