
Setelah selesai mengalahkan seluruh prajurit yang menggunakan pakaian berwarna hitam, mereka pun segera memeriksa saku pakaian mereka semua dan menemukan plat perak kekaisaran yang menandakan bahwa mereka
memiliki posisi di dalam pasukan setara dengan seorang komandan pasukan seratus.
“Ternyata sekte kita sedang di mata-matai oleh pihak kekaisaran yang telah bekerja sama dengan para makhluk surgawi itu! Aku harus segera melaporkan hal ini kepada patriak Tien Chou!.” Gumam Hong Mogui.
Hong Mogui pun segera memerintahkan seluruh anggota sekte Beruang Matahari untuk kembali ke sekte mereka dan hal yang sama juga dengan apa yang dia lakukan.
Setelah kembali ke sekte, Hong Mogui pun segera menuju ke aula utama sekte untuk melaporkan kepada patriak Tien Chou apa yang baru saja mereka temukan dari balik pakaian semua orang yang menyerang anggota sekte
mereka.
Saat memasuki aula utama sekte Beruang Matahari, Hong Mogui langsung disambut oleh patriak dan para petinggi lainnya.
“Silahkan masuk tetua Hong!.”
“Silahkan duduk!.”
Setelah Hong Mogui duduk, akhirnya sang patriark pun melanjutkan kata – katanya. “Apakah ada hal penting yang tetua Hong temukan?.” Sambut patriark Tien Chou sambil melanjutkan mempertanyakan hasil yang di
peroleh Hong Mogui.
“Patriark! Baru saja kami mengalahkan para pendekar yang menyerang anggota sekte kita!.”
“Dan kami menemukan masing – masing dari mereka plat prajurit kekaisaran! Rupanya sekte kita ini sedang diawasi oleh pihak kekaisaran dan juga makhluk surgawi tersebut!.”
Hong Mogui terus menyampaikan asumsi yang dia miliki tentang apa yang sedang terjadi dan yang akan sektenya hadapi nanti.
Semua yang ada didalam ruangan aula itu terus mendengarkan apa yang Hong Mogui sampaikan.
Setelah beberapa saat kemudian, patriark Tien Chou pun berkata.
“Untung saja sekte kita ini telah di lindungi oleh para bawahan dewa kita! Jika tidak, sudah bisa dipastikan sekte kita ini akan lenyap karena diserang seekor makhluk surgawi!.”
Semua yang mendengar perkataan patriark hanya bisa menanggapinya dengan menganggukan kepala mereka tanda menyetujuinya.
Mereka pun kini melanjutkan diskusi mereka tentang langkah apa yang harus mereka lakukan untuk mengantisipasi setiap pergerakan yang dilakukan oleh mata – mata kekaisaran yang didampingi oleh seekor makhluk surgawi yang bisa merubah tubuhnya menjadi manusia.
Dan hal yang tidak bisa mereka pikirkan adalah bagaimana caranya untuk menghadapi sang makhluk surgawi.
Sehingga akhirnya mereka pun memutuskan untuk memberitahukan hal itu kepada Ma Guang.
Ma Guang yang berada di sekte Naga Surgawi mendapatkan kabar dari patriark sebenarnya sudah lebih dahulu mengetahui hal itu dari Shi Kang, sehingga dirinya tidak terkejut lagi mendengar hal itu dari patriark Tien
Chou.
Ma Guang pun berkata kepada patriark agar tetap waspada dan selalu mengingatkan kepada semua anggota sekte untuk tidak lalai.
“Orang – orang yang wajahnya terlihat asing di setiap kota atau desa yang berada didekat wilayah sekte kalian haruslah diawasi pergerakan mereka!.”
__ADS_1
“Akan tetapi pergerakan setiap anggota sekte juga harus tidak mudah diketahui oleh para mata – mata tersebut!.”
“Karena jika pergerakan para anggota sekte bisa diketahui oleh mereka, pengawasan yang dilakukan itu hanya sia – sia saja!.”
Ma Guang terus memberikan petunjuk kepada patriark Tien Chou bagaimana caranya untuk mengantisipasi setiap pergerakan musuh.
