
Dinding Formasi pelindung yang di ciptakan oleh Ma Guang untuk membendung serangan makhluk surgawi tersebut langsung hancur berkeping - keping saat di terjang serangan es yang di semburkan oleh macan tutul tersebut.
Tubuh Ma Guang pun langsung terpental keluar dari dalam goa.
Pemuda itu tidak menyangka jika kekuatan makhluk surgawi jauh lebih kuat dari makhluk spiritual tingkat tinggi.
"Sial! Makhluk ini sangat kuat, dinding formasi pelindung yang aku ciptakan saja tidak bisa membendung serangannya". Gumam Ma Guang dengan kesal.
Pemuda itu langsung mengerahkan energi Qi miliknya dan langsung memusatkan seluruh energi Qi tersebut di perutnya.
Ma Guang langsung melesat dengan cepat untuk kembali memasuki goa tersebut.
Saat sudah berada di jarak yang cukup tepat untuk melepaskan serangannya, Ma Guang langsung melepaskan serangan api miliknya "Semburan Api Naga".
Macan tutul tersebut tidak tinggal diam saat melihat serangan yang di lancarkan oleh Ma Guang.
Semburan es keluar juga dari mulut makhluk tersebut untuk membendung serangan lawannya.
Booommm
Bunyi ledakan yang di akibatkan oleh karena benturan yang di akibatkan oleh serangan keduanya.
Dinding goa itu yang letaknya di antara keduanya langsung hancur dan runtuh karena ledakan energi dari serangan keduanya yang saling berbenturan.
"Sialan! Kamu telah menghancurkan tempat tinggalKu ini, jadi tidak akan aku biarkan kamu untuk pergi dari tempat ini hidup - hidup". Teriak makhluk surgawi tersebut dengan geram.
Macan tutul itu langsung menghancurkan bongkahan es yang bercampur bebatuan dari dinding goa yang runtuh dan telah menutupi jalannya untuk keluar.
Makhluk itu tidak berhenti sampai di situ saja, dirinya langsung menyerang tubuh Ma Guang dengan cakar serta taringnya yang panjang untuk mengoyakkan tubuh pemuda tersebut.
Kecepatan serangan makhluk surgawi sangatlah tidak biasa, dalam sekali kedipan mata saja, tubuh seorang pendekar agung pasti akan hancur di terjangnya.
Ma Guang yang menyadari perbedaan tingkatan tersebut langsung terus menghindari setiap serangan makhluk itu dengan meminjam energi inti jiwa dari raja naga surgawi untuk menambah kecepatan terbangnya.
Sehingga kecepatannya bisa untuk mengimbangi kecepatan dari makhluk tersebut.
Pemuda itu langsung mengeluarkan aura kekuatan energi sang raja naga surgawi untuk mengintimidasi macan tutul yang menyerangnya.
Makhluk itu langsung menghentikan serangannya saat merasakan aura intimidasi yang sangat kuat dari dalam tubuh Ma Guang.
__ADS_1
Saat makhluk itu menghentikan serangannya, pemuda itu tidak menyia - nyiakan kesempatan tersebut.
Ma Guang langsung mengeluarkan senjata dewa tingkat rendah yang berada di dalam cincin ruang miliknya, dan langsung mengaktifkan pedang tersebut dengan meneteskan darah miliknya untuk melakukan kontrak darah dengan senjata tersebut.
Makhluk surgawi yang sedang menatap Ma Guang langsung bersuara kepada pemuda di depannya "Sebenarnya siapa kamu ini? Mengapa aura dari tubuhMu sangat familiar denganKu?". Tanya makhluk itu penasaran.
"Kamu tidak perlu tahu siapa diriKu, karena aku adalah makhluk rendahan seperti apa yang kamu katakan sebelumnya". Balas Ma Guang sambil bersiap untuk menyerang makhluk tersebut.
"Amukan Naga Api Surgawi". Teriak Ma Guang sambil melepaskan energi Qi yang berbentuk seekor naga api hitam untuk menyerang macan tutul tersebut.
Tidak sampai disitu saja, Ma Guang sudah siap juga dengan serangan susulan jurus pedang Naga Api Membelah Lautan.
Dan jurus pedang ini adalah jurus tingkat dewa, sehingga Ma Guang hanya bisa menggunakan lima gerakan saja dari jurus tersebut.
Seekor naga api hitam menyerang tubuh macan tutul tersebut dengan sangat beringas.
Macan tutul langsung melancarkan semburan es miliknya dan langsung berbenturan dengan naga api hitam milik Ma Guang.
Naga api hitam milik Ma Guang langsung hancur saat berbenturan dengan serangan semburan es milik makhluk itu.
