
Setelah tiba di sekte Beruang Matahari, Ma Guang segera menyalurkan energi Qi miliknya kedalam tubuh Hong Yilan untuk menyembuhkan luka dalam yang di derita adiknya itu.
Hal yang sama juga di lakukan oleh Hong Jiannan kepada Huaiying, Long Wang kepada Hong Mogui, Jiangjun kepada Leluhur serta Shi Kang kepada patriark.
Sedangkan tetua yang menjadi sandera tidak memiliki luka yang berarti.
Li Yan yang melihat kedua orang yang di kasihinya serta calon menantunya yang dalam keadaan tidak sadarkan diri hanya bisa berlinang air matanya.
Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang pun segera memberikan pil emas untuk menyembuhkan serta untuk memulihkan kekuatan mereka berlima yang sedang terluka.
Setelah menunggu, akhirnya mereka berlima yang terluka itu pun sudah mulai siuman.
Masing - masing dari mereka pun mulai melihat - lihat sekeliling mereka untuk bisa mengetahui dimana mereka berada saat itu.
Namun setelah melihat sosok Ma Guang dan juga yang lainnya, akhirnya hanya pertanyaan yang keluar dari mulut mereka.
"Apakah kakak Ma Guang yang menyelamatkan kami?". Tanya Hong Yilan.
"Sudahlah! Tidak perlu terlalu banyak bertanya".
"Kamu harus beristirahat agar kesehatan serta kekuatanMu benar - benar bisa secepatnya pulih". Ucap Ma Guang.
Mendengar saran dari kakaknya, Hong Yilan pun langsung menurutinya.
Sedangkan Ma Guang segera mendekati ibunya dan memberikan kekuatan serta penghiburan lewat kata - kata agar ibunya tidak bersedih lagi.
Hal itu karena Ma Guang bisa mengetahui separah apa luka dalam yang di alami oleh Hong Mogui.
Dan luka tersebut tidak akan bisa membuat pria tua berambut merah itu untuk meninggal.
Sedangkan kondisi patriark serta leluhur agung sangat kritis, sebab meskipun tingkat kultivasi mereka sama - sama berada di tingkat pendekar raja dewa, namun kekuatan fisik keduanya jauh berada di bawah Hong Mogui.
Hal itulah yang membuat kondisi luka dalam yang mereka derita berbeda dengan yang Hong Mogui derita.
Setelah selesai menghibur ibunya, Ma Guang pun segera berkata kepada Jiangjun untuk menetap di sekte Beruang Matahari.
Itu karena Jiangjun sudah bisa menguasai teknik Formasi Pertempuran tingkat tertinggi sama seperti Ma Guang, Long Wang serta Shi Kang.
Semuanya telah berhasil menguasai teknik tersebut dalam beberapa bulan ini.
Meskipun ada banyak yang baru bisa menguasai teknik tersebut di tingkat rendah, serta sudah ada ratusan pasukan yang sudah bisa menguasai teknik itu di tingkat menengah.
Dengan menguasai teknik Formasi Pertempuran tingkat tinggi atau tingkat puncak, sehingga Jiangjun sudah bisa untuk melindungi sekte Beruang Matahari.
__ADS_1
Ma Guang juga berniat untuk kembali ke sekte Naga Surgawi dan memerintahkan pasukan ras Naga, pasukan ras Serigala dan juga pasukan Kilin Api yang sudah menguasai teknik tersebut untuk segera datang membantu Jiangjun.
Akhirnya Ma Guang, Long Wang, serta Shi Kang pamit undur diri kepada ibunya dan juga yang lain untuk kembali ke sekte Naga Surgawi.
Ma Guang juga berpesan kepada para petinggi sekte untuk sementara harus berdiam di dalam formasi pelindung sekte.
Karena situasi di luar sekte sedang tidak aman untuk anggota sekte mereka.
Mereka bertiga pun dalam sekejab mata sudah menghilang dari pandangan Li Yan, Jiangjun, Hong Jiannan dan juga dari pandangan para petinggi sekte yang mengantarkan mereka.
***
Di sebuah tempat yang juga masih berada di Benua Utara, kini keempat tetua tingkat tinggi serta puluhan raja siluman baru saja terkumpul lagi.
Saat itu mereka semua masih dalam keadaan shok karena apa yang baru saja mereka alami.
Mereka pun langsung membicarakan tentang kejadian tersebut.
"Apakah keenam tetua lainnya masih hidup?". Tanya seorang tetua penasaran.
"Kami juga tidak tahu apakah mereka masih hidup atau tidak". Jawab salah satu raja siluman.
"Sebab disaat kami mendengar bisikan untuk menjauh dari tempat itu, kami segera melakukannya".