Di aula kediaman kekaisaran Baiyue kini terlihat sang penasihat kekaisaran bersama jenderal Feng Weishi merasa sangat kecewa dengan apa yang dicapai oleh para bawahan mereka berdua yang penyamarannya bisa diketahui dan juga telah tewas di tangan Kilin Api dan juga tewas ditangan anggota sekte Beruang Matahari.
Namun walau pun demikian, keduanya pun merasa telah mendapatkan hasil yang sangat memuaskan karena bisa mengetahui ada kekuatan Ma Guang dibelakang sekte Beruang Matahari, sehingga mereka tidak akan gegabah
untuk melakukan pergerakan.
Sang penasihat pun segera memanggil bawahannya yang lain untuk mengutusnya kembali memata –matai sekte Beruang Matahari agar bisa mendapatkan informasi tentang hal yang berhubungan dengan Ma Guang.
Dan untuk pasukan Phoenix Api sendiri, kini tidak lagi diutus ke wilayah tersebut, sebab aura keberadaan mereka bisa diketahui oleh pasukan Naga atau pun pasukan Kilin.
Hal itu mereka lakukan dengan lebih berhati – hati lagi dan tidak akan aktiv seperti utusan awal yang terlalu agresif dalam mengorek informasi dari anggota sekte Beruang Matahari.
Setelah selesai memberikan petunjuk kepada beberapa utusannya, akhirnya sang penasehat pun memerintahkan mereka untuk segera pergi.
Di daratan benua tengah kini mulai terdengar sering terjadi pembantaian di beberapa sekte.
Yang anehnya, setiap tubuh para pendekar dewa kini sudah tidak memiliki darah murni serta inti jiwa didalamnya.
Keresahaan itu pun dapat dirasakan oleh para pendekar yang berada disekte Bulan Perak.
Sebab sudah ada beberapa sekte yang kini hanya tersisa bangunannya saja dengan tubuh para anggota sektenya yang bergelimpangan di tanah dan sudah tidak bernyawa lagi.
Sebab kekuatan yang dibutuhkan oleh kelompok yang melakukan hal itu adalah seorang manusia yang memiliki kekuatan sebagai pendekar dewa keatas.
Dan hal itu bisa ditemukan disetiap sekte – sekte besar yang ada di benua tengah amat terlebih disekte Bulan Perak.
Akan tetapi sekte itu tidak mudah untuk diserang, sebab pasukan Kilin Api sedang mengawasi sekte itu.
Patriark dan para petinggi sekte Hua San, sekte Phoenix Api Hitam dan juga sekte lainnya terus berdatangan ke sekte Bulan Perak untuk mendiskusikan tentang semua yang terjadi di benua tengah tersebut.
Pasukan Kilin Api yang sedang mengawasi situasi di sekte Bulan Perak pun menyampaikan hal itu kepada Shi Tiao.
Mendapatkan pemberitahuan dari bawahannya, Shi Tiao pun melaporkan hal itu kepada Ma Guang.
Ma Guang yang mendapatkan kabar dari Shi Tiao pun mulai berpikir akan kejadian yang kini sedang melanda dunia persilatan yang berada di daratan benua tengah.
“Siapa yang melakukan hal itu? Hanya sekte aliran hitam yang bisa melakukannya!.” Piker Ma Guang.
Pria itu pun segera memerintahkan kepada Shi Tiao agar menyelidiki kejadian itu, sebab apa yang terjadi itu sangat mencurigakan.
Shi Tiao pun langsung memerintahkan bawahannya untuk melakukan apa yang diperintahkan kepadanya.
Hanya membutuhkan waktu yang singkat bagi bawahan Shi Tiao untuk bisa mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut.
__ADS_1
“Yang Mulia! Menurut penyelidikanKu disetiap sekte yang mengalami hal itu, aku mendapatkan jejak aura dari pasukan surgawi yang dipimpin oleh jenderal Shen Tian!.”
Perkataan bawahannya langsung membuat Shi Tiao terkejut, sebab dirinya tidak menyangka dan belum bisa mempercayai hasil penyelidikan itu.
