
Ma Guang langsung memerintahkan beberapa murid sekte untuk membuat sebuah gubuk yang akan di gunakan oleh Xia Jiao untuk bermeditasi.
Setelah sudah selesai, saat sore hari Xia Jiao sudah bersiap untuk memulai meditasinya agar bisa menerobos menjadi pendekar suci.
Setelah gadis itu sudah memulai meditasinya. Ma Guang kini mulai membuka titik jalur meridian milik tetua Sim Lan yang masih tertutup. Setelah selesai. Ma Guang langsung beristirahat.
Keesokan harinya pendekar muda tersebut mulai melakukan meditasi untuk membuka gerbang pertama.
Hanya dalam jangka waktu dua hari saja, Ma Guang sudah bisa membuka gerbang pertama miliknya yaitu gerbang pembuka.
Sedangkan Yuan Gao baru juga menyelesaikan usahanya untuk memurnikan darahnya.
Tetua Sim Lan masih menunggu Ma Guang untuk menyelesaikan meditasinya.
Setelah selesai membuka gerbang pertama, Ma Guang langsung mengkonsumsi lagi pil buatan Xia Jiao untuk mengembalikan energi miliknya.
Setelah selesai mengembalikan kekuatannya, akhirnya Ma Guang kembali bermeditasi untuk membuka gerbang kedua yaitu gerbang Batas.
Hal itu menghabiskan waktu selama 4 hari.
Xia Jiao juga belum bisa mengalahkan iblis hatinya.
Ma Guang kembali melakukan meditasi, untuk membuka gerbang ketiga yaitu, Gerbang Rasa Sakit hal itu memakan waktu selama 8 hari.
Setelah dirinya mengetahui bahwa Xia Jiao belum juga berhasil menerobos, akhirnya Ma Guang kembali melakukan meditasi untuk membuka gerpang keempat yaitu gerbang penyembuh, hal itu memakan waktu selama 16 hari.
Setelah Ma Guang sudah selesai membuka gerbang keempat, dan ingin menyelesaikan aktivitasnya tiba - tiba suara keras dan membuat orang - orang yang berada di sekte itu mulai menyaksikan ledakan besar terjadi di dekat kediaman Ma Guang.
"Sudah ada lagi yang menerobos menjadi pendekar suci."
"Siapa yang sudah menjadi pendekar suci!?."
"Kita sudah ketambahan lagi seorang pendekar suci."
Ucap para murid dan juga para tetua tingkat rendah.
Setelah selesai menerobos, Xia Jiao melanjutkan meditasi untuk memperkuat pondasinya.
Satu minggu kemudian, sekte Bambu Kuning selalu ramai karena dentuman - dentuman yang sering terjadi.
Sudah sebulan lebih, perkembangan yang di tunjukan oleh Yuan Gao, Yuan Jiali sudah sesuai dengan apa yang Ma Guang harapkan, sehingga perjalanan yang akan mereka lakukan pasti tidak akan mendapatkan kesulitan walau pun ada yang akan menghalangi perjalanan mereka.
Dua orang pendekar suci, dua orang pendekar raja dan seorang pendekar ahli adalah suatu kelompok yang tidak bisa untuk di singgung, karena dengan kekuatan itu, sebuah sekte menegah sekali pun akan mampu untuk di ratakan oleh kelima orang tersebut.
Untuk Duang Dazhong sudah menjadi pendekar raja tingkat awal, sedangkan Duan Jun dan Duan Meng, keduanya sudah bisa mencapai pendekar ahli tingkat tinggi, walau pun perubahan bentuk energi tenaga dalam mereka masih belum sempurna. Begitu juga dengan Tjia Annchi. Gadis itu kini sudah menjadi pendekar ahli dan untuk Zhou Lu Yun masih berada di tingkat ke 9 pendekar tahap awal.
__ADS_1
Untuk ke 9 leluhur, dan tiga leluhur agung, kesemuanya sudah mencapai pendekar suci, jadi ketiga belas leluhur sekte semuanya sudah mencapai pendekar suci.
Suatu kekuatan yang sudah tidak bisa lagi untuk di singgung oleh sekte mana pun. Dan informasi itu sudah menjadi suatu kebanggaan untuk sekte Bambu Kuning, sehingga para petinggi sekte sudah membiarkan informasi itu keluar dari sekte tersebut.
Dunia persilatan di guncangkan dengan kabar tersebut, bahwa di sekte Bambu Kuning kini sudah memiliki belasan orang pendekar suci.
###
Di sekte Bunga Persik.
"Bagaimana bisa dalam sepekan belasan orang di sekte Bambu Kuning bisa menerobos menjadi Pendekar Suci!? Ini adalah hal yang mustahil serta terlalu mengada - ada." Ucap Matriak Ye Yaxi.
Tetua Agung Sying Tao beserta para petinggi sekte tersebut merasa apa yang di katakan oleh Matriak mereka adalah hal yang sesuai dengan logika.
