Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 295. Menghancurkan Penyerang II


__ADS_3

"Apa kataMu? Malaikan pencabut nyawa kami? Apakah kamu sedang bercanda dengan kami?." Tutur Pemimpin kelompok pendekar aliran hitam tersebut.


"Pak tua! Kamu pikir alasan kekuatan jiwa dan spiritual para pengintipMu itu terjadi karena kesalahan teknis semata? Tidak! Karena itu adalah perbuatanKu agar satu pun dari kalian tidak akan bisa keluar dari tempat ini!." Ujar Ma Guang sambil tersenyum sinis menatap pendekar tersebut.


Mendengar perkataan Ma Guang, pria tua itu langsung menatap ke arah para pendekar dewa langit yang bertugas untuk mengawasi pergerakan mangsa mereka.


Para pendekar dewa langit itu langsung membenarkan perkataan Ma Guang dengan menganggukkan kepala mereka.


"Apakah kamu merasa sudah menjebak kami, atau kamu sendiri yang sudah menjebak diriMu untuk menjadi sasaran semua kekuatan kami?." Tutur pria tua itu lagi.


Saat pemimpin mereka beradu mulut dengan Ma Guang, para pendekar dewa langit langsung melesat pergi untuk mengecek kebenaran dari apa yang Ma Guang maksudkan.


Setelah mereka melihat dinding formasi telah terpasang di area yang mereka tempati, mereka pun mencoba untuk membuka formasi tersebut.


Tetapi sangat di sayangkan, selain seorang pendekar yang berada di tingkat yang lebih tinggi dua tingkat dari orang yang membuat formasi tersebut, satu - satunya hanya ras naga yang bisa membuka atau tidak terpengaruh dengan formasi itu, sebab itu adalah formasi kuno yang berasal dari ras naga surgawi.


Saat para pendekar dewa langit melaporkan hal tersebut, wajah pria tua itu langsung berubah drastis.


"Siapa anda? Dan mengapa anda ingin menyerang kami?." Tanya pria tua itu.


"Sepertinya nada suaraMu kini sudah tidak seperti awalnya kamu menyambut kedatanganKu! Apakah karena kamu sudah merasa takut dengan kehadiran kami berempat?." Ujar Ma Guang sedikit mengejek pria tua itu.


"Kamu terlalu sombong! Kamu pikir bisa mengalahkan diriKu hanya karena sudah terkurung di dalam formasi milikMu ini? Kamu sedang bermimpi anak muda!." Tutur pemimpin kelompok itu sambil mengeluarkan sesuatu dari cincin penyimpanannya.


Sebuah pedang dengan aura yang sangat kuat kini sudah berada di tangannya.


"Berlindung!." Ucap Ma Guang kepada ketiga orang yang bersama dengannya.


Perisai pelindung pun langsung menyelimuti tubuh ketiganya dan langsung menjauh dari Ma Guang.


"Tua bangka ini terlalu percaya diri dengan kekuatan pedang pusaka dewa miliknya itu!." Pikir Ma Guang yang langsung meledakkan aura intimidasi dari seorang pendekar raja dewa.


Formasi pelindung berwarna hitam pun langsung melindungi para pendekar aliran hitam yang ada, beberapa pendekar dewa langit yang ada berasal dari sekte Iblis Darah langsung menciptakan dinding formasi tersebut.


Aura intimidasi seorang pendekar raja dewa hanya bisa menggetarkan dinding formasi berwarna hitam itu.


"Ha...ha...ha...ha...ha! Ternyata cepat juga reaksi kalian! Tidak seperti para pendekar aliran hitam yang baru saja kami habisi!." Tutur Ma Guang sambil tertawa lepas.


"Sepertinya kita dalam masalah yang serius! Pendekar ini berada di tingkat raja dewa! Apakah formasi ini bisa menahan serangannya?." Tanya pemimpin kelompok kepada pendekar yang berasal dari sekte Iblis Darah.


"Ketua! Jika dia berada di tingkat pendekar raja dewa, kemungkinan besar dia bisa menghancurkan dinding formasi ini!." Jawab seorang pendekar dewa langit.


"Seberapa lama dia bisa menghancurkannya?." Tanya pemimpin mereka lagi.

__ADS_1


"Kemungkinan besar dalam sepuluh atau belasan serangannya baru bisa menghancurkan dinding formasi kita ini! Tetapi jika kita terus mengirimkan energi Qi kita, formasi ini akan tetap kokoh dan tidak bisa di hancurkan!." Jawab pendekar dewa langit itu.


"Baguslah! Sepertinya kita memiliki harapan untuk bisa bertahan dari serangan pendekar raja dewa ini!." Ucap pemimpin kelompok itu dengan wajah yang kini telah memiliki harapan.


"Apakah kalian sudah selesai berbincang - bincang?." Tanya Ma Guang.


Pria itu kemudian langsung mendekati dinding formasi tersebut dan langsung menghancurkan beberapa rune serta simbol yang terdapat di dinding formasi itu.


Dinding formasi milik mereka langsung menghilang.


"Bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Ternyata dia bisa membuka dinding formasi yang kita ciptakan!." Ujar seorang di antara mereka yang merasa tidak percayah dengan apa yang telah Ma Guang lakukan.


