Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 219. Kematian Tetua Pha Yun


__ADS_3

Tetua Sangyal yang melancarkan serangan susulan untuk terhadap tetua Pha Yun langsung terhempas oleh kekuatan ledakan kedua pendekar dewa bumi yang saling berbenturan.


Sedangkan tetua Pho Hong hanya terdorong empat langkah ke belakang saat kekuatan ledakan itu terjadi.


Luka yang di alami oleh tetua Sai Kam dan juga tetua Pha Yun makin di perparah oleh kekuatan ledakan itu.


Tetua Pho Hong langsung melesat ke arah tetua Sai Kam untuk memberikan pil penyembuh kepada pria tua tersebut serta membawah tubuh pria itu menjauh dari lokasi pertarungan untuk menghindari dampak dari kekuatan kedua pendekar dewa bumi itu.


Sedangkan patriak Huang Siwei dengan cepat langsung kembali melesat ke udara dan menyerang patriak Rigsang. "Phoenix Api Dewa tingkat dua!". Teriak patriak Huang Siwei sambil melepaskan serangannya.


"Iblis Hitam Pembunuh Dewa tingkat dua!". Teriak patriak Rigsang yang langsung juga melesat untuk menyambut serangan yang menuju kearahnya.


Seekor Phoenix Api Hitam yang sudah di selimuti oleh cahaya keemasan meluncur kearah patriak Rigsang yang langsung di sambut oleh sosok monster hitam yang saat ini seperti sedang menggenggam sebilah pedang di tangannya.


Melihat hal itu, tetua Sangyal langsung mengerahkan energi Qi miliknya untuk menghindar namun mengambil kesempatan untuk menyerang tetua agung terlebih dahulu. "Tinju Api Phoenix". Teriak tetua Sangyal melepaskan energi Qi miliknya yang berbentuk sebuah kepalan tangan api hitam yang berukuran besar menuju kearah tetua agung.


Booommm...booommm


Dua ledakan secara bersamaan kembali bergema di area tersebut.


Asap debu yang bercampur dengan pecahan dedaunan serta batang pohon yang hancur bertebaran di udara.


Tetua Sangyal dapat menghidar dari kekuatan ledakan energi kedua serangan pendekar dewa bumi itu.


Sedangkan keadaan tetua agung kini sudah dalam keadaan yang kritis dan sudah mendekati ajalnya.


Tubuh Patriak Huang Siwei dan juga patriak Rigsang kembali lagi sama - sama terdorong kebelakang.


Tubuh patriak Huang Siwei kembali membentur permukaan tanah sehingga tercipta suatu lubang yang berukuran sekitar berdiameter lima meter dengan kedalaman tiga meter.


Sedangkan tubuh patriak Rigsang di untungkan karena hanya terdorong ke udara kosong.


Merasakan posisi yang merugikan, patriak Huang Siwei langsung melesat ke udara dan langsung kembali berhadapan dengan lawannya.


Empat sosok yang bersama sama dengan patriak Rigsang langsung dengan cepat mendekati tetua agung untuk segera menolongnya.


Sedangkan tetua Pho Hong sedang memberikan pertolongan kepada tetua Sai Kam yang sedang terluka parah.

__ADS_1


Tetua Sangyal yang melihat keempat sosok itu telah membantu tetua agung langsung kembali menyerang keempat sosok tersebut.


"Tidak ada yang boleh untuk menyelamatkan nyawa pria tua busuk itu". Teriak tetua Sangyal sambil melepaskan serangannya kearah keempat sosok tersebut. "Tinju Api Phoenix".


Keempat sosok berpakaian hitam itu langsung menyambut serangan tetua Sangyal. "Perisai Energi Kegelapan". Teriak keempatnya secara bersama - sama.


Booommm


Serangan tetua Sangyal tidak bisa menghancurkan pertahanan keempat sosok tersebut.


Tubuh tetua Sangyal langsung terdorong kembali kebelakang sejauh belasan meter.


"Sangat kokoh!". Gumam tetua Sangyal.


Melihat tetua Sangyal tidak bisa menghancurkan pertahanan dari keempat sosok tersebut, tetua Pho Hong langsung melesat dengan cepat menuju kearah keempat sosok tersebut.


Aura seorang pendekar dewa bumi akhir tingkat puncak langsung merembes keluar dari tubuh pria tua itu yang selama ini tidak di ketahui oleh siapa pun di sekte Phoenix Api.


"Amukan Singa Petir Surgawi!". Teriak tetua Pho Hong sambil melepaskan serangan ke arah keempat sosok tersebut.


Tetua Sangyal yang merasakan energi yang merembes keluar dari tubuh tetua Pho Hong langsung mundur dan menjauh dari tempatnya berdiri.


