Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 262. Organisasi Mawar Surgawi


__ADS_3

Ma Guang dan juga Bing Bihai kini sedang melakukan perjalanan untuk kembali ke sekte Bambu Kuning.


Perjalanan keduanya memakan waktu selama 24 jam untuk bisa tiba di sekte Bambu Kuning jika tanpa beristirahat.


Hal itu karena, kecepatan terbang Bing Bihai masih jauh berada dibawah kecepatan terbang Ma Guang.


Karena Bing Bihai saat itu baru pertama kalinya melakukan perjalanan dengan cara terbang, sehingga wanita itu ingin menikmati sensasi yang dia rasakan saat melakukan perjalanan tersebut.


Keduanya kini bermaksud untuk kembali singgah di kota Rulong.


Saat keduanya sudah tiba di kota Rulong, Ma Guang dan Bing Bihai tidak memasuki kota itu dengan melalui pintu gerbang kota, melainkan langsung mendarat di dalam kota tersebut.


Kedatangan keduanya tidak di ketahui oleh siapa pun, hal itu karena keduanya telah tiba di kota Rulong saat hari sudah mulai gelap.


Ma Guang dan Bing Bihai langsung bergegas menuju ke jalan utama kota Rulong untuk menemukan seseorang agar keduanya bisa bertanya dimana letak kediaman keluarga Ngapoi.


Saat sudah tiba di jalan utama, Ma Guang langsung melihat seseorang dan bertanya.


"Maaf mengganggu tuan! Apakah aku boleh menanyakan sesuatu kepada tuan!?." Tanya Ma Guang dengan ramah.


"Boleh! Apa yang ingin tuan tanyakan!?." Jawab pria tersebut.


"Apakah tuan mengetahui letak kediaman keluarga Ngapoi!?." Tanya Ma Guang.


Pria itu pun langsung memberitahukan kepada Ma Guang letak kediaman dari keluarga Ngapoi.


"Terima kasih tuan atas informasinya! Kami pamit undur diri dulu!." Ujar Ma Guang.


Pria itu hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum menatap keduanya.


Saat Ma Guang dan Bing Bihai membalikkan tubuhnya dan berjalan, senyuman pria tersebut yang awalnya terlihat tulus, kini sudah langsung berubah menjadi senyuman yang licik.


"Akhirnya kami memiliki mangsa yang sangat menggiurkan untuk malam ini!." Gumam pria tersebut sambil menatap tubuh Bing Bihai dari belakang yang sedang berjalan menjauhinya.


Seperti biasa, Ma Guang selalu menekan tingkat kultivasinya ke tingkat pendekar raja puncak.


Hal tersebut juga telah di ajarkan kepada Bing Bihai.


Dan wanita itu pun telah melakukan hal yang sama dengan apa yang Ma Guang lakukan.


Hal itulah yang membuat pria yang mereka temui berpikir bahwa Bing Bihai akan menjadi mangsa mereka.


Keduanya terus berjalan mengikuti arahan dari pria tersebut hingga akhirnya mereka sampai di suatu jalan yang kini sudah tidak terlihat ada satu bangunan pun yang berdiri di setiap sisi kiri dan kanan jalan yang mereka lalui.


Ma Guang masih tetap berpikir positif untuk hal tersebut.

__ADS_1


Keduanya terus melangkah meninggalkan keramaian kota itu.


Setelah beberapa saat kemudian, keduanya langsung di hadang oleh tiga orang pria yang berbadan kekar.


Saat keduanya membalikkan badan untuk kembali ke arah keramaian kota, keduanya juga melihat ada tiga orang pria dengan tubuh yang sama dengan tiga orang lainnya sudah menghadang keduanya lagi.


Ma Guang langsung menelisik tingkat kultivasi dari enam orang pria tersebut.


Tiga orang pria berada di tingkat pendekar Petapa suci, dan tiga orang lainnya berada di tingkat pendekar spiritual.


Sesaat kemudian muncullah pria yang baru saja mereka temui sebelumnya yang berada di tingkat pendekar agung menengah.


Ma Guang pun menggunakan kekuatan spiritualnya untuk berbicara kepada Bing Bihai.


"Nona Bing! Saatnya kamu menghadapi mereka semua dengan kekuatan yang kamu miliki saat ini!." Tutur Ma Guang.


Bing Bihai langsung tersenyum dan berkata kepada pria yang pernah mereka berdua temui.


"Apa tujuanMu sehingga mengarahkan kami berdua ke tempat ini!?." Tanya Bing Bihai.


"Ha...ha...ha...ha...ha! Nona cantik! TujuanKu mengarahkan kalian ke tempat ini agar diriMu bisa menjadi harta berharga di dalam organisasi kami!." Ujar pria itu sambil menyengir.


"Nona Bing! Jangan dulu menunjukkan kemampuanMu! Kita berdua harus mengikuti mereka terlebih dahulu ke markas mereka agar kita bisa membasmi organisasi mereka tersebut!." Tutur Ma Guang lagi lewat kekuatan spiritualnya.


Setelah mendengar apa yang Ma Guang katakan, akhirnya Bing Bihai langsung menuruti perkataan pemuda itu.


"Organisasi kami bergerak di dalam perdagangan perempuan cantik seperti diriMu dan juga perdagangan budak - budak laki - laki seperti teman di sampingMu itu!." Jawab pria tersebut.