###
Di sekte Harimau Putih.
Para petinggi sekte yang berkumpul di aula utama sekte tersebut saling bertanya - tanya dan saling melontarkan pendapat mereka masing - masing.
Patriak Chang Wu juga berpikir sama seperti kebanyakan orang.
Apakah informasi ini hanyalah untuk mencari sensasi di dunia persilatan ataukah informasi itu benar adanya.
###
Di Sekte Kalajengking Merah.
Ketua Xiezi Wang adalah orang pertama yang mengetahui informasi itu dengan sangat akurat.
Karena orang - orang sektenya selalu memata - matai dan selalu mencari informasi setiap apa pun yang berkembang serta terjadi di sekte Bambu Kuning.
"Jika memang seperti itu kenyataannya, kita tidak bisa menyinggung sekte mereka secara langsung. Tetapi kita masih tetap bisa melakukan pergerakan seperti biasanya dengan lebih berhati - hati lagi." Ucap Ketua Xiezi.
"Cepat peringatkan kepada setiap tetua yang berada di wilayah kerajaan Qi, untuk tidak menyinggung setiap murid - murid dari sekte Bambu Kuning, agar mereka tetap merasakan situasi di wilayah kerajaan Qi baik - baik saja." Perintah Ketua Xiezi.
"Siap Ketua!." Ucap salah satu tetua yang mendapatkan perintah tersebut.
###
Sekte Bambu Kuning.
Ma Guang dan juga keempat orang lainnya sudah bersiap untuk meninggalkan sekte Bambu Kuning.
Mereka kini berjalan menuju ke aula utama sekte yang saat itu sedang berkumpul 10 orang leluhur dan juga para petinggi sekte lainnya.
__ADS_1
Situasi di aula tersebut dalam suasana bahagia karena merayakan keberhasilan 9 orang leluhur yang sudah menjadi pendekar suci serta leluhur Guang Zhi yang sudah membuka gerbang pertama.
Saat itu juga semua petinggi sekte sedang menanti kedatangan Ma Guang untuk merayakan keberhasilan para leluhur.
Mereka belum mengetahui bahwa saat itu juga, Ma Guang memang akan datang menemui mereka semua, akan tetapi bukan untuk merayakan keberhasilan mereka, melainkan pemuda itu datang untuk berpamitan.
Setelah Ma Guang memasuki ruangan aula utama sekte, semua pandangan mata mengarah kepadanya.
"Itu dia sudah datang."
"Guang'er! Ayo kesini!."
"Ayo kita rayakan keberhasilan serta pencapaian sekte kita."
Ucap para petinggi sekte menyambut kedatangan Ma Guang.
Ma Guang tetap melangkah mendekati para petinggi sekte tersebut.
Ma Guang langsung melakukan sikap hormat dan menghadap ke arah para petinggi sekte.
"Sebelumnya aku minta maaf kepada para leluhur dan juga kepada para petinggi sekte. Pada saat ini aku tidak bisa bersama - sama untuk merayakan keberhasilan para leluhur yang juga sebagai pencapaian yang luar biasa untuk sekte kita ini. Tetapi aku beserta mereka berempat, memiliki urusan yang harus kami selesaikan. Jadi saat ini aku datang untuk berpamitan dengan para leluhur dan juga para petinggi."
"Saya berharap para leluhur dan juga para petinggi sekte dapat memakluminya." Tutup Ma Guang.
Suasana di dalam aula utama yang awalnya begitu meriah, kini suasananya sudah berbalik 180 derajat, karena semuanya telah terdiam saat mendengar perkataan Ma Guang.
"Baiklah - baiklah! Tidak mengapa. Tetapi kamu harus menerima dahulu pemberian dari para leluhur untukMu." Ucap Patriak Yao Han memecahkan keheningan itu.
Ke 10 leluhur satu persatu memberikan sumber daya tingkat tinggi kepada Ma Guang dan langsung di terima oleh pemuda tersebut.
"Jaga diriMu baik - baik."
"Kamu harus cepat kembali."
"Kamu harus selalu berhati - hati saat di tengah perjalanan."
"Kami akan selalu menantiMu."
"Cepat selesaikan urusanMu dan cepat kembali."
Ucap para leluhur kepada Ma Guang saat memberikan sumber daya.
Setelah selesai, akhirnya rombongan Ma Guang langsung pamit undur diri yang di antar oleh para leluhur dan juga para petinggi sekte sampai di pintu gerbang sekte.
"Guang'er! Setelah situasi yang terjadi di sekte kita ini tersebar keluar. Tentunya hal itu akan berdampak negative dan juga positif bagi setiap anggota sekte dan juga bagi sekte kita. Jadi kalian harus lebih berhati - hati saat melakukan perjalanan nanti." Ucap Patriak Yao Han.
__ADS_1