Serangan susulan Ma Guang langsung mengarah ke tubuh sang macan tutul.
Makhluk itu masih bisa menghindari serangan tebasan pedang milik Ma Guang.
Energi yang di hasilkan dari tebasan pedang milik Ma Guang membelah bukit es yang berada di belakang makhluk yang menjadi lawannya.
Bukit es tersebut langsung runtuh dan meluncur dengan cepat turun kearah keduanya.
Melihat hal itu, Ma Guang langsung melesat ke udara untuk menghindari longsoran bongkahan es yang menuju ke arah keduanya.
Dari tubuh macan tutul itu pun langsung keluar sepasang sayap dan juga dengan cepat melesat ke udara menyusul Ma Guang.
Ma Guang yang melihat makhluk itu sedang menuju kearahnya langsung mengayunkan pedangnya dan menebas kearah macan tutul tersebut.
"Naga Api Membelah Lautan". Teriak Ma Guang.
Makhluk itu langsung menyambut serangan Ma Guang dengan semburan bongkahan es dari mulutnya.
Booommm
__ADS_1
Benturan kedua energi tersebut langsung menghempaskan tubuh Ma Guang ke udara dan mendorong makhluk surgawi tersebut ke bawah.
Tubuh makhluk itu langsung terjatuh di tengah - tengah longsoran bongkahan - bongkahan es yang besar.
Ma Guang yang melihat tubuh makhluk itu yang di gulung oleh longsoran dari gunung es yang terkena serangannya, langsung menggunakan mata ketiga miliknya untuk memeriksa keadaan macan tutul itu.
Tubuh macan tutul itu terbawa oleh longsoran bongkahan es dan juga material lain hingga terjatuh ke dalam jurang.
Ma Guang langsung berpikir hal apa yang harus di lakukannya jika macan tutul tersebut kembali untuk menyerangnya.
Akhirnya pemuda itu mendapatkan petunjuk, makhluk itu tidak akan terluka jika hanya di serang dengan api tingkat langit yang di miliki oleh Ma Guang.
Sehingga pemuda itu harus menggunakan energi api dari inti jiwa raja naga surgawi.
Sebab awalnya Ma Guang hanya menggunakan aura intimidasi dari inti jiwa tersebut.
Ma Guang langsung menelan pil untuk memulihkan energi Qi miliknya karena sudah terkuras banyak saat menggunakan jurus tingkat dewa yang berasal dari kitab naga surgawi.
"Ternyata walau pun aku telah menggunakan jurus tingkat dewa, tetapi hal itu juga harus di imbangi dengan energi api tingkat surgawi juga agar bisa melukai makhluk tingkat surgawi". Gumam Ma Guang sambil menyiapkan lagi serangan energi api miliknya yang sudah di baluti petir hitam yang di perolehnya dari inti jiwa serta batu permata ubur - ubur spiritual tingkat puncak.
Dan serangan yang disiapkan oleh pemuda itu juga telah di aliri energi inti jiwa dari Raja Naga Surgawi.
Kesempatan ini harus di manfaatkan sebaik - baiknya, karena jika serangan tersebut tidak bisa melukai macan tutul tersebut, sudah pasti dirinyalah yang akan menjadi bulan - bulanan makhluk surgawi itu. Karena energi Qi miliknya akan terkuras banyak untuk serangan tersebut.
Beberapa saat kemudian, dari dalam jurang yang awalnya longsoran bongkahan es itu jatuh, terlihat seberkas cahaya dengan kecepatan tinggi melesat naik menuju ketempat dimana Ma Guang berada.
Ma Guang sudah sangat siap dengan apa yang akan terjadi tersebut, sehingga dirinya dengan tenang memanfaatkan peluang yang terbaik untuk menyerang makhluk tersebut.
Dalam hitungan detik, cahaya itu langsung mendekati Ma Guang.
Pemuda itu langsung mengerahkan seluruh kemampuan puncaknya dan melepaskan serangan tersebut di waktu yang tepat menurutnya. "Naga Api Membelah Lautan". Teriak Ma Guang yang langsung mengayunkan pedangnya untuk menebas tubuh lawannya.
Kekuatan serta kecepatan serangan Ma Guang langsung menyambut datangnya sang macan tutul tersebut.
Booommm
Bunyi ledakan akibat tabrakan serangan Ma Guang dan juga terjangan macan tutul itu, membuat gunung es langsung bergetar kembali.
Tubuh Ma Guang kembali terdorong kearah udara.
__ADS_1
Sedangkan tubuh macan tersebut kembali terhempas ke dalam jurang tempat awalnya dia terjatuh.
~Bersambung~