"Bagaimana jika aku melawan!?." Tanya Bing Bihai.


"Nona! Dengan hanya memiliki kemampuan sebagai seorang pedekar raja tingkat puncak, tentunya kalian berdua hanyalah semut di depan mata kami ini! Jadi akan lebih baik kalian berdua menuruti saja apa yang kami perintahkan!." Tutur pria itu lagi dengan penuh percaya diri.


"Jika kami berdua mengikuti kalian dengan suka rela, apakah kalian tidak akan menyiksa kami!?." Tanya Bing Bihai dengan nada suara memelas.


"Aku janji, hal itu tidak akan kalian berdua alami!." Tutur pria itu lagi.


Mendengar perkataan pria tersebut, Bing Bihai langsung meraih lengan serta menatap Ma Guang dan seakan membujuk pemuda itu untuk tidak melakukan perlawanan dan menuruti saja perintah mereka.


Bing Bihai langsung menunjukkan sikap manjanya kepada Ma Guang untuk mengelabui para pria tersebut.


"Baiklah! Kalau itu yang kalian inginkan, kami berdua akan mengikuti kalian!." Tutur Bing Bihai.


"Ayo! Mari ikuti kami!." Ucap pria tersebut.


Bing Bihai langsung menarik lengan Ma Guang seakan wanita itu memaksa pemuda itu untuk menuruti saja kemauan mereka.

__ADS_1


Ma Guang pun mengikuti wanita itu dengan tangan kanannya yang berada lebih di depan dari tubuhnya karena seakan di paksa oleh Bing Bihai.


Saat melihat tingkah Ma Guang tersebut, senyum licik pun tergambar di setiap bibir para pria tersebut.


"Sebentar lagi, tidak akan ada lagi kesepakatan di antara kita! Kalian berdua harus mengikuti setiap aturan organisasi yang ada!." Gumam pria yang mengarahkan keduanya hingg tiba di tempat itu.


Beberapa saat kemudian, mereka pun akhirnya tiba di suatu bangunan besar yang nampak terlihat tidak terurus.


Kedatangan mereka pun langsung di sambut oleh seorang pria.


"Selamat datang tuan dan nona! Mari, silahkan masuk!." Ucap pria tersebut.


Mereka pun memasuki bangunan tua itu.


Setelah berada di dalam ruangan tersebut, mata keduanya langsung di suguhkan dengan pemandangan yang terbalik 180 derajat dari penampilan yang mereka lihat di luar bangunan itu.


"Selamat datang di markas kami ini!." Ucap seorang pria yang berpakaian sangat rapih dan terlihat mewah.


Dari tubuh pria tersebut dapat di lihat aura pendekar agung tingkat puncak merembes keluar dari dalam tubuhnya.


"Sebelum kami mengikuti kemauan kalian, aku ingin bertanya kepada kalian! Apakah organisasi kalian ini adalah organisasi yang besar!?." Tutur Bing Bihai bertanya.


"Kenapa nona bertanya tentang hal itu!?." Tanya pria yang terlihat sebagai pemimpin mereka di tempat itu.


"Aku bertanya seperti itu, karena aku ingin mengetahui, sebesar apa organisasi yang akan menarikKu untuk bergabung di dalamnya!." Tutur Bing Bihai menanggapi pertanyaan pria itu.


"Nona tidak perlu khawatir! Organisasi kami ini ada di setiap kota di hampir seluruh wilayah kekaisaran yang ada di benua utara ini! Dan pusatnya berada di benua tengah! Dan di kota ini, akulah pemimpin yang mengolah bisnis ini!." Tutur pria itu menjelaskan dengan bangganya.


"Terus, apa nama organisasi kalian ini!?." Tanya Bing Bihai lagi.


"Gadis ini sepertinya terlalu banyak bertanya, membuat aku geram saja! Tetapi biarlah, aku akan menuruti dahulu keinginannya! Setelah itu, kamu akan ku jadikan istri ke limaKu!." Gumam pemimpin itu di dalam hatinya.


"Nona! Organisasi kami ini bernama 'Mawar Surgawi'! Nama tersebut karena bisnis utama kami bergerak di bidang perdagangan wanita! Sedangkan perdagangan budak hanya bisnis sampingan saja!." Tutur pria tersebut.


"Hanya itu yang bisa aku beritahukan kepada kamu! Jika diriMu ingin mengetahui lebih banyak lagi, hal itu nanti kamu ketahui di saat sudah menjadi istri ke limaKu!." Lanjut pria itu sambil tersenyum mesum.


"Baiklah! Namun sebelum itu terjadi, kalian harus mengalahkan diriKu terlebih dahulu!." Tutur Bing Bihai sambil mengeluarkan aura yang sangat dingin dari seorang pendekar agung tingkat puncak dari dalam tubuhnya.


~Bersambung~


Untuk para pembaca yang setia, jika berkenan, mampirlah di karya baruKu tentang FIKSI MODERN.


***BOBBY'S LIFE STORY***


Atas perhatian, dukungan melalui kritik dan sarannya serta selalu setia membaca karyaKu, Author sampaikan banyak TERIMA KASIH 🙏🙏🙏

__ADS_1


SEMOGA PARA PEMBACA SELALU DI BERIKAN KEKUATAN SERTA KESEHATAN 😇😇😇


__ADS_2