Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 391. Keinginan Yangkey Terpenuhi


__ADS_3

Saat Ma Guang kembali ke sekte Naga Surgawi dirinya segera pergi kesekte Bambu Kuning melalui portal ruang dan waktu.


Hal tersebut karena dirinya ingin menemui patriak Yangkey yang sudah beberapa bulan menunggunya.


Untung saja dirinya telah diberikan hadiah sumber daya oleh patriak Yao Han agar bisa berkultivasi dahulu saat menunggu kedatangan Ma Guang.


Sudah satu bulan patriak Yangkey selesai berkultivasi dan menunggu Ma Guang.


Namun karena terdengar kabar olehnya bahwa anggota sekte Bambu Kuning juga akan ikut serta untuk membantu pasukan kekaisaran, sehingga patriak Yangkey sudah pasrah namun masih tetap memiliki secercah harapan agar Ma Guang tetap bisa memberikan solusi bagi kekaisaran Qiang.


Pria tua itu tetap bersabar menanti kedatangan Ma Guang.


Dan kesabarannya pun membuahkan hasil. Sebab orang yang di nantikannya kini telah datang untuk menemuinya.


"Patriak Yangkey! Mohon maaf karena sudah membuat diriMu begitu lama untuk menungguKu!." Ucap Ma Guang dengan nada suara yang merasa sangat bersalah.


"Pemimpin Ma tidak perlu terlalu sungkan seperti itu! Aku juga sangat memahami dengan situasi yang saat ini sedang terjadi di kekaisaran Zhou!."


"Hal itu juga akan berlaku bagi diriKu jika itu terjadi juga di kekaisaran Qiang!." Balas Yangkey.


"Terima kasih atas pengertian patriak! Jadi hal apa yang bisa saya bantu!?." Tanya Ma Guang.


"Begini pemimpin Ma! Aku diutus kaisar Ralpacan untuk membicarakan tentang keinginan tuan putri Zhou Lu Yun yang ingin menyerang setiap kekaisaran yang berada di daratan benua utara ini!."


"Patriak Yangkey! Hal itu tidak perlu di khawatirkan! Sebab hal itu tidak akan terjadi lagi!."


"Perang ini akan usai setelah pasukanKu bisa mengalahkan pasukan makhluk surgawi yang telah turut campur tangan didalam urusan kekaisaran Zhou dan kekaisaran Yue Wu!."


"Dan aku juga akan mengingatkan kepada ìstriKu agar mengurungkan niatnya untuk menguasai seluruh daratan benua utara ini!."


"Terima Kasih pemimpin Ma! Ini adalah kabar yang sangat baik bagi kaisar Ralpacan!." Ucap Yangkey sambil tersenyum senang menanggapi perkataan Ma Guang.


"Aku juga berharap situasi diseluruh benua utara ini selalu tetap aman dan damai!."


"Patriak! Ambillah pemberianKu ini! Anggaplah ini sebagai ungkapan permohonan maafKu karena sudah membuat patriak Yangkey menghabiskan waktu beberapa bulan disekte ini untuk menungguKu!." Ucap Ma Guang sambil menyodorkan beberapa benda berharga kepada patriak Yangkey.


Patriak Yangkey yang merasakan energi yang sangat besar merembes keluar dari apa yang diberikan oleh Ma Guang dengan senang hati segera menerima pemberian tersebut.


"Terima kasih pemimpin Ma! Terima kasih Pemimpin Ma!." Tutur Yangkey karena merasa sangat senang bisa mendapatkan harta berharga yang diberikan oleh Ma Guang yaitu darah murni, batu permata dan inti jiwa dari seekor Serigala Surgawi.


"Karena tingkat kultivasi patriak Yangkey saat ini masih berada di tingkat pendekar dewa bumi puncak! Sebaiknya patriak terlebih dahulu menyerap inti jiwa ini! Agar supaya patriak bisa menyerap batu permata dan juga esensi dari darah murni makhluk surgawi ini!." Tutur Ma Guang menjelaskan.


