Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 436. Kemampuan Seorang Dewa


__ADS_3

Saat hari sudah mulai gelap, Jiangjun, Ma Tian Shen dan juga Hong Yilan kini sudah siap di tempat mereka masing - masing.


Ketiganya kita telah berpencar di tiga tempat yang berbeda sambil mengawasi keamanan di kota Quwo.


Mereka bertiga kini sedang bermeditasi dan mengaktifkan kekuatan spiritual serta kekuatan mata ilahi yang mereka miliki.


"Ayo, cepat tunjukkan diri kalian, aku sudah tidak sabar untuk menangkap kalian". Gumam Ma Tian Shen.


Remaja itu menganggap apa yang dia lakukan saat itu adalah sebuah permainan.


Sehingga dirinya sangat mengharapkan untuk bisa menangkap para perampok yang di maksudkan oleh Hao Dong.


"Rupanya mereka sedang menguji kesabaranKu".


"Tunggu kalian jika bisa tertangkap olehKu, aku akan membuat perhitungan dengan kalian karena sudah membuatKu menunggu".


Ma Tian Shen terus menggerutu karena para perampok belum juga beraksi.


Di tempat yang lain, hal yang sama juga dirasakan oleh Hong Yilan.


Wanita itu kini sudah bosan menunggu pergerakan para perampok.


"Kenapa menunggu mereka terasa begitu menyiksaKu!?".


"Padahal, jika dibandingkan saat aku berkultivasi, ini tidak sebanding".


"Aku berkultivasi saja terkadang menghabiskan waktu selama berbulan - bulan".


"Mengapa baru beberapa jam saja menunggu para perampok itu, sudah membuatKu merasa bosan seperti ini!?". Pikir Hong Yilan.


Sedangkan untuk Jiangjun sendiri, jenderal naga itu masih tetap tenang.


Sampai matahari terbit dari ufuk timur, para perampok yang mereka tunggu tak kunjung beraksi.


Kekecewaan pun nampak di wajah Hong Yilan dan juga Ma Tian Shen.


"Ternyata apa yang kita lakukan sepanjang malam ini hanyalah sia - sia". Gerutu Ma Tian Shen.


Remaja itu melesat dengan cepat menuju kamar yang di siapkan oleh Hao Dong untuknya.


Begitu juga dengan Hong Yilan.


Jiangjun sendiri sudah berada di kamarnya dan terus mengawasi kota itu dengan kekuatan spiritualnya.


Di salah satu tempat di kota Quwo, sekelompok orang kini sedang membicarakan rencana mereka.


"Ketua! Sepertinya untuk beberapa waktu kedepan, kita harus menghentikan kegiatan kita".


"Sebab jenderal Jiangjun serta putra dari penguasa Ma masih berada di kota ini".


"Apa lagi mereka telah di minta oleh penguasa kota untuk menangkap kita".


"Mereka adalah ancaman yang serius bagi kita".


Salah satu anggota perampok mengingatkan kepada ketuanya agar berhenti melakukan perampokan untuk beberapa waktu kedepan.


Mendengar apa yanng di katakan oleh salah satu anggotanya, sang pemimpin pun segera menanggapinya dan berkata.

__ADS_1


"Cepat kalian bubar dari sini dan jangan lagi membicarakan hal itu".


"Karena jika mereka memang berniat untuk melakukan apa yang di mintakan oleh penguasa kota, pembicaraan kita saat ini saja bisa mereka ketahui dari jarak ribuan mil dari sini".


Mendengar perkataan sang pemimpin, mereka pun segera meninggalkan tempat tersebut dan berpencar ke segala arah untuk mempelajari setiap tempat yang akan menjadi target mereka.


Setelah sudah seharian, Jiangjun tidak mendapatkan hasil sedikit pun.


"Apakah para perampok itu benar - benar ada?".


"Jika benar ada, apakah mereka tinggal di dalam kota ini ataukah mereka datang dari luar kota ini?".


"Sepertinya aku tidak mendapatkan sedikit pun petunjuk dari hasil penelusuranKu".


Jiangjun merasa aneh dengan hasil yang dia peroleh.


Jiangjun pun segera memberitahukan hal itu kepada dua orang lainnya.


Ma Tian Shen dan juga Hong Yilan yang mendapatkan informasi dari Jiangjun langsung berpikir.


"Jika memang benar apa yang di katakan oleh Hao Dong, mengapa Paman yang adalah seorang Dewa Surgawi Puncak tidak bisa menemukan keberadaan mereka?". Pikir Ma Tian Shen.


"Apakah Hao Dong sedang mempermainkan kita!?". Pikir Hong Yilan.


Hong Yilan pun menyampaikan pikirannya tersebut kepada Jiangjun.


Jiangjun yanng mendengar asumsi dari wanita itu segera menanggapinya.


"Penguasa Putri! Penguasa Muda! MenurutKu tuan Hao Dong tidak mempermainkan kita".


"MenurutKu hal ini berhubungan dengan kegemparan yang terjadi saat kita baru saja tiba di kota ini".


"Paman! Jika itu karena mereka telah mengetahui akan kehadiran kita, tetapi meskipun demikian, mereka pasti akan merencanakan langkah apa yang harus mereka lakukan selanjutnya".


"Dan itu pasti bisa di ketahui oleh Paman setelah sudah seharian ini menelusuri setiap stempat yang ada di kota ini". Tian Shen menanggapi.


"Sebenarnya hal tidak sesederhana yang Penguasa Muda pikirkan".


"Meskipun kultivasiKu saat ini sudah sebagai Dewa Surgawi tingkat puncak, namun aku tidak bisa dengan mudah bisa mengetahui hati seseorang jika itu tidak di tujukan kepadaKu".