Tetua Pho Hong sebenarnya adalah seorang pendekar dari benua tengah, dirinya selama ini selalu menghindari setiap pertempuran yang selalu memakan korban yang banyak di benua tengah, sehingga dia bergabung dengan sekte Phoenix Api di benua utara karena sempat menolong dan menyembuhkan tetua Sai Kam yang terluka saat menjalankan misinya menyelidiki sekte aliran hitam di wilayah kekaisaran Mahajanapada itu.


Batin tetua Pho Hong sudah berkecamuk saat itu, karena dirinya sudah merasa seperti keluarganya sendiri orang - orang di sekte Phoenix Api yang dekat dengannya, sehingga dirinya langsung mengambil keputusan untuk kembali bertarung melawan orang - orang yang ingin menghancurkan sekte itu.


Booommm


Serangan tetua Pho Hong langsung menghancurkan perisai hitam milik keempat sosok tersebut.


Kini tubuh keempat sosok itu langsung terlempar sejauh tiga puluh meter dan langsung menabrak beberapa batang pohon besar serta sebuah bongkahan batu yang besar hingga hancur.


Beberapa pohon besar langsung tumbang serta debu langsung bertebaran menghalangi pandangan mata setiap orang.


Pertarungan yang terjadi di udara pun langsung terhenti.


Kedua patriak yang sedang bertarung di udara itu terhenti saat merasakan aura energi Qi milik seorang pendekar dewa bumi akhir tingkat puncak berada di tempat itu.

__ADS_1


Tubuh Patriak Rigsang langsung bergetar karena baru mengetahui hal itu.


Setelah beberapa saat kemudian patriak Rigsang langsung bisa mengembalikan kepercayaan dirinya.


Melihat keempat orang tetua tingkat tinggi yang bersamanya sudah terbujur kaku di atas tanah, pria tua itu langsung melesat untuk mundur ke rencana yang sudah di siapkannya.


Sedangkan tetua agung sendiri nasibnya sama seperti keempat orang tetua sekte Iblis Hitam, yaitu sudah kehilangan nyawanya.


Patriak Huang Siwei tidak langsung mengejar patriak Rigsang karena belum selesai dengan keterkejutannya terhadap tetua Pho Hong.


Patriak Rigsang langsung memerintah dua puluh orang tetua tingkat tinggi untuk menghadapi tetua Pho Hong dan juga patriak Huang Siwei dengan Formasi Iblis Penghancur Dewa saat keduanya tiba di tempat yang sudah di tentukannya.


Melihat patriak Rigsang yang telah melarikan diri, tetua Pho Hong langsung melesat untuk menyusulnya.


Patriak Huang Siwei yang melihat apa yang di lakukan oleh tetua Pho Hong, langsung juga melesat mengikuti pria tua itu.


Sedangkan tetua Sangyal langsung menuju ke tempat dimana tetua Sai Kam sedang bermeditasi.


Tetua Sangyal langsung meletakkan kedua telapak tangannya kepunggung tetua Sai Kam untuk membantu mempercepat penyembuhan luka dalam rekannya itu.


Di tempat yang sudah di persiapkan oleh patriak Rigsang kini sedang terjadi pertarungan di antara para murid yang mendukung patriak Huang Siwei dan juga para murid yang mendukung tetua agung serta anggota sekte Iblis Hitam.


Patriak Rigsang pura - pura bersiap untuk menghadapi tetua Pho Hong yang saat itu baru saja tiba di tempat tersebut dan di ikuti oleh patriak Huang Siwei.


Saat kedua pendekar dewa bumi awal itu tiba, keduanya langsung di kelilingi oleh dua puluh tetua tingkat tinggi dan langsung mengaktifkan formasi Iblis Penghancur Dewa.


Saat patriak Huang Siwei bergerak untuk melesat kearah para tetua tersebut, tubuhnya kini sudah tidak bisa di gerakkan lagi.


Hal yang sama juga di alami oleh tetua Pho Hong.


Melihat hal tersebut, patriak Rigsang langsung tertawa dan mencibir kedua pendekar dewa bumi tersebut. "Ha...ha...ha...ha...ha! Ternyata tidak mudah juga untuk menjebak kalian berdua sehingga bisa masuk di dalam formasi yang telah aku siapkan ini". Ucapnya dengan perasaan bangga.


"Saat ini..! Sekte Phoenix Api akan musnah dari daratan benua utara ini". Ujar patriak Rigsang menegaskan.


"Apakah ada kata - kata terakhir yang akan di sampaikan kepadaKu?". Tanya patriak Rigsang dengan sombongnya.


Tetua Pho Hong dan patriak Huang Siwei berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari formasi tersebut, tetapi usaha keduanya tetap sia - sia.

__ADS_1


"Baiklah! Jika tidak ada kata - kata terakhir dari kalian berdua, maka aku akan segera mengakhiri kalian berdua dengan cepat". Ucap patriak Rigsang yang langsung memerintahkan dua puluh orang tetua tingkat tinggi untuk menghancurkan kedua orang tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2