"Tetapi siapa yang membawa kami berempat ke tempat ini?". Tanya seorang tetua yang tidak mengetahui sosok yang membawa mereka.
"Kemungkinan besar menurutKu adalah pasukan bangsa Azura".
"Sebab dengan kemampuan kami saja, akan tetapi kami tetap tidak bisa mengetahui dan tidak sempat melihat siapa yang membawa kalian berempat". Jawab salah satu raja siluman.
"Jika mereka yang melakukannya, sepertinya kita harus berterima kasih kepada mereka".
"Sebab jika mereka tidak membantu kita, tidak tahu apa yang akan terjadi dengan hidup kita". Tutur salah satu tetua.
Memang di saat mereka tiba di Benua Utara, para pasukan Azura langsung memisahkan diri dari kelompok mereka dan hanya mengawasi mereka dari jarak yang jauh.
Hal itu agar keberadaan mereka tidak di ketahui oleh pihak manapun.
Saat mereka sedang membicarakan apa yang baru saja menimpa mereka, suara bisikan di telinga mereka pun memberitahukan bahwa keenam tetua lainnya kini sudah tewas menjadi kabut darah karena terkena serangan kekuatan dari beberapa sosok Dewa Sejati.
Mendapatkan informasi itu, keempat tetua itu pun langsung merasa sedih karena dalam sekejab mereka telah kehilangan enam orang tetua tingkat tinggi.
"Sepertinya mulai saat ini, kita tidak boleh lagi bertindak gegabah".
__ADS_1
"Bagaimana jika kita mencoba untuk mencari informasi di sekitar wilayah itu". Saran seorang tetua.
"MenurutKu itu tidak boleh untuk kita lakukan, sebaiknya kita percayakan saja kepada para siluman untuk mencari informasi di wilayah itu".
"Sedangkan untuk kelompok kita, sebaiknya langsung menuju ke wilayah kekaisaran Zhou".
"Bagaimana menurut kalian?". Tutup seorang tetua sambil meminta masukan dan saran dari yang lain.
"Aku setuju dengan apa yang tetua katakan itu, memang sebaiknya kita segera menuju ke wilayah kekaisaran Zhou". Sambung seorang tetua yang menyetujui saran dari tetua lainnya.
"Baik, ayo kita pergi ke wilayah kekaisaran Zhou". Tutur seorang tetua lagi.
Mereka pun segera melesat kearah wilayah kekaisaran Zhou, namun melewati wilayah kekaisaran Qiang.
Sedangkan para siluman yang di perintahkan untuk mencari informasi kini mulai membaur dengan para penduduk desa atau pun penduduk kota.
Mereka kini mulai menjelma sebagai seorang wanita cantik dan sering berada di rumah - rumah bordil, penginapan - penginapan, restoran - restoran serta kedai - kedai yang ada.
Tidak hanya di bangunan - bangunan itu saja, mereka juga membaur di pasar - pasar dan juga dimana pun yang terdapat kerumunan.
Karena jika untuk mendapatkan informasi, mereka harus membaur dengan manusia di setiap tempat yang selalu ramai atau yang selalu mereka kunjungi.
Ada juga diantara mereka yang mencoba untuk mengoda para pejabat kerajaan serta kekaisaran dan juga pejabat - pejabat di suatu kota agar bisa menggunakan kekuatan mereka untuk di gunakan mencari informasi tentang keberadaan pemilik tubuh Dewa Naga Surgawi serta kekuatan Ma Guang yang di belakangnya di bantu oleh dua ras makhluk surgawi serta pasukan Kilin Api.
Setelah kelompok empat tetua serta puluhan raja siluman tiba di wilayah kekaisaran Zhou, mereka pun segera mencari tempat yang aman untuk mereka beristirahat.
Salah satu raja siluman pun menawarkan kepada yang lain untuk beristirahat di salah satu hutan besar yang berada di sebelah utara wilayah kerajaan Qin.
Hutan tersebut adalah wilayah kekuasaannya.
Sehingga sang raja siluman itu memiliki sebuah goa yang menjadi tempat kediamannya.
Disaat memasuki hutan tersebut, kabut tebal memenuhi seluruh wilayah di hutan tersebut.
Sang raja siluman hanya mengibaskan tangannya dan membuat kabut tebal itu menghilang.
Ada begitu banyak jebakan - jebakan ilusi yang di ciptakan oleh sang raja siluman agar wilayah hutan tersebut tidak mudah untuk di masuki oleh manusia.
Tidak lama kemudian, akhirnya mereka tiba di mulut goa yang menjadi tujuan mereka.
Sang raja siluman Rubah segera mengajak semuanya untuk masuk.
Mereka pun untuk sementara beristirahat di dalam goa tersebut sambil memulihkan kekuatan energi Qi mereka.
__ADS_1
~Bersambung~