Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 65. Membantu Xia Jiao


__ADS_3

"Gila!? Aku merasa, apa yang telah aku katakan itu tidak ada salahnya. Itu juga jika nona Xia mau."


"Xi..xi..xi..xi..xi." tawa kecil Ma Guang seperti mengejek Xia Jiao.


"Aku tidak mau! Kamu saja yang membantuKu." Ucap Xia Jiao dengan nada suara yang rendah dan terdengar sedikit manja.


"Baiklah! Tetapi dengan satu syarat."


"Apa itu!?." Tanya Xia Jiao.


"Elus dulu pipiKu yang baru saja nona Xia tampar. Bagaimana!?." Ucap Ma Guang sambil tersenyum licik dan menggoda.


"Masa seorang pendekar suci sudah mengeluh hanya dengan tamparan seorang gadis seperti itu!?." Ucap Xia Jiao sambil tersenyum meledek Ma Guang.


"Sakit yang di akibatkan karena tamparan dari nona Xia itu bukan cuma di pipi, tetapi sakitnya sampai kehatiKu." Ucap Ma Guang dengan tingkah seperti ingin di kasihani.


"Baiklah! Aku minta maaf karena sudah menamparMu!." Ucap Xia Jiao dengan nada suara yang manja.


"Kata maaf itu belum cukup untuk mengobati rasa sakit di pipi dan di hatiKu."


"Terus, apa lagi yang harus aku lakukan?."


"Tadi sudah aku katakan." Ucap Ma Guang.


"Apa itu!?."


"PipiKu harus di elus!." Jawab Ma Guang sambil tersenyum.


Gadis itu pun langsung mendekati Ma Guang.


Setelah posisi tangannya sudah bisa menggapai pipi Ma Guang, kedua tangannya langsung meraih pipi kiri dan kanan Ma Guang sambil mencubitnya.


"Aauuwww. Ini namanya penganiayaan." Ucap Ma Guang sambil meringis kesakitan.


"He...he...he...he...he...he...itu akibatnya jika menggoda diriKu." Ucap Xia Jiao.


"Sebenarnya gadis cantik itu harus romantis, bukan kasar seperti ini. Apakah nona Xia tidak sayang dengan lelaki tampan ini!?." Keluh Ma Guang.


"Tampan! MenurutKu wajahMu itu biasa saja. Seperti kebanyakan pria yang aku lihat!."


"Baiklah! Aku akan membuktikan jika diriKu ini tampan. Aku akan memacari setiap gadis cantik yang aku temui!." Ucap Ma Guang dengan penuh percaya diri.


"Tidak bisa!."


Secara spontan kata - kata itu keluar dari mulut Xia Jiao.


"Kenapa tidak bisa?." Tanya Ma Guang.


"Ayo kita cari tempat yang aman untuk membuka ruang di dantianKu." Ucap Xia Jiao menyela untuk menghindari pertanyaan dari Ma Guang.


Gadis itu pun berjalan dan langsung di ikuti oleh Ma Guang dari belakang.


"Apakah nona Xia sudah menguasai wilayah yang ada di sekte ini?."


Mendengar pertanyaan Ma Guang, gadis itu langsung menghentikan langkah kakinya dan menggelengkan kepala menanggapi pertanyaan tersebut.

__ADS_1


"Kalau begitu, ayo ikuti aku!." Ucap Ma Guang sambil melesat naik ke atas pohon dan mulai berpindah dari pohon satu ke pohon yang lain dengan cepat, sambil di ikuti Xia Jiao dari belakang.


Akhirnya mereka berdua tiba di tempat yang di gunakan untuk membuka ruang dantian bagian bawah milik Duan Meng.


"Sepertinya tempat ini baru saja di gunakan oleh seseorang." Gumam Xia Jiao di dalam hatinya.


"Ayo kita memulainya! Ucap Ma Guang.


Mendengar perkataan Ma Guang, Gadis itu langsung menatap ke arah pemuda itu dengan wajah yang malu.


Setelah terdiam sejenak akhirnya gadis itu mulai melepaskan pakaian bagian atas miliknya.


Mata Ma Guang langsung terkesima melihat pemandangan di depannya itu, namun karena hal itu sudah untuk kedua kalinya terjadi, sehingga pemuda itu dengan cepat mampu mengontrol kembali hati, pikiran serta perasaannya.


"Sekarang sudah sedikit seimbang. Karena nona Xia juga sudah pernah melihat seluruh tubuhKu." Gumam Ma Guang di dalam hatinya sambil menahan senyum di bibirnya.


Xia Jiao akhirnya duduk bermeditasi dengan Ma Guang sudah duduk bersila juga di depannya.


Hal itu di lakukan karena letak dantian bagian tengah terletak di tulang dada bagian depan yang sejajar dengan letak jantung.


Xia Jiao kemudian memfokuskan konsentrasi kedalam tubuhnya dan mulai mengerahkan seluruh tenaga dalam miliknya yang berada di ruang dantian bagian bawah.


Gadis itu langsung memadatkan energi tenaga dalam miliknya dan di pusatkan di titik dantian bagian tengah.


Setelah Ma Guang melihat hal tersebut, kedua tangan yang sudah di aliri energi tenaga dalam miliknya langsung di arahkan di dada gadis tersebut untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi.


Boooommm


Bunyi ledakan yang keluar dari dalam tubuh gadis tersebut.


