
Setelah selesai menikmati hidangan yang telah keduanya pesan serta telah mendapatkan informasi yang keduanya inginkan dan sudah tidak ada lagi informasi yang berharga, akhirnya Ma Guang pun langsung membayar dan langsung meninggalkan kedai tersebut.
Mata seluruh pengunjung di kedai tersebut langsung mengikuti keduanya yang berjalan keluar meninggalkan kedai itu.
Di antara pengunjung yang ada, dua orang pria yang berusia kira - kira empat puluh tahun langsung membayar juga pesanan keduanya dan berjalan keluar meninggalkan juga kedai itu.
Keduanya berniat untuk membuntuti Ma Guang dan juga Jiangjun.
Tingkat kultivasi kedua pria itu berada di tingkat pendekar spiritual.
Mereka berdua adalah bawahan dari Huzhao yang saat itu juga sedang menyelidiki keberadaan anggota sekte Kelabang Neraka dan juga anggota sekte Gagak Hitam.
Keduanya mencurigai bahwa Ma Guang dan juga Jiangjun adalah anggota dari kedua sekte tersebut.
Namun Ma Guang dan juga Jiangjun sudah mengetahui akan tindakan kedua pria tersebut.
Apa lagi Ma Guang sudah mengetahui lencana yang terselip di dalam baju keduanya dengan menggunakan kekuatan mata ketiga miliknya.
Ma Guang langsung berkomunikasi dengan Jiangjun melalui kekuatan spiritual bahwa keduanya akan memasuki sebuah gang dan menekan aura keberadaan serta cepat memilih tempat untuk bersembunyi dari kedua orang yang membuntuti mereka.
Setelah melihat salah satu gang terdapat banyak orang sedang beraktivitas di sepanjang gang itu, Ma Guang langsung merubah arah dan berjalan memasukinya dengan Jiangjun yang juga tetap berada di belakang.
Setelah merasa sudah mendapatkan momentum yang tepat untuk bersembunyi, keduanya langsung melakukan hal itu.
Sedangkan kedua orang yang membuntuti mereka, kini mulai kebingungan mencari keberadaan Ma Guang dan Jiangjun.
Setelah kedua orang yang membututi mereka berdua sudah sampai di tempat yang sepi, Ma Guang dan Jiangjun langsung menyergapnya dan langsung berkata.
"Apa tujuan kalian berdua sehingga membuntuti kami?." Tutur Ma Guang.
"Ha...ha...ha...ha...ha! Hanya seorang pendekar raja saja sudah berani menantang dua orang pendekar spiritual? Kamu ini terlalu naif karena tidak menyadari akan tingginya langit!."
Seorang pendekar menertawai tindakan Ma Guang dan juga Jiangjun serta langsung berkata untuk menanggapi pertanyaan Ma Guang.
"Aku pikir kalian berdualah yang tidak bisa mengetahui akan tingginya langit yang kalian lihat! Bagaimana bisa seorang pendekar yang tingkat kultivasinya berada jauh dibawah kalian namun bisa mengetahui pergerakan kalian yang sedang membuntuti kami!?." Balas Ma Guang dengan enteng sambil tersenyum sinis.
Mendengar perkataan Ma Guang, raut wajah kedua pria penguntit tersebut langsung berubah yang dari awalnya sedang menertawai Ma Guang dan juga Jiangjun, kini sudah tidak lagi terlihat di wajah keduanya.
"Sial! Sepertinya kita terlalu menganggap remeh kedua pria ini! Apakah mereka adalah makhluk surgawi dari ras Rubah yang mendukung sekte Kelabang Neraka!?." Pikir salah satu dari kedua pria penguntit.
__ADS_1
"Sepertinya mereka berdua memiliki informasi yang sangat penting untuk aku ketahui! Aku harus mengintrogasi kedua pasukan Api Angin ini!." Pikir Ma Guang yang dengan cepat langsung menotok titik - titik jalur aliran darah keduanya.
Hal itu tidak bisa di antisipasi oleh keduanya, sehingga mereka berdua pun langsung terdiam di tempat.
Ma Guang langsung memerintahkan Jiangjun untuk membawa salah satu pria.
Ma Guang pun juga membawa salah satu pria lainnya.
Keduanya langsung melesat menuju kearah luar kota untuk mengintrogasi kedua pria tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di sebuah hutan yang letaknya berada jauh dari kota sebelumnya.
Akhirnya Ma Guang dan Jiangjun pun mendarat di tanah serta langsung melepaskan tubuh kedua pria itu hingga terbanting di permukaan tanah.
"Aaaacchhhkkk!." Teriak keduanya saat tubuh mereka dijatuhkan ketanah.