"Baik Pemimpin Ma! Aku akan melakukan sesuai dengan petunjuk yang pelindung Ma berikan!." Balas Yangkey sambil menangkupkan tangannya.


"Baiklah! Saat ini aku akan segera kembali kesekte Naga Surgawi! Oleh karena itu sekali lagi saya meminta maaf kepada patriak Yangkey karena tidak bisa menemani patriak sedikit lebih lama!." Ujar Ma Guang yang langsung berdiri.

__ADS_1


"Pemimpin Ma tidak perlu terlalu sesungkan itu! Aku bisa memahami situasi yang pelindung Ma hadapi saat ini!." Balas Yangkey menanggapi.


"Patriak! Saya pamit undur diri!." Ucap Ma Guang.


Ma Guang pun menghilang dari tempat itu dan kembali kesekte Naga Surgawi.


Sedangkan patriak Yangkey kini masih berdiri ditempat tersebut.


Beberapa saat kemudian, patriak Yao Han pun tiba.


"Patriak Yangkey!." Sapa Yao Han.


"Patriak Yao!." Balas Yangkey.


"Aku baru saja merasakan kehadiran pelindung Ma ditempat ini!."


"Apakah pelindung Ma baru saja mengunjungi patriak Yangkey!?."


"Itu benar patriak Yao! Namun karena pemimpin Ma memiliki banyak urusan yang harus dia selesaikan, sehingga dia tidak memiliki banyak waktu untuk menemaniKu!." Jawab Yangkey.


"Oh, begitu yah!?." Tanggapan patriak Yao Han.


"Sebenarnya ada hal penting yang ingin aku bicarakan juga dengan pelindung Ma! Namun karena dia sudah pergi, biarlah nanti aku bicarakan dengannya dilain waktu saja!." Tutur Yao Han.


"Jadi bagaimana tanggapan Pelindung Ma dengan apa yang patriak Yangkey sampaikan?." Lanjut patriak Yao Han bertanya.


"Baguslah jika demikian! Karena jika terjadi peperangan, kehidupan seluruh rakyat di setiap kekaisaran pasti akan merasakan juga dampaknya!." Ujar patriak Yao Han.


"Iya patriak Yao! Aku juga sudah melihat situasi rakyat dikekaisaran Zhou saat ini yang menderita akibat dampak peperangan yang terjadi antara kedua kekaisaran!." Sambung patriak Yangkey.


"Patriak Yao! Karena urusanKu telah selesai, sepertinya besok aku akan kembali ke kekaisaran Qiang untuk melaporkan hasil pembicaraanKu dengan pelindung Ma kepada kaisar Ralpacan!." Lanjut patriak Yangkey.


"Jika itu yang patriak Yangkey inginkan, aku tidak memiliki alasan lagi untuk meminta patriak agar bisa tetap tinggal lebih lama lagi di sekteKu ini!." Balas patriak Yao Han.


Kedua pria paruh itu akhirnya mengakhiri pembicaraan keduanya.


Namun sebelum keduanya berpisah, patriak Yao Han memberitahukan kepada patriak Yangkey bahwa malam harinya mereka akan mengadakan pesta sebelum patriak sekte Tai Long itu kembali.


Patriak Yangkey pun menyambut hal itu dengan perasaan yang senang.


***


Di aula sekte Beruang Matahari di wilayah kekaisaran Baiyue, patriak Tien Chou bersama seluruh petinggi sekte kini sedang membicarakan tentang pertempuran yang terjadi antara kekaisaran Zhou dan juga kekaisaran Yue Wu serta kekaisaran Baiyue yang juga ingin menyerang kekaisaran Zhou.


"Para leluhur dan juga para tetua sekalian, bagaimana menurut pendapat kalian tentang hal yang sedang terjadi itu?."

__ADS_1


"MenurutKu, situasi ini juga akan mempengaruhi kehidupan masyarakat di kekaisaran kita ini!." Tutur patriak Tien Chou.


