Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 141. Anak Penguasa Kota Ganyu


__ADS_3

Di salah satu kedai di kota Ganyu propinsi Langya, duduk seorang pria yang berusia tiga puluhan awal yang memiliki paras yang tampan, berkulit agak memerah dengan bentuk tubuh yang proporsional sedang bersama - sama dengan empat orang pria yang terlihat sudah berusia sekitar empat puluhan tahun.


Lima orang tersebut kini sedang menikmati hidangan yang telah mereka pesan.


Pria yang terlihat lebih muda dari pria yang lainnya itu adalah putra dari kepala sekte Lembah Tengkorak yang bernama Xue Jian.


Xue Jian membawa sebuah pedang yang sarungnya dan juga bilah pedangnya berwarna merah.


Kelompok mereka juga kini sedang menuju ke arah dimana sekte Bambu Kuning berada sama seperti ayahnya, namun mereka melakukan perjalanan secara terpisah.


"Pelayan...!!! Apakah ada arak terbaik di kedai kalian ini?". Tanya Xue Jian.


"Ada tuan! Apakah tuan ingin memesannya?". Tanya sang pelayan.


"Iya! Aku memesannya untuk lima orang". Jawab Xue Jian dengan sopan.


Memang sifat Xue Jian tidak terlihat arogan seperti para pendekar dari aliran hitam lainnya. Itu karena pria ini sangat pintar dan licik, sehingga orang - orang tidak akan menyangka jika dirinya juga bisa melakukan hal yang sangat kejam.


Beberapa saat kemudian arak yang di pesan pun sudah tersaji di atas meja kelompok Xue Jian.


Mereka berlima langsung menikmati arak terbaik yang telah di siapkan tersebut.


Tidak lama kemudian terlihat rombongan yang dipimpin oleh seorang pemuda berjalan memasuki kedai tersebut dengan sikap yang arogan.


"Sepertinya ada pemuda yang kaya dan sombong juga di kota ini". Gumam seorang yang duduk bersama - sama dengan Xue Jian.


Xue Jian pun hanya tersenyum kecil menanggapi perkataan seorang tetuanya sambil berkata "Kita tidak perlu menanggapinya, biarkan saja dia melakukan apa yang dia inginkan".


"Hei pelayan!!! Cepat siapkan makanan serta arak terbaik untuk kami". Ucap pria yang baru saja tiba tersebut.


"Iya tuan muda!". Jawab pelayan sambil bergegas pergi untuk melakukan apa yang di perintahkan oleh pemuda tersebut.


Tatapan mata pemuda tersebut langsung memandang ke segala arah untuk memperhatikan setiap pengunjung yang ada di dalam kedai tersebut.


Akhirnya tatapan matanya mengarah kepada Xue Jian dan juga kelompoknya.


"Siapa orang itu? Apakah kalian mengenalnya?". Tanya pemuda tersebut kepada para pengawalnya.


"Maaf tuan muda, kami baru pertama kalinya melihat wajah pria dan juga orang - orang yang bersamanya itu, mungkin mereka berasal dari luar kota". Ucap salah satu pengawalnya.


"Kamu pergi dan tanyakan siapa mereka dan berasal dari mana serta kemana tujuan mereka". Ucap pemuda tersebut memerintah pengawalnya.

__ADS_1


"Baik tuan muda! Aku akan pergi untuk menanyakannya". Ucap pengawal tersebut yang langsung pergi berjalan menuju ke tempat dimana Xue Jian dan kelompoknya berada.


Setelah tiba di tempat dimana Xue Jian berada, pengawal tersebut langsung menanyakan sesuai dengan apa yang tuan mudanya perintahkan.


Xue Jian dengan tersenyum langsung menjawab pertanyaan pengawal tersebut.


"Kami berasal dari wilayah kerajaan Wu dan akan menuju ke kota Laoling untuk bertemu dengan keluarga kami yang tinggal di kota tersebut". Jawab Xue Jian sambil menangkupkan tangannya.


Pengawal yang mendengar jawaban dari Xue Jian serta melihat sikap pria tampan itu yang sangat sopan terhadapnya langsung merasa tinggi hati.


"Jika berada di dalam kota ini, kamu harus menghadap tuan mudaKu untuk memperkenalkan diri serta memberi hormat kepadanya". Ucap pengawal itu dengan rasa percaya diri yang tinggi.


Mendengar perkataan pengawal tersebut, para tetua yang sedang duduk bersama dengan Xue Jian langsung berdiri dan bersiap untuk memberikan pelajaran kepada pengawal tersebut.


Hal itu sontak saja lanjung di cegah oleh Xue Jian dengan hanya memberikan isyarat dengan mengangkat salah satu tangannya.


Ke empat tetua itu pun langsung menghentikan niat mereka dan kembali duduk.


Xue Jian masih tetap tenang menghadapi pengawal tersebut seraya melontarkan pertanyaan kepada pengawal tersebut.


"Mohon maaf sebelumnya, tetapi apakah memang seperti itu peraturan di kota ini?". Tanya Xue Tian.


"Tidak! Itu peraturan dari tuan muda sendiri". Jawab pengawal tersebut dengan tegas dan dengan sikap yang masih seperti semula.


