Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 268. Melakukan Pembersihan


__ADS_3

Setelah selesai menyusun rencana, mendapatkan titah kaisar serta melepaskan rasa rindu Zhou Lu Yun dengan sang kaisar.


Mereka berempat pun langsung pamit undur diri dari istana tersebut.


Setelah mereka baru saja ingin meninggalkan ibu kota kekaisaran, Ma Guang terlebih dahulu memperkuat kembali formasi pelindung yang dia ciptakan untuk melindungi ibu kota kekaisaran itu.


Keempatnya pun langsung kembali ke sekte Naga Surgawi.


Saat pagi menjelang, Ma Guang langsung menghubungi tetua Xiang Zhang untuk mengumpulkan seluruh tetua yang ada.


Setelah semuanya telah berkumpul di aula utama sekte, Ma Guang langsung menyampaikan apa yang telah di bicarakannya bersama dengan sang kaisar.


Setelah mendengar apa yang Ma Guang sampaikan, seluruh tetua yang hadir langsung bersemangat untuk menghadapi para bawahan sekte Kura - Kura Api dan juga organisasi Mawar Surgawi.


Ma Guang pun langsung membentuk dua puluh kelompok yang terdiri dari seorang pendekar agung tingkat puncak, dua orang pendekar agung tingkat menengah dan tingkat awal serta sepuluh orang pendekar spiritual.


Pemuda itu berpikir, lebih baik kualitas, dari pada kuantitas akan tetapi tidak efektif untuk melakukan tugas tersebut.


Jadi biar pun dalam satu kelompok hanya terdiri dari tiga belas orang, namun kekuatan mereka bisa membuat suatu ke hancuran yang sangat besar.


Ma Guang pun memberikan petunjuk teknis kepada mereka bagaimana caranya untuk menjalankan tugas tersebut.


Mereka akan melakukan tugas mereka secara diam - diam agar tidak menarik perhatian para pendekar dewa yang ada di wilayah tersebut.


Sedangkan sepuluh orang pendekar agung tingkat awal di tugaskannya untuk mengawasi perbatasan wilayah kekaisaran Zhou agar bisa mengetahui jika para pendekar dari benua tengah akan menyerang ke wilayah tersebut.


Ma Guang sendiri kini sudah berdiam di ibu kota kekaisaran Zhou agar dirinya bisa dengan cepat tiba di tempat dimana setiap kelompok itu berada saat membutuhkan pertolongan.


Dua puluh kelompok itu langsung mulai melakukan tugas mereka dari ibu kota kekaisaran dan mulai menyebar kesegala arah.


Mereka mulai melakukan pembersihan terhadap para bawahan sekte Kura - Kura Api dan juga organisasi Mawar Surgawi dari setiap kota yang berada di dekat ibu kota kekaisaran.


Di ibu kota kekaisaran sendiri, para prajurit kepercayaan kaisar langsung juga menyelidiki pergerakan kedua kekuatan besar tersebut, baik itu para bangsawan atau pun klan yang berada di ibu kota, semuanya tidak terlepas dari penyelidikan yang di lakukan oleh prajurit - prajurit itu yang di belakang mereka adalah Ma Guang sendiri.


Karena wilayah ibu kota kekaisaran berbatasan langsung dengan lima kerajaan besar, sehingga dua puluh kelompok tersebut langsung menyebar ke setiap wilayah kelima kerajaan itu.


Lima kerajaan itu adalah kerajaan Han, Zhao, Qin, Wey dan kerajaan Chu.


Karena wilayah kerajaan Han dan Wey lebih kecil dari tiga kerajaan lainnya, sehingga hanya dua kelompok saja yang pergi ke wilayah dua kerajaan itu.

__ADS_1


Sedangkan untuk wilayah kerajaan Zhao dan kerajaan Chu, karena kedua wilayah kerajaan tersebut yang paling luas, sehingga enam kelompok langsung pergi untuk menyisir setiap anggota dua kekuatan besar dari benua tengah itu.


Untuk wilayah kerajaan Qin sendiri, ada empat kelompok yang pergi kesana.


Perjalanan mereka tidak mendapatkan kendala yang berarti, sebab walau pun mereka yang terdiri dari tiga belas orang di setiap kelompoknya, akan tetapi kekuatan mereka tidak bisa di pandang sebelah mata jika itu di wilayah kekaisaran Zhou.


Setiap kelompok akan singga di setiap kota yang akan mereka lalui untuk melakukan tugas mereka.


Saat salah satu kelompok memasuki salah satu kota yang berada di wilayah kerajaan Qin, mereka langsung menunjukkan pelat tanda pengenal dari kekaisaran, sehingga mereka bisa masuk dengan lancar di kota tersebut.


Kelompok itu pun langsung menuju ke istana penguasa kota untuk bertemu dengan penguasa di kota itu.


Mereka pun langsung di sambut dengan penuh rasa hormat oleh sang penguasa kota.


Setelah mereka di persilahkan duduk, sang pemimpin kelompok tersebut langsung menyampaikan maksud kedatangan mereka ke kota tersebut.