"Patriak! MenurutKu kita sebagai sekte ilmu bela diri! Kita harus tetap berpegang teguh pada aturan dunia persilatan yang tidak akan ikut campur didalam permasalahan pemerintahan jika itu tidak di mintai bantuan oleh mereka!." Tutur salah satu leluhur agung sekte.


"Benar apa yang dikatakan oleh leluhur agung Tien Wan! Kita harus tetap berpegang teguh pada aturan dunia persilatan!." Sambung seorang tetua tingkat tinggi mendukung perkataan leluhur mereka.


Setelah sudah beberapa leluhur serta tetua tingkat tinggi dan tetua tingkat rendah memberikan tanggapan serta pendapat mereka, akhirnya patriak Tien Chou mempersilahkan seorang tetua lainnya untuk berkata.


"Tetua Hong Mogui! Silahkan memberikan tanggapan menurut pendapat anda?."


Hong Mogui yang mendapat kesempatan untuk berbicara terdiam sejenak dan akhirnya pria berambut merah dan berbadan kekar itu pun segera berdiri dan berkata.


"Terima kasih patriak karena sudah memberikan kesempatan kepadaKu untuk bisa berbicara diforum yang sangat istimewa ini!."


"Hal ini membuat diriKu merasa sangat bahagia karena bisa berbicara didepan seluruh petinggi sekte kita ini!."


"Baiklah! MenurutKu apa yang disampaikan oleh seluruh petinggi sekte barusan, semuanya sangat tepat!."


"Akan tetapi pada saat ini ada baiknya kita memikirkan dampaknya jika kita tidak ikut berkontribusi didalam perang yang akan dilakukan oleh kekaisaran kita ini, serta dampaknya jika kita ikut berkontribusi didalam perang tersebut!."


"Sebab sebagai sekte ilmu bela diri, tentunya kebeadaan kita sangat dibutuhkan didalam suatu peperangan!."


"Namun berbeda halnya jika kita bertindak sebagai penyerang dan juga kita bertindak sebagai yang diserang!."


"Jika kita bertindak sebagai penyerang! Berarti kita menjadi bagian dari dampak buruk yang akan dirasakan oleh rakyat kekaisaran ini!."


"Sebab peperangan yang akan terjadi nanti dampaknya bukanlah suatu kesenangan! Namun adalah suatu kesengsaraan bagi rakyat!."


"Bukan hanya itu saja! Didalam peperangan, tidak ada belas kasihan! Melainkan kekerasan serta kehausan akan darah lawanlah yang akan berlaku!."


"Korban jiwa juga tidak akan sedikit jika sekte kita ingin terlibat didalamnya!."


"Namun hal itu berbeda jika kekaisaran kita yang diserang!."


"Mau atau pun tidak mau, kita harus tetap berperang untuk melindungi rakyat mau pun keluarga kita dari kesengsaraan yang akan menimpa mereka!."


"Sehingga tidak ada alasan lagi bagi sekte kita untuk berdiam diri!."


"Dan aku secara pribadi siap untuk mempertaruhkan nyawaKu untuk melindungi rakyat kekaisaran Baiyue ini serta untuk melindungi seluruh keluarga besar sekte Beruang Matahari jika itu terjadi!."


"Akan tetapi akan berbeda halnya jika sekte kita diminta untuk pergi menyerang kekaisaran Zhou!."


"Walau pun aku dibunuh, aku tidak akan ikut bergabung!."


"Sebab aku sudah begitu banyak melihat penderitaan orang - orang yang tidak bersalah dan juga orang - orang yang terbunuh karena untuk memuaskan hasrat serta untuk memenuhi keinginan pemimpin kita!."

__ADS_1


"Hanya itu yang bisa aku sampaikan! Mohon maaf jika ada perkataanKu yang menyinggung para leluhur serta para tetua lainnya!." Tutup Hong Mogui yang langsung kembali duduk.


~Bersambung~


__ADS_2