Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 75. Kematian Salah Satu Dari Empat Rantai Neraka


__ADS_3

"Siapa empat orang yang mengendalikan keempat rantai ini? Apakah mereka sudah mencapai pendekar suci?." Gumam Ma Guang dalam hatinya sambil bergerak menghindari serangan lilitan rantai tersebut.


Serangan rantai yang bergelombang tersebut seperti ingin melilit tubuh Ma Guang bukan hanya sangat merepotkan, tetapi juga langsung menutup jalan untuk menuju ke tempat sang pengendali.


Saat Ma Guang di sibukan menghadapi gelombang rantai yang ingin melilit tubuhnya, tanpa dia sadari rantai tersebut dalam waktu satu detik menjadi lurus kemudian kembali lagi bergelombang dan menyerang Ma Guang.


Pendekar muda itu menghindar dan menangkis serangan rantai bergelombang tersebut. Tanpa dia sadari, ujung rantai itu sedang meluncur dengan cepat menuju kearah tubuhnya.


Setelah tinggal sedikit lagi mengenai tubuhnya, Ma Guang langsung membentuk perisai perlindungan untuk menahan serangan tersebut.


Booommm


Brrraaaakkk


Bunyi ledakan yang terjadi saat mata rantai itu berbenturan dengan perisai perlindungan yang Ma Guang ciptakan dan di sertai dengan hancurnya perisai pertahanan milik Ma Guang.


Tubuh Ma Guang langsung terdorong kearah gelombang rantai yang ingin melilit tubuhnya.


"Sialan! Ledakan mata rantai ini bisa menghancurkan perisai pertahananKu. Siapa sebenarnya orang yang mengendalikan serangan rantai ini?." Gumam Ma Guang sambil melentingkan tubuhnya keatas untuk menghindari lilitan rantai itu.


Xia Jiao juga tidak kalah frustasinya saat meladeni serangan rantai tersebut.


Seorang pendekar suci dibuat seakan tidak memiliki kesempatan untuk membalas serangan tersebut.


Ma Guang dan juga Xia Jiao hanya diberikan kesempatan untuk menghindar dan tidak mendapat kesempatan untuk menuju ke tempat asal rantai tersebut.


"Bagaimana bisa rantai ini bisa di kendalikan dari jarak jauh dan memiliki kecepatan hampir setara dengan pendekar suci? Siapa sebenarnya orang - orang ini?." Gumam Xia Jiao sambil menghindari lilitan rantai yang bergelombang.


Dua mata rantai langsung melesat menyerang Xia Jiao.


Gadis itu langsung menghindari salah satunya dan menangkis yang satunya lagi dengan meningkatkan energi tenaga dalam miliknya. Namun tanpa dirinya sadari, posisi tubuhnya sudah berada di antara kedua rantai tersebut dan langsung bergelombang untuk menutup ruang gerak Xia Jiao.


"Keluar dari formasi itu! DiriMu akan terperangkap didalamnya!." Teriak Ma Guang.


Mendengar teriakan Ma Guang, Xia Jiao langsung berusaha keluar dari formasi rantai tersebut.


Namun Xia Jiao kurang cepat untuk melepaskan dirinya dari formasi tersebut. Tubuh gadis itu sudah terlilit salah satu rantai yang menyerangnya.


"Sialan! Xia Jiao sudah tertangkap! Aku akan menolongnya." Gumam Ma Guang sambil melesat menuju kearah rantai yang melilit tubuh Xia Jiao.


"Sialan! Mengapa diriKu bisa terperangkap dalam formasi rantai ini?." Gumam Xia Jiao sambil berusaha melepaskan lilitan rantai tersebut.

__ADS_1


Namun usaha gadis itu sia - sia, dirinya kini sudah semakin erat terlilit rantai itu dan dengan cepat langsung tertarik meluncur mengikuti asal rantai itu.


Ma Guang yang melesat menuju kearah Xia Jiao sudah di hadang oleh dua mata rantai yang menyerangnya dan membentuk seperti lingkaran - lingkaran besar menutupi ruang gerak Ma Guang untuk mengejar Xia Jiao.


Hanya ada satu jalan untuk melewati serangan rantai - rantai tersebut, yaitu melewati tengah lingkaran yang di ciptakan rantai - rantai itu. Namun jika memasuki ruang di tengah lingkaran tersebut, sudah tentu akan dengan mudah terlilit rantai itu atau dengan kata lain sama seperti sudah menyerahkan diri untuk di lilit.


Ma Guang kini menghadapi serangan tiga rantai secara bersamaan.


"Mana mungkin setiap gerakanKu bisa di ikuti oleh rantai - rantai ini tanpa di lihat oleh sang pengendali rantai? Kemampuan macam apa ini?." Gumam Ma Guang sambil terus menangkis serta menghindari serangan tersebut.


Sedangkan tubuh Xia Jiao kini sudah berada di hadapan orang yang mengendalikan rantai itu.


"He...he...he...he...he." Suara tawa seorang pria.