Penguasa kota yang mendengar penyampaian itu langsung menolaknya.


Sang pemimpin pun langsung mengatakan bahwa itu adalah titah sang kaisar.


"Aku adalah penguasa di kota ini! Jadi kalian tidak bisa seenaknya untuk memerintahku!." Tutur penguasa kota dengan nada suara yang tinggi.


"Titah kaisar! Bagi siapa yang menolak untuk bekerja sama dengan tim yang telah di bentuknya! Mereka di jatuhi hukuman mati dan di tuduh sebagai pemberontak terhadap kekaisaran Zhou! Dan bagi siapa pun yang menolak titah ini! Mereka telah melanggar perintah langit! Dan seluruh keluarganya akan di jatuhi hukuman mati!."


Setelah mendengar pemimpin tersebut membacakan titah kaisar, sang penguasa kota langsung tertawa.


"Ha...ha...ha...ha...ha! Kamu pikir bisa menakutiKu dengan titah kaisar itu!? Walau pun kaisar Zhou Muwang sendiri yang datang kesini! Aku tidak akan pernah tunduk kepadanya!." Ujar sang penguasa kota dengan sombong.


"Baiklah jika itu yang anda inginkan!." Tutur sang pemimpin yang dari dalam tubuhnya langsung merembes keluar aura seorang pendekar agung tingkat puncak serta mencabut pedangnya dan langsung menebas leher sang penguasa kota itu.


Sang penguasa kota pun langsung terkejut saat mengetahui tingkat kultivasi dari orang yang terus berbicara dengannya sejak awal.


Ledakan aura energi pendekar agung dan juga pendekar spiritual, langsung meledakkan beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu karena masih berada di tingkat pendekar suci kebawah.


Sedangkan dua orang lainnya masih tetap bisa bertahan dengan tekanan tersebut.


Sehingga di dalam ruangan itu, hanya tersisa tiga orang lagi yang masih bisa bertahan.


Penguasa kota yang melihat serangan tersebut langsung dengan cepat menghindarinya.

__ADS_1


Ternyata penguasa kota itu adalah seorang pendekar agung juga, sehingga dirinya mampu menghindari serangan tersebut.


Kursi kebesarannya langsung hancur lebur saat terkena serangan energi Qi yang keluar dari pedang penyerang.


Dua orang lainnya yang juga adalah pendekar agung langsung bertarung dengan dua orang lainnya juga.


Sedangkan sepuluh orang pendekar spiritual langsung keluar dari ruang aula itu dan mengumpulkan seluruh anggota keluarga sang penguasa kota.


Di dalam aula utama istana penguasa kota Yu ketiga pendekar agung tersebut saling bertukar serangan.


Dan beberapa saat kemudian, bangunan istana itu pun langsung hancur dan menjadi rata dengan tanah akibat pertempuran keenam orang tersebut.


Karena anggota sekte Naga Surgawi memiliki dua teknik yang sangat membantu mereka, yaitu Langkah Bayangan dan juga Pedang Hampa, sehingga mereka mampu untuk menyudutkan lawan - lawan mereka.


Teknik pedang hampa dan teknik langkah bayangan di kolaborasikan dengan teknik Cakar Naga Api membuat tubuh lawan mereka langsung tercipta luka - luka bakar dengan bentuk yang memanjang serta sayatan - sayatan yang membuat darah mulai mengucur deras dari dalam tubuh mereka.


Benturan energi Qi terus terjadi di area istana penguasa kota yang saat ini sudah menjadi puing - puing.


Para prajurit yang ada di kota itu langsung mengepung area tersebut namun tetap takut untuk bertindak.


Hal itu karena mereka bisa merasakan aura energi yang sangat kuat telah menyebar ke segala arah dan berpusat di area pertarungan itu.


Beberapa saat kemudian, akhirnya ketiga lawan mereka pun langsung terbunuh.


Pemimpin kelompok itu langsung kembali membacakan titah kaisar.


Secara serentak para prajurit langsung bersujud, namun ada sekitar puluhan orang prajurit yang tidak melakukan hal itu.


Dua belas orang anggota sekte Naga Surgawi langsung melesat terbang dan melumpuhkan mereka semua.


Saat telah selesai melakukannya, seorang komandan langsung berdiri dan bertanya kepada pemimpin kelompok itu.


"Mohon ampun atas kelancangan hamba! Tetapi apakah hamba bisa mengetahui alasan mengapa penguasa kota Yu di perlakukan seperti ini!?." Ucap pria itu tulus.


"Siapa dan apa jabatan anda!?." Tanya sang pemimpin.


"Aku adalah Dong Ping! komandan pasukan seratus di kota Yu ini!." Tutur pria tersebut.


"Oh, jadi kamu adalah seorang komandan! Baiklah! Kalau begitu, silahkan kamu maju kesini! Aku akan memberitahukan alasannya kepadaMu mengapa kami melakukan hal ini!." Tutur sang pemimpin.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2