"Walau pun dirinya bukan penguasa di kota ini, tetapi penguasa di kota ini adalah ayahNya". Jawab pengawal tersebut.


"Baiklah, kalau begitu kamu kembali dan katakan saja bahwa aku sebagai anak dari penguasa kota Guzhang sangat menerima kebaikan serta keramahan yang di tunjukkan oleh tuan mudaMu dalam menyambut tamu dari luar kota ini". Ucap Xue Jian yang masih tetap terlihat ramah menghadapi sikap sang pengawal tersebut.


Pengawal itu pun langsung kembali ketempat dimana tuan mudanya berada untuk menyampaikan apa yang di katakan oleh orang yang baru saja berbicara dengannya.


Setelah tiba di tempat dimana tuan mudanya berada, pengawal tersebut langsung menyampaikan apa yang Xue Jian katakan.


Mendengar hal itu, tuan muda tersebut langsung memasang wajah yang tidak bersahabat dan langsung menatap ke arah Xue Jian.


Xue Jian sendiri tidak menatap ke arah pemuda itu, dirinya masih tetap menikmati arak yang telah mereka pesan sambil tidak memperdulikan situasi hati serta pikiran dari anak penguasa kota Ganyu tersebut.


Sikap Xue Jian tersebut langsung membuat amarah anak penguasa kota meledak serta langsung memerintahkan para pengawalnya untuk menyerang kelompok Xue Jian.


"Rupanya mereka mau cari masalah dengan kita...apakah kita akan membunuh mereka?". Tanya salah satu tetua kepada Xue Jian.


"Tenang saja, kita cukup memberi pelajaran kepada mereka...orang - orang ini tidak bisa untuk kita jadikan musuh, karena perjalanan kita akan terhambat untuk menuju ke sekte Bambu Kuning". Ucap Xue Jian dengan santai.

__ADS_1


"Hiaaaatttt...hiiiaaattt...hiiiaaattt!!!". Teriak para pengawal anak penguasa kota Ganyu menyerang Xue Jian dan empat orang lainnya.


Saat serangan mereka sudah hampir mengenai kepala Xue Jian, pria itu langsung menangkis serangan tersebut dengan tangannya yang berbentuk cakar namun di selimuti dengan perubahan energi tenaga dalam yang berwarna merah darah miliknya.


Tlang...


Treng...treng...treng...treng...


Bunyi pedang yang patah milik sang pengawal yang menyerang Xue Jian, serta bunyi benturan pedang milik ke empat tetua yang menangkis serangan pengawal yang lain.


Setelah mematahkan bilah pedang milik pengawal yang menyerangnya, Xue Jian langsung balas menendang.


Buukkk...braakkk...


Bunyi tendangan Xue Jian yang mendarat di perut pengawal yang menyerangnya hingga tubuhnya menabrak dan menghancurkan salah satu meja yang ada di kedai tersebut.


Brak...brak...brak...brak


Empat orang pengawal lainnya juga terkena pukulan dan juga mengalami hal yang sama dengan pengawal yang di tendang oleh Xue Jian.


Melihat rekan - rekan mereka terhempas tanpa ada perlawanan sedikit pun, lima orang lainnya langsung menghentikan niat mereka untuk menyerang lima orang tersebut.


"Sialan, rupanya mereka memiliki ilmu bela diri yang tinggi, kita tidak bisa untuk menghajar mereka". Ucap salah satu pengawal.


Sedangkan Xue Jian masih tetap duduk di tempatnya seperti tidak merasakan ada masalah sedikit pun.


Seorang pria paru baya yang duduk di samping pemuda tersebut langsung mengingatkan anak penguasa kota tentang kemampuan dari kelima orang yang mereka ganggu tersebut.


"Dua orang tersebut sudah mencapai pendekar raja tingkat puncak, sedangkan tiga orang lainnya sudah mencapai pendekar raja tingkat awal dan tingkat menengah, jadi kita sudah mengganggu orang yang salah". Ucap pria tua tersebut.


Pria itu baru mencapai pendekar raja tingkat awal, sedangkan sang pemuda baru saja mencapai pendekar ahli tingkat awal.


Sedangkan para pengawal yang menyerang kelompok Xue Jian hanyalah sebagai pendekar tahap awal tingkat ke sembilan.


Sehingga kemampuan mereka bagaikan langit dan bumi perbedaannya.


"Kalau begitu, aku akan memanggil pasukan untuk memberikan pelajaran kepada mereka berlima". Ucap anak penguasa kota sambil berdiri dan meninggalkan kedai tersebut seraya menarik mundur semua pengawalnya.


Melihat hal itu, Xue Jian hanya menanggapinya dengan tenang dan langsung memanggil pelayan untuk membayar biaya kerusakan yang mereka timbulkan.


"Tuan tidak perlu membayar kerusakan yang ada, sebab tuan muda Fu Zhi yang membuat hal itu sehingga terjadi seperti ini". Ucap sang pelayan.

__ADS_1


"Ambillah, bagaimana pun kalian juga akan di rugikan dengan kerusakan yang terjadi". Ucap Xue Jian dengan senyum yang penuh kelicikan.


~Bersambung~


__ADS_2