"Lain halnya jika isi hati dan pikiran seseorang itu dengan sungguh - sungguh tertuju kepadaKu, itu akan dengan mudah dan sangat jelas bisa Ku ketahui".


Jiangjun menjelaskan sejauh mana tingkat kekuatan spiritualnya untuk bisa mengetahui hati dan pikiran manusia.


Sebab walaupun kekuatan mereka sudah setara dengan kekuatan seorang dewa sejati, tetapi jika tidak ada seorang dewa atau seorang manusia pun yang isi hati serta pikiran tidak ditujukan kepada mereka ataupun tidak memanggil mereka, seorang raja dewa sekalipun tidak bisa mengetahui hati dan pikiran semua manusia.


Sehingga seorang dewa hanya akan datang atau hadir jika di sembah atau di panggil dengan sungguh - sungguh oleh manusia.


"Oh, jadi seperti itu yah...!? Aku pikir seorang dewa itu langsung bisa mengetahui setiap isi hati setiap manusia". Ucap Ma Tian Shen menanggapi penjelasan Jiangjun.


"Tetapi mengapa kita yang hanya di tingkat pendekar dewa agung saja sudah bisa mengetahui isi hati seseorang disaat mereka dekat dengan kita?". Tanya Hong Yilan.


"Walau pun mereka sedang berada didekat kita, tetapi apa yang mereka pikirkan tidak tertuju kepada kita, tetap saja kita tidak bisa mengetahui isi hati serta pikiran mereka".


"Apakah Penguasa Putri dan juga Penguasa Muda pernah mendengar isi hati orang lain selain isi hati orang yang tertuju kepada kita!?". Tanya Jiangjun.


Keduanya pun mulai mengingat jika apa yang Jiangjun tanyakan itu pernah mereka alami atau tidak.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, akhirnya Hong Yilan menjawab pertanyaan Jiangjun.


"Sepertinya aku belum pernah mengalami hal itu".


"Aku juga". Sambung Ma Tian Shen.


"Itulah rahasia seorang dewa".


"Tidak itu saja, meskipun kekuatannKu saat ini sebagai seorang dewa surgawi, akan tetapi aku merasa bahwa sifat seorang dewa pada saat dahulu aku masih berada di dunia atas, tidak seperti apa yang ditunjukkan oleh Penguasa kita saat ini".


"Apa yang berbeda dengan sifat ayah?". Tanya Ma Tian Shen.


"Sifat seorang dewa yang aku ketahui yaitu tidak memiliki keinginan duniawi seperti apa yang biasa Penguasa perlihatkan selama ini kepada kami".


"Tetapi aku juga belum begitu memahami situasi jika kultivasi seorang manusia di saat dirinya telah menjadi seorang dewa".


"Jika memang seperti apa yang di tunjukkan oleh Penguasa, berarti memang sudah seperti itu perbedaan seorang dewa yang memang sudah di lahirkan sebagai seorang dewa dan manusia yang menjadi seorang dewa".


Tutup Jiangjun menjelaskan kepada Hong Yilan dan Ma Tian Shen.


"Jika seperti itu, sepertinya sebelumnya Paman tidak pernah bertemu dengan seorang dewa yang berasal dari dunia ini menurutKu". Ma Tian Shen menanggapi.


"Iya! Memang demikian". Jawab Jiangjun.


"Paman, jadi selanjutnya langkah apa yang harus kita lakukan!?". Tanya Ma Tian Shen.


"Kita saat ini harus menemui Hao Dong untuk pamit dan ....".


"Mengapa kita harus pergi sebelum membasmi mereka!?". Ma Tian Shen memotong perkataan Jiangjun.


"Shen'er, biarkan jenderal Jiangjun selesai berkata, bagaimana kamu bisa tahu jika kamu sudah menyela sebelum jenderal Jiangjun menyelesaikan kata - katanya". Hong Yilan segera menimpali perkataan Ma Tian Shen.


"Maafkan aku Bibi, tetapi aku tidak ingin meninggalkan kota ini sebelum kita membasmi para perampok itu". Ucap Ma Tian Shen yang bertetap pada perkataannya semula.


"Penguasa Muda, kita pamit dan meninggalkan kota ini hanya untuk mengecoh para perampok itu".


"Tindakan kita itu agar bisa memberi rasa aman kepada mereka sehingga mereka akan bertindak lagi".


"Terus kita berdiam diri dimana saat berada di luar kota?". Tanya Ma Tian Shen penasaran.


"Jika Penguasa Muda sangat berniat untuk membasmi para perampok itu, pasti Penguasa Muda bisa merelakan diri untuk berada di atas pepohonan dalam waktu dua sampai tiga hari kedepan". Jawab Jiangjun.


"Apa!? Dalam dua tiga hari aku hanya terus berdiam diri diatas pepohonan!? Aku tidak mau...!!!". Ujar Ma Tian Shen.


"Jika Penguasa Muda tidak mau, kita pergi saja dan tinggalkan kota ini". Ucap Jiangjun.


Mendengar perkataan Jiangjun, remaja itu terdiam dan mulai berpikir.


"Apakah ini kesulitan yang di katakan oleh Paman jika identitas kita di ketahui!?".


"Baiklah, jika hanya seperti itu kesulitannya, aku bisa melewatinya".


"Baiklah Paman, aku setuju dengan rencana apapun yang telah Paman pikirkan". Tutur Ma Tian Shen dengan penuh semangat dan rasa percaya diri.


"Itu baru putra dari Guang gege". Ujar Hong Yilan.


"Jika Penguasa Muda sudah memutuskannya, ayo kita pergi untuk menemui tuan Hao Dong". Ajak Jiangjun.

__ADS_1


Mereka bertigapun segera melesat menuju ke tempat dimana Hao Dong berada.


~Bersambung~


__ADS_2