Sang raja Kilin Api itu pun segera menyampaikan hal itu kepada Ma Guang.
Ma Guang yang mendapatkan kabar tersebut segera memanggil Long Wang dan Jiangjun untuk mendiskusikan hal tersebut.
Saat Long Wang dan juga Jiangjun mendengar apa yang penguasa mereka katakana, keduanya pun langsung terdiam dan mulai memikirkan tentang hal itu.
“Penguasa! Sepertinya hal itu sangat masuk akal! Sebab apa yang dikatakan waktu lalu oleh penguasa kepada jenderal Shen Tian sangat berkaitan erat dengan apa yang terjadi saat ini dibenuah tengah!.” Tutur Jiangjun.
“Iya! Penguasa telah mencegah mereka untuk meninggalkan sekte ini sebelum menyeleaikan tugas mereka untuk menghentikan dan menghukum semua makhluk surgwi yang telah membuat kekacauan di duni manusia ini! Akan tetapi jenderal Shen Tian tetap bersih kukuh untuk tetap meninggalkan sekte kita ini!.” Sambung Long Wang.
Jika mendengar apa yang menimpa beberapa sekte yang mengalami hal buruk itu, sepertinya pasukan surgawi saat ini sedang meningkatkan kekuatan mereka! Apakah mereka juga memiliki keinginan untuk memiliki tubuh dewa naga surgawi itu!?.” Lanjut Long wang lagi.
Mendengar perkataan kedua bawahannya itu, Ma Guang pun mulai menanggapi serius permasalahan tersebut.
“Sepertinya untuk sementara ini, aku akan membawa sebagian pasukan Naga untuk menuju ke benua tengah!.” Tutur Ma Guang menanggapi perkataan kedua bawahannya itu.
“Long Wang! Aku mempercayakan situasi keamanan di benua utara ini kepadMu! Sedangkan jenderal Jiangjun tetaplah disini untuk membantu pekerjaan raja Long Wang!.”
“Urusan untuk diibenua tengah nanti aku dan juga Shi Tiao yang menanganinya!.”
Kedua petinggi pasukan naga itu pun segera mengiyahkan apa yang di perintahkan oleh penguasa mereka.
Ma Guang pun segera mengumpulkan selurah pasukan naga di alun – alun sekte Naga Surgawi.
Sekitar dua ribu lima ratus pasukan naga langsung dibawa Ma Guang untuk menuju kebenua tengah.
Pria itu pun segera mengaktivkan portal ruang dan waktu untuk menuju kemarkas Kilin Api yang berada di benua tengah.
Rombongan pasukan yang dipimpin oleh Ma Guang langsung disambut oleh Shi Tiao dan juga para petinggi Kilin Api lainnya.
“Hormat kepada penguasa!.” Ucap mereka semua saat rombongan Ma Guang telah tiba.
“Mari Penguasa! Silahkan!.” Ucap Shi Tiao.
Mereka pun segera menuju ke dalam goa dimana pintu masuk dunia kecil milik mereka berada agar bisa memasuki dunia tersebut dan pergi keistana Kilin Api untuk membicarakan apa yang akan mereka lakukan kedepan.
Namun sebelum mereka mulai membicarakan strategi yang akan mereka lakukan, Ma Guang terlebih dahulu menyempatkan diri untuk melihat perkembangan ketiga istrinya yang sedang melakukan meditasi untuk menerobos menjadi seorang dewi.
Setelah selesai melihat perkembangan ketiga istrinya, Ma Guang pun segera menuju ke aula utama istana Kilin Api.
Mereka pun kini mulai merencanakan suatu jebakan untuk pasukan surgawi. Dimana mereka akan menggunakan sekte Hua San sebagai umpan agar bisa menangkap pelaku yang selalu mengambil harta berharga dari seorang
pendekar dewa.
Ma Guang pun bersama Shi Tiao segera menuju ke sekte Bulan Perak untuk membicarakan hal itu dengan beberapa petinggi sekte yang memang sudah berada di sekte tersebut.
__ADS_1
~Bersambung~