
Saat Sying Tao menatap wajah Ma Guang, wanita itu langsung merasa terkesima karena seorang pelindung yang di katakan oleh pendekar di depannya adalah seseorang yang masih berusia sangat muda.
"Apakah pemuda itu yang tuan maksudkan?". Tanya Sying Tao lagi.
"Iya! Dialah orangnya". Jawab pendekar itu untuk meyakinkan wanita di depannya.
Saat Sying Tao ingin menghampiri Ma Guang, wanita itu langsung mengenali seseorang yang berada di samping pemuda yang di hampirinya.
"Tetua Agung Xiang Zhang!?". Ucap Sting Tao yang langsung di dengar oleh pria yang memiliki nama tersebut.
Tetua Agung Xiang Zhang langsung menatap ke arah sumber suara yang menyebut namanya.
Kedua tatapan mata mereka langsung saling bertemu.
Sying Tao langsung menghampiri tetua agung Xiang.
Ma Guang yang juga berada di samping tetua agung langsung menatap ke arah Sying Tao.
"Apakah kalian saling mengenal?". Tanya Ma Guang.
"Iya! Dialah orang yang aku maksudkan tadi yang berasal dari sekte Bunga Persik". Jawab Xiang Zhang.
"Apakah anda mengenal nona Xia Jiao?". Tanya Ma Guang dengan cepat.
"Iya! Aku mengenalnya". Jawab Sying Tao sambil berpikir siapa pemuda di depannya.
"Apakah dia juga di tahan di tempat ini?". Tanya Ma Guang dengan wajah yang mulai terlihat khawatir.
"Tidak! Jiao'er saat mereka menyerang sekte kami, belum kembali dari ibu kota kekaisaran sejak mengikuti kompetisi". Jawab Sying Tao.
Ma Guang langsung menjadi lebih tenang, namun dirinya mulai memikirkan kemana perginya gadis tersebut.
Sying Tao setelah beberapa saat berpikir, akhirnya wanita itu memberanikan diri untuk bertanya kepada pemuda di depannya "apakah anda yang bernama Ma Guang?".
Mendengar apa yang di katakan oleh Sying Tao, Ma Guang hanya menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan tersebut.
Sying Tao langsung terkejut setelah mengetahui bahwa Ma Guang adalah pelindung sekte Naga Surgawi yang datang menghancurkan sekte Beruang Putih yang dia ketahui sangatlah kuat.
Akhirnya Sying Tao melanjutkan niat awalnya untuk bergabung dengan sekte Naga Surgawi.
"Pendekar Ma! Sekte kami sudah di hancurkan oleh sekte Beruang Putih, sehingga kami saat ini sudah tidak ada lagi tempat untuk kami tuju, jadi aku memohon kepadaMu, apakah kami bisa bergabung dengan sekte Naga Surgawi?".
Ma Guang belum menjawab pertanyaan Sying Tao, tetapi pemuda itu hanya kembali melontarkan pertanyaan kepadanya.
__ADS_1
"Apa hubungan anda dengan nona Xia?".
"Aku adalah gurunya!". Jawab Sying Tao dengan cepat dan singkat.
"Baiklah! Kalian boleh bergabung dengan sekte kami, tetapi dengan catatan, kalian tidak boleh membocorkan rahasia sekte Bambu Kuning yang kini sudah menjadi sekte Naga Surgawi".
"Aku berjanji akan menjaga rahasia ini!". Ucap Sying Tao sambil bersujud di hadapan Ma Guang.
"Jangan membuat aku merasa bersalah terhadap nona Xia, jadi cepat berdiri". Ucap Ma Guang.
"Kalau begitu, aku akan memanggil mereka semua untuk bersujud kepada pelindung sekte". Ujar Sying Tao sambil berjalan kembali ke tempat awal dimana anggota sekte Bunga Persik berada.
Wanita itu mulai menjelaskan kepada yang lainnya disaat bergabung dengan sekte Naga Surgawi.
Mereka semua langsung senang karena bisa bergabung di sekte yang sangat kuat.
Mereka pun secara serentak berjalan menghampiri Ma Guang dan juga Xiang Zhang serta langsung bersujud saat telah tiba.
Ma Guang langsung menyuruh mereka berdiri dan mulai menjelaskan aturan sekte Naga Surgawi.
Mereka pun kini beranjak dari sekte Beruang Putih dan menuju ke sebuah tempat untuk di jadikan cabang sekte Naga Surgawi.
Setelah memilih tempat yang tepat untuk cabang sekte di wilayah kekaisaran Qiang, akhirnya para pasukan emas dan perak beserta para tetua tingkat tinggi dan rendah langsung bergerak untuk kembali ke sekte Naga Surgawi.
Sedangkan untuk wilayah kekaisaran Zhou, sekte Bambu Kuning menjadi tempat cabang sekte tersebut, namun tidak menggunakan nama sekte Naga Surgawi, melainkan tetap menggunakan nama sekte Bambu Kuning.