Xia Jiao langsung menatap kearah sumber suara tawa tersebut dan melihat seorang pria yang berwajah sangar sedang menatap kearahnya.


"Sangat cantik! Aku akan menjadikanMu istriKu." Ucap pria tersebut.


"Puih! Jangan pernah bermimpi, lebih baik aku mati dari pada menjadi istriMu." Ucap Xia Jiao.


"Tenang saja gadis manis! Aku tidak akan menyakiti diriMu! Aku akan memberikan kenikmatan duniawi yang belum pernah kamu rasakan sebelumnya." Ucap pria itu sambil tersenyum penuh nafsu menatap tubuh Xia Jiao.


"Siapa kalian?." Tanya Xia Jiao.


"Ternyata tubuh indahMu itu tidak terpengaruh juga dengan racun yang terkandung di rantaiKu ini." Ucap pria itu sambil mendekati tubuh Xia Jiao.


Disaat yang sama, tetua Sim Lan dan juga Yuan Gao dengan berhati - hati sedang berpencar untuk mencari sosok yang mengendalikan rantai - rantai tersebut.


Tetua Sim Lan langsung menuju kearah perginya tubuh Xia Jiao yang di tarik oleh salah satu rantai.


Tetua Sim Lan langsung mendapati tubuh Xia Jiao yang sudah tidak berdaya berada di depan pria yang mengendalikan rantai yang mengikat Xia Jiao.


"Ternyata disini rupanya keberadaan salah satu dari mereka." Gumam tetua Sim Lan dalam hatinya sambil mencari posisi dan jarak yang tepat untuk menyerang pria tersebut.


Pria tersebut langsung menotok titik jalur aliran darah Xia Jiao agar gadis itu tidak bisa bergerak dan melawan dirinya.


"Bunuh saja aku! Bunuh saja diriKu!." Teriak Xia Jiao.


Pria itu langsung juga menotok satu titik jalur aliran darahnya dan membuat gadis itu sudah tidak bisa bersuara lagi.


Selanjutnya pria itu melepaskan rantai yang melilit tubuh Xia Jiao dan langsung memeluk tubuh gadis itu.

__ADS_1


"Walau pun sudah bertarung selama beberapa saat, namun bauh tubuhMu masih sangat harum. Membuat diriKu ingin secepatnya untuk mencicipi tubuh indahMu ini." Ucap pria itu sambil mulai melepaskan pakaian yang menutupi tubuh gadis itu.


Tetua Sim Lan masih menunggu moment yang tepat untuk menyerang pria tersebut serta di tangannya sudah ada beberapa buah batu kecil untuk di lesatkan ke tubuh Xia Jiao untuk melepaskan totokan ditubuh gadis itu.


Setelah pria itu melepaskan rantai yang melingkar di tubuhnya dan ingin segera menggumuli tubuh gadis tersebut. Kesempatan itu langsung di manfaatkan oleh tetua Sim Lan untuk menyerang pria itu dengan kemampuan puncaknya dan juga langsung melesatkan batu kecil yang ada di tangannya.


Tuk...tuk...tuk


Bunyi tiga buah batu kecil mengenai tubuh Xia Jiao.


"Tebaran Bunga Persik." Teriak tetua Sim Lan menyerang kearah pria itu dengan perubahan energi puncak tenaga dalam miliknya.


Duuaaarrr


Pria itu tidak sempat mengantisipasi serangan tersebut di karenakan fokus persepsinya sudah tidak ada lagi.


Pria itu langsung terlempar kesamping dengan darah mengalir dari sudut bibirnya.


"Kurang ajar! Ternyata ada yang mengganggu kesenanganKu saat ini." Ucap pria itu yang langsung bangkit dan melesat untuk meraih rantai miliknya.


Duuuaaarrrr


Suara ledakan serangan Xia Jiao ke tubuh pria tersebut yang kembali membuat pria itu terhempas kesamping sejauh 20 meter.


Xia Jiao dan tetua Sim Lan tidak memberikan kesempatan kepada pria itu untuk memberikan perlawanan, kedua wanita itu langsung menghujani tubuhnya dengan kemampuan puncak mereka berdua.


"Tebaran Bunga Persik!." Teriak Xia Jiao.


"Tarian Bunga Persik!." Teriak tetua Sim Lan.


Duuuaaarrr


Duuuaaarrr


Bunyi dua kekuatan wanita itu saat menghantam tubuh pria tersebut.


Tubuh pria itu terlempar kembali dengan darah yang sudah memenuhi seluruh tubuhnya.


Kedua wanita itu kembali lagi menyerang tubuh pria itu. Xia Jiao sudah di penuhi amarah yang sangat membeludak di dalam hati, pikiran serta perasaannya, karena perbuatan pria itu yang sudah berani melihat tubuh indahnya itu.


Akhirnya masing - masing bagian tubuh pria itu sudah saling terpisah karena perbuatan kedua wanita tersebut.

__ADS_1


Xia Jiao langsung kembali ketempat awal saat pria itu ingin menggerayangi tubuhnya dan langsung meraih pakaiannya serta kembali menggunakannya.


~Bersambung~


__ADS_2