"Sebenarnya siapa pria ini?." Tutur seorang lagi.


"Sebelum kalian semua menerima ajal, aku akan memberitahukan siapa diriKu sebenarnya! Aku adalah Ma Guang dari benua utara!." Tutur Ma Guang.


Para pendekar aliran hitam yang ada langsung terkejut.


"Ternyata dia adalah pendekar yang selalu membuat kekacauan di benua utara! Kita harus melawannya secara bersama - sama!." Tutur seorang pendekar dewa langit lainnya.


"Cepat kepung dia dan aktifkan formasi penghancur dewa!." Teriak seorang lagi sambil menyebar kesegala arah dan mengepung Ma Guang.


"Teknik mereka ini tidak boleh di pandang sebelah mata! Aku harus mengahancurkan mereka sebelum mereka melakukannya!." Gumam Ma Guang di dalam hatinya karena sudah mengetahui kekuatan formasi tersebut.


Dalam sekejab mata, udara di tempat tersebut langsung berubah menjadi merah.


Sedangkan formasi yang di ciptakan oleh beberapa pendekar dewa langit tidak mendapatkan sasaran untuk diserangnya.


Ma Guang pun langsung mengeluarkan pedang pusaka dewa miliknya dan langsung melesatkan untuk menuju ke arah para pendekar dewa langit yang ingin menyerangnya dengan formasi penghancur dewa yang mereka miliki.


Booommm...booommm...booommm


Ledakan pun terjadi saat pedang pusaka dewa menerjang para pendekar dewa langit itu.


Namun mereka masih bisa bertahan walau pun mereka dalam keadaan terluka parah.


Hal itu di sebabkan karena tubuh mereka di selimuti dengan formasi pelindung mereka masing - masing.


"Aku sangat menghargai perjuangan kalian! Sehingga aku akan memberikan kesempatan kepada kalian untuk menghadapi mereka bertiga!." Tutur Ma Guang sambil tersenyum licik.


Mendengar kata - kata yang keluar dari mulut Ma Guang, raja Long Wang, jenderal Jiangjun dan juga Bing Bihai langsung melesat menyerang para pendekar dewa langit dan juga tiga orang pendekar dewa surgawi yang ada.


Sedangkan Ma Guang sendiri kini di sibukkan untuk mengumpulkan seluruh cincin penyimpanan serta inti jiwa dari setiap pendekar dewa bumi yang tewas.

__ADS_1


Setelah selesai dengan kegiatannya itu, Ma Guang langsung kembali menatap kearah tiga orang yang bersama dengannya.


Mereka kini sedang bertarung melawan ketiga pendekar dewa surgawi yang di bantu oleh para pendekar dewa langit.


Ma Guang melihat kini Bing Bihai mulai kelabakan menghadapi para lawannya tersebut.


Pria itu hanya tersenyum saat melihatnya.


"KemampuanMu akan di uji saat ini! Sudah sejauh mana kamu bisa bertarung!." Pikir Ma Guang.


Bing Bihai yang merasa kesulitan langsung bergumam.


"Sial! Sepertinya dia hanya membiarkan diriKu merasa kesulitan menghadapi para pendekar ini!."


Wanita itu pun langsung mengerahkan energi dingin miliknya untuk memperlambat gerakan lawan - lawannya.


Hal itu sangat berguna untuk meringankan bebannya.


Wanita itu pun mulai bisa mengimbangi serangan lawan - lawannya hingga para pendekar dewa langit itu menarik diri dan kembali bersiap untuk membuat formasi penghancur dewa milik mereka.


Melihat hal tersebut, Ma Guang langsung menghilang dari tempatnya berada semula dan langsung muncul di hadapan para pendekar langit tersebut.


"Sepertinya aku harus menghabisi terlebih dahulu para pensekar dewa langit yang berasal dari sekte Iblis Darah ini!." Gumam Ma Guang yang langsung membunuh para pendekar dewa langit yang dia maksudkan itu.


Bing Bihai sedikit merasa lega atas apa yang di lakukan oleh Ma Guang.


"Ternyata dia sangat mengerti jika diriKu sudah berada di dalam bahaya!." Pikir Bing Bihai sambil mengeluarkan senyuman di bibirnya.


Ma Guang pun langsung kembali ke posisi semula.


Pria itu kembali mengawasi pertarungan Bing Bihai.


Sedangkan untuk raja Long Wang serta jenderal Jiangjun, Ma Guang tidak mengkhawatirkan keduanya.


Sebab kekuatan keduanya tidak bisa di bandingkan dengan kekuatan lawan - lawannya saat itu.


Tidak jauh dari tempat pertarungan mereka, para pendekar aliran putih yang sedang menunggu kedatangan utusan dari benua barat merasa terkejut dan langsung mencari sumber getaran yang terjadi.


Pertarungan tersebut terus menggetarkan bumi, sehingga mereka bisa merasakannya walau pun berada di jarak sepuluh kilo meter dari tempat mereka berada.


Pencarian mereka pun mendapatkan hasil yang tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan, sebab walau pun mereka bisa menemukan sumber getaran itu, tetapi mereka tidak bisa melihat apa yang sedang terjadi.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2