"Baiklah! Saat ini waktunya kita untuk bersenang - senang!." Tutur Ma Guang sambil menebarkan senyuman yang sangat tidak bersahabat dengan kedua pria itu.
"Apa yang kalian inginkan?." Tutur salah satu pria dengan nada suara yang terdengar takut.
"Apa yang kami inginkan? Apakah aku tidak salah mendengarnya? Bukankah sebelumnya aku juga pernah menanyakan hal yang sama dengan itu?."
"Tetapi apakah kalian menjawabnya?."
Kata - kata yang keluar dari Ma Guang yang membuat tubuh keduanya semakin bergetar.
Hal itu karena Ma Guang bisa mengetahui identitas keduanya tanpa harus bertanya.
"Si...siapa kalian sebenarnya? Dan apa tujuan kalian berdua berada di wilayah kerajaan Chu ini?." Tanya salah satu pria.
"Sebelum aku memberitahukan idenditasKu, aku terlebih dahulu ingin memberikan pilihan kepada kalian berdua!."
"Pilihan yang pertama! Jika kalian sudah mengetahui indentitasKu! Kalian berdua harus mati!."
Pilihan yang kedua! Walau pun kalian berdua tidak mengetahui identitasKu, akan tetapi tidak menjawab pertanyaanKu! Kalian berdua juga harus mati! Tetapi dengan secara perlahan!."
"Tidak ada pilihan atau pun opsi yang lain selain kedua opsi tersebut!."
"Bagaimana? Opsi mana yang akan kalian pilih?." Tanya Ma Guang.
__ADS_1
Mendengar perkataan Ma Guang, kedua pria itu bingung untuk bisa memilih dari kedua opsi trmersebut.
Keduanya hanya bisa terdiam sambil memikirkan opsi mana yang akan mereka berdua pilih.
Melihat keduanya hanya diam, Ma Guang pun melanjutkan perkataannya.
"Baiklah! Jika kalian berdua tidak ingin memilih kedua opsi tersebut! Aku akan memilihkan untuk kalian!." Tutur Ma Guang sambil mendekati salah satu dari keduanya dan langsung mematahkan salah satu tangannya.
"Aaaaccchhhkkk!." Teriak pria itu merasa kesakitan.
"Apakah kalian berdua ingin hidup dengan tubuh yang cacat?." Tanya Ma Guang lagi.
"Aaaammmpppuuunnn! Apa yang ingin kamu tanyakan?." Teriak pria yang pergelangan tangannya telah di patahkan oleh Ma Guang.
"Jadi kamu sudah mengerti dengan maksudKu!."
"Baiklah! Kalau begiti aku akan mulai bertanya kepadaMu!." Tutur Ma Guang.
"Apa yang kalian berdua ketahui tentang makhluk surgawi dari ras Rubah?." Tanya Ma Guang.
Mendengar pertanyaan Ma Guang, keduanya langsung berpikir.
"Kenapa dia menanyakan hal itu? Apakah mereka bukan berasal dari sekte Kelabang Neraka atau pun pasukan makhluk surgawi dari ras Rubah?."
"Iya! Memang kami bukan berasal dari sekte Kelabang Neraka! Oleh karena itu, cepat jawab pertanyaanKu!." Tutur Ma Guang menanggapi pemikiran kedua pria itu.
"Pendekar! Makhluk surgawi ras Rubah itu, menurut yang di katakan oleh salah satu leluhur agung dari salah satu sekte yang berasal juga dari benua tengah, adalah salah satu dari lima ras makhluk surgawi yang menyerang dan bertarung dengan penguasa Ma Guang waktu berada di sekte Bulan Perak yang berada di benua tengah!."
"Kekuatan mereka saat ini aku dengar sudah setara dengan kekuatan dewa sejati!."
"Saat ini mereka sedang mendukung sekte Kelabang Neraka untuk membantu kedua sekte aliran hitam, yaitu sekte Gagak Hitam dan juga sekte Lembah Tengkorang untuk menyerang sekte Bambu Kuning!."
"Tidak hanya itu saja! Saat ini mereka ingin memburu seseorang yang memiliki tubuh dewa naga surgawi yang menurut isu yang mereka dengar berada di wilayah kekaisaran Zhou ini!."
Pria itu terus memberitahukan kepada Ma Guang tentang apa yang mereka ketahui.
Sedangkan Ma Guang sendiri, setelah mendengar perkataan pria tersebut, mimik mukanya langsung berubah.
Keningnya mulai berkerut karena memikirkan setiap informasi yang di sampaikan oleh kedua pria itu.
__ADS_1
Ma Guang pun langsung membebaskan keduanya dan melesat terbang meninggalkan tempat itu sambil di ikuti oleh Jiangjun.
~Bersambung~