Ma Guang langsung membantu Xia Jiao untuk mengontrol energi tenaga dalam yang meledak seakan ingin keluar dari dalam tubuh gadis itu.


Xia Jiao pun tidak membiarkan pemuda itu untuk bekerja sendiri, gadis itu juga berusaha mengontrol energi tenaga dalam miliknya.


Kegiatan mereka berdua itu sudah selesai dan memakan waktu selama 6 jam.


Waktu jam makan siang sudah lewat saat mereka sudah selesai membuka ruang dantian milik Xia Jiao.


Ma Guang pun berdiri dan di ikuti oleh Xia Jiao.


Pemuda itu langsung meraih pakaian gadis itu dan memberikan kepadanya.


Ma Guang pun tersenyum menatap gadis itu dan di balas dengan senyuman juga oleh gadis tersebut.


"Ayo kita kembali ke kediaman agar nona Xia bisa langsung membersihkan tubuh nona Xia."


Seperti Duan Meng, Xia Jiao baru menyadari hal itu setelah mendengar kata - kata dari Ma Guang.


Akhirnya mereka berdua kembali melesat seperti yang mereka lakukan saat datang ke tempat itu.


Di tengah perjalanan mereka, Ma Guang kembali memberitahukan apa yang akan mereka lakukan saat sudah malam nanti.


"Untuk sebentar malam, aku akan membuka semua titik jalur meridian nona Xia yang masih tertutup. Dan itu di lakukan dengan keadaan tubuh yang tidak menggunakan pakaian apa pun."


"Apa? Jadi aku harus melepaskan semua pakaianKu!?."

__ADS_1


Gadis itu semakin kaget mendengar apa yang pemuda itu katakan.


"Iya! Memang harus seperti itu! Jika tidak begitu, bagaimana mungkin aku bisa melihat setiap titik jalur meridian nona Xia yang masih tertutup!?."


"Nona Xia harus cepat menerobos menjadi pendekar suci, agar di saat kita menuju ke markas pusat sekte Kalajengking Merah, nona Xia sudah tidak perlu lagi untuk Ku lindungi."


Setelah mendengar penjelasan serta sedikit berpikir, akhirnya gadis itu menanggapi perkataan Ma Guang.


"Baiklah! Kita akan melakukannya sebentar malam! Terus dimana kita akan melakukannya?."


"Di kamar nona Xia saja!." Ucap Ma Guang.


Akhirnya mereka tiba di halaman kediaman pemuda tersebut.


Xia Jiao langsung bergegas masuk ke kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.


Sedangkan Ma Guang juga melakukan hal yang sama.


Mereka berdua akhirnya keluar dari kamar mereka masing - masing dan menuju ke ruang makan.


Setelah selesai makan, mereka berdua kembali ke kamar mereka masing - masing untuk beristirahat.


Di suatu tempat di sekte Kalajengking Merah.


Seorang pria paruh baya sedang duduk di kursi kebesarannya yang terletak di dalam sebuah aula sambil mendengarkan laporan dari salah seorang tetua tingkat tinggi sekte yang di pimpin oleh pria paruh baya tersebut.


Xiezi Wang, itu nama pria tua tersebut.


"Ketua! Seorang pemuda telah membunuh beberapa tetua tingkat tinggi, tingkat menegah, tingkat rendah dan juga para murid - murid sekte kita yang di utus di wilayah kerajaan Qi."


Blaaarrr


Bunyi meja yang hancur karena gebrakan tangan pria tua itu.


"Apa! Bagaimana bisa seorang pemuda bisa mengalahkan seorang pendekar ahli dan juga seorang pendekar raja!? Siapa dia dan berasal dari sekte mana anak itu?."


Menurut informasi yang kami peroleh, awalnya pemuda itu berjalan dari arah sekte Bambu Kuning untuk menuju ke kota Lu. Pada saat itu, ke lima anggota kita menghadangnya di tengah jalan. Salah satu dari mereka bisa melarikan diri, sedangkan keempat orang lainnya terbunuh di tangannya.


Tetua itu terus menceritakan setiap kronologi yang di alami oleh para petinggi dan juga para onggota mereka yang telah terbunuh di tangan Ma Guang.


"Jadi kemungkinan besar pemuda itu berasal dari sekte Bambu Kuning." Tutup tetua tersebut.


"Apakah pemuda itu yang telah memenangkan kompetisi yang baru saja di lakukan di ibu kota kekaisaran!?." Gumam Ketua sekte tersebut.


"Kemungkinan dialah orangnya." Sambung tetua yang berada di depannya.


"Apakah sekte Bambu Kuning selama ini merahasiakan kekuatan mereka?." Ucap Ketua Xiezi.


"Kita harus menyelidiki kekuatan dari sekte itu, dan melaporkannya kepada raja Ma Yen. Karena pergerakan kita untuk menimbulkan kekacauan di wilayah kerajaan Qi, akan terkendala karena kekuatan sekte Bambu Kuning yang sudah tentu akan ikut ambil bagian jika di mintakan oleh Raja Qi Guan Zhong." Ucap Ketua Xiezi.


Tetua yang mendengar hal itu, menanggapi perkataan Ketuanya dengan menganggukan kepala.


"Tetua Mu Yun! Cepat perintahkan beberapa tetua bidang informasi untuk menyelidiki kekuatan sekte Bambu Kuning."


"Siap Ketua!." Ucap Tetua itu sambil berdiri dan bergerak meninggalkan aula sekte itu.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2