Ma Guang sendiri kini ingin melintas ke benua tengah agar bisa meningkatkan kultivasinya untuk menerobos menjadi pendekar dewa bumi.
Pemuda itu mulai mengumpulkan informasi tentang bagaimana caranya untuk melintas ke benua tengah.
Dari wilayah kekaisaran Qiang, Ma Guang bergerak ke arah Barat Daya untuk memasuki wilayah kekaisaran Mahajanapada.
Di kekaisaran tersebut, banyak terdapat pendekar spiritual dan juga memiliki pendekar agung tingkat puncak menurut apa yang di ketahui oleh Ma Guang lewat kitab Naga Surgawi.
Pemuda itu langsung memasuki sebuah kota di wilayah kerajaan Zingpoje.
Seorang prajurit yang berjaga di depan gerbang kota langsung menghadang Ma Guang untuk di lakukan pemeriksaan.
"Mohon maaf tuan! Kami harus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum anda memasuki kota Nyingchi". Ujar prajurit yang berjaga.
"Mohon tuan menunjukkan identitas diri tuan". Lanjutnya lagi.
Ma Guang pun langsung menunjukkan plat sekte Naga Surgawi kepada prajurit tersebut.
__ADS_1
Prajurit yang melihat plat itu tidak mengetahui apa itu sekte Naga Surgawi.
"Mohon maaf tuan, sekte ini berasal dari wilayah kekaisaran mana? Sebab aku baru pertama kali melihat plat seperti ini". Ujar sang prajurit.
"Sekte itu berasal dari wilayah kekaisaran Zhou, dan tidak lama lagi akan membuka cabang di wilayah kekaisaran ini, dan beberapa hari lagi, mungkin kamu akan sangat mengenal pelat ini". Ucap Ma Guang dengan santai.
"Apa? Sekte dari wilayah kekaisaran Zhou ingin membuka cabang sekte di wilayah kekaisaran kami!? Itu sungguh sangat konyol". Gumam sang prajurit.
Ma Guang yang mengetahui apa yang di pikirkan oleh prajurit itu langsung tersenyum menatap prajurit tersebut.
"Tuan! Aku berharap setelah beberapa hari lagi jika kamu sudah mengetahui identitas dari pelat ini, aku sarankan agar diriMu segera untuk menemuiKu di salah satu penginapan yang termewah di kota ini...itu saja pesanKu!". Ucap Ma Guang tanpa dengan tidak menunjukkan rasa kesal atau marah kepada prajurit tersebut.
Prajurit yang mendengar perkataan Ma Guang langsung terdiam beberapa detik kemudian kembali bertanya kepada Ma Guang "Apa tujuan anda untuk datang ke kota ini?".
"TujuanKu ke kota ini untuk melihat dan menikmati keindahan kota ini". Jawab Ma Guang.
"Oh, jadi anda datang ke kota ini sebagai wisatawan!?". Tanya prajurit itu untuk lebih memastikan.
Ma Guang pun langsung menjawab pertanyaan prajurit itu dengan singkat "iya!".
"Kalau begitu tuan tunggu sebentar, aku akan melaporkan dahulu kepada komandan kami". Ucap prajurit itu yang langsung berjalan menghadap seseorang yang jabatannya lebih tinggi dari dirinya.
Ma Guang tetap dengan sabar mengikuti proses untuk memasuki kota Nyingchi.
Setelah beberapa saat, prajurit itu langsung mengembalikan pelat milik Ma Guang dan langsung mempersilahkan pemuda itu memasuki kota tersebut.
"Semoga kunjungan tuan di kota kami ini akan memberikan kepuasan yang tidak bisa tuan lupakan". Ucap sang prajurit sambil memberikan pelat Ma Guang.
Pemuda itu langsung berjalan memasuki kota tersebut.
Setelah memasuki kota Nyingchi, mata Ma Guang di suguhkan dengan keindahan bangunan - bangunan yang indah serta ada begitu banyak wanita - wanita cantik yang berlalu lalang di jalanan kota tersebut.
Saat bertemu dengan seorang pria tua yang berpakaian seperti seorang masyarakat biasa, Ma Guang langsung menghentikan pria itu dan langsung menyapanya "Maaf tuan! Apakah aku boleh bertanya!?".
"Silahkan! Apa yang ingin anda tanyakan?". Ujar pria itu.
"Dimana letak penginapan termewah di kota ini?". Tanya Ma Guang dengan ramah.
Setelah mendengar pertanyaan Ma Guang, pria tua itu langsung menjelaskan letak dimana penginapan mewah itu berada.
"Terima kasih tuan atas informasinya". Ucap Ma Guang sambil menangkupkan kedua tangannya.
Pemuda itu pun langsung melanjutkan langkahnya untuk menuju ke tempat dimana penginapan itu berada.
__ADS